Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 68 (Aksi copet kecil)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 14


(Copet kecil beraksi)


...•...


...•...


Tania kecil telah selesai buang air kecil dan langsung berlari menemui Tania di luar toilet, ia tampak bahagia karena Tania masih ada disana.


"Tante Tania..." ujarnya sambil berlari lalu memeluk kaki Tania dewasa yang sedang bengong terduduk di kursi dekat toilet itu.


"Eh kamu sayang, gimana udah selesai pipisnya?" tanya Tania sambil mengelus-elus wajah gadis kecil di hadapannya itu.


"Udah dong tante, aku buru-buru soalnya takut tante pergi ninggalin aku dan gak jadi ketemu papah!" jawab Tania kecil lalu membenamkan wajahnya di pangkuan Tania dewasa.


Melihat cucunya sangat akrab dengan Tania, membuat Anggi makin penasaran siapa sebenarnya wanita yang dipanggil tante oleh cucunya itu.


"Tania, ayo kita kembali ke tempat papah kamu nak! Pasti papah nyariin kamu deh disana..." ujar Anggi mengajak Tania kecil pergi.


"Iya omah, tapi kita kesana nya sama tante Tania ya! Soalnya aku mau papah bisa ketemu sama tante Tania, aku yakin deh papah pasti seneng!" ucap Tania kecil sambil tersenyum menatap Tania dewasa.


"Memangnya dia itu siapa sih sayang? Kok kamu akrab sekali sama wanita ini, terus apa papah kamu kenal sama dia sayang??" tanya Anggi mendekati cucunya sambil memegang wajahnya yang imut dan menggemaskan itu kayak yang baca.


"Ini tante Tania omah, temannya papah yang pernah selamatin aku waktu itu!" jawab Tania kecil memberitahu omahnya tentang wanita yang kini ia peluk.


"Salam kenal tante, saya Tania! Kebetulan waktu Reno masih single kita sempat sahabatan, dan sekarang setelah 8 tahun kita baru bertemu lagi ketika saya tidak sengaja hampir menabrak Tania di jalan!" ucap Tania beranjak dari duduknya lalu mencium tangan Anggi.


"Ohh kok saya gak pernah lihat kamu ya sebelumnya? Kamu teman apanya Reno, sekolah, kuliah atau di tempat kerja??" tanya Anggi yang masih penasaran.


"Eee saya...." ucap Tania menggantung karena ia bingung harus menjawab apa, tidak mungkin ia memberitahu pada Anggi kalau ia bertemu Reno ketika sedang dikejar-kejar massa.

__ADS_1


"Udah omah, nanya nya nanti aja! Ayo kita balik ketemu papah, yuk tante ikut aku!" ucap Tania kecil memotong lalu menarik-narik tangan Tania dewasa.


"Iya sayang..." ucap Tania lembut kemudian mengikuti kemana gadis kecil itu membawanya, sedangkan Anggi berjalan perlahan di belakang mereka dan masih menaruh rasa penasaran pada gadis di depannya itu.


Tak lama kemudian, mereka sampai di ruang rawat Reno... tentu Tania kecil langsung mengajak Tania dewasa masuk ke dalam sana bertemu papahnya.


"Ayo tante, papah ada di dalam ruang itu!" ucap Tania kecil menunjuk ke arah ruang rawat papahnya kemudian langsung menarik lagi tangan Tania dewasa.


"Pelan-pelan Tania, nanti jatuh loh sayang..!!" ujar Anggi memperingati cucunya dari jauh karena ia tertinggal, ya sebagai nenek-nenek tentu Anggi kecepatannya sudah berkurang sedikit.


Sementara Tania kecil telah masuk ke ruang tersebut bersama Tania dewasa yang ia gandeng, ketika di dalam gadis kecil itu langsung memanggil nama papahnya yang sedang terbaring.


"Papah..." ucapnya sedikit keras lalu melepas tangan Tania dan berlari menuju tempat tidur papahnya.


Sementara Tania masih terpaku di belakang pintu menyaksikan pria yang ia cintai terbaring disana, ia bingung dengan perasaannya saat ini.


"Reno, akhirnya kita bertemu lagi... tapi sekarang situasinya sudah berbeda, karena rasanya aku tidak terlalu seantusias dulu ketika bertemu dengan kamu!" gumam Tania.


Reno pun menoleh secara perlahan ke arah anaknya yang baru datang dan kini sudah duduk disampingnya sambil tersenyum-senyum.


"Eh sayangnya papah udah balik, mana omah sayang kok kamu sendirian sih?" tanya Reno pelan.


"Aku gak sendirian kok pah, tuh aku kesini sama tante Tania!" jawab Tania kecil kemudian memalingkan wajahnya ke arah wanita yang tengah berdiri tak jauh darinya.


"Tania..." ucapnya seraya mengeluarkan senyum khas yang sudah sekian lama ia sembunyikan hanya untuk Tania wanita tercintanya.




Disisi lain, Rania masih menunggu ayahnya selesai diobati dan juga menunggu kedatangan Tania karena kakaknya itu tak kunjung kembali.


"Duh kak Tania mana ya? Aku jadi takut disini sendirian, apa aku susulin aja ya kak Tania ke toilet?" gumam Rania sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagu.


Akhirnya Rania pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Tania pergi tadi, ia juga melihat ke sekeliling untuk mencari-cari keberadaan Tania.


Sudah sekitar 10 menit ia mencari, bahkan toilet disana juga sudah ia datangi... namun Rania belum juga berhasil menemukan Tania.


"Aduh kak Tania kemana sih? Masa aku ditinggal sendirian di tempat sebesar ini..??" gumam Rania mulai panik karena ia takut sendirian.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada seorang pria berpenampilan rapih melewati dirinya, lalu terlintas sebuah niat jahat di dalam pikiran gadis kecil itu tentunya untuk merampas atau mencopet dompet milik pria itu.


"Kayaknya orang itu kaya deh, pasti isi dompetnya banyak! Kebetulan juga dia taruh dompetnya di saku celana belakang, jadi makanan empuk buat aku!" gumam Rania kemudian celingak-celinguk untuk memastikan kalau tidak ada orang disana.


Rania mengendap-endap mengikuti kemana orang itu pergi lalu mempercepat langkahnya, dengan cekatan Rania berhasil mengambil dompet pria tersebut dan langsung pergi dari sana tanpa ketahuan.


Ia membawa dompet itu ke toilet dan mengambil isinya disana, terlihat cukup banyak uang di dalam dompet itu.


"Wah banyak banget, lumayan nih buat bantu-bantu biaya pengobatan ayah..." gumam Rania sambil tersenyum gembira.


Ia langsung saja membuang dompet itu sembarangan lalu keluar dari toilet tersebut sambil masih menghitung uang di tangannya.


Tanpa sadar, ia menjadi pusat perhatian para wanita yang sedang berada di toilet itu karena banyaknya uang di tangan gadis kecil tersebut.


Namun, Rania melengos saja dan menaruh uang itu di saku celananya lalu kembali menuju ruangan ayahnya dirawat.


Samar-samar Rania mendengar suara kepanikan dari seorang pria tak jauh dari sana, ia pun penasaran dan coba mencari tahu apa yang terjadi.


Rupanya korbannya tadi telah menyadari kalau dompetnya hilang, Rania pun menguping di balik tembok untuk mendengarkan keluhan korbannya.


"Tenang dulu mas, coba jelaskan bagaimana kejadiannya sehingga dompet mas bisa hilang!" ucap satpam yang ada disana.


"Aduh saya gak tau pak, tadi tuh saya taruh dompet saya di saku belakang.. pas abis berobat saya cek masih ada kok pak, tapi sekarang tiba-tiba gak ada!" ujar mas-mas itu panik.


"Mungkin saja dompet mas terjatuh, apa sudah dicek di setiap lantai yang mas lewati?" ujar satpam.


"Sudah pak, semua lorong rumah sakit sudah saya telusuri tapi dompet saya gak ada pak..!!" ucap mas-mas itu panik.


Satpam pun kebingungan karena ia merasa tidak mungkin dompet pria itu hilang begitu saja, sementara Rania malah tertawa di balik tembok itu melihat kepanikan korbannya.


Tiba-tiba saja seorang pria datang ke tempat itu sambil menyerahkan dompet milik si pria yang hilang.


"Ini dompet anda kan?" ucapnya seraya menunjukkan sebuah dompet berwarna coklat di depan mata pria itu.


Sontak pria itu langsung gembira juga terkejut karena dompetnya berhasil ditemukan, ia juga mengecek isi dompetnya dan ternyata sudah kosong.


"Apa-apaan ini, kenapa isinya kosong? Hei, pasti anda sudah mengambil isi di dompet saya kan??" ujar pria itu tak tau diuntung malah menarik kerah pria yang memberikan dompetnya tadi.


Sedangkan Rania sangat-sangat terkejut dengan kejadian itu, ia merasa sudah membuang dompet itu di toilet wanita jadi tak mungkin ada pria yang bisa mengambilnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2