
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 380
...•...
...•...
Rianti dan Lionel kini tengah bersiap untuk sebuah liburan mewah yang sudah mereka nanti-nantikan, ya Lionel memang sengaja hendak membawa istri serta anak-anaknya pergi berlibur ke luar negeri dalam rangka kesuksesan proyek miliknya.
Mereka pun tampak sangat bahagia, Rianti juga terus tersenyum karena ini kali pertama ia akan pergi ke luar negeri, cukup lama ia menantikan momen seperti ini dan akhirnya terwujud walau harus menunggu dengan waktu yang lumayan lama serta banyak penderitaan.
"Mas, kamu itu emang suami yang baik dan pengertian banget deh! Tahu aja kalau aku emang kepengen banget jalan-jalan ke Paris, aku jadi makin love deh sama kamu!" ucap Rianti.
"Ah bisa aja kamu, aku tuh cuma laki-laki biasa kok yang pengen membahagiakan istrinya!" ujar Lionel.
"Ya justru itu mas, makanya aku bilang kamu baik dan pengertian karena kamu selalu bisa bikin aku bahagia!" ucap Rianti.
"Begitupun dengan kamu!" ucap Lionel.
Rianti terdiam, ia sadar kalau dirinya selama ini masih menjadi sosok istri yang buruk dan tak bisa menjaga perasaan suaminya, bahkan ia sampai berhubungan badan dengan laki-laki lain disaat ia sudah berstatus sebagai suami dari Lionel.
"Maafin aku mas! Selama ini aku gak bisa jadi istri yang baik buat kamu, aku udah mengkhianati kamu dan pernikahan kita! Tapi, aku berjanji bahwa aku akan selalu menjaga perasaan kamu mulai saat ini dan aku gak akan pernah lagi berbuat seperti itu demi menjaga keutuhan rumah tangga kita!" gumam Rianti dalam hati.
Lionel yang sedang asyik memasukkan baju ke koper, merasa bingung karena tiba-tiba Rianti melamun dengan wajah sedih. Ia pun mendekati istrinya itu, kemudian mencolek pipinya lembut.
"Hey sayang!" tegur Lionel sambil tersenyum.
"Ah iya mas, kenapa?" ujar Rianti terkejut.
"Loh kok kamu malah bengong gitu sih? Apa yang lagi kamu pikirin sayang? Sampai keluar air mata gitu, sini sini aku lap!" ujar Lionel heran.
__ADS_1
"Eee..." Rianti tampak bingung.
Lionel menggunakan kedua tangannya untuk mengusap wajah Rianti dan menghapus air mata yang menempel disana, sedangkan Rianti sendiri tampak diam saja memandangi wajah Lionel yang ada di dekatnya.
"Kamu itu sebenarnya kenapa sih? Kalau ada masalah, cerita aja sama aku!" tanya Lionel.
"Gak ada kok mas, aku cuma keinget sama mendiang keluarga ku. Udah lama aku gak datang ke makam mereka, gimana kalau sebelum berangkat ke bandara kita mampir dulu kesana mas? Kamu mau kan?" jawab Rianti berbohong pada suaminya.
"Pasti mau dong! Keluarga kamu itu kan juga keluarga aku sayang, oke nanti kita kesana sama-sama ya! Udah kamu gausah sedih lagi, yuk ceria kan mau jalan-jalan!" ucap Lionel.
"Ahaha, iya mas..." Rianti pun tertawa kembali.
•
•
Sementara itu, Tania dan Revan pun pamitan pada William serta Arsen selaku ayah dan juga kakak dari Tania sendiri. Tak hanya itu, sepasang pengantin tersebut pun juga berpamitan dengan Velove dan Rania yang kebetulan ada disana.
Ya Tania dan Revan sudah bersiap untuk pergi dari rumah itu, mereka akan menempuh perjalanan jauh untuk berbulan madu di negara Swiss. Tentunya hal itu sudah menjadi persetujuan dari kedua belah pihak, yang mana Tania pun setuju setelah diyakinkan oleh Revan.
"Huh iya sayang... biarpun berat buat berpisah jauh dari kamu saat ini, tapi papa gak bisa berbuat apa-apa lagi karena kamu kan sudah jadi istri sah dari Revan!" ucap William.
"Iya pah, emang susah sih jauh-jauh dari Tania! Aku akuin Tania itu anaknya ngangenin, ditinggal sebentar aja udah rindu!" ucap Arsen.
"Hahaha ah kak Arsen ini!" ujar Tania.
"Benar yang dikatakan kakak kamu! Kamu itu emang ngangenin Tania, pasti papa bakalan rindu banget sama kamu kalau kamu udah pergi nantinya! Ya tapi papa selalu pengen yang terbaik buat kamu, asalkan kamu dan Revan bahagia disana! Jangan lupa ya call papa terus, supaya papa gak kangen!" ujar William.
"Pasti kok pah! Papa sama kak Arsen gak perlu sedih, kita kan cuma pergi sebulan. Abis itu juga balik lagi kesini, jadi kita gak selamanya di Swiss!" ucap Tania tersenyum.
"Iya sayang, papa gak sedih kok!" ucap William.
Tania pun maju dan memeluk papanya, berganti juga pada abangnya. Kini giliran Revan untuk berbicara sesudah istrinya, ia mencium tangan William dan berpamitan bahwa akan segera pergi ke bandara bersama Tania.
"Pah, bang Arsen, aku pamit ya? Terimakasih udah terima aku di rumah ini!" ucap Revan.
"Aduh Van! Kamu terlalu berlebihan pake bilang makasih segala, padahal kamu itu kan suaminya Tania! Jadi rumah ini, ya rumah kamu juga dong Revan!" ujar William.
__ADS_1
"Iya nih, ada-ada aja Revan!" sahut Arsen.
"Hahaha..." mereka tertawa secara bersamaan.
"Kakak!" Rania berteriak dari kejauhan, ia berlari cukup kencang menghampiri Tania.
Hugg...
Rania langsung memeluk Tania dengan erat, sepertinya ia sedih karena akan ditinggal oleh kakaknya walau hanya sebentar.
"Aku sedih karena kak Tania mau pergi! Kenapa sih kakak harus pergi dari sini?" ujar Rania.
"Iya sayang, kakak sama kak Revan itu mau pergi sebentar dulu. Kita kan baru nikah, jadi harus ada waktu berdua dong sayang! Tapi, kamu gak perlu sedih karena nanti kan kakak bakalan balik lagi kesini!" ucap Tania.
"Beneran kan kak? Kakak gak bohongin aku?" tanya Rania penuh harap.
Tania menangkup wajah adiknya itu, menghapus air mata yang keluar dan tersenyum seraya mengangguk.
"Iya sayang, itu benar kok!" jawab Tania.
Lalu, mereka pun melepas pelukan karena Rania sudah tidak sedih lagi dan menerima kepergian kakaknya dengan senang hati, begitupun dengan Velove yang juga ada di dekat mereka.
"Velove, aku pamit ya? Aku yakin kamu pasti bisa jagain Rania dengan baik, karena dia anak kamu! Jadi, aku gak cemas lagi deh!" ucap Tania.
"Iya Tania, itu mah pasti kok! Kamu hati-hati ya di jalan, jangan lupa kabarin kalau kalian sudah sampai disana nanti!" ucap Velove.
"Oke! Eee yaudah ya semuanya, aku sama mas Revan harus pergi sekarang! Sekali lagi sampai jumpa! Kak Arsen, titip papa ya! Sekalian juga sama Rania dan Velove, kak Arsen kepala keluarga disini jadi kak Arsen gak boleh biarin mereka sedih!" ucap Tania diiringi air mata yang menetes.
"Siap ibu Tania! Semuanya pasti beres kalau sama Arsenio mah!" ucap Arsen tersenyum lebar.
"Ish kak Arsen!" ujar Tania cemberut.
"Hahaha...." suara tertawa itu menjadi momen terakhir mereka bersama di hari ini, karena setelahnya Tania dan Revan pun pergi dari rumah untuk menuju Swiss merayakan bulan madu mereka.
...~Selesai~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1