
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 330
(Arsen marah)
...•...
...🔞🔞🔞...
...•...
Tania, Arsen, Velove serta William saat ini berada di ruang tamu untuk membahas mengenai keinginan Arsen menikahi Velove. Ya keempat orang itu tampak serius sekali karena hal ini memang sangat penting bagi Arsen dan juga Velove sendiri, apalagi Velove harus dilanda kebingungan hebat karena harus memilih diantara dua pria yang menyukainya.
Velove masih tak menyangka jika akhirnya ia harus dihadapkan pada pilihan yang rumit seperti ini, padahal ia hanya ingin mencari sosok suami yang bisa mencintai dirinya dengan tulus. Sejujurnya Velove memang tertarik pada sosok Arsen yang baik dan perhatian itu, namun entah mengapa ia juga tak tega jika harus memutus hubungan dengan Rizky.
"Baiklah, sekarang kita semua sudah ada disini. Kita bisa lanjut obrolan yang sempat tertunda tadi, ayo Velove kamu ungkapkan saja perasaan kamu di depan kita semua!" ucap William memulai obrolan.
"Iya Ve, gak perlu ngerasa takut atau apa! Kamu harus jujur sama perasaan kamu sendiri, biar gak ada kebohongan dan kak Arsen pun juga gak mikir kalau kamu kasih harapan ke dia seperti sebelumnya!" ucap Tania.
"Eee aku minta maaf om, Tania dan juga kak Arsen! Tapi, aku bakal jujur kali ini!" ucap Velove pelan.
"Bagus Ve! Kamu memang harus jujur di depan kita semua saat ini, kalau kamu suka ya bilang suka, tapi kalau tidak jangan dipaksakan!" ucap William.
"Benar Ve, kamu jujur aja!" sahut Tania.
Velove menunduk sejenak menguatkan hatinya untuk berbicara jujur di hadapan mereka, walau sangat berat baginya mengambil keputusan tersebut dalam waktu yang singkat.
"Iya om, Tania, sebenarnya aku ini gak ada rasa sama kak Arsen sedikitpun. Tapi, aku tertarik dengan sikap baik dan perhatian yang diberikan kak Arsen ke aku. Itu hanya sebatas ketertarikan aja, sebagai seorang adik ke kakaknya!" jawab Velove.
Mendengar itu membuat perasaan Arsen seperti tercabik-cabik.
"Kamu serius bicara begitu Ve?" tanya Arsen.
__ADS_1
"Kak, tolong jangan ada penekanan disini! Aku juga seorang wanita, aku tahu yang namanya perasaan itu gak bisa dipaksa!" ucap Tania.
"Apaan sih Tania? Siapa yang nekan Velove ha? Kakak itu cuma tanya sekali lagi sama dia, apa dia serius bilang begitu atau cuma karena gak enak sama calon suaminya!" ujar Arsen.
"Aku serius kak Arsen, bukan karena kasihan sama siapapun termasuk Rizky!" ucap Velove.
Lagi-lagi perasaan Arsen amat sakit mendengarnya.
"Maaf ya kak Arsen! Tapi, aku emang cinta sama Rizky dan aku pengen nikah sama dia! Aku gak ada maksud mau nyakitin hati kak Arsen atau kasih harapan palsu, karena aku cuma anggap kak Arsen itu sebagai kakak aku! Semoga kak Arsen bisa dipertemukan dengan sosok wanita yang cinta sama kak Arsen!" ucap Velove gugup.
"Aamiin! Tuh kak, kakak udah dapat doa dari cewek yang kakak cintai! Sekarang kak Arsen harus ikhlas ya, jangan lagi berharap buat bisa menikah dengan wanita yang gak cinta sama kakak!" ucap Tania.
Arsen hanya diam memalingkan wajah, ia sangat kesal dan berniat pergi dari sana.
"Yasudah, kakak pergi dulu!" ucap Arsen singkat.
Pria itu bangkit dari duduknya, kemudian hendak melangkah pergi. Tania langsung ikut bangkit dan mencekal lengan Arsen, ia tak ingin Arsen pergi dengan perasaan marah.
"Kak, kakak mau kemana?" tanya Tania cemas.
"Jangan tahan kakak, Tania! Semuanya kan udah clear dan gak ada yang perlu dibahas lagi, buat apa kakak masih disini ha?" ujar Arsen.
"Sudahlah Tania!" potong Arsen membentak adiknya.
Arsen menyingkirkan tangan Tania dari lengannya secara paksa, lalu pergi dengan perasaan kesal serta emosi yang tak dapat ia tahan lagi. Tania hanya bisa diam memandangi kepergian abangnya.
...•••...
Disisi lain, Rianti dan Lionel sedang asyik melakukan pergumulan panas yang nikmat dengan diiringi suara musik yang sengaja disetel oleh Lionel untuk menambah sensasi nikmat. Lionel masih terus memaju-mundurkan pinggulnya, memompa miliknya yang berada di dalam milik Rianti itu dengan penuh semangat sambil mengeluarkan suara kenikmatan.
Sementara Rianti tampak menikmati permainan sang suami dan terus men desah kuat, Rianti saat ini dalam keadaan tengkurap dan ditindih oleh Lionel yang tengah memompa nya. Rianti sudah semakin lemas dan tubuhnya pun dipenuhi oleh keringat akibat permainan itu, bahkan ia terus-menerus mencengkeram sprei karena tak tahan lagi.
"Ahhh mass... a-aku mau keluar..." lirih Rianti disertai erangan panjang.
"Keluarin aja sayang, aakkhh!!" ujar Lionel yang masih asyik memompa pinggulnya.
"Aaahhh..." Rianti mengerang panjang saat lagi-lagi ia harus dibuat keenakan oleh permainan suaminya.
Ya ini kali kelima Rianti mencapai puncak pada permainan ronde kedua, tentunya Lionel merasa sangat puas karena berhasil membuat istrinya tak berdaya di atas ranjang.
__ADS_1
Lionel menghentikan sejenak aktivitas nya, ia merebahkan tubuh di atas Rianti dan menciumi leher sang istri dengan nafas tersengal-sengal.
"Sayang, enak kan?" goda Lionel.
"Iya mas, kamu selalu bisa bikin aku enak! Tapi, apa kamu masih lama keluarnya?" ucap Rianti.
"Entahlah, dia kayaknya mau main-main dulu di punya kamu. Tenang aja sayang, kamu cukup rebahan kayak gini! Biar aku yang pompa kamu dan kasih sensasi nikmat ke tubuh kamu," ujar Lionel sembari meremass dua gundukan sang istri.
Lionel menarik wajah istrinya lalu melumatt bibir sang istri dengan penuh gairah, tangan-tangannya tak berhenti menggerayangi tubuh sang istri karena hasrat libidonya semakin meningkat.
Lionel melepas pagutannya, lalu membalikkan tubuh Rianti dan bermain-main di area gundukan sang istri.
"Aakkhh mass, terusin mas!" desahh Rianti.
"Oke sayang!" ucap Lionel tersenyum.
Cupp!
Lionel mengecup bibir Rianti sekilas, kemudian melahap choco chip milik Rianti itu seperti bayi yang kelaparan. Ia pun kembali bangkit dan melesakkan miliknya ke dalam milik Rianti.
"Aaahhh mass..!!" rintih Rianti.
Lionel pun mulai kembali memompa miliknya itu dengan lembut, namun lambat laun berubah menjadi cepat karena hasratnya meningkat.
"Uhh sayang, i love you baby!" ujar Lionel.
Setelah sekitar tiga puluh menit bermain, akhirnya Lionel berhasil mencapai puncak untuk yang kedua kalinya. Namun, kali ini Lionel tak mau mengeluarkan isinya di dalam milik Rianti. Ya Lionel mencabutnya lalu memasukkan ke dalam mulut Rianti.
"Ohhh... uhhh... aaahhh..." desahh Lionel saat miliknya diemut oleh Rianti.
"Uhuk uhuk..." Rianti terbatuk-batuk akibat milik Lionel yang keras dan besar itu, apalagi cairan di dalam keluar begitu saja membuat Rianti tersedak.
Cupp!
Sesudah puas, mereka berciuman sejenak sambil saling berpelukan dan beristirahat di kamar yang terasa panas itu biarpun sudah ada AC yang menyala.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1