
...HELO!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."PREMAN CANTIK"...
...~~~...
PREMAN CANTIK EPS. 49
...•...
Waktu terus berlalu kini tiba saatnya Arsen kembali ke Finlandia setelah cukup lama berlibur di Indonesia, dia sudah menyiapkan semua yang akan dibawa dan memasukkannya ke dalam koper.
Tampak Arsen juga sudah berpakaian rapih dan mungkin tak lama lagi dia akan berangkat menuju bandara.
Arsen duduk di sofa sambil melirik jam tangannya, ya dia pun mengambil ponselnya dari saku celana miliknya.
"Waktu penerbangannya masih sekitar 4 jam lagi, ada waktu bagi saya untuk menemui Ezra sebelum saya akan kembali ke Finland!" gumam Arsen lalu mengirim pesan pada Ezra yang mengajaknya ketemuan di sebuah tempat.
Setelah itu, Arsen memasukkan hp nya ke saku celana dan beranjak dari sofa mungkin hendak pergi keluar rumah.
Namun, sebuah tangan menahan lengan Arsen agar tak pergi disertai sebuah suara yang terdengar lembut di telinga Arsen.
"Tunggu kak!"
Ya itulah Tania yang menahan Arsen dengan menggenggam tangannya..
Sontak Arsen menoleh memandang wajah adiknya yang kini ada di hadapannya, Arsen melirik Tania dari atas sampai bawah tubuhnya merasa heran karena Tania memakai dress twiscone merah.
"Kamu tumben di rumah pake baju gini, biasanya juga cuma kaos.. Apa Jangan-jangan kamu mau pergi lagi ya ketemu sama temen kamu itu??" ujar Arsen.
"Enggak, aku tuh pengen ikut sama kamu ke Finland! Sekarang kan kamu mau balik kesana, makanya aku pake dress ini kak!" ucap Tania.
"Hah serius? Yakin kamu mau ikut saya ke Finland? Nanti nyesel loh pas udah sampe sana soalnya disana gak ada temen kamu," tanya Arsen memastikan.
"Iya kak aku yakin, aku mau ikut sama kamu aja! Lagian disini juga gak ada lagi yang bisa aku harapkan, kalo ikut sama kamu seenggaknya kan aku punya keluarga!" jawab Tania.
Arsen pun tersenyum kemudian memeluk tubuh adiknya itu dengan erat, ia mengecup samping kepala Tania lalu mengelus-elus punggungnya.
"Bagus, itu pilihan yang bagus Tania! Semoga kamu gak nyesel ya nantinya memilih ikut dengan saya, tapi saya janji kok disana gak akan ngebosenin!" ucap Arsen yang kini senyum manisnya berubah menjadi senyuman menyeramkan yang seperti ingin menerkam Tania saat itu juga.
"Aku yakin kok selagi aku sama kamu pasti aku gak akan nyesel, kan kamu orangnya asyik! Oh ya tapi nanti ajarin aku bahasa Finland ya kak, gak mungkin kan aku bicara pake bahasa Indonesia disana.." ujar Tania di dalam pelukan abangnya itu.
"Iya cantik pasti saya ajarin kamu kok, yaudah kamu udah beresin barang-barang kamu belum? Tapi sebenarnya kamu gak perlu bawa baju sih, disana juga udah banyak pakaian wanita yang bisa kamu pake!" ucap Arsen.
"Udah kok kak, semuanya udah aku masukin ke dalam koper! Emang kamu mau berangkatnya kapan?" ujar Tania.
__ADS_1
Arsen melepas pelukannya lalu memegang pipi Tania dengan kedua tangannya...
"Saya mau pamitan sama Ezra dulu, nanti setelahnya baru kita berangkat ke bandara!" ucap Arsen tersenyum sambil menggoyang-goyang pipi Tania.
"Kak, kalo gitu aku boleh gak pamitan juga sama temen-temen aku kak?" tanya Tania.
Arsen memandang sinis ke arah adiknya itu, membuat Tania langsung menundukkan wajahnya karena takut akan dimarahi oleh Arsen.
"Eee kalo gak boleh gapapa kok kak, aku cuma nanya aja.. Jangan marah kak!" ucap Tania gugup.
Arsen malah tersenyum melihat Tania ketakutan, ya dia mencubit gemas pipi Tania tanpa melepasnya.
"Ih sakit kak..!!" ujar Tania meringis karena cubitan dari kakaknya itu.
"Ahaha maaf maaf, abisnya ekspresi kamu itu loh gemesin banget! Saya tuh gak marah sama kamu, kalo emang kamu mau ketemu temen kamu boleh kok cantik! Tapi ingat harus ditemenin pengawal gak boleh pergi sendirian, terus juga jangan lama-lama temuin temen kamunya..!!" ucap Arsen kali ini mengelus lembut pipi Tania.
"Ohh makasih kak, lagian kamu sih tadi natap aku begitu kan aku ngiranya kamu marah!" ucap Tania.
"Yaudah kamu jalan aja duluan!" ucap Arsen mempersilahkan adiknya pergi lebih dulu.
Tania mengangguk lalu berjalan keluar rumah bersama 2 pengawalnya.. Sementara Arsen terus memandangi tubuh adiknya itu sampai tak terlihat lagi.
"Kamu bisa tersenyum sekarang Tania, tapi setelah kamu ikut dengan saya ke Finland senyuman itu tidak mungkin ada lagi di wajah kamu..!!" gumam Arsen sambil mengepalkan tangannya.
...•••...
"Jos, rencananya kamu mau bisnis apa disini? Harus cepet-cepet dipikirin loh sebelum uang kamu habis, nanti yang ada kita bisa kesusahan kalo kamu belum nemuin ide mau bisnis apa..!!" ucap Rianti memotong daging steak di piringnya.
"Iya sayang dari kemarin-kemarin aku juga udah pikirin soal itu kok, cuma ya belum ketemu aja ide yang bagus! Kan aku harus tau dulu kira-kira di daerah sini bisnis yang cocok itu apa, gak boleh asal-asalan main buka bisnis gitu aja tanpa tau pangsa pasarnya..!! Nanti yang ada aku malah rugi dan semua uang ku ludes sia-sia," ucap Joshua menyantap steak miliknya.
"Nah yaudah coba aja kamu searching di google, atau minta bantuan orang-orang disini sekalian aja ajak mereka buat bisnis bareng kamu!" usul Rianti disambut tatapan malas dari Joshua.
"Aduh sayang, kita kan baru pindah kesini.. Aku juga gak ada kenalan sama sekali disini, kalo aku main ajak orang-orang gitu aja kan bahaya sayang! Bisa aja orang itu nanti malah nipu aku kan, udah kamu tenang aja biar ini jadi urusan aku sebagai cowok! Kamu cukup terima aja hasil dari usaha aku," ucap Joshua tersenyum tipis pada Rianti.
Tampak Rianti seperti tak yakin dengan ucapan Joshua, tentu saja karena memang Joshua belum pernah berbisnis sebelumnya.
"Aku harus bantu Joshua, gimanapun juga sekarang ini aku belum jadi istri sahnya Joshua.. Jadi aku masih harus penuhin kebutuhan aku sendiri! Tapi kira-kira ngapain ya? Masa iya aku harus nipu orang-orang lagi??" gumam Rianti sambil mengunyah makanan nya.
Ya setelah itu mereka berdua hanya saling diam tanpa berbicara sepatah katapun, walau sesekali Joshua tampak melirik mata indah milik Rianti.
...•••...
Sementara itu, Rosa sampai di rumah Reno tentu untuk mengantar Reno pulang setelah diizinkan keluar dari rumah sakit.
Tin Tin...
Baim langsung berjalan ke depan pagar setelah Rosa membunyikan klakson mobilnya, ya dia pun membuka kunci gembok pagar tersebut agar mobil Rosa bisa masuk ke dalam.
__ADS_1
Setelahnya Rosa langsung memasukkan mobilnya ke dalam serta meminta tolong pada Baim untuk membantu Reno keluar dari mobil.
"Pak Baim, nanti tolong bantu Reno keluar ya! Soalnya Reno masih rada sakit buat jalan.." ucap Rosa pada Baim.
"Siap siap non!" ucap Baim sambil bersikap tegap.
Baim menutup kembali pagar rumah Reno lalu segera berjalan ke mobil Rosa.
"Ren kita udah sampe, sabar ya tunggu pak Baim datang buat bantu kamu turun!" ucap Rosa tersenyum.
"Thanks Ros!" ucap Reno pelan karena ia masih merasakan sakit di bagian rahangnya.
Baim pun sampai dan langsung membantu Reno untuk keluar dari mobil Rosa, ya Baim membopong tubuh Reno dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Sementara Rosa juga ikut turun mengikuti mereka dari belakang sambil membawa tas berisi perlengkapan Reno.
Tak lama kemudian, datang sebuah mobil berhenti di depan pagar rumah Reno.. Seorang perempuan keluar dari mobil tersebut dan mengetuk-ngetuk pintu pagar disana.
Bowo yang mendengarnya sontak keluar dari pos jaga untuk menemui tamu yang datang.
"Eee maaf cari siapa ya?" tanya Bowo yang tak mengenali siapa perempuan tersebut.
"Saya temannya Reno pak, nama saya Tania saya mau ketemu Reno sekarang apa dia sudah pulang dari rumah sakit?" ucap Tania.
"Ohh mau ketemu den Reno toh, iya iya neng den Reno udah pulang kok baru aja sampe! Yaudah masuk aja langsung ke dalam neng!" ujar Bowo lalu membuka pintu pagarnya agar Tania dapat masuk.
Tania pun masuk ke dalam ditemani oleh Bowo, sementara dua pengawalnya berjaga di depan pagar karena tak diizinkan masuk oleh Tania.
Sesampainya di dalam rumah Reno, Tania melihat Reno tengah bersama seorang wanita cantik.
"Itu siapa ya? Apa itu pacarnya Reno?" gumam Tania yang kini wajahnya cemberut saat melihat Reno bersama perempuan lain.
"Silahkan neng langsung masuk aja! Itu den Reno nya ada di ruang tamu, saya balik ke pos ya neng!" ujar Bowo lalu pergi meninggalkan Tania.
Tania bimbang dan berdiam diri disana, haruskah ia menemui Reno atau kembali pulang karena tak mau mengganggu kebersamaan Reno dengan perempuan itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Ya saat ini anda tengah melihat visual dari Joshua Adi Pratama alias adik kandung bang Jordi bosnya Tania dulu😍...
...Gimana guys cocok gak? Maaf ya kalo gak sesuai ekspektasi kalian 🙏🤗...
__ADS_1