
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 179
(Mau jajan)
...•...
...•...
"KAK TANIAAA...."
Suara teriakan itu membuat Tania tersenyum gembira, ia senang bisa kembali mendengar suara tersebut setelah kemarin tak dapat mendengarnya. Tania pun menoleh ke belakang melihat sosok adiknya yakni Rania yang tengah berlari ke arahnya.
Sontak Tania langsung berjongkok sembari merentangkan tangan bersiap menyambut Rania lalu memeluk tubuh adiknya itu, Tania sudah sangat rindu pada Rania dan ingin sekali memeluknya saat ini juga apalagi kemarin hampir seharian ia berpisah dengan Rania yang dibawa mamanya.
Hugg...
"Aku kangen sama kakak," ucap Rania.
Rania mendekap erat tubuh kakaknya begitu sampai di depan mata Tania. Mereka pun berpelukan disana melepas rindu karena sudah tak bertemu selama satu hari, mungkin memang sebentar tapi sangat amat membuat mereka terluka.
"Sama sayang, kakak juga kangen banget sama Rania! Lain kali Rania jangan mau ya diajak pergi gitu aja tanpa seizin kakak, kan kakak jadi khawatir sama Rania!" ucap Tania menangis bahagia.
"Aku kan perginya sama mama, kak! Aku juga gak diapa-apain kok sama mama, justru mama baik banget sama aku. Di rumahnya kemarin, aku dikasih makanan yang enak sama tempat tidur empuk loh kak!" ucap Rania tersenyum.
"Iya sayang, tapi tetep aja kakak khawatir kalau Rania pergi gak izin dulu sama kakak. Lain kali seenggaknya kamu minta mama kamu buat SMS ke nomor kakak, ya?" ucap Tania.
"Iya kak, udah dong jangan nangis lagi! Aku kan udah ada disini sama kakak, aku juga udah meluk kakak nih sambil senyum. Kak Tania jangan sedih ya! Nanti aku bakal ikutan sedih juga, soalnya kan kita sehati!" ucap Rania menghibur kakaknya.
"Oke sayang, kakak gak sedih kok. Nih kakak senyum sama kayak Rania sekarang, tapi inget ya apa yang tadi kakak bilang ke kamu!" ucap Tania.
__ADS_1
"Iya kak, aku bakal inget terus kok dan simpan itu di kepalaku. Kalau kakak gak percaya, sini kelingking kakak tempelin ke kelingking punyaku!" ucap Rania menyodorkan jari kelingkingnya.
"Ahaha, iya nih kakak tempelin!" ucap Tania.
Tania pun mengaitkan jari kelingking miliknya ke kelingking Rania, ya hal ini yang ia lakukan juga pada Revan kemarin serta beberapa waktu lalu ketika ia masih kecil dan tinggal bersama Jordi alias ayah angkatnya yang mengasuh serta merawatnya dulu.
"Rania, pasti yang ngajarin Rania kayak gini itu ayah Jordi ya?" ucap Tania sembari memegang wajah adiknya dengan kedua telapak tangan.
"Iya kak, dulu waktu aku masih nyopet ayah tuh selalu minta aku janji dulu kalau aku bakal kerja dengan serius dan dapetin uang yang banyak!" jawab Rania sambil tersenyum renyah.
"Hahaha, sama kita. Tos dulu dong!" ucap Tania.
Rania langsung gerak cepat menepuk telapak tangan Tania dengan tangannya, ya itulah yang dinamakan tosan seperti yang biasa dilakukan orang-orang. Rania tampak tertawa ceria menatap wajah kakaknya, begitupun dengan Tania.
"Yaudah, kita pulang yuk!" ucap Tania berdiri lalu menggenggam tangan Rania.
"Nanti dulu kak, aku mau jajan dulu. Tadi soalnya di kantin aku gak beli apa-apa kak, soalnya jajanannya itu ngebosenin!" ucap Rania.
"Hahaha, yaudah Rania mau jajan apa?" tanya Tania.
"Umm... aku mau sosis bakar jumbo itu dong, kak! Boleh kan?" ucap Rania menunjuk ke arah si penjual sosis bakar.
"Bisa dong kak, kan makannya berdua sama kakak! Boleh ya kak, boleh ya?" ucap Rania memohon dengan menunjukkan wajah memelas nya.
"Iya iya, yuk kita beli!" ucap Tania.
"Horeee....!!!"
Rania tampak sangat gembira. Tania pun langsung menggandeng tangan adiknya lalu pergi menuju gerobak penjual sosis bakar.
...•••...
Disisi lain, Reno juga sudah bersama Tania kecil alias Ana putrinya yang baru saja keluar dari sekolahnya setelah puas bermain di taman sekolah. Reno langsung menggendong tubuh putrinya dan mencubit dua pipi gadis kecil itu.
"Udah seneng? Sekarang kita pulang yuk!" ucap Reno mengajak putrinya untuk pulang.
"Iya pah, tapi kak Lyota mana? Kok gak ikut jemput aku lagi sih pah?" tanya Tania kecil.
__ADS_1
"Kak Lyota nya lagi ada urusan, kamu jangan sedih ya! Besok atau lusa pasti kak Lyota bakalan ikut sama papa lagi kok, sekarang kita berdua dulu ya?" ucap Reno tersenyum.
"Oke deh pah, tapi beliin aku eskrim ya?" ucap Tania kecil sambil tersenyum.
"Aduh, kamu kok eskrim mulu sih yang diminta? Bukannya kemarin kamu baru makan eskrim kan sama oma opa?" ucap Reno.
"Hehe iya sih pah, tapi aku kepengen lagi!" ucap Tania kecil.
"Yaudah iya, buat anak papa yang cantik dan imut ini apa sih yang enggak? Nanti kita mampir ke minimarket deh buat beli eskrim yang banyak, kamu pilih aja sesuai kemauan kamu!" ucap Reno.
"Yeay asik!! Ayo pah kita jalan sekarang!" ujar Tania berteriak kegirangan.
"Iya iya, seneng banget kamu kayaknya kalo mau papa beliin eskrim. Yuk sekarang kita lanjut jalan ke dalam mobil, kamu duduk di depan ya samping papa!" ucap Reno.
"Oke pah!"
Reno pun melangkahkan kakinya menuju mobil lalu memasukkan tubuh putrinya ke dalam sana, barulah ia memutari mobil dan duduk di kursi kemudi bersiap untuk melajukan mobil. Namun, ia tak sengaja melihat Tania di seberang sana sedang berdiri membeli sosis bakar.
"Tania? Dia selalu aja bikin saya tergoda dan ingin mendekatinya, tapi saya harus kuat. Saya gak boleh dekati dia lagi karena dia calon istri orang!" gumam Reno di dalam hatinya.
Akhirnya Reno memilih melupakan pikirannya tentang Tania dan segera memalingkan wajahnya dari gadis itu, ia pun masuk ke dalam mobil menyusul Tania kecil yang sudah menunggu sembari senyum-senyum menggoyangkan kaki.
"Papa kok lama sih?" tanya Tania kecil.
"Maaf ya sayang, papa tadi kayak ngeliat ada siapa gitu eh ternyata salah. Kamu kok belum pake sabuk pengamannya sih, sayang?" ujar Reno.
"Hehe aku gak bisa, pah! Tadi aku udah narik-narik tapi gak muncul juga!" ucap Tania kecil.
"Hahaha, ada-ada aja kamu ini. Yaudah sini biar papa bantu pasangin, abis itu baru deh kita berangkat!" ucap Reno tersenyum.
"Iya pah...."
Reno pun memasangkan sabuk pengaman di tubuh putrinya lalu tak lupa juga memasang miliknya, barulah setelahnya ia menyalakan mesin mobilnya dan mulai melaju dengan kecepatan sedang.
Reno juga menyetel musik jedag-jedug yang membuat telinga sakit dan terus terngiang-ngiang pada musik tersebut, Tania kecil juga tampak menikmati sembari goyang kepala dan joget-joget gak jelas di dalam mobil itu bersama papanya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...