Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 433 (Malam pertama)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 376


(Malam pertama)


...•...


...•...


Reno, Lyota serta Tania kecil hendak mencari tempat duduk yang masih kosong untuk menikmati makanan mereka, namun ramainya tamu yang hadir membuat mereka cukup kesulitan menemukan tempat tersebut.


Sampai akhirnya Lyota menemukan kursi yang masih belum terisi, ia pun memberitahukan itu kepada suaminya dengan ekspresi senang.


"Mas, itu disana ada kursi yang masih kosong! Kita makan disana aja yuk!" ucap Lyota sambil menunjuk ke arah kursi tersebut.


"Oh iya bener, yaudah yuk sayang kita langsung kesana aja!" ucap Reno.


Saat Reno hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba ia menangkap sesosok wanita cantik yang sedang makan di depan sana bersama seorang pria dan anak kecil di dekatnya, Reno pun mengenali wanita itu sebagai Rianti, si wanita yang baru beberapa hari kemarin ia gauli itu.


"Gawat, itu kan Rianti! Kalau sampai saya ketemu sama dia disini, lalu nanti Rianti menceritakan tentang kejadian malam itu ke Lyota, gimana ya? Bisa habis saya!" gumam Reno dalam hati.


Melihat suaminya tidak jadi melangkah, Lyota pun merasa bingung dan akhirnya bertanya.


"Mas, kamu kenapa sih kok diam?" tanya Lyota.


"Eee enggak sayang, kita cari tempat yang lain aja yuk! Kayaknya di sebelah sana banyak deh yang masih kosong, jangan disitu lah terlalu berizin aku gak suka!" ucap Reno.


"Ohh tapi kita mau makan dimana lagi, mas? Bukannya disana malah makin ramai ya? Lagian aku udah lapar tau pengen makan, kayaknya Tania juga ngerasain yang sama nih! Kasihan juga sama anak kita di dalam sini, dia laper tau!" ujar Lyota.


"Ahaha iya iya sayang, yaudah deh kita kesana aja ya!" ucap Reno.


"Nah gitu dong! Yaudah yuk Tania, ikut mama kita duduk disana supaya bisa makan!" ucap Lyota.


"Oke mama!" ujar Tania kecil tersenyum renyah.


Sepasang anak dan mama itu berjalan lebih dulu meninggalkan Reno yang masih kebingungan disana, ya Reno sejujurnya sangat khawatir kalau aibnya akan terbongkar nanti di hadapan Lyota dan juga para tamu lainnya.


Namun, pria itu coba berpikir positif bahwa tidak mungkin juga Rianti akan membahas mengenai malam itu saat di dekatnya ada Lionel dan juga anak-anaknya, sehingga kini Reno pun mulai merasa aman dan lanjut melangkah menyusul istri serta putrinya yang sudah lebih dulu kesana.


❤️


Lyota yang masih belum mengenali wujud Rianti seperti apa, hanya duduk saja bersama Tania kecil di kursi kosong tersebut tanpa menyapa atau sekedar menoleh ke arah Rianti.


Barulah ketika Reno tiba disana, wajah Rianti langsung berubah seketika. Ya wanita itu tampak kaget melihat kehadiran Reno bersama Lyota di acara nikahan Tania itu, apalagi Rianti masih belum melupakan kejadian malam itu bersama Reno.


"Eh Rianti? Kamu udah datang daritadi disini?" ucap Reno berpura-pura ramah pada Rianti.


Lyota pun terkejut mendengar suaminya menyebut wanita yang ada di sampingnya itu dengan nama Rianti, kini ia baru sadar kalau ternyata daritadi ia sedang duduk di sebelah Rianti, wanita yang sudah dihamili oleh suaminya sendiri beberapa tahun lalu.


"Iya Reno, aku sama mas Lionel udah datang lumayan lama kok! Kamu baru datang nih?" ucap Rianti sambil tersenyum tipis.


"Iya, aku baru sampai! Oh ya, kenalin ini istri dan anak aku, namanya Lyota juga Tania! Lyota, kenalin ini Rianti yang pernah aku ceritakan ke kamu waktu itu!" ucap Reno mengenalkan mereka.


"Halo Lyota, Tania! Waw nama anak kamu ternyata mirip ya sama nama mempelai wanita!" ujar Rianti.


"Iya dong, wajahku kan juga mirip sama tante Tania!" ucap Tania kecil tersenyum renyah.


"Hahaha..." mereka tertawa bersamaan.


Setelah saling berkenalan dan bersalaman, kini Lyota dan Rianti mulai tampak akrab satu sama lain, membuat Reno pun merasa aman.


Lalu, Lyota tampak memperhatikan Christy sambil tersenyum manis, ia berpikir bahwa bayi itu adalah anak suaminya dengan Reno, karena memang ia tak melihat ada anak kecil lainnya disana.


Lyota pun mendekat ke arah Reno, lalu berbisik di telinga sang suami dengan tatapan mengarah pada sosok Christy yang ada dalam gendongan Rianti.


"Mas, apa itu anak kandung kamu?" tanya Lyota berbisik di telinga suaminya.

__ADS_1


"Bukan sayang, itu mah anak Rianti dan suaminya!" jawab Reno sambil tersenyum tipis.


"Ohh, terus anak kamu yang mana?" tanya Lyota lagi.


"Eee entahlah, dia gak kelihatan!" jawab Reno.


"Ayah!"


Tiba-tiba saja muncul suara anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan ayah, ya sontak Reno serta Lyota menoleh ke asal suara secara bersamaan, itulah Athar putra kandungnya.


"Athar? Hey sayang, apa kabar kamu?!" ujar Reno langsung berjongkok memeluk putranya.


"Aku baik, ayah! Aku senang banget bisa ketemu sama ayah disini, aku kangen sama ayah!" ucap Athar juga merasakan hal yang sama.


"Iya sayang, maafin ayah ya!" ucap Reno terisak.


Lyota pun memicingkan matanya ke arah Athar, ia kini menyadari bahwa Athar lah anak kandung dari suaminya dengan Rianti, sedangkan Tania kecil tampak terheran-heran ketika ada anak lain yang memanggil papanya dengan sebutan ayah.


"Ternyata itu anaknya mas Reno, dia tampan sekali sama seperti ayahnya! Huh rasanya aku ikut senang ngeliat mereka pelukan begitu, pasti Athar juga senang banget bisa ketemu ayahnya! Semoga aja mas Reno bisa adil bersikap Athar dan berikan dia kasih sayang, sama seperti yang dia lakukan ke Tania!" gumam Lyota dalam hati.


"Ish, itu cowok siapa sih? Kok malah panggil papa pakai sebutan ayah? Emang dia siapa?" batin Tania kecil dengan wajah cemberut.


Sementara Lionel juga langsung merangkul pundak Rianti dan menenangkan istrinya itu, ia paham betul apa yang dirasakan Rianti saat ini karena wanita itu terlihat mengeluarkan air mata.




Malam telah tiba, sepasang pengantin baru itu kini sudah berada di sebuah apartemen khusus yang disewa oleh Revan untuk menikmati malam pertamanya bersama Tania, sudah tersedia berbagai macam alat yang dibutuhkan Revan untuk memuaskan Tania, seperti vibrator dan semacamnya yang sengaja ia pesan sebelum ini.


Tania baru selesai mandi, ia keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan bathrobe merah muda, lalu melangkah ke dekat suaminya yang sudah menunggu di ranjang bersandar sambil memejamkan mata sejenak.


Memang hari ini merupakan hari yang melelahkan bagi mereka, setelah mereka harus berdiri di pelaminan menyambut tamu dalam waktu cukup lama, namun kini semua telah usai dan mereka dapat menikmati momen berdua yang tentunya sangat dinanti oleh sebagian besar pengantin.


Tania duduk perlahan di samping suaminya, ia menyentuh pundak Revan dan memanggilnya.


"Bear..." ucap Tania dengan nada sensual yang membuat Revan bergidik, apalagi saat deru nafas Tania menyentuh area lehernya.


Pria itu segera membuka matanya, melirik perlahan kemudian tersenyum.


Cupp!


"Beruang sayang, kamu pasti kecapekan ya? Yaudah, dilanjut aja tidurnya gih!" ucap Tania.


"Apa kamu bilang? Beruang? Oh ya, aku juga baru sadar tadi kamu panggil aku bear! Itu maksudnya apa sih sayang? Kamu ngatain suami kamu ini mirip beruang gitu?" tanya Revan geram.


"Ahaha dia baru sadar... iya my baby bear, kamu itu beruang kesayangan aku tau! Emang salah ya kalau aku sebut kamu begitu?" ucap Tania.


"Ya enggak salah sih, tapi emang aku mirip beruang apa? Sampai kamu panggil aku dengan sebutan itu, kayak gak ada yang lain aja!" ujar Revan.


"Iya, kamu mirip banget sama beruang tau!" ucap Tania tersenyum manis.


"Loh mirip darimana nya, sayang? Masa iya aku yang tampan dan rupawan ini dimiripin sama beruang?" ujar Revan geleng-geleng kepala.


"Ahaha, iya mirip tau! Kamu imut-imut gemesin gitu kayak beruang, makanya aku panggil kamu bear atau my baby bear!" ucap Tania terkekeh kecil.


"Yeh ada-ada aja kamu!" cibir Revan.


"Gapapa dong sayang, biar gak bosen kalau manggil itu-itu aja! Aku pengen yang anti mainstream gitu loh, masa kamu gak ngerti sih?" ujar Tania dengan nada manja.


"Iya iya, terserah kamu aja! Tapi, aku panggil kamu bunny! Boleh kan?" ucap Revan.


Tania mengangguk sambil tersenyum, Revan pun menaruh kepala istrinya pada pundaknya dan mengelusnya lembut.


Cupp!


Pria itu mengecup puncak kepala Tania, membuat sang istri merasa nyaman dalam dekapan Revan, tanpa sadar Tania sampai memejamkan mata saat Revan terus mengelus wajahnya.


"Sayang, kamu udah siap belum?" ucap Revan berbisik di telinga Tania, coba menggoda istrinya itu dengan menggigit lembut daun telinganya.


"Eemmhh apaan sih, bear? Kamu ngapain gigit kuping aku? Sekarang kamu kanibal ya? Suka makan kuping?" ujar Tania kaget dan langsung mengangkat kepalanya.


"Hahaha, gak gitu! Aku cuma suka aja gigitin kuping kamu yang gemesin ini!" ujar Revan.

__ADS_1


"Jangan ah! Lagian maksud kamu tadi bilang gitu tuh apa? Siap mau ngapain emang bear?" tanya Tania penasaran.


"Ya siap-siap buat itu..." ucap Revan.


"Itu apa?" tanya Tania tak mengerti.


"Masa kamu gak tahu sih? Itu loh yang di bawah!" jawab Revan sambil menunjuk ke arah bagian milik Tania yang masih terbungkus bathrobe itu.


Plaaakk...


Tania melayangkan tamparan di pipi suaminya, namun seketika itu juga ia langsung menutup mulutnya menyesali perbuatan yang baru ia lakukan saat mengingat Revan sudah menjadi suami sahnya saat ini.


"Ma-maaf! Aku lupa kalau kamu udah jadi suami aku, maaf banget ya my bear! Kamu gapapa kan?" ucap Tania langsung panik dan coba menyentuh pipi suaminya yang baru saja ia tampar itu.


"Iya iya udah gapapa, gak sakit kok! Tapi, kamu harus puasin aku malam ini sampai pagi!" ujar Revan dengan senyum di bibirnya bermaksud menggoda sang istri.


"Eee ya jangan sampe pagi juga kali, my bear! Besok kan kita masih harus lakuin aktivitas yang lain, kalau kita habisin malam buat begituan nanti malah gak bisa bangun pas pagi! Sebentar aja ya?" ucap Tania coba meminta keringanan.


"Oke deh gapapa, yang penting aku bisa rasain kenikmatan lubang kamu!" desis Revan di telinga Tania.


"Mmhhh sshhh..." Tania spontan mendesahh saat Revan mulai mencium dan menjilati lehernya.


Ya sudah tentu pasangan pengantin baru itu langsung melakukan kegiatan panas pertama mereka di malam ini, dengan posisi Revan menindih tubuh Tania di atas ranjang.




Setelah aktivitas yang cukup melelahkan semalam, Tania terbangun membuka matanya dan melirik ke arah Revan yang masih terpejam dengan tangan berada di perutnya.


Perlahan Tania mengangkat lengan besar milik suaminya itu dan menyingkirkannya dari atas perutnya karena ia hendak bangkit untuk segera membersihkan tubuhnya, ya wanita itu sudah tidak tahan lagi dengan tubuh lengketnya.


Namun, tenaganya tak cukup kuat untuk menyingkirkan lengan suaminya itu. Padahal Revan tengah tertidur, tapi entah kenapa Tania masih kesulitan mengangkat tangan itu.


"Ish susah banget sih!" umpatnya geram.


Mendengar itu, membuat Revan membuka matanya terkejut. Ia tersenyum saat melihat wajah istrinya yang sedang cemberut itu, Tania masih belum sadar karena ia sibuk hendak memindahkan tangan Revan dari perutnya.


Cupp!


Revan mengecup bibir Tania secara tiba-tiba, wanita itu pun terkejut dan menatap keheranan ke arah Revan.


"Mas? Kamu kok bangun sih? Bukannya tadi kamu masih tidur ya?" tanya Tania keheranan.


"Ahaha, iya aku kebangun gara-gara kamu sayangku! Lagian kamu ngapain sih mau angkat tangan aku, ha? Biarin aja dia disitu, dia mau peluk perut kesayangannya tau!" ujar Revan terkekeh.


"Ish mas bear, aku udah gak tahan lagi tubuh aku lengket banget! Emang kamu lupa semalam kita main terus langsung tidur? Kita sama-sama belum mandi tau, makanya aku langsung mau mandi sekarang!" ucap Tania.


"Iya aku ingat kok, kita mandi bareng ya!" ucap Revan tersenyum.


"Hah??" Tania terkejut mendengar kata mandi bareng yang dilontarkan Revan.


"Iya sayang, kenapa sih?" tanya Revan.


"Mas, kalo itu mah namanya bukan mandi! Nanti yang ada kamu malah ajak main lagi, aku masih lemas tau! Semalam kamu gak mau berhenti, sekarang dia perih banget nih!" ujar Tania seraya menunjuk ke area miliknya.


"Hahaha lucu banget sih bunny ku ini!" ucap Revan mencubit kedua pipi gemas istrinya.


Lalu, Revan mengeratkan pelukannya dan menghujani wajah serta leher wanita itu dengan ciuman. Memang saat ini sudah terdapat banyak tanda merah disana akibat permainan mereka semalam yang sangat menggairahkan.


"Sayang, udah ah cukup! Nanti kamu kelewatan! Aku mau mandi, kamu jangan halangin aku dong! Lagian kan kita bisa lanjut lagi nanti," ucap Tania merengek.


"Iya sayang, tapi kita mandi bareng ya? Aku cuma mau gosok punggung kamu kok!" rengek Revan.


"Huft, iya deh iya aku mau mandi bareng kamu! Tapi awas aja ya, kalau kamu minta yang macam-macam! Aku aja masih susah gerak nih, kalau digempur lagi bisa-bisa aku gak bisa jalan mas!" ucap Tania ketakutan.


"Santai aja sayang!" ucap Revan tersenyum.


Cupp!


Revan kembali mengecup bibir Tania, lalu bangkit menggendong tubuh istrinya itu dan membawanya ke dalam toilet. Tania hanya pasrah tak dapat melakukan apa-apa.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2