Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 305 (Tolong Anggi)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 248


(Tolong Anggi)


...•...


...•...


Reno, Lyota serta Tania kecil yang baru pulang sekolah berhenti sejenak untuk mampir di sebuah minimarket terdekat karena ada yang harus dibeli oleh Lyota sejenak. Ya Lyota nampaknya baru saja mengalami haid sehingga ia harus membeli barang yang dibutuhkannya di dalam sana, namun ia tak mau mengatakan itu pada Reno karena malu.


Lyota pun turun dari mobil setelah berpamitan dengan Reno serta Tania kecil, sebenarnya Tania memang ingin ikut dengan Lyota dan membeli es krim yang ia inginkan, namun Lyota mencegahnya karena ia tak mau Tania nantinya mengatakan pada Reno apa yang ia beli di minimarket, tentu saja Lyota akan sangat malu jika itu terjadi padanya.


Akhirnya Reno menemani Tania kecil bermain di dalam mobil sembari menunggu Lyota kembali, ya walau Reno juga penasaran mengapa Lyota ingin pergi sendiri saja ke dalam minimarket itu. Padahal biasanya justru Lyota mengajak Reno dan juga Tania untuk menemaninya kemana-mana, itulah sebabnya ia berpikir yang tidak-tidak pada Lyota sekarang.


Saat di dalam minimarket, Lyota tak mau terlalu lama agar Reno tidak curiga padanya. Ia langsung menuju tempat pembalut dijual dan memilih yang sesuai dengannya, barulah ia segera pergi kembali dari sana setelah mengambil apa yang ingin ia beli sesuai dengan kebutuhannya, tak lupa ia juga membelikan es krim untuk Tania kecil agar tidak ngambek.


Setelah selesai membayar di kasir, Lyota keluar dari dalam minimarket tersebut dengan membawa kantung belanja berisi semua yang ia beli tadi, lalu ia pun kembali menuju mobil Reno di depan sana.


"Huh syukur deh Reno gak kepo dan nyusul gue ke minimarket, kan bisa malu banget gue diketawain sama dia nanti!" ujarnya.


Disaat ia hendak masuk ke dalam mobil Reno, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan orang minta tolong dari arah sebrang jalan yang membuatnya menghentikan langkahnya dan tidak jadi masuk ke dalam mobil Reno. Lyota celingak-celinguk mencari darimana asal suara tersebut, sampai akhirnya ia mendapati sosok Anggi alias sang mama dari Reno yang dikepung oleh rombongan penjahat disana.


"Tante Anggi...??" ujar Lyota terkejut.


"Sayang, kamu ngapain sih? Ayo masuk!" ucap Reno keheranan melihat gadisnya diam saja di luar.


"Ren, itu mama kamu!" jawab Lyota sambil menunjuk ke arah Anggi berada sekarang.

__ADS_1


Sontak Reno menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Lyota karena penasaran, ia syok lantaran melihat mamanya tengah dikepung oleh banyak orang pria di sebrang jalan. Tentu saja Reno cemas dan panik melihat mamanya dikelilingi orang-orang itu, begitupun dengan Tania kecil yang terkejut sekali menatap omanya di depan sana.


"Mama?" ujar Reno dengan mulut menganga.


"Pah, itu oma sama siapa?" tanya Tania panik.


"Tenang ya sayang!" ujar Reno yang langsung memeluk Tania kecil dan menenangkannya.


Disaat Reno tengah menenangkan putrinya, tiba-tiba Lyota berlari ke sebrang mendekati Anggi dengan cepat. Lyota berniat untuk menolong calon mertuanya itu, tak lupa juga ia menaruh barang belanjaannya di atas mobil Reno sebelum ia berlari ke sebrang jalan menghampiri Anggi.


Reno yang melihat itu bertambah syok dan cemas karena dua wanita tersayangnya sedang dalam bahaya, ia pun berniat untuk turun dari mobil menghampiri keduanya dan menolong mereka agar tidak terluka karena cukup banyak pria yang mengerubungi mamanya disana, apalagi sekarang Lyota juga ada disana bersama mereka.


"Sayang, kamu tunggu disini ya! Papa mau keluar dulu bantuin oma kamu sama mama Lyota, jangan kemana-mana ya sayang!" ucap Reno.


"Iya pah, selamatin oma sama mama ya pah!" ucap Tania kecil dengan wajah cemas.


"Iya sayang, kamu jangan khawatir ya!" ucap Reno sembari memegang wajah putrinya dengan dua telapak tangan dan mengecup keningnya.


Reno pun turun dari mobilnya lalu bergegas menghampiri Lyota serta mamanya di depan sana.




Anggi menelan saliva nya dengan kasar dan nafasnya saat ini tak karuan, karena lehernya sedang tidak baik-baik saja dan dalam ancaman jika ia tidak segera memberikan harta miliknya.


"Ba-baik, saya akan berikan semua yang kalian minta! Tapi, jangan apa-apakan saya!" ucap Anggi dengan tubuh gemetar ketakutan.


"Yaudah, cepetan kasih!" bentak pria itu.


Anggi tak memiliki pilihan lain selain terpaksa menyerahkan tas serta seluruh harta miliknya itu kepada mereka, karena ia tidak ingin nyawanya kenapa-napa dan harus terluka karena orang-orang tersebut yang mengancamnya.


Disaat Anggi hendak menyerahkan semua yang ia miliki pada orang-orang itu, tiba-tiba sebuah suara teriakan seorang wanita muncul dari arah belakang mereka.


"Woi lepasin dia!!"

__ADS_1


Ya itu adalah Lyota yang baru datang dan langsung meminta pada orang-orang itu untuk melepaskan Anggi alias mamanya Reno.


"Heh! Lu siapa ha?" teriak salah seorang pria itu.


"Gausah banyak tanya! Cepet lepasin tante Anggi, sebelum gue habisin kalian semua!" ujar Lyota.


"Hahaha..."


Bukannya ketakutan, orang-orang itu justru tertawa terbahak-bahak dan menganggap remeh ancaman dari Lyota barusan. Ya karena Lyota adalah seorang wanita yang tentunya mereka anggap lemah, padahal Lyota tidak selemah yang mereka kira.


"Heh! Lu gak usah banyak gaya dan jangan ikut campur urusan kita!" bentak pria itu.


"Gue bakal ikut campur, karena yang kalian palak itu nyokap nya calon suami gue! Sekarang kalian lepasin dia atau gue bakal—"


"Bakal apa ha? Emang apa yang bisa lu lakuin sekarang? Lu gak lihat nih, calon mertua lu ini ada dalam ancaman kita?! Dia bisa aja kegorok lehernya, kalau lu berani maju selangkah aja! Gue gak akan segan-segan buat ngelakuin itu, paham lu?!" potong pria itu mengancam Lyota.


"Lyota, tolong tante, Lyota!" teriak Anggi merengek minta tolong pada gadis itu.


"Eee tante jangan khawatir! Aku pasti tolongin tante kok!" ucap Lyota.


"Hahaha, gimana lu mau nolongin dia ha? Udah, kalian ambil tuh semua harta dia terus kita cabut!" ucap pria itu memerintahkan anak buahnya.


"Baik bos!" mereka dengan cepat mengambil semua harta milik Anggi tanpa adanya perlawanan dari Anggi atau Lyota.


"Gue harus gimana dong...??" batin Lyota panik.


Bruuukkk...


"Awhh!!" pekik Anggi kesakitan saat tubuhnya didorong secara tiba-tiba oleh mereka.


"Tante Anggi!" teriak Lyota cemas.


Orang-orang itu langsung cabut membawa semua harta milik Anggi, sedangkan Lyota pun bergerak menghampiri calon mertuanya itu disana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2