Preman Cantik

Preman Cantik
Episode 52 (Perpisahan dari Tania)


__ADS_3

...HELO!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."PREMAN CANTIK"...


...~~~...


PREMAN CANTIK EPS. 52


...•...


"Kamu gapapa? Ayo biar saya bantu kamu berdiri!" ucap Tania menyodorkan tangannya pada Rosa yang terjatuh di lantai.


"Gausah!" ucap Rosa jutek lalu bangkit dengan usaha sendiri tanpa bantuan Tania.


Rosa langsung berlari menaiki tangga mengejar Arsen serta menahannya untuk tidak masuk ke kamar Reno yang sedang istirahat.


Melihat itu sontak Tania juga naik ke atas menyusul mereka berdua dengan terburu-buru.. Sementara 2 pengawalnya sibuk menahan Baim & Bowo agar tidak ikut campur urusan majikannya.


Arsen telah sampai di atas dia mendobrak semua pintu ruangan yang ada disana tanpa basa-basi, banyaknya kamar disana membuat Arsen kesulitan menemukan yang mana kamar Reno.


"Cukup!" teriak Rosa yang berhasil menyusul Arsen ke atas, dia kemudian menghampiri Arsen dan menatapnya tajam.


"Jangan kamu terusin perbuatan gak jelas kamu ini! Reno itu butuh istirahat, jangan ganggu dia! Lagian bukan Reno yang bikin Tania adik kamu nangis! Justru Tania tadi yang udah membuat Reno hampir celaka, disini Reno korbannya bukan Tania! Dia itu cewek gajelas yang tiba-tiba datang kesini terus pergi gitu aja, dimana letak kesalahan Reno coba?" sambung Rosa.


Arsen terdiam mendengar penjelasan Rosa barusan, dia bingung sebenarnya apa yang terjadi dan mengapa Tania bisa sampai menangis kalau memang Reno tak melakukan apapun padanya.


Akhirnya Arsen menghampiri Tania yang juga sudah menyusul di atas sana bersama mereka, dia pun kembali menanyakan pada adiknya itu apa sebabnya Tania menangis saat pulang ke rumah.


"Tania sayang, kenapa kamu nangis? Wanita ini bilang kamu datang kesini terus tiba-tiba langsung pergi gitu aja, apa itu bener?" tanya Arsen.

__ADS_1


Tania hanya mengangguk pelan dan tak berani menatap mata abangnya itu.


"Apa yang bikin kamu nangis sayang?" tanya Arsen lagi memastikan apa sebenarnya penyebab Tania menangis tadi.


"Heh jelasin cepet ke abang lu yang tempramen itu! Biar dia gak terus salah-salahin Reno padahal mah Reno gak tau apa-apa..!!" ujar Rosa sangat berani berbicara seperti itu.


"Ayo jawab Tania! Tolong jangan bikin saya tambah emosi karena kamu diam aja seperti ini!" ujar Arsen memaksa Tania menjawab pertanyaannya.


"I-i-iya kak, yang dibilang dia tadi bener.. Aku emang kesini tadi, terus aku langsung pergi begitu melihat Reno sedang sakit dan dirawat sama dia! Mungkin yang bikin aku nangis itu karena Reno terluka parah kak, aku gak tega lihat Reno begitu.." ucap Tania memberikan penjelasan palsu.


"Udah deh Tania gausah bohong! Kalo emang lu kasihan sama Reno harusnya tadi lu samperin dia pas dia jatuh gara-gara ngejar lu! Bilang aja kalo lu cemburu kan lihat gue deket-deket sama Reno, iya kan??!!" ujar Rosa memotong percakapan Arsen & Tania.


Sontak Arsen kembali mengarahkan pandangan ke adiknya itu, seakan-akan tatapannya bertanya kembali apakah yang dikatakan Rosa adalah benar.


"Enggak kok, ngapain aku cemburu coba? Aku ini cuma sahabat Reno gak lebih, soal kenapa aku gak turun terus samperin Reno itu karena aku makin gak bisa kalo harus ngeliat Reno terluka dari dekat!" ucap Tania dengan cepat membantah perkataan Rosa.


"Benar begitu Tania? Kalau memang kamu cemburu bilang saja sama saya, tidak perlu berbohong seperti itu! Karena saya paling tidak suka dibohongi!" ujar Arsen.


Arsen pun percaya pada ucapan Tania, dia melirik ke arah Rosa dibelakangnya...


"Maaf!" ucap Arsen singkat lalu berjalan pergi bersama Tania meninggalkan Rosa dan semua kekacauan yang dia buat tadi.


Namun tiba-tiba sebuah suara teriakan menghentikan langkah kaki Tania dan juga Arsen.


"Tunggu..!!!"


Sontak Tania & Arsen menoleh bersamaan dan melihat ada Reno yang berdiri di depan kamarnya menggunakan sebuah tongkat.


Rosa yang mengetahui itu langsung menghampiri Reno agar dia tak terjatuh, tampak Rosa sangat khawatir dan cemas pada lelaki itu.


"Reno kamu ngapain keluar sih? Udah yuk masuk lagi kamu harus istirahat Reno! Mereka juga mau pergi kok," ucap Rosa berusaha menuntun Reno ke dalam kamarnya lagi.

__ADS_1


"Gak Ros, aku harus bicara sama Tania dulu! Tolong jangan halangi aku kali ini aja..!!" ujar Reno bersikeras untuk menemui Tania.


Akhirnya Reno jalan terpincang-pincang dibantu oleh Rosa mendekati Tania & Arsen.. Melihat itu sontak Tania melepaskan genggaman tangan Arsen lalu kembali berjalan ke arah Reno.


Ya Arsen pun membiarkan Tania pergi, sementara dia hanya melihat dari sana tak mau mengusik Tania & Reno.


"Tania, tolong jangan pergi lagi! Aku tidak bisa jauh dari kamu Tan, tolong jangan tinggalkan aku!" ucap Reno menggenggam tangan Tania menggunakan 2 tangannya.


"Aku bukannya mau tinggalin kamu Reno, tapi maaf aku memang harus pergi dari sini! Karena sebentar lagi aku bakal ikut kakak aku ke Finland, dia malah udah beliin tiket buat aku.." ucap Tania berusaha menahan kesedihannya.


Reno sontak menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tak percaya kalau Tania akan pergi jauh darinya.


"Kenapa kamu harus ikut dia? Memangnya apa jaminannya kalau kamu akan selamat saat disana nanti? Tania, jangan begitu mempercayai orang yang baru kita kenal! Bisa aja kan dia punya niat gak baik sama kamu Tania..!!" ujar Reno.


"Enggak Ren, dia itu abang aku! Gak mungkin dia tega menyakiti adiknya sendiri, aku juga percaya kok dia orang baik dan sayang sama aku! Lagian Ren, kita kan masih bisa komunikasi lewat WhatsApp atau telpon, pasti aku juga bakal sering kabarin kamu kok!" ucap Tania tersenyum.


"Tetep aja beda Tania, aku pengennya kamu seutuhnya ada disini di depan aku! Bukan cuma suara apalagi sekedar tulisan di layar hp! Tolong Tania pikirkan lagi keputusan kamu, jangan sampai nantinya kamu salah ambil keputusan! Itu bisa bahaya buat diri kamu sendiri Tania..!! Apalagi kamu baru mengenal orang itu kan? Jangan terlalu percaya sama dia Tania!" ucap Reno.


"Udah cukup ya Reno, jangan lagi kamu jelek-jelekin kakak aku! Emangnya kamu pikir diri kamu udah baik apa? Maaf ya Ren, tapi aku gak suka kamu bicara seperti itu sama kakak kandung aku! Aku harus pergi permisi..!!" ucap Tania lalu menghentakkan tangan Reno yang tadi menggenggam dirinya dan berbalik meninggalkan Reno.


Sontak Reno merasa kesakitan dan Rosa dengan sigap menolongnya, Tania sempat berhenti sejenak menoleh ke belakang sungguh ia merasakan kesedihan karena harus pergi meninggalkan Reno orang yang bisa mengubah dirinya.


"Maaf Reno, aku tahu kamu udah banyak berjasa buat aku selama ini.. Bahkan kamu juga yang selalu yakinin aku untuk berubah, tapi aku harus pergi dan memulai hidup baru bersama keluarga ku! Terimakasih Reno karena sudah memberi warna dalam hidupku selama ini, semoga kamu bahagia selalu disini..!!" gumam Tania.


Tania melanjutkan langkahnya tanpa perduli dengan ucapan-ucapan Reno yang masih berusaha menahannya, Tania akhirnya pergi dari rumah Reno bersama Arsen dan 2 pengawalnya.


Sementara Reno ditenangkan oleh Rosa dan juga Baim serta Bowo yang naik ke atas untuk membantu majikannya itu.


Tampak Reno memang sangat histeris setelah ditinggal pergi oleh Tania, namun akhirnya mereka bertiga berhasil membawa Reno kembali ke kamarnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2