Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 180 (Pertolongan datang)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 124


(Pertolongan datang)


...•...


...•...


"Hahaha.... ahahaha...."


"Sungguh lemah kamu, Tania...!!"


Tiba-tiba muncul suara seorang wanita dari arah gerombolan gangster tersebut, entah mengapa Tania seperti tak asing mendengarnya karena ia merasa pernah mendengar suara itu sebelumnya.


Dan benar saja, begitu wanita itu menunjukkan rupanya Tania langsung menganga lebar karena sudah jelas benar bahwa yang dilihatnya adalah Savana sang musuh yang memang selalu saja ingin mencelakakan dirinya. Terhitung sudah dua kali wanita itu mencoba untuk menghabisi nyawanya, Tania juga heran mengapa Savana sampai sebegitunya kepada dirinya.


"Savana...??"


Para gangster disana senyum-senyum memberi tempat bagi Savana memunculkan dirinya, terlihat wanita itu menyunggingkan senyum melihat raut kecemasan di wajah Tania yang tengah tersungkur di tanah dengan kondisi tampak kotor.


"Apa kabar, Tania?" tanya Savana yang saat ini memang berdiri menggunakan bantuan tongkat.


"Savana, jadi kamu yang suruh mereka untuk lakuin semua ini? Kamu benar-benar jahat, Savana! Apa tujuan kamu sebenarnya melakukan ini?" ujar Tania tampak emosi dan kesal.


"Hahaha, sudah jelas aku ingin membunuhmu Tania! Semua yang kamu lakukan masih berbekas di ingatanku, maka dari itu aku akan segera menghabisinya kamu!" ucap Savana.


"Kamu sungguh kejam, Savana! Aku tidak menyangka kamu bisa sampai berbuat seperti ini, lihat saja sebentar lagi papaku akan datang dan kalian semua akan dihabisi!" ucap Tania.

__ADS_1


Bukannya takut, Savana malah makin tertawa kencang sembari merentangkan tangannya ke atas dan mendongak menatap langit seperti orang yang kehilangan akalnya. Ya Savana memang sudah dikuasai amarah serta dendam pada Tania, sehingga gadis itu tidak dapat mengontrol lagi dirinya yang terus saja terbawa emosi seperti itu.


Savana semakin mendekat ke arah Tania dengan menggunakan tongkatnya, ia berhenti tepat di samping wajah gadis itu dan menatap tajam ke arah mata Tania yang tampak ketakutan itu. Tentu bukan Savana yang ditakutkan oleh Tania, melainkan para gangster yang ada di belakangnya.


"Kamu mau apa, Savana?" tanya Tania gugup.


"Hahaha, dasar gadis lemah! Dulu saja kamu sering menindas ku dan merampas semua hasil penjualan ku di jalan, tapi sekarang kau berlagak lemah seperti ini dan tidak mampu apa-apa!" ujar Savana.


"Harusnya kamu malu, Savana! Jika kamu memiliki kaca, ada baiknya kalau kamu berkaca lebih dulu sebelum menilai orang sembarangan! Kamu mengatakan aku lemah, padahal yang lemah itu sebenarnya kamu Savana!" ucap Tania.


"Kurang ajar, apa maksud kamu bicara seperti itu? Dasar gadis lemah, sudah akan mati saja masih berani bicara seperti itu ke gue!" ujar Savana.


"Hahaha, aku hanya mengatakan fakta Savana! Kamu memang wanita lemah, buktinya kamu melibatkan orang-orang itu untuk membalaskan dendam mu! Jika memang kamu kuat, seharusnya kamu lawan aku sendirian dan jangan membawa mereka dalam urusan kita!" ucap Tania.


Savana terdiam tak berkutik dibuatnya, ya perkataan Tania benar-benar menusuk jantung Savana membuat gadis itu berpikir kalau ia memang lemah dan tak bisa menghadapi Tania sendirian. Sedangkan Tania tampak tersenyum sembari menunduk berharap Savana mau mengusir orang-orang itu dari sana, akan tetapi Savana malah kembali berteriak dan melotot ke arah Tania.


"Aaarrgghh...!!"


"Kamu itu benar-benar membuatku emosi, Tania! Rasakan lah ini...!!" teriak Savana sembari mengangkat tongkatnya.


DOR!


Tampak seorang pria dengan jaket kulit warna hitam berdiri memegang pistol di tangannya, ia mengacungkan itu ke arah Savana setelah sebelumnya ia mengarahkan tembakan ke langit.


Sontak para gangster itu langsung meminggir tak mau terkena tembakan yang berbahaya, sedangkan Savana tampak ketar-ketir ketakutan melihatnya.


"Lepaskan, nona Tania...!!"


...•••...


Disisi lain, Jordi berada di mobil yang sama dengan Cakra karena mantan bosnya itu meminta padanya untuk dibawa menuju rumah cucunya yang sebenarnya adalah anak hasil hubungan terlarangnya dengan sang putri yakni Velove.


Jordi masih tak menyangka kalau selama ini anak yang ia asuh dari bayi adalah cucu dari Cakra, sungguh ia menyesal karena baru mengetahuinya sekarang dan tidak mencoba mencari tahu tentang itu dahulu ketika dirinya menemukan Rania.


"Apa rumah cucuku itu masih jauh, Jordi?" tanya Cakra yang sudah tidak sabaran ingin bertemu anaknya.

__ADS_1


"Sabar bos, sebentar lagi kita sampai! Rumahnya ada di depan sana, habis ini kita belok kanan dan gak jauh dari situ kita bakal sampe bos!" jawab Jordi.


"Oke, gue gak sabar mau ketemu sama cucu gue itu! Sudah 8 tahun lebih gue gak tahu dimana dia dan bagaimana kondisinya, tapi gue bersyukur karena ternyata dia masih hidup dan dirawat sama lu!" ucap Cakra tersenyum bahagia.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di sebuah rumah besar yang tak lain adalah rumah Tania alias William sang pengusaha kaya raya terkenal di seluruh dunia.


"Kayaknya saya gak asing sama rumah ini, oh iya ini kan rumahnya Tania! Waktu itu saya pernah antar dia pulang, dan benar ini memang rumah dia! Kalau Jordi bawa saya kesini, itu artinya anak saya dan Velove juga ada disini.... tapi, apa hubungannya dengan Tania?" gumam Cakra menerka-nerka di dalam hatinya.


"Nah bos, ini dia rumahnya! Yuk kita langsung turun aja masuk ke dalam, gue yakin cucu lu pasti ada disana karena sebelumnya terakhir kali gue ketemu dia disini!" ucap Jordi.


Cakra yang tengah melamun sempat terkejut lantaran Jordi berbicara secara mendadak, ya namun ia berusaha tenang dan tidak panik apalagi menunjukkan raut kebingungan itu di wajahnya.


"Ah iya, oke ayo kita langsung masuk ke dalam! Gue juga udah gak sabar, mau ketemu sama cucu gue secara langsung!" ucap Cakra.


Jordi mengangguk tersenyum lalu menarik handle pintu mobilnya dan menapakkan kakinya di atas aspal, tindakan itu juga diikuti oleh Cakra yang keluar melalui pintu lainnya sambil mengenakan tongkat miliknya yang memang selalu ia bawa.


"Lu yakin, cucu gue ada disana?" tanya Cakra.


"Ya, yakin banget bos! Yuk, kita langsung kesana!" ucap Jordi mengajak Cakra berjalan.


Begitu mereka sampai di depan gerbang rumah, terlihat disana ada 2 penjaga yang bisa kita sebut namanya yakni Abi & Dadang.


"Permisi, saya mau izin masuk!" ucap Jordi.


"Oh, iya silahkan pak!" ucap Abi yang memang sudah mengenali Jordi, ia langsung membukakan pintu pagar untuk Jordi & Cakra.


"Terimakasih..." ucap Jordi tersenyum.


Tanpa berlama-lama, mereka langsung masuk ke dalam untuk mencari dimana Rania dan akan mempertemukan gadis kecil itu dengan keluarga kandungnya.


"Papa akan temui kamu nak...." batin Cakra.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2