
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 276
(Datang sendiri)
...•...
...•...
"Mama!"
Tiba-tiba saja, muncul suara seorang anak kecil yang memanggil Rianti. Ya itu adalah Athar alias putra dari Rianti dan juga Reno, tampaknya Athar tak sengaja mendengar semua pembicaraan mamanya dengan Reno disana tadi. Sehingga Rianti pun tampak syok begitu melihat ada putranya di dekat sana, ia takut jika sampai Athar mendengar semua yang ia katakan tadi dengan Reno disana.
Athar pun berlari menghampiri Rianti serta Reno di depan sana, ia berhenti tepat di hadapan kedua manusia dewasa tersebut sembari mendongak menatap keduanya bergantian. Reno juga sudah melepas kungkungan nya pada Rianti sejak Athar berteriak sebelumnya, ya kini Reno fokus menatap wajah Athar yang merupakan anaknya itu hasil dari hubungan ia dengan Rianti beberapa waktu lalu.
"Mama lagi ngapain disini? Tadi katanya mama cuma mau pergi sebentar, kok malah lama banget sih? Aku sama dedek Christy udah nungguin loh mah, ayo kita balik kesana!" ucap Athar.
Reno langsung berjongkok di hadapan Athar dan memegang wajah putranya itu, ia tersenyum menatap Athar dengan mata berkaca-kaca tanda kalau ia sangat senang dapat melihat anak pertamanya itu. Sedangkan Rianti tampak was-was khawatir kalau Reno akan berbicara yang tidak-tidak pada putranya disana mengenai identitas dia.
"Hai sayang! Nama kamu Athar kan? Kenalin, nama om ini om Reno!" ucap Reno tersenyum.
__ADS_1
"Hai juga, om Reno!" ucap Athar.
Sementara Rianti tampak terus memandangi Athar serta Reno dari tempat ia berdiri sekarang, ia cukup lega karena ternyata Athar tak mendengar apa yang tadi ia bicarakan dengan Reno. Namun, Rianti masih tetap was-was kalau sampai Reno mengatakan pada Athar jika ia adalah ayah dari anak lelaki tersebut yang sedang dipegang wajahnya oleh Reno.
Rianti pun langsung menarik tangan Athar menjauh dari Reno, ia tak mau sesuatu yang buruk terjadi jika sampai Reno mengatakan yang sebenarnya kepada putranya tersebut. Ya Rianti masih belum ingin Athar tahu kalau Reno adalah ayahnya, bagaimanapun juga ia sendiri masih membenci Reno dan belum bisa memaafkan pria tersebut atas kesalahannya.
"Mah, mama kenapa tarik aku? Kan aku lagi bicara sama om Reno, ada apa sih mah?" tanya Athar penasaran sembari mendongak menatap wajah mamanya dari sana.
"Eee sayang! Kamu jangan bicara sama orang asing ya, kan mama udah pernah kasih tau kamu sebelumnya tentang itu! Yuk sebaiknya kita langsung pergi dari sini, kan kata Athar tadi dedek Christy juga udah nungguin mama!" ucap Rianti.
"Iya sih mah, yaudah deh maaf ya om Reno! Aku sama mama harus pergi sekarang, dadah!" ucap Athar sambil melambaikan tangan ke arah Reno.
"Iya sayang, dadah Athar! Dadah juga Rianti cantik, sampai ketemu lagi nanti!" ucap Reno tersenyum.
Rianti langsung melotot lebar setelah Reno berkata seperti itu di hadapan Athar, ia takut jika Athar salah mengira dan menganggap Reno punya hubungan khusus dengannya. Terbukti Athar seperti orang yang sedang terheran-heran karena terus menatap wajah mamanya, namun Rianti segera mengusap wajah Athar dan mengajaknya segera pergi.
Setelah Rianti serta Athar pergi dari sana, Reno pun bangkit kembali dari posisinya tadi lalu menatap punggung Rianti sambil tersenyum membayangkan kejadian waktu itu. Ya entah mengapa Reno tiba-tiba ingin kembali bermain dengan Rianti dan merasakan tubuh wanita itu lagi, padahal sebelumnya ia sudah menyesal atas segala kesalahannya dahulu.
"Oh Rianti, kamu semakin seksi aja sih! Aku jadi pengen main sama kamu lagi, semoga aja itu bisa terwujud sebelum aku menikah dengan Lyota nantinya ya sayang!" gumam Reno dalam hati.
...•••...
Disisi lain, Tania masih menghubungi si penculik untuk coba bernegosiasi mengenai saran dari Revan sebelumnya tentang mereka yang harus ketemuan dan menyerahkan uang itu. Ya memang bertemu adalah salah satu cara yang paling aman bagi mereka agar terhindar dari penipuan, apalagi si penculik juga tak memberi jaminan apapun kalau dia akan membebaskan Jordi dari tahanannya.
Sementara Revan serta yang lain terus menunggu hasil atau kabar dari Tania, mereka menatap serius ke arah Tania yang sedang telponan dengan penculik tersebut di dekat mereka. Ekspresi mereka juga sama seperti Tania, yakni cemas dan panik serta khawatir kalau si penculik tidak ingin menerima saran dari Revan untuk melakukan pertemuan dengan mereka dan membarter Jordi dengan uang.
📞"Gak bisa gitu dong! Sekarang nasib Jordi ada di tangan gue, jadi kalo lu gak mau nurut sama kata-kata gue, si Jordi ini bakal gue habisin dan lu gak akan bisa ketemu dia lagi! Sekarang lu pilih mana, kehilangan lima milyar atau ayah angkat lu ini ha?" ucap Asrul si penculik dalam telpon.
__ADS_1
📞"Heh! Gue ini cuma butuh jaminan dari lu, kalau lu gak bisa kasih jaminan ya mana mungkin gue bisa percaya sama lu? Lagian menurut gue kita ketemu itu udah paling bagus banget, supaya gue bisa percaya kalo lu bakal bebasin bang Jordi! Kayak orang jualan aja, ada barang ada uang!" ucap Tania masih coba bernegosiasi dengan penculik itu.
📞"Ya oke deh, gue setuju sama perkataan lu! Gue mau kita ketemuan, gue bakal bawa Jordi dan lu bawa uang lima milyar itu! Tapi ingat, lu harus datang sendirian gak boleh bawa siapapun!" ucap Asrul.
Tania terdiam sembari menelan saliva nya dengan kasar, ia bingung apakah ia sanggup jika pergi sendiri menemui penculik tersebut nanti.
📞"Gimana? Apa lu punya nyali, ha?" tanya Asrul.
📞"Lu gausah tanya soal itu! Nyali gue ini lebih besar daripada tubuh preman-preman suruhan lu itu, gue bakal temuin lu sendirian dan bawa uang lima milyar sesuai permintaan lu! Asalkan lu bisa beneran bawa bang Jordi kesana, tinggal lu bilang aja dimana tempatnya!" ucap Tania tegas penuh emosi.
📞"Oke, kita ketemuan di jalan bambu raya nomor dua belas besok sore! Lu bawa uang itu sendirian, gue juga bakal bawa Jordi sendirian! Lu tenang aja, lu bisa pegang omongan gue!" ucap Asrul.
📞"Yaudah, gue tunggu lu besok disana! Kalo sampe lu gak dateng, awas aja ya!" ucap Tania.
Tuuutttt....
Asrul tiba-tiba saja langsung mematikan telpon itu sesudah Tania berbicara, hal itu membuat Tania cukup kesal dan menendang kaleng di jalanan.
"Tania, kenapa? Dia mau kan diajak ketemuan sama kamu?" tanya Arsen penasaran.
"Iya kak, dia mau. Tapi, dia minta aku buat dateng sendiri dan gak boleh ada orang lain yang nemenin aku termasuk kamu kak! Tapi gapapa, aku bakal datang kesana sendirian dan kasih uang lima milyar yang dia minta itu demi bang Jordi!" ucap Tania.
Seketika wajah Arsen serta Revan langsung berubah terkejut bukan main saat mendengar penjelasan dari Tania barusan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1