Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 115 (Kenyataan pahit)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 59


(Kenyataan pahit)


...•...


...•...


Lagi-lagi malam ini Rianti harus makan tanpa kehadiran sang suami, ia sangat sedih karena suaminya selalu ingkar janji dan kembali tidak menepati janjinya semalam. Padahal Rianti sudah sangat menantikan kehadiran suaminya disana begitupun dengan Athar & Christy.


Rianti berusaha tetap tersenyum di hadapan kedua anaknya itu agar mereka mau tetap makan, walau Athar selalu menanyakan papanya kepada Rianti.


"Mah, papa kemana sih? Kok belum pulang juga? Emang papa gak mau ya makan bareng sama kita disini??" tanya Athar yang polos.


"Gak gitu kok sayang, papa kamu lagi sibuk mungkin di kantornya banyak kerjaan! Udah ya kamu makannya sama mama dan dedek Christy aja, nanti papa pasti nyusul!" ucap Rianti tersenyum lalu menyuapi sesendok nasi ke mulut Athar anaknya itu.


"Iya deh mah, tapi aku heran aja kok papa selalu gak ada sih setiap makan malam??" ucap Athar dengan mulut yang dipenuhi makanan.


"Udah kamu makan aja dulu, ditelan nasinya baru bicara nanti keselek loh! Soal papa kamu jangan dibahas lagi ya, abisin dulu nih makanan kamu!" ucap Rianti meminta Athar agar tak membahas suaminya lagi.


"Oke mah,"


Athar pun tak lagi membahas papanya sesuai kemauan mamanya, ia memang anak yang penurut dan pintar. Rianti pun bangga memiliki putra seperti Athar, walau Athar hadir bukan dalam pernikahannya dengan Lionel.


Tak lama kemudian, Christy malah menangis kejer saat tengah disuapi oleh Aliyah pengasuhnya. Sontak Rianti langsung menghampiri putrinya tersebut dan coba menenangkannya agar tak lagi menangis.


"Us us us, sayang, jangan nangis nak! Ini mama ada kok disini kok..." ucap Rianti menghibur putrinya yang duduk di atas kursi bayi.

__ADS_1


Christy malah semakin menangis kencang, membuat Rianti kebingungan serta Athar juga ikut panik karena adiknya menangis seperti itu.


"Mah, dedek Christy kenapa mah?" ujar Athar menghampiri Rianti serta adiknya.


"Gapapa kok sayang, kamu lanjut makannya sendiri ya mama mau tenangin adik kamu dulu!" ucap Rianti mengusap kepala Athar.


"Iya mah," ucap Athar lalu berlari kembali ke tempat duduknya dan lanjut makan.


Sementara Rianti menggendong tubuh putrinya serta mengusap-usap kening Christy agar anak itu bisa tenang, ia berpikir kalau Christy sedang rindu dengan papanya karena memang jarang sekali bertemu dengan sang papa.


"Cup cup cup, jangan nangis sayang! Mama kan ada disini, udah ya tenang!" ucap Rianti.


Akhirnya tangisan Christy berhenti dan malah tertidur di dalam gendongan mamanya, Rianti pun tersenyum senang karena putrinya bisa ditenangkan. Mengetahui Christy tidur, ia membawa putrinya itu ke kamar disertai oleh Aliyah yang mengikuti dari belakang dengan menenteng perlengkapan Christy.


"Aliyah, kamu tolong jagain Christy dulu ya! Saya mau telfon suami saya," ucap Rianti menitipkan putrinya pada Aliyah.


"Siap bu!"


Rianti pun keluar dari kamar Christy lalu mengambil ponselnya yang terletak di atas sofa, ia mencoba menghubungi nomor suaminya untuk bertanya dimanakah dia sekarang dan mengapa sampai saat ini tak kunjung pulang.


📞"Halo mas, kamu dimana? Anak-anak nyariin kamu loh, cepetan pulang dong mas!" ucap Rianti tampak cemas.


Tak ada balasan apapun dari telpon itu, hanya keheningan yang terdengar di telinga Rianti dan membuat wanita itu tambah cemas.


📞"Mas? Kamu kok diem sih mas?" tanya Rianti cemas karena suaminya tak menjawab.


📞"Suami kamu sedang pergi ke toilet, jangan hubungi dia sekarang!"


Rianti tampak syok mendengar jawabannya, suara yang ia dengar merupakan suara perempuan. Ia pun langsung berpikiran negatif pada suaminya karena bagaimana bisa handphone milik sang suami dipegang oleh wanita itu.


"Siapa dia? Kenapa hp mas Lionel bisa ada sama dia??"


Disaat Rianti ingin berbicara kembali, tiba-tiba telpon sudah terputus sehingga Rianti tidak bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang muncul dalam benaknya.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Joshua berhasil mengajak bicara wanita yang telah dinodai nya itu dengan tenang di atas meja makan. Kepalanya yang terluka juga telah diobati oleh wanita itu karena ia merasa bersalah atas tindakannya.


"Daritadi kita sudah berbicara banyak, tapi sampai sekarang kita belum tau nama masing-masing dari kita..." ucap Joshua.


Wanita yang sedang menikmati masakan Joshua itu pun menghentikan aktivitasnya, ia melirik ke depan menatap wajah Joshua.


"Nama gue Felicia," ucap wanita itu singkat lalu kembali menundukkan kepalanya dan lanjut memakan makanan di piring.


"Ohh, nama yang bagus! Kenalin, gue Joshua!" ucap Joshua tersenyum mengulurkan tangannya ke hadapan wanita itu.


Namun, wanita bernama Felicia itu tidak mau bersalaman dengan Joshua karena masih merasa kesal padanya.


"Ya oke, gapapa kalo lu gak mau salaman sama gue! Yang penting lu mau maafin gue, jujur aja Feli gue juga gak mau ini semua terjadi! Karena gue udah punya pacar dan sebentar lagi akan menikah, gue gak bisa mikir gimana kalo dia sampe tau tentang kejadian ini..." ujar Joshua.


"Justru bagus dong, jadi dia bisa tau kebusukan calon suaminya sebelum lanjut menikah! Dan dia gak akan menyesal di kemudian hari karena udah nikah sama lu!" ucap Felicia.


"Ya gua tau gua salah, tapi jangan kayak gitu juga kali! Gua cinta mati sama dia, mana bisa gue hidup tanpa dia??" ujar Joshua.


"Itu bukan urusan gue dan bukan masalah gue juga! Yang gue mau cuma keadilan, lu udah perkosa gue dan gak bisa seenaknya aja lu cuma minta maaf atas perbuatan keji lu itu! Lu harus tanggung jawab dengan serahin diri ke polisi atau gue sendiri yang bakal seret lu kesana supaya lu bisa ditahan!" ucap Felicia.


"Ja-jangan dong Feli, kita ambil jalan damai aja ya! Oke, gua bakal tanggung jawab dan hidupin biaya kehidupan lu sama orang tua lu! Tapi please jangan libatkan polisi dalam masalah ini, gue gak mau di penjara Fel!" ujar Joshua.


Wanita itu memalingkan wajahnya tampak geram dengan sikap Joshua, ia rasanya geram sekali dan ingin menghabisi laki-laki itu sekarang juga.


"Lu gak pengen di penjara, tapi lu berani-beraninya renggut kesucian gue! Asal lu tau ya, gue gak butuh semua uang lu itu! Yang gue mau cuma lu dapet balasan setimpal atas apa yang udah lu lakuin ke gue, uang gak akan cukup buat bayar ini semua! Dengan kehilangan keperawanan, gue bakal sulit melakukan apapun dan mungkin gak akan ada yang mau terima gue...." ujar Felicia emosi dan matanya mulai berkaca-kaca.


Tampak air mata sudah bertumpuk di matanya dan mungkin akan pecah bila ia mengedipkan matanya sekali saja, kesedihan sangat terasa di hati Felicia karena harus menerima kenyataan pahit kehilangan kesucian di usianya yang masih muda ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Rianti nih❤️...

__ADS_1


__ADS_2