
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 180
(Dibawa kabur)
...•...
...•...
Sesudah membeli sosis bakar yang dimau oleh Rania, Tania pun langsung mengajak adiknya itu untuk segera pulang ke rumah karena sekarang sudah waktunya makan siang dan mereka harus segera pulang saat ini juga.
Akan tetapi, Rania malah meminta pada Tania untuk pergi ke taman yang ada disana sampai mereka menghabiskan sosis bakar itu. Tentu Tania tak ada pilihan lain selain menuruti keinginan Rania agar gadis kecil itu tidak ngambek padanya.
Mereka pun jalan ke taman bunga yang sebelumnya sudah dikunjungi Tania, kedua gadis itu masuk ke taman tersebut lalu duduk di kursi yang tersedia sembari memakan sosis bakar itu, Rania tampak sangat menikmati momen tersebut.
"Kak, enak ya sosisnya?" ucap Rania tersenyum.
"Iya sayang, tapi Rania harus janji ya sama kakak kalau setelah ini Rania mau pulang sama kakak! Ini tuh udah siang loh sayang, Rania kan harus makan nasi di rumah!" ucap Tania.
"Iya kak, aku cuma mau habisin sosis ini disini sebentar aja. Baru deh nanti aku mau pulang sama kakak, gapapa kan?" ucap Rania.
"Iya gapapa, apa sih yang enggak kalau buat Rania mah? Kakak kan sayang banget sama Rania, pasti kakak bakal turutin kemauan Rania kok! Ya tapi itu, asal Rania juga mau nurut sama kakak!" ucap Tania.
"Oke kak, makasih ya!" ucap Rania.
Tania pun merangkul pundak adiknya yang tengah menggigit sosis di tangannya, mereka menikmati sosis tersebut sembari rangkulan dan tersenyum memandangi bunga-bunga disana yang sangat indah serta cantik.
Tak lama kemudian, sosok pria tampan tiba-tiba muncul di hadapan Tania dan menatap wajah gadis cantik itu dengan senyuman di wajahnya. Sontak Tania terkejut saat melihat Revan calon suaminya itu ada disana dan memberikan bunga untuknya.
"Revan?" ujar Tania kaget.
"Selamat hari Valentine, sayang! Ini bunga dari aku buat kamu, sama ada coklat juga." ucap Revan sembari memberikan buket bunga dan coklat pada Tania gadisnya itu.
"Ya ampun, kamu pake beliin ginian segala sih. Aku kan gak minta loh, Van!" ucap Tania.
__ADS_1
"Gapapa, itung-itung aku nyenengin calon istri aku!" ucap Revan tersenyum sembari mengusap lembut rambut Tania dan duduk di sampingnya.
Cupp...
Revan menarik tengkuk Tania dan mengecup kening gadis itu dari samping, membuat Tania syok lalu menganga sedikit saat Revan mengecupnya. Tania tak menyangka jika Revan akan datang kesana dan bersikap romantis padanya di hadapan Rania.
Rania yang menyaksikan itu hanya senyum-senyum bahagia sembari menikmati sosis bakarnya, tentu Tania sangat malu karena Revan mengecupnya di depan Rania saat ini, namun Revan sendiri malah senang dan kembali mengecup Tania kedua kalinya.
"Ish, kamu jangan cium-cium aku terus dong! Ada Rania tau disini, gak enak!" ujar Tania.
"Gapapa kak, aku kan juga gak lihat. Lagian aku seneng kalau ngeliat orang dewasa lagi pacaran kayak gini, soalnya bikin adem!" ucap Rania.
"Tuh kata Rania aja gapapa, udah sini aku cium lagi!" ujar Revan malah menjadikan itu kesempatan.
"Ish, ya kamu jangan kelewatan juga dong, Van! Rania tuh masih kecil dan dia belum ngerti, makanya dia bilang gapapa. Dasar ih kamu!" ujar Tania.
"Hahaha, canda sayang!" ucap Revan.
Rania ikut terkekeh melihat pasangan itu saling adu mulut dan tampak romantis, ia menganggap itu sebagai tontonan gratis sembari ia menghabiskan sosis bakar di tangan.
"Sayang, aku mau dong sosisnya. Suapin gitu!" ucap Revan tersenyum.
"Enak ya, tenang aja nanti kan aku juga bakal kasih sosis aku ke kamu kalau kita udah nikah!" ucap Revan tersenyum.
Tania yang mendengarnya merasa ambigu, otaknya gerayangan kemana-mana memikirkan sosis yang dimaksud Revan. Hingga akhirnya ia menghujani Revan dengan pukulan di tubuhnya serta cubitan yang keras dan menyakitkan.
Lagi-lagi Rania dibuat tertawa terbahak-bahak karena tingkah Tania dan Revan yang lucu, ya sungguh momen yang membuat Rania terhibur di hari kasih sayang tersebut.
...•••...
Disisi lain, Reno berhenti pada sebuah minimarket yang ada di dekat jalan. Ia mengajak putrinya untuk turun dari mobil lalu masuk ke dalam minimarket tersebut untuk membeli eskrim, Tania kecil tampak senang sekali karena papanya akan membelikan eskrim untuknya di dalam sana.
Reno menggandeng tangan putrinya memasuki minimarket tersebut, tentu saja Reno langsung membawa Tania kecil ke tempat eskrim yang tersedia di dalam sana dan meminta putrinya itu untuk memilih eskrim mana yang ingin dia beli.
"Nah sayang, sekarang kamu mau eskrim yang mana?" tanya Reno tersenyum.
"Umm, aku mau yang ini pah!" jawab Tania kecil menunjuk ke sebuah eskrim disana.
"Oke," Reno pun mengambil eskrim yang diinginkan putrinya lalu memberikan itu pada Tania kecil.
"Ini sayang eskrim nya, sekarang kita bayar dulu yuk!" ucap Reno.
__ADS_1
"Iya pah, makasih!" ucap Tania kecil.
Mereka pun pergi menuju kasir untuk membayar eskrim yang dipilih Tania kecil, gadis tersebut tampak gembira dan sudah tidak sabar ingin memakan eskrim tersebut, sedangkan Reno juga sama gembiranya dengan Tania kecil itu.
"Ini aja pak?" tanya kasir.
"Iya,"
"Baik semuanya jadi lima belas ribu lima ratu," ucap kasir itu.
"Ini, kembaliannya ambil aja!" ucap Reno menyerahkan uang selembar seratus ribu pada kasir lalu mengambil eskrim itu dan memberikannya pada Tania kecil untuk langsung dimakan.
"Terimakasih, pak!" ucap kasir itu.
Reno tersenyum kemudian mengajak putrinya keluar dari minimarket tersebut.
"Pah, bukain dong!" ucap Tania kecil.
"Hahaha, iya sini!" ucap Reno.
Reno berjongkok di samping putrinya lalu membuka bungkus eskrim yang dipegang Tania, dengan mudah ia berhasil membukanya lalu memberikan kembali eskrim itu pada Tania.
"Nah ini sayang, buruan dimakan!" ucap Reno.
"Iya pah,"
Tania kecil pun memakan eskrim itu sambil berjalan bersama papanya menuju mobil, Reno tersenyum sembari memegangi tangan putrinya dan sesekali mengusap puncak kepala Tania yang sedang asyik memakan eskrim itu.
"Papa seneng banget liat kamu senyum begini, maafin papa ya karena udah selalu bikin kamu sedih!" batin Reno.
Disaat mereka hendak masuk ke mobil, bahkan Reno juga sudah sempat membuka pintu mobil itu. Tiba-tiba saja seseorang dari belakangnya menarik tubuh Tania kecil dan membawanya pergi dari Reno.
Sontak Reno yang terkejut langsung hendak mengejar orang itu, namun muncul seorang lagi dari belakangnya dan menendang Reno hingga tersungkur ke jalan.
"Papa...." teriakan Tania masih terdengar jelas di telinga Reno, ia berusaha bangkit lagi tetapi orang itu malah menginjak punggungnya.
"Lu gak bisa kejar dia!" ujarnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1