
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 222
(Nikah besok yuk!)
...•...
...•...
Saat Tania dan yang lainnya hendak melaju pergi, tiba-tiba saja seorang pria muncul mengetuk-ngetuk kaca mobil Tania. Tentu saja Tania terkejut dan langsung menoleh ke arah samping, ia dibuat tersenyum saat melihat dan menyadari itu adalah Revan alias calon suaminya. Akhirnya Tania pun memutuskan untuk turun dari mobil dan tidak jadi pulang bersama mereka.
"Pak Riko, aku pulangnya sama Revan aja. Kalian bisa pulang sekarang, tidak usah menunggu aku!" ucap Tania pada Riko.
"Eee siap, non!" ucap Riko.
Setelahnya, Tania pun membuka pintu mobilnya lalu turun dan menemui sosok Revan yang sudah berdiri disana sambil tersenyum. Tania juga membalas senyum manis Revan itu dengan senyumannya, bahkan Revan sampai tak berdaya ketika melihat senyuman dari gadis tercintanya dan mereka pun tampak mesra sekali di depan sekolah tersebut.
Sementara Velove pulang ke rumah William bersama dengan Riko serta Jono yang menyetir, Velove sempat melirik sekilas ke arah Tania dan tampak cemburu serta iri kepada Tania karena bisa mendapatkan laki-laki yang menyayangkan dan juga mencintainya, sedangkan ia justru harus menanggung malu karena dihamili oleh papa kandungnya sendiri.
Setelah mobil itu pergi, Revan pun merangkul gadisnya dan mengajak calon istrinya itu pergi ke mobilnya karena ia ingin mengajak Tania main ke rumahnya dan sarapan bersamanya.
"Sayang, ke rumah aku yuk! Mama katanya pengen ketemu sama kamu, kita sekalian aja sarapan bareng! Gimana, kamu setuju gak sayang? Kan jarang-jarang kamu main ke rumah aku, pasti selalu aku yang datang ke rumah kamu dan makan disana." ucap Revan mengajak Tania.
"Hmm, ya boleh deh. Aku juga mau cobain makanan di rumah kamu, kira-kira lebih enak atau sama aja ya sama makanan di rumahku?" ujar Tania.
"Hahaha, kurang tau sih. Kayaknya mah sama aja, tapi selera kita kan beda-beda. Ya yang pasti kamu gak akan nyesel kalau makan di rumahku, karena kan ada aku yang nemenin kamu!" ucap Revan sambil mencubit pipi Tania karena gemas.
__ADS_1
"Ish, ada-ada aja kamu ah! Masih pagi udah ngegombal aja, kan aku jadi malu!" ujar Tania.
"Gak perlu malu, sayang! Toh sebentar lagi kita bakal menikah dan jadi suami-istri..." ucap Revan.
"Hahaha... oh ya, kamu tau darimana aku disini?" tanya Tania menatap penasaran.
"Tadi aku ke rumah kamu, niatnya sih mau jemput kamu dan anterin Rania ke sekolah bareng sama kamu. Eh pas aku sampe sana, kamunya udah gak ada dan kata papa kamu, kamu sama Rania juga udah berangkat ke sekolah." jawab Revan.
"Oalah, ya kamu kenapa datangnya telat? Biasanya juga kamu datang lebih pagi tuh, apa tadi kamu kesiangan?" tanya Tania.
"Umm, ya gitu deh. Soalnya semalam aku pulang larut, ada satu pasien yang butuh penanganan darurat dan aku terpaksa kerja lembur demi bisa menyelamatkan dia. Walau sebenarnya aku juga udah capek banget dan pengen pulang, tapi mau gimana lagi ya kan?" jawab Revan.
"Aduh, kamu tuh keren banget sih! Jiwa kemanusiaan kamu itu emang ajib deh! Aku salut banget sama kamu, aku juga bangga punya calon suami kayak kamu!" puji Tania.
"Hahaha, bisa aja kamu! Udah yuk, kita berangkat sekarang! Mama udah tunggu tuh!" ucap Revan.
"Hayuk!" ucap Tania tersenyum.
...•••...
Disisi lain, Reno dan Lyota baru sampai di depan sekolah untuk mengantar Tania kecil. Mereka pun bersama-sama turun dari mobil dan menggandeng tangan Tania lalu berjalan ke dalam sekolah tersebut, sampai mendekati lorong sekolah. Tampak raut kegembiraan di wajah Tania kecil karena bisa diantar ke sekolah bersama papa serta calon mamanya.
"Pah, mama Lyota. Aku seneng deh, bisa diantar ke sekolah sama papa dan mama Lyota. Aku jadi gak sabar pengen tinggal dan tidur bareng sama mama Lyota, bisa kan pah?" ucap Tania kecil.
"Oh, bisa dong sayang! Bukan cuma sama mama Lyota aja, tapi kita tidur bareng bertiga juga bisa kok! Nanti Tania tidur di tengah-tengah papa sama mama Lyota, pasti Tania seneng kan?" ucap Reno.
"Wah asik! Aku makin gak sabar deh, kapan papa mau nikahin mama Lyota? Supaya mama Lyota bisa ikut tinggal bareng di rumah kita, aku juga mau deket sama nenek Julia dan tante Reva." ucap Tania kecil.
"Iya sayang, sebentar lagi kok!" ucap Reno.
"Yaudah, Tania sekarang masuk dulu ke dalam! Kan Tania masih harus sekolah, nanti pulangnya biar mama sama papa jemput lagi!" ucap Lyota.
"Oke, mama!" ucap Tania kecil sambil tersenyum.
__ADS_1
Lyota pun tampak senang melihat ekspresi kebahagiaan dari Tania, begitupun dengan Reno yang sudah lama tidak melihat ekspresi itu di wajah putrinya sejak Rosa meninggal.
"Pah, mah. Kalo gitu aku mau masuk dulu, ya?" ucap Tania kecil mencium tangan Reno dan Lyota.
"Iya sayang, belajar yang rajin ya cantik!" ucap Lyota tersenyum sembari mengecup kening Tania dan mengusap wajahnya yang menggemaskan.
"Bener tuh, jangan bandel juga!" sahut Reno.
"Enggak dong, pah! Kan kata mama Lyota, aku harus nurut sama guru dan gak boleh bandel sama temen-temen aku di sekolah. Aku juga seneng banget bisa punya teman yang banyak dan guru yang baik hati, jadi aku gak bakalan bandel kok, pah!" ucap Tania kecil tersenyum riang.
"Iya sayang, bagus itu!" ucap Lyota.
Setelahnya, Tania kecil pun masuk ke dalam sekolahnya sembari melambaikan tangan ke arah Lyota serta Reno. Sedangkan Reno langsung juga mendekati Lyota dan merangkulnya dari samping, Reno mengecup kening serta wajah calon istrinya itu sambil tersenyum manis.
"Ren, diem ah! Itu masih dilihatin sama Tania tau! Lagian disini kan banyak orang, ada anak kecil yang rame! Emang kamu gak malu apa?" ujar Lyota.
"Hahaha, biarin aja! Toh kita sebentar lagi mau nikah, nanti biar saya undang semua orang disini buat hadir ke acara nikahan kita. Gimana, kamu setuju gak?" ucap Reno sembari mengusap rambut gadisnya.
"Haish, ya terserah kamu aja!" ucap Lyota.
"Nah cakep!" ucap Reno tersenyum.
Cupp...
Reno kembali mengecup pipi gadisnya dan terus mengeratkan rangkulannya, sesekali Reno juga membelai bibir Lyota yang menggodanya.
"Kita nikah besok aja yuk! Aku makin gak sabar, aku pengen banget tidur berdua dan jalanin malam pertama bareng wanita cantik ini." ucap Reno dengan senyum mesumnya.
"Hah??" Lyota terkaget-kaget dibuatnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1