
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 283
(Masih takut)
...•...
...•...
Rizky ikut datang ke sekolah Rania tentunya untuk menemui Velove gadis yang dicintainya itu, ya Rizky masih menunggu jawaban dari Velove tentang pertanyaan yang ia berikan kemarin. Tampaknya Rizky sudah tidak sabar ingin segera mengetahui apa jawaban dari Velove, tentu ia tak mau terlalu lama digantung seperti itu oleh wanita yang ia cintai.
Rizky pun menghampiri Velove serta Rania di depan sekolah yang baru hendak pulang, ya Rizky tampak tersenyum renyah menatap keduanya secara bergantian. Rania yang melihat kedatangan Rizky juga ikut senang dan melontarkan senyuman manis ke arah pria itu, Rania ingin mendekati Rizky tetapi ditahan oleh Velove alias mamanya itu.
"Jangan sayang!" ucap Velove menahan Rania dengan cara menggenggam tangan putrinya itu.
"Kenapa mah? Aku kan cuma mau samperin dan peluk om Rizky, kata papa Willi sebentar lagi kan om Rizky juga bakal jadi papa aku!" ucap Rania.
"Eee sayang, gak gitu ya cantik! Om Rizky gak akan pernah bisa jadi papa kamu!" ucap Velove pelan.
Rizky tersenyum kemudian berjongkok di hadapan Rania dan juga Velove, ia memegang tangan Rania lalu menggenggamnya. Velove pun tampak kaget dan tak tahu apa yang hendak dilakukan oleh Rizky kepada putrinya itu, namun ia sudah mempunyai pikiran kalau Rizky pasti akan melakukan suatu hal yang di luar nalar dan tidak disukai olehnya.
"Rania sayang, mama kamu itu masih gengsi buat terima kenyataan kalau om ini bakalan jadi papa kamu nantinya! Kamu tenang aja ya, om pasti bisa jadi papa kamu kok!" ucap Rizky tersenyum.
"Yang bener om?" tanya Rania.
__ADS_1
"Iya dong sayang, om sebentar lagi bakal nikah sama mama kamu dan resmi jadi papa kamu deh! Kamu cukup berdoa aja sama Tuhan, supaya pernikahan om dengan mama kamu itu bisa terlaksana dengan lancar dan baik-baik aja!" ucap Rizky.
"Yeay asik! Tapi, kenapa tadi mama bilangnya om Rizky tuh gak akan pernah jadi papa aku?" tanya Rania menatap wajah mamanya.
"Sayang, kamu jangan dengerin kata-kata om Rizky ya cantik! Dia itu cuma bercanda aja, semua yang dibilang om Rizky tuh gak bener! Kamu jangan percaya apalagi berharap kalau om Rizky bakal jadi papa kamu, karena itu semua gak mungkin terjadi sayang!" ucap Velove menatap putrinya tajam.
"Kok kamu gitu sih sayang? Udah lah gausah pake malu begitu di depan anak kamu, lagian Rania juga malah seneng kok kalo dengar kita berdua mau menikah dan jadi suami-istri!" ucap Rizky.
"Iya mah, aku seneng kok!" ucap Rania tersenyum.
Velove pun semakin geram dengan tindakan Rizky yang seperti itu, apalagi Rania juga mendukung Rizky untuk menjadi suaminya sekaligus ayah untuk Rania yang ketiga. Velove mencoba untuk sabar karena ia tak mungkin marah-marah di depan putrinya yang masih kecil itu, walau dalam hatinya sangat amat kesal dan ingin sekali mencincang tubuh Rizky.
"Sayang, udah yuk kita pergi aja dari sini! Mama gak mau kamu lama-lama ngobrol sama om Rizky, nanti malah kamu ketularan gak benarnya lagi dari om Rizky itu! Kita mending pulang aja yuk, Rania pasti udah lapar kan?!" ucap Velove.
"Oh kalian mau pulang? Yaudah, biar aku aja yang antar yuk pake mobil!" ucap Rizky.
"Gak usah! Kita udah ada jemputan kok, kamu mending pulang aja ke rumah kamu terus minum obat sana biar gak stress terus kayak gitu! Yuk Rania kita masuk ke mobil!" ucap Velove.
Mendengar itu membuat Velove syok bukan main, sedangkan bagi Rizky itu adalah berita yang menggembirakan.
...•••...
Disisi lain, Reno yang sudah resmi mengikat Lyota dalam sebuah pertunangan pun tampak lebih lega dan bebas tak takut lagi akan kehilangan Lyota atau ada lelaki lain yang mau merebutnya. Kini mereka tengah jalan berdua keliling kampung untuk sekedar refreshing menenangkan pikiran, sekaligus Reno juga ingin lebih dekat dengan calon istrinya itu.
Lyota menjadikan kesempatan ini untuk bertanya pada Reno mengenai Anggi, ya Lyota masih penasaran apa yang sudah Reno lakukan pada mamanya itu sampai Anggi mau datang ke rumah Lyota untuk menemani Reno melamar dirinya. Padahal sebelum ini Anggi masih sangat tidak suka pada Lyota, apalagi setelah tahu ia dari keluarga miskin alias tidak mampu.
"Ren, aku mau tanya deh sama kamu! Tapi, kamu jangan marah ya?!" ucap Lyota di sela-sela perjalanan mereka sembari menoleh ke arah Reno.
"Buat apa aku marah sayang? Emang kamu mau tanya soal apa sih, ha?" ujar Reno tersenyum.
"Mama kamu," jawab Lyota singkat.
__ADS_1
Mereka yang sedang jalan di samping kali pun sama-sama menghentikan langkahnya, ya Reno terkejut saat Lyota berkata bahwa dia ingin bertanya tentang mamanya.
"Maksud kamu?" tanya Reno tak mengerti.
"Iya Ren, aku heran aja kenapa mama kamu bisa secepat itu kasih restu buat hubungan kita? Emang apa yang udah kamu lakuin sampai mama kamu mau merestui hubungan kita ini?" ucap Lyota bertanya-tanya pada Reno penasaran.
"Oh soal itu, sebenarnya ini ada andil dari Tania anak aku sih! Dia yang udah bantu aku buat ngomong sama mama kalau dia itu nyaman sama kamu, nah maka dari itu mama setuju deh dan mau kasih restunya buat pernikahan kita! Aku juga gak nyangka bisa secepat itu mama berubah!" ucap Reno.
"Hahaha, jadi kamu minta tolong Tania dalam hal ini? Ya ampun Reno, belum apa-apa aja kamu udah ngerepotin anak kamu!" ujar Lyota tertawa kecil.
"Ya gapapa dong, toh dia juga emang mau kalau kamu jadi mamanya! Aku kan gak maksa sama sekali, ini semua murni keinginan Tania supaya aku bisa nikah sama kamu!" ucap Reno.
"Alhamdulillah ya! Aku jadi ikut senang deh kalau bisa diterima di keluarga kamu!" ucap Lyota tersenyum.
"Iya sayang," ucap Reno mencolek pipi Lyota.
"Tapi, aku masih ragu deh buat menikah sama kamu secepat itu!" ucap Lyota cemberut.
"Loh kenapa sayang?" tanya Reno heran.
"Iya, aku takut aja kalau mama kamu tuh cuma terpaksa aja buat restuin hubungan kita! Gimana nanti kalau pas kita nikah, itu mama kamu malah berubah pikiran lagi dan gak mau terima aku buat jadi menantunya?" ucap Lyota.
Reno tersenyum lalu mendekap tubuh Lyota, ia menempelkan dagunya pada puncak kepala Lyota sembari mengusap punggung gadis itu lembut.
"Gak usah takut! Kalaupun emang mama begitu, kan ada aku yang bakal lindungin kamu!" ucap Reno.
Mendengar ucapan Reno membuat Lyota sedikit merasa aman, terlebih pelukan dari pria itu memang selalu membuatnya nyaman.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1