Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 320 (Nikah sama Rizky)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 263


(Nikah sama Rizky)


...•...


...•...


"Kejutan? Maksud papa kejutan apa? Ini kan bukan hari ulang tahun aku, pah! Aku jadi penasaran deh, kasih tau dong pah apa kejutannya?!" ucap Tania sangat penasaran.


William justru tersenyum tipis sembari mengusap puncak kepala putrinya dan mengecup kening Tania itu dengan lembut, hal itu membuat Tania semakin dihantui rasa penasaran sehingga tak bisa tenang. Ya Tania terus mencecar papanya dengan banyak pertanyaan, sampai sang papa mau mengatakan padanya mengenai kejutan itu.


Sementara Revan juga sama penasarannya dengan sang kekasih, ya ia sangat bingung dan heran apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh William pada Tania. Namun, tentunya Revan hanya bisa diam tanpa berbicara sepatah katapun karena takut dianggap lancang dan justru mencemarkan nama baiknya sendiri di depan mata William saat ini.


"Pah, papa jangan diem aja dong! Papa bilang sama aku sekarang, kejutan apa sih?!" ucap Tania.


"Hahaha, kamu udah gak sabar ya sayang? Yakin kamu pengen tahu kejutan itu sekarang, enggak tunggu Rania aja?" ucap William tertawa kecil.


"Loh emang soal apa sih, pah? Ini ada hubungannya sama Rania atau kenapa? Ish, papa tuh bikin aku penasaran aja deh! Aku bisa kepikiran terus pah kalo kayak gini mah, mending papa kasih tau aja deh ke aku sekarang kejutannya! Nanti kalau Rania pulang, baru aku juga kasih tau ke dia!" ucap Tania nyengir.


"Iya iya, kalo gitu kamu sabar dulu! Papa mau minta si kejutannya itu buat muncul disini, supaya kamu bisa terkejut ya kamu harus tutup mata dong sayang!" ucap William.

__ADS_1


"Hah? Tutup mata?" ujar Tania kaget.


"Iya sayang, kan namanya juga kejutan! Revan, kamu tolong ambilkan penutup mata ya!" ucap William.


"Oh, siap om!" ucap Revan.


Revan langsung beranjak dari sofa kemudian pergi mengambil penutup mata di meja, ya Revan semakin penasaran dengan kejutan yang hendak diberikan William pada Tania itu. Setelahnya, Revan pun kembali ke sofa dan memberikan penutup mata itu pada William agar bisa menutup mata gadisnya sehingga Tania terkejut nantinya.


"Nah udah, kamu jangan ngintip loh sayang! Revan, tolong pegangin tangan Tania ini supaya dia gak bisa ngintip pas papa ajak si kejutan itu datang kesini!" ucap William tersenyum.


"Baik om!" ucap Revan singkat.


William pun berdiri dan pergi meninggalkan Tania serta Revan berduaan disana, ya William hendak menemui seseorang yang akan dipertemukan dengan Tania saat ini. Sedangkan Revan kini duduk di samping Tania dan memegangi tangan gadis itu sesuai perintah dari William, ya walau Tania terus saja berusaha berontak dari genggaman Revan.


"Van, please lah jangan pegangin tangan aku kayak gini segala! Kamu lepas aja ya? Aku janji deh gak bakalan ngintip, soalnya aku gak enak aja kalo dipegangin kayak gini!" ucap Tania berontak.


"Haish, kamu ini ada-ada aja deh! Masa iya kayak gitu aja dibilang berkhianat? Udah ah, aku mohon lepasin tangan aku ya Revan! Kalo enggak, nanti aku gak bakal mau lagi ciuman bibir sama kamu dan aku juga gak mau jalan-jalan sama kamu atau apalah itu yang kamu pengenin lainnya!" ujar Tania.


"Ohh, kamu ngancem aku nih? Sorry sayang, aku lebih takut dimarahin papa kamu!" ucap Revan.


"Ih kamu mah! Dasar penjahat! Masa gak mau sih nurut kata-kata calon istrinya? Ayo dong sayang, lepasin aku ya?!" bujuk Tania.


Revan tak perduli dengan kata-kata dari Tania itu, ia hanya cengar-cengir sembari menggelengkan kepala.


...•••...


Disisi lain, Velove baru menyelesaikan makan malam bersama putrinya setelah menikmati malam yang cukup panjang itu karena hadirnya sosok Rizky sebagai pengganggu mereka. Ya Velove memang sedari awal tak suka dan tak mau jika Rizky ikut bergabung bersama mereka, namun ia tak memiliki pilihan lain lantaran Rania cukup akrab dengan Rizky.


Kini saat mereka hendak pulang pun, Rizky masih saja mengikuti kedua manusia itu sampai ke depan cafe dan tak perduli mau berapa kali Velove mengusirnya dari sana. Ya Rizky bahkan terus mengikuti Velove dan Rania sampai di parkiran mobil Velove itu, Rizky juga memaksa untuk mengantar Velove pulang dengan alasan hari sudah malam.

__ADS_1


"Haish, kamu ngapain sih ngikutin kita daritadi? Emang kamu gak ada kerjaan lain apa, selain ngintilin aku sama anak aku kayak gini? Mending kamu pulang deh, makannya tuh udah selesai!" ujar Velove.


"Hahaha, aku gak mau pulang sayang! Karena aku harus antar kamu dan Rania dulu sampai ke depan rumah, aku khawatir kamu kenapa-napa nanti kalau cuma pulang berduaan sama Rania! Kan kamu tau sendiri, ini udah malam!" ucap Rizky.


"Ya terus kenapa kalau malam emangnya, ha?" tanya Velove terheran-heran tak mengerti.


"Banyak penjahat berkeliaran di luar sana sayang, aku takut terjadi sesuatu sama kamu atau Rania! Makanya biarin aku antar kamu ya?" ucap Rizky.


"Iya mah, kita pulang bareng om Rizky aja! Bener tau kata om Rizky tadi, ini kan udah malam dan pasti banyak penjahat nanti di jalan! Aku juga takut kalau sampe mama kenapa-napa nantinya, mending kita pulangnya diantar om Rizky aja ya mah?" ucap Rania ikut membujuk mamanya.


"Hah? Sayang, kamu kok—"


"Udah Velove sayang! Nurut aja sama aku dan anak kamu itu, jangan bandel deh jadi orang! Aku bakal jagain kamu sama Rania, aku juga janji gak akan apa-apain kamu kok sayang!" potong Rizky.


"Haish, bener-bener ya kamu! Sebenarnya mau kamu itu apa sih, ha?" ujar Velove kesal.


"Hahaha, mau aku? Ya simpel aja sayang, mau aku itu cuma milikin kamu gak ada yang lainnya! Makanya kamu terima dong cinta aku, supaya aku juga bisa jadi papanya Rania nanti! Iya gak Rania sayang, Rania mau kan punya papa kayak om Rizky yang ganteng dan kece ini?" ucap Rizky tersenyum sambil sedikit membungkuk ke arah Rania.


"Mau banget om! Mah, kayaknya seru deh kalo aku punya papa kayak om Rizky ini! Pasti bakal banyak momen menyenangkan nanti, ayo mah mama nikah aja sama om Rizky!" ujar Rania.


"Rania sayang, jangan bicara begitu lagi ya! Kamu juga jangan dengerin apa yang om Rizky bilang, itu gak baik buat kamu oke!" ucap Velove.


"Yah, iya deh mah!" ucap Rania cemberut.


Akhirnya dengan berat hati, Velove terpaksa mengizinkan Rizky untuk mengantar mereka pulang.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2