Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 204 (Jujur)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 147


(Jujur)


...•...


...•...


"Aku mau bicara sama kamu...." ucap Reno memandang wajah Tania dari samping sembari menggenggam tangan mulus gadis tersebut.


Tak ada penolakan dari Tania saat tangannya digenggam oleh Reno, ia membiarkan pria itu menyatakan apa yang hendak ia sampaikan padanya saat ini serta menunggu waktu untuk mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada Reno.


Mereka saling tatap dalam jarak dekat dengan kedua tangan menyatu dan senyum tersimpul di wajah satu sama lain, Reno menyukai tatapan mata Tania sejak pertama kali ia melihatnya dulu dan selalu merasa tenang saat bertatapan dengan gadis itu.


"Bicara aja, Reno! Gue pasti dengerin kok apa yang mau lu omongin sama gue..." ucap Tania.


Pria itu terdiam sejenak menelan saliva untuk menenangkan diri sebelum berbicara pada wanita di hadapannya yang sudah menunggu, Reno harus bisa tenang untuk menyampaikan semuanya karena ia tak mau Tania sampai terkejut.


"Aku bener-bener cinta dan sayang sama kamu, aku mau kita berdua segera menikah...." ucap Reno.


Walau Reno sudah berbicara sangat lembut dan tenang, tetap saja Tania terkejut terbelalak lebar saat mendengar ucapan Reno barusan yang benar-benar mengejutkan dirinya karena tujuan ia menemui Reno adalah untuk mengatakan pada Reno kalau ia tidak bisa menikah dengan pria itu.


"Kenapa, kok kayak kaget gitu? Apa kamu gak mau nikah sama aku, Tania?" tanya Reno.


Tania terdiam memalingkan wajahnya ke arah lain karena bingung harus menjawab apa sekarang, seharusnya ia memang bisa tegas dan mengatakan pada Reno kalau ia sudah memilih siapa lelaki yang akan dinikahi olehnya.

__ADS_1


"Maaf, Reno...." ucap Tania menggantung.


Reno yang mendengar kata maaf dari mulut Tania mendadak terhenyak, ia sudah memiliki firasat tidak enak kalau Tania pasti akan menolaknya dan tidak mau menikah dengannya padahal ia sangat berharap Tania bisa menjadi istrinya.


"Maaf kenapa, Tania?" tanya Reno sembari memajukan wajahnya lebih dekat ke arah Tania.


"Aku mau kasih tau sesuatu sama kamu, ini soal jawaban dari pertanyaan kamu sebelumnya!" ucap Tania yang kini berubah menjadi lembut kembali pada Reno.


"Silahkan!" ucap Reno.


Tania menghela nafasnya untuk menguatkan diri sebelum ia mengatakan semuanya, jujur ia merasa tidak tega karena bagaimanapun Reno adalah pria pertama yang mampu merubah hidupnya menjadi lebih baik seperti sekarang ini.


"A-aku, aku....."


Gadis itu tampak gugup dan sesekali menatap wajah Reno lalu menunduk kembali, nampaknya ia masih belum cukup kuat untuk berbicara mengenai perasaannya pada Reno karena rasa tidak teganya itu tadi.


"Kenapa? Bicara aja, Tania! Aku bakal terima kok apapun keputusan kamu, walau itu diluar keinginan dan harapanku!" ucap Reno meyakinkan Tania.


"Sebelumnya aku minta maaf lagi ya, kalau kata-kata aku ini nantinya akan bikin kamu sakit hati!" ucap Tania.


Setelah dirasa cukup kuat sesudah Reno mengatakan itu, Tania pun mulai berani untuk mengungkapkan semuanya kalau ia tidak memilih Reno melainkan Revan sebagai pasangan masa kini dan masa depannya.


"Aku gak bisa menikah sama kamu, Reno! Kamu terlambat buat ungkapin perasaan kamu ke aku, karena aku sekarang udah punya pasangan!" ucap Tania dengan tegas sembari menatap wajah Reno.


"Siapa lelaki beruntung itu, Tania?" tanya Reno.


Tania cukup heran karena tak ada sedikitpun raut kekecewaan atau kekesalan yang terlihat di wajah Reno saat ini, padahal ia baru saja menolak ajakan pria itu untuk menikah dengannya dan biasanya pasti lelaki yang ditolak akan sedih atau kecewa.


"Dia anak teman papa ku, sebentar lagi kami akan segera bertunangan... sekali lagi maaf, Reno!" jawab Tania menjelaskan pada Reno.


"Baiklah, aku juga kan gak bisa paksa kamu buat nikah sama aku! Mungkin emang kita gak ditakdirkan untuk bersama, justru harusnya aku yang minta maaf sama kamu karena udah paksa kamu buat dateng kesini padahal kamu punya pasangan!" ucap Reno.


"Gapapa kok, aku juga emang pengen ketemu sama kamu buat lurusin semua ini supaya gak ada lagi salah paham diantara kita...!!" ucap Tania.

__ADS_1


"Makasih, Tania! Aku harap kamu bahagia sama pasangan kamu, aku turut senang mendengarnya semoga kalian langgeng terus ya!" ucap Reno tersenyum menahan sedihnya.


"Iya, aamiin!"


Mereka kini terdiam dan Reno juga sudah melepaskan genggaman tangannya karena ia tak mau memegang calon istri orang lain, Reno pun telah belajar untuk mengikhlaskan Tania dan tidak lagi mengharapkan wanita itu untuk menjadi istrinya sebagai pengganti Rosa di kehidupannya.


...•••...


Disisi lain, Lionel bersama istrinya tengah melakukan aktivitas pergenjotan yang nikmat dan menggairahkan serta membuat suasana terasa panas walau udara disana sangat dingin bahkan langit mulai gelap pertanda akan turun hujan.


Lenguhan, desahann, teriakan, racauan, beradu menjadi satu di atas ranjang yang empuk dan keduanya tampak bermain dengan cukup liar serta panas bahkan Lionel terus memompa miliknya sangat cepat sesuai permintaan Rianti.


Mereka akhirnya bisa bersetubuh kembali setelah cukup lama keduanya harus menahan gairah masing-masing, terlebih kemarin saat mereka sudah berada di puncaknya malah ada putra mereka yang datang ke kamar dan mengetuk pintu.


"Aaakkhhhh.... aku mau keluar, mas!" racau Rianti.


"Keluarin aja, sayang! Kita sama-sama keluarin dalam hitungan ketiga, ya..." ucap Lionel kemudian diangguki oleh Rianti.


"Satu... dua.... tiga...!!!"


Setelah memasuki hitungan ketiga, mereka berdua mengeluarkan cairan kepuasan secara bersamaan di dalam rahim sang istri dan seketika tubuh Lionel pun ambruk di samping Rianti karena cukup lelah setelah melakukan permainan yang menggairahkan itu.


Begitupun dengan Rianti yang tubuhnya kini dipenuhi keringat serta tanda merah bekas ciuman sang suami, nafasnya pun sulit diatur karena permainan cepat tersebut membuat keduanya terdiam untuk sementara waktu.


Barulah kini Rianti menoleh ke arah suaminya lalu mengusap lembut puncak kepala Lionel sambil tersenyum puas, ia cukup senang karena masih bisa melakukan itu dengan suaminya walau hubungan mereka sempat tersendat beberapa waktu lalu.


"Mas, kamu emang paling jago kalo urusan ranjang!" puji Rianti sembari mengusap wajah suaminya.


Tentu Lionel terpancing dan mendekatkan tubuhnya ke arah Rianti, ia mendekap Rianti lalu menciumi wajah istrinya itu sambil mengusap pinggul sang istri serta meremassnya perlahan sangking gemasnya ia pada bentuk tubuh Rianti.


"Aku bisa jago begitu karena godaan dari kamu, sayang! Soalnya tubuh kamu itu menggairahkan banget, bikin aku selalu pengen genjot kamu!" ucap Lionel sedikit mendesahh.


Rianti hanya tersenyum sambil terus memandangi wajah tampan suaminya yang kini dipenuhi keringat setelah melakukan aktivitas panas tersebut, ia membenamkan wajahnya pada dada bidang sang suami menikmati kehangatan di tubuhnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2