
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 358
(Until Jannah)
...•...
...•...
Beberapa hari kemudian...
Pesta pernikahan Arsen dan Velove telah resmi digelar, keduanya juga sudah sah menjadi suami-istri setelah Arsen mengucap ijab kabul di hadapan banyak saksi serta wali dari pihak Velove tadi.
Tania berdiri paling depan menghadap ke arah sepasang pengantin baru itu sambil menggandeng adiknya alias Rania, ia dan Rania mengucapkan selamat pada pasangan yang baru menikah itu.
"Anjas kak Arsen ganteng banget! Kamu juga gak kalah cantik dibanding aku, Ve! Tapi, tetep masih cantikan aku sih sedikit hehe!" ujar Tania.
"Yaelah kamu dek, ngapain sih pake segala muji kalo ujung-ujungnya dibandingin sama kamu? Udah mending kamu langsung makan aja sana, kamu mah gak perlu ngucapin selamat! Kita juga gak butuh ucapan selamat dari kamu!" ucap Arsen.
"Ish kok kak Arsen gitu sih? Ini kan desain acaranya aku yang buat, gak ada terimakasih nya!" ujar Tania.
"Hahaha bercanda kok sayang, gausah cemberut gitu loh jadi mirip bakpao tau!" ujar Arsen sembari mencubit pipi Tania yang mengembang.
"Sembarangan aja!" ucap Tania kesal.
"Yaudah, mending ajak Rania duduk dulu terus makan! Masih banyak tuh tamu yang mau kasih selamat ke kita, kalo kamu disini malah ganggu tau!" ucap Arsen mengusir Tania.
"Kak Arsen jahat banget sih! Aku cuma mau kasih selamat loh ke kakak sama Velove, masa malah diusir sih? Lagian nih ya, gimana kalo aku ikut berdiri disini sama kakak dan yang lain? Boleh kan, boleh ya?" ucap Tania merengek.
"Haish, gak bisa sayang! Kamu gak lihat tuh tempatnya udah penuh? Kan ada papa, paman dan tantenya Velove, kamu mau berdiri dimana?" ujar Arsen menolak.
"Umm yaudah kalo gak boleh mah, aku mau ucapin selamat aja buat kakak ya!" ucap Tania.
"Huft iya iya, makasih sayang!" ucap Arsen.
"Semoga pernikahan kak Arsen sama Velove langgeng terus until Jannah!" ucap Tania.
__ADS_1
"Aamiin!"
Arsen dan Velove kompak mengucap aamiin saat Tania mendoakan mereka, lalu pria itu merangkul Velove dan mengecup keningnya dengan lembut di hadapan Tania serta Rania.
Cupp!
"Istriku, benar kata Tania tadi! Aku gak mau hubungan kita cuma sampai mati, kalau bisa sih kita terus selamanya sampai di surga nanti!" ucap Arsen.
"Iya kak, aku juga berharap begitu! Kita aminkan aja doanya siapa tau dijabah!" ucap Velove.
Keduanya tersenyum dan saling pandang, membuat Tania pun ikut tersenyum karena merasa terharu dengan momen romantis tersebut.
"Ehem ehem cie cie..." goda Tania.
"Ya ampun, kamu tuh rusuh banget sih Tania!" ujar Arsen sewot.
"Hahaha galak amat sih kak!" ucap Tania.
"Tania, kamu jangan gangguin abang kamu terus! Kamu bawa tuh Rania main, atau nikmatin hidangan yang ada disini! Kan kamu lihat sendiri sayang, ada tamu tuh banyak!" tegur William.
"Nah tuh, rasain kan dimarahin papa!" ujar Arsen.
"Hehe iya pah... yuk Rania, kita pergi!" ucap Tania.
"Ayo kak!" ucap Rania tersenyum renyah.
"Hahaha siap sayang!" ucap Arsen tertawa.
Setelahnya, Tania pun menggandeng Rania membawa gadis kecil itu turun dari pelaminan sang kakak untuk pergi menjauh, Tania mengajak Rania makan sejenak sambil bermain-main di sekitar sana karena memang suasananya cukup ramai.
Sementara Arsen kembali mengecup kening Velove untuk kesekian kalinya hari ini, lalu mereka bersiap menyambut kedatangan para tamu lainnya yang ingin mengucapkan selamat ke atas sana.
"Kak, aku masih gak nyangka udah sah jadi istri kamu!" ucap Velove.
"Iya sama, aku juga belum nyangka. Aku masih ngira ini cuma mimpi tau, tapi Alhamdulillah karena ternyata ini nyata!" ucap Arsen.
Mereka kompak tersenyum dan saling pandang, membuat William serta keluarga dari Velove ikut merasa senang melihat keromantisan mereka.
•
•
Sementara itu, Rania berlari keluar gedung dan membuat Tania cukup kewalahan mengejarnya. Namun, tentu gadis itu tak membiarkan Rania pergi sendiri karena berbahaya banyak mobil seliweran di depan sana disertai motor juga.
__ADS_1
Tania pun mengikuti Rania, sampai ia berpapasan dengan sosok pria berkacamata hitam yang tampan dan memukau. Siapa lagi pria itu kalau bukan Revan, sang kekasih dari Tania sendiri yang datang ke pernikahan itu bersama papa mamanya.
"Eh Tania, Rania, kalian kok di luar?" tanya Revan penasaran.
"Ya ampun Revan, kamu begayaan banget sih pake kacamata hitam segala! Aku pikir tadi om-om yang mau nyulik Rania loh, eh ternyata pacar aku!" ucap Tania tersenyum manis.
"Hahaha kamu pangling ya? Aku kelihatan lebih cakep kan? Ya iyalah, secara muka aku ini emang mendukung sayang!" ucap Revan.
"Iya, mendukung buat jadi om-om!" ujar Tania.
"Hahaha hahaha..." Rania tertawa keras.
John dan Eva alias kedua orang tua Revan pun ikut terkekeh mendengar celetukan Tania, sedangkan Revan merasa jengkel pada gadisnya karena sudah menjelekkan dirinya.
"Kurang ajar ya kamu! Awas aja, aku bakal kasih pelajaran ke kamu nanti!" ancam Revan.
"Oh ngancem nih? Silahkan aja, aku bilangin mama sama papa nih kalau kamu berani macam-macam sama aku!" tantang Tania.
"Revan, jangan gitu ah!" tegur Eva.
"Nah kan, mama langsung belain aku!" ucap Tania tersenyum senang.
"Mama kenapa sih? Kok mama lebih belain Tania dibanding aku?" tanya Revan heran.
"Ya iyalah, Tania itu kan anak baik! Gak kayak kamu, sukanya nganuin anak orang mulu!" ujar Eva.
"Apaan sih mah? Nganuin apa coba? Mama emang gak asik nih, tapi aku yakin papa pasti belain aku gak mungkin Tania! Secara dari kecil aja kan papa selalu sayang sama aku, ya kan pah?" ujar Revan.
"Ya enggak lah Van! Papa lebih belain Tania dibanding kamu, Tania kan calon mantu papa yang cantik dan baik!" ucap John terkekeh.
"Ahaha, kamu kalah wle!" ledek Tania.
"Awas ya kamu ya...!!" geram Revan.
Sepasang kekasih itu terlibat dalam kejar-kejaran di sekitar gedung, hingga membuat Rania tertawa cukup keras menyaksikan momen lucu antara Tania serta Revan disana.
Sementara John dan Eva hanya bisa geleng-geleng kepala karena memang tingkah laku Tania serta Revan itu sama-sama seperti anak kecil, walau usia mereka sudah hampir menginjak kepala tiga.
"Ahaha kak Tania sama kak Revan kayak anak kecil ih, sukanya main kejar-kejaran!" ujar Rania.
"Tuh kan Rania aja tau, emang dasar kalian berdua tuh malah kalah dewasa sama Rania! Sini sayang, kamu ikut Oma sama opa aja masuk ke dalam!" ucap Eva menggandeng tangan Rania.
"Oke Oma!"
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...