
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 309
(Puasin aku!)
...•...
...•...
Tania dan Revan sedang berada di mobil dalam perjalanan menuju kantor gadis itu, ya Tania memang diharuskan datang kesana karena ada sesuatu hal yang cukup penting dan harus diurus langsung oleh Tania. Biarpun sebenarnya Tania cukup malas untuk datang kesana karena ini masih hari libur puasa yang ingin ia nikmati di rumah saja.
Revan terus saja melirik ke samping memandang wajah manis gadisnya, ia bahagia sekali bisa kembali melihat sosok Tania sang kekasih yang berhasil membuatnya candu itu. Revan mulai menggerakkan tangannya untuk membelai rambut gadis itu dengan lembut, sedangkan Tania sendiri tampak canggung dan wajahnya seketika memerah karena itu.
"Aku suka rambut kamu, bukan cuma rambut sih tapi seluruh anggota tubuh kamu!" ucap Revan pelan.
"Eee Van, jangan diacak-acak lagi dong rambut aku! Ini aku susah payah loh rapihin nya, kamu seenaknya aja acak-acak begitu! Emang kamu mau benerin balik apa, ha?" ucap Tania protes.
"Hahaha, iya maaf sayang! Abisnya rambut kamu itu mulus banget dan enak buat dielus, jangan marah dong ini kan bulan puasa! Nanti aku rapihin lagi kok kalau aku udah puas ngelus nya, lagian ceo muda yang satu ini cantik banget sih!" ujar Revan.
"Haish, stop gombal Van! Aku capek tau setiap hari dengerin gombalan kamu, kan aku juga punya perasaan Revan!" ucap Tania.
"Iya aku tau, makanya aku gombalin kamu terus. Biar supaya kamu senang terus, karena setiap kali aku gombalin kan kamu selau senyum dan kelihatan senang begitu!" ucap Revan tersenyum.
"Dih, enggak sih! Aku malah kesel!" ujar Tania.
__ADS_1
"Ah masa? Kalau seneng bilang aja seneng, sayang! Aku tau kok gimana perasaan kamu, jadi kamu gak bisa bohongi aku sayang!" ucap Revan.
Pria itu beralih mengelus wajah mulus gadisnya yang selalu membuatnya candu, entah mengapa melakukan itu saja sudah membuat Revan merasa senang dan nyaman.
"Kalau Ceo nya kayak gini, aku mau deh kerja di perusahaan kamu! Jadi karyawan biasa juga gapapa, asal bisa lihat kamu terus!" ucap Revan tersenyum.
"Van, apaan sih? Kamu itu kan udah punya kerjaan sendiri jadi dokter, malahan kerjaan kamu itu lebih bagus daripada aku! Udah lah terusin aja profesi kamu itu, kan enak nanti kalau aku kenapa-napa tinggal berobat di kamu!" ucap Tania.
"Hahaha, yaudah kamu aja yang pindah jadi asisten pribadi aku ya?" ujar Revan tersenyum manis.
"Dih, gak mau! Aku juga udah nyaman kerja gantiin papa buat ngurus perusahaannya, buat apa aku jadi asisten pribadi kamu? Nanti yang ada aku digodain terus lagi sama dokter nakal kayak kamu!" ucap Tania.
"Yaudah, baguslah kalo kamu nyaman! Perasaan tadi pas kita berangkat dari rumah, kamu cemberut gitu dan bilang males ke kantor puasa-puasa begini!" cibir Revan sambil nyengir.
"Eee itu gausah dibahas lah!" ujar Tania.
"Hahaha...." Revan tertawa lepas.
"Apapun itu kalau yang bicaranya kamu, ya pasti aku bakal dengerin lah! Suara kamu kan imut dan bikin candu, udah cerita aja sayang! Aku juga penasaran ada apa sih emang?" ucap Revan.
"Iya Van, aku tuh kasihan banget deh sama kak Arsen. Dia itu suka sama Velove, tapi dia harus terima kenyataan kalau Velove udah dilamar sama Rizky dan mereka sebentar lagi juga mau nikah. Aku lihat sih kak Arsen baik-baik aja, tapi isi hati orang siapa yang tahu kan? Aku yakin dia pasti sakit banget deh, kira-kira aku harus gimana ya buat bantu kak Arsen?" ucap Tania dengan wajah sedihnya.
Revan terdiam memandangi wajah Tania.
...•••...
Disisi lain, Rianti masih terus berusaha membujuk suaminya yang ngambek setelah mengetahui kebenaran tentang Reno. Ya Rianti memang sudah menceritakan semuanya pada Lionel mengenai apa yang terjadi pada dirinya dulu, hal itu membuat Lionel amat kecewa karena ia merasa istrinya itu telah banyak membohonginya sejak mereka menikah.
Rianti pun menghampiri suaminya yang sedang duduk di ruang kerja mengotak-atik laptopnya, terlihat kalau Lionel masih sangat kecewa dan tak mau bertemu dengan istrinya itu. Namun, Rianti yang merasa bersalah itu tetap mencoba mendekat ke arah Lionel disana, tak lupa Rianti juga membawa secangkir kopi untuk diberikan pada suaminya.
"Mas, ini aku buatin kopi untuk kamu. Kamu jangan kerja terus dong, mas! Ini udah hampir tiga jam loh kamu duduk disini utak-atik laptop, emang kamu gak pegal gitu?" ucap Rianti menaruh secangkir kopi di atas meja Lionel, lalu berdiri di samping pria itu.
__ADS_1
Lionel masih tetap diam dan fokus dengan layar laptopnya, ia seakan tak perduli pada Rianti.
"Mas, aku mohon dong sama kamu! Aku minta maaf, bukan maksud aku bohong sama kamu selama ini! Tapi, aku cuma gak mau aja kalau kamu tahu semua kebenarannya, nanti kamu gak jadi nikahin aku! Terus kamu mikirnya aku ini wanita gak bener, padahal semua itu juga terjadi di luar keinginan aku mas!" ucap Rianti membujuk suaminya.
Akhirnya Lionel berhenti mengutak-atik laptopnya, ia mendongak menatap wajah Rianti dengan tatapan tajam yang dipenuhi amarah.
"Kamu tuh ngapain sih? Aku masih kecewa sama kamu, aku ngerasa kalau kamu tuh gak anggap aku sebagai suami kamu! Bisa-bisanya kamu bohongin aku soal hal yang besar begini," ujar Lionel kesal.
"Iya mas, aku tahu aku salah! Makanya sekarang aku minta maaf sama kamu, tolong dong maafin aku mas! Masalah ini kan udah berlalu, lagian Reno juga gak kayak gitu lagi kok!" ucap Rianti.
"Huft, nanti aja kita bicarain itu! Kamu keluar sana, aku masih fokus kerja!" ucap Lionel.
Lionel kembali menatap layar laptopnya.
"Mas, jangan gitu dong! Kita langsung bahas ini sekarang aja, biar supaya gak berlarut-larut! Aku gak bisa lama-lama marahan begini!" ucap Rianti.
"Kalau kamu gak mau kita marahan, harusnya kamu jujur sama aku dari awal! Bukannya malah bohong begitu dengan alasan pengen tetap nikah sama aku, apa itu yang namanya cinta?" bentak Lionel.
"Eee yaudah, kamu mau apa deh dari aku? Aku bakal lakuin apapun yang kamu mau kok!" ucap Rianti.
Lionel menutup laptopnya, lalu berdiri mendekat ke arah Rianti. Pria itu menarik dagu Rianti dan mencengkeram rahang istrinya itu.
"Oke, aku minta kamu puasin aku sekarang! Kalau aku gak puas, kamu belum boleh berhenti!" ucap Lionel menatap tajam istrinya itu.
Rianti tampak gugup mendengar permintaan suaminya itu, namun ia tak memiliki pilihan lain selain menurutinya karena itu adalah satu-satunya cara untuk bisa mendapat maaf dari suaminya dan hubungan mereka kembali membaik.
Rianti pun berlutut di hadapan Lionel, sedangkan pria itu mulai membuka celananya dan mengarahkan pusaka miliknya pada mulut sang istri.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1