Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 219 (Sekolah Athar)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 162


(Sekolah Athar)


...•...


...•...


Lionel yang sudah berpakaian kembali duduk di ranjang menghampiri istrinya yang sedari tadi hanya bengong disana, Lionel pun heran mengapa Rianti melamun seperti itu dan terlihat memikirkan sesuatu padahal sebelumnya jarang Rianti seperti itu.


Pria itu mengelus lembut rambut terurai sang istri membuat Rianti sadar dari lamunannya dan terkejut saat melihat Lionel sudah ada di sampingnya, dengan cepat Lionel mengecup sekilas bibir mungil istrinya lalu membelainya dengan lembut.


"Kamu kenapa?" tanya Lionel menatap wajah istrinya penasaran.


"Mas, aku gapapa kok!" jawab Rianti tersenyum.


"Jangan bohong, sayang! Aku tahu kamu lagi mikirin sesuatu, cerita aja sama aku sekarang ada apa! Apa kamu kepikiran lagi soal Shani?" ucap Lionel.


"Enggak mas, aku gapapa!" ucap Rianti.


"Huft, yaudah oke kalau kamu emang gak mau cerita sama aku! Tapi, jangan ngelamun lagi ya!" ucap Lionel sembari mengusap wajah cantik istrinya.


"Iya mas, yaudah sekarang kamu sarapan gih!" ucap Rianti kembali tersenyum.


"Kamu juga dong, sekalian temenin aku sarapan sama Athar dan Christy!" ucap Lionel menggenggam tangan istrinya lalu mengecupnya.


"Iya, yuk mas!" ucap Rianti pelan.


Lionel pun menggandeng tangan Rianti sambil terus mengusap rambut sang istri, mereka berjalan keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan bareng bersama anak-anak mereka yang juga sudah menunggu di bawah sana.

__ADS_1


Selagi menuruni tangga, Rianti coba bertanya pada suaminya mengenai kelanjutan sekolah Athar yang saat ini belum diketahui kabarnya setelah Athar tak lagi bersekolah di sekolah sebelumnya karena harus ikut bersama mama papanya pindah.


"Mas, aku mau tanya boleh?" ucap Rianti.


"Ya boleh lah, mau tanya apa?" ucap Lionel.


"Soal sekolah Athar mas, aku kasihan sama Athar sekarang dia gak punya kegiatan karena belum sekolah lagi!" ucap Rianti.


"Ohh, kamu tenang aja ya cantik! Nanti aku langsung suruh orang buat urus sekolahnya, sabar ya!" ucap Lionel sembari mengusap dan mengecup wajah mulus istrinya.


"Makasih mas, maaf ya aku ngerepotin kamu! Harusnya aku sendiri yang biayain Athar sekolah, dia kan anak aku!" ucap Rianti.


"Hey, gak perlu bilang begitu! Aku gak ngerasa direpotin kok sama kamu atau Athar, aku kan juga udah anggap Athar kayak anak aku sendiri! Udah ya gausah sedih begitu, nanti aku cariin sekolah terbaik buat Athar disini!" ucap Lionel.


"Kamu emang baik mas, aku salah waktu itu udah sempat marah-marah sama kamu!" ucap Rianti.


"Gapapa, kan waktu itu juga kesalahan aku! Udah jangan sedih-sedih ah! Sekarang kita harus senyum ceria supaya Athar & Christy juga bisa ikut senyum, gak sedih kayak kamu!" ucap Lionel.


"Iya mas, aku senyum kok!" ucap Rianti tersenyum.


"Nah gitu dong, kan makin cantik dilihatnya!" puji Lionel sembari mengelus wajah Rianti lalu membelai bibirnya dan tentu saja mengecupnya.


Cupp...


Setelah puas bercumbu disana, Lionel segera melepasnya dan memberi kecupan terakhir pada bibir Rianti lalu juga menyesap aroma leher Rianti membuat wanita itu mengerang pelan sembari menggigit bibir bawahnya.


"Mas, nanti ada yang lewat loh!" ucap Rianti.


"Iya iya, aku juga udah puas kok! Yuk kita lanjut turun ke bawah samperin anak-anak di meja makan!" ucap Lionel tersenyum mencolek hidung istrinya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karena Lionel tidak kuat dengan godaan bibir mungil istrinya di tangga, mereka bergandengan tangan lalu berjalan menuju meja makan sembari tersenyum renyah penuh keceriaan.


...•••...


Disisi lain, Tania & Revan juga sudah sampai di kantor William untuk mengurus pekerjaan yang seharusnya diurus oleh William selaku bos utama dalam perusahaan tersebut, namun sekarang Tania lah yang harus menggantikan posisi papanya.


Saat ini mereka berdua tengah berada di ruangan kerja milik William yang sekarang juga dipindah tugaskan sebagai ruang milik Tania, tampak Revan sangat menikmati berada di dalam ruangan tersebut karena cukup luas dan indah.

__ADS_1


"Sayang, ruangan kamu keren banget!" ucap Revan memuji ruang kerja kekasihnya.


"Bisa aja kamu kalo soal bikin aku seneng, lagian ini juga bukan ruangan aku! Tapi, masih jadi ruangan milik papaku!" ucap Tania tersenyum sembari menandatangani berkas-berkas di mejanya.


"Hey, cantikku! Jangan terlalu serius dong kerjanya! Lirik aku kek sekilas gitu, biar aku seneng!" ucap Revan yang berdiri menghampiri Tania.


Revan pun duduk di atas meja mendekati gadisnya membuat Tania merasa gugup karena Revan terus saja menatapnya dari jarak dekat, bahkan Revan memegang dagu Tania lalu menariknya ke atas sehingga mereka kini bertatapan.


"Mata kamu indah loh, jangan nunduk terus!" ucap Revan tersenyum.


"Van, aku harus tandatangani ini semua sekarang! Kalau kamu mau mesra-mesraan, nanti aja ya tunggu aku selesai dulu!" ucap Tania.


"Hahaha, iya iya deh..." ucap Revan tersenyum.


"Yaudah, kamu balik aja duduk disana tunggu aku selesai! Nanti aku juga samperin kamu kok, oh ya itu kebab dari aku dimakan aja dulu! Kamu belum sarapan kan?" ucap Tania.


"Gak mau ah! Nanti aja kita makannya bareng-bareng kalau kamu udah selesai, sekarang aku mau temenin kamu aja disini!" ucap Revan tersenyum.


"Duh, aku jadi gak bisa fokus kalo kamu lihatin aku terus kayak gini, Van! Tolong lah kamu kasih aku waktu sebentar buat kerjain ini, nanti kan kita bisa deketan lagi!" ucap Tania memohon.


"Oke deh, aku tunggu disini ya? Kamu cepetan tapinya jangan lama-lama! Soalnya aku gak bisa jauh dari kamu kalau kelamaan, hehe!" ujar Revan.


"Ya ampun lebay deh kamu! Udah kamu sana gih tunggu di sofa sambil nonton tv atau apa kek terserah, biar cepet juga aku selesaiin ini!" ucap Tania mengusir Revan dari sana.


"Iya iya...."


Cupp...


Revan mengecup pipi gadisnya sekilas lalu barulah ia turun dari meja dan menjauhi Tania, ia kembali duduk di sofa menunggu gadisnya selesai menandatangani semua berkas itu namun tetap terus menatap wajah Tania dari sana.


Sementara Tania masih merasa gugup dan tersipu karena pipinya dikecup secara mendadak oleh Revan, ia masih memegangi pipinya itu yang perlahan mulai memerah sembari mengingat kejadian tadi saat Revan mengecupnya.


Revan pun dibuat terkekeh melihat reaksi dari Tania yang masih malu-malu itu seakan tak percaya kalau pipinya habis dikecup oleh pria itu.


"Hahaha, lucu banget kamu Tania! Aku makin gak sabar buat nikahin kamu!" batin Revan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2