Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 123 (Surprise)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 67


(Surprise)


...•...


...•...


Tania sampai di rumahnya dan tampak tidak sabar untuk masuk ke dalam, ia langsung berniat membuka pintu mobilnya tapi ditahan oleh Riko dengan tangannya.


"Jangan, non!" ucap Riko tegas.


"Kenapa?" tanya Tania heran.


"Biar saya dulu yang turun, nanti non turunnya saya bantu! Saya takut non belum kuat jalan sendiri, nantinya malah tambah sakit!" jelas Riko.


"Ya ampun pak, saya udah sembuh! Lagian luka saya kemarin juga gak terlalu parah, saya masih bisa kalau cuma jalan ke rumah mah!" ujar Tania.


"Maaf non, tapi saya sebagai pengawal harus memastikan keselamatan non Tania! Kalau tidak, maka saya pasti bakal dipecat non!" ucap Riko.


"Aduh, yaudah deh cepet! Saya penasaran siapa yang datang ke rumah..." ujar Tania.


"Baik, non!"


Riko pun langsung turun dari mobil lalu berjalan ke sisi mobil yang lain untuk membantu Tania turun, walau sebenarnya hal itu sangat tidak perlu mengingat Tania masih bisa berjalan sendiri. Tapi apa boleh buat, begitulah prosedur seorang asisten pribadi yang sekaligus pengawal menurut Riko.

__ADS_1


"Mari, non saya bantu!" ucap Riko membuka pintu mobil lainnya lalu membantu Tania turun dari mobil.


Tania diam saja kemudian berpegangan pada Riko menuruni mobil, sebenarnya ia merasa tindakan Riko ini terlalu lebay karena ia tak memerlukan bantuan pria tersebut untuk hanya sekedar turun dari mobil.


Mereka pun berjalan menuju rumah Tania yang lumayan jauh dari tempat mobil berhenti, jaraknya mungkin hampir seperti luas lapangan sepakbola. Tania terus dibantu oleh Riko karena pengawalnya itu sangat khawatir pada nona nya, walau berkali-kali Tania menolaknya tapi berkali-kali juga Riko memaksa untuk membantunya.


Akhirnya mereka sampai di dalam rumah, Tania sangat heran karena kondisi rumahnya itu sangat gelap tak ada lampu satupun yang menyala hanya pantulan sinar matahari yang menyinari ruangan itu.


"Pak, ini kenapa gelap banget sih? Mati lampu apa gimana? Tapi masa sih mati lampu?" tanya Tania.


"Eee saya juga gak tau non, mungkin ada masalah kali sama listriknya!" jawab Riko.


"Duh tolong dicek ya pak! Saya gak betah kalau gelap-gelapan kayak gini terus!" ucap Tania.


"Baik non, tapi sekarang kita masuk dulu!" ucap Riko.


Tania manggut-manggut setuju lalu berjalan ke dalam rumahnya dituntun oleh Riko, mereka maju dengan perlahan dan tampak Riko seperti memberi kode pada seseorang dengan matanya.


Tiba-tiba muncul suara yang mengagetkan Tania, gadis itu reflek berteriak menutup telinganya serta memejamkan mata karena terkejut. Namun, rupanya itu adalah bunyi dari party popper alias tembakan kertas dan tak lama lampu pun menyala dengan segerombolan orang berdiri di depan Tania.


"Surprise..." ucap mereka secara bersamaan.


Sontak Tania membuka matanya lalu terkejut saat melihat papanya bersama Jordi dan beberapa orang lainnya berada disana, Tania langsung tersenyum lebar tidak menyangka kalau mereka bisa ada disana.


"Papa? Bang Jordi?" ucap Tania.


Dengan perasaan sangat bahagia Tania langsung berlari menghampiri papanya dan meninggalkan Riko disana, ia memeluk erat tubuh papanya itu.


"Pah, aku kangen sama papa!" ucap Tania.


"Iya sayang, papa juga! Itu sebabnya papa datang kesini untuk menengok kamu, selain itu papa juga khawatir karena Riko bilang kalau kamu masuk rumah sakit akibat diserang orang!" ucap William.


Mereka berdua terus berpelukan dengan erat seperti tak ada yang mau melepaskannya, sementara Jordi terlihat bahagia melihat anak asuhnya itu kini sudah menemukan keluarga aslinya yang sangat menyayanginya. Walau Jordi juga masih kepikiran tentang Rania, sampai sekarang ia belum tau berita tentang penculikan Rania.

__ADS_1


"Papa gak akan maafin siapapun yang udah lukain kamu, Tania! Papa akan tuntut balas perbuatan mereka dan bikin mereka kapok, bisa-bisanya putri seorang William Abraham dibuat terluka!" batin William merasakan amarah yang amat sangat dalam dirinya pada orang yang sudah melukai putrinya.


...•••...


Disisi lain, Lionel sampai di kantornya dan seperti biasa sudah ada Shani yang menunggu kehadirannya di ruangan kerjanya. Gadis itu memang selalu hadir disana lebih pagi daripada Lionel, tentu karena Shani ingin menyapa Lionel pagi-pagi sekali dan melihat wajahnya yang tampan seperti author.


"Mau apa lagi sih kamu, Shani? Saya kan udah bilang kamu gak perlu datang setiap hari disini! Saya bisa kerjain semuanya sendirian tanpa bantuan kamu, cepat sekarang kamu keluar!" ucap Lionel emosi.


Shani yang melihat kedatangan Lionel langsung bangkit dari duduknya sambil tersenyum, ia pun mendekati pria tersebut lalu seperti biasa menggodanya dengan menautkan tangannya ke sela-sela lengan Lionel. Shani juga membenamkan kepalanya di bahu pria itu sambil mengelus lembut dada bidang Lionel dengan jari-jarinya.


"Kamu jangan marah-marah dong, sayang! Aku punya niat baik loh, aku mau temenin kamu disini supaya kamu bisa lebih semangat kerjanya! Aku juga bawain kamu cemilan loh, nanti kita makan bareng-bareng ya!" ucap Shani dengan nada manja.


"Cukup ya, Shani! Jangan mentang-mentang papa kamu menaruh banyak dana di perusahaan saya, jadi kamu bisa seenaknya bersikap seperti ini! Gimanapun juga saya berhak untuk mengusir kamu karena kamu sudah mengganggu ketenangan saya!" ujar Lionel bertambah marah.


"Kamu gak berhak usir aku, Lionel! Karena kalau kamu lakuin itu, aku bakal minta papa aku buat tarik kembali semua dana yang udah dia investasikan ke perusahaan kamu! Ingat kalau itu sampe terjadi, aku yakin perusahaan kamu ini akan mengalami kebangkrutan dan gak sanggup buat bayar hutang-hutang!" ucap Shani mengancam Lionel.


Lionel terdiam menatap wajah wanita disampingnya itu yang masih meletakkan tangannya di bahu Lionel, sementara Shani terus saja menempel bahkan semakin mendekatkan tubuhnya pada Lionel.


"Dan ingat juga sayang, aku punya bukti rekaman video saat kamu paksa aku buat melakukan hal keji itu! Aku yakin banget kalau istri kamu lihat video itu, dia pasti syok banget dan langsung marah sama kamu, sayang!" sambung Shani kembali melontarkan ancaman pada Lionel.


"Cukup, sudah jangan dilanjutkan! Aku paham dan ngerti semuanya tanpa perlu kamu ulangi lagi, sekarang tolong singkirkan tangan kamu dari tubuh aku karena aku gak mau ada salah paham nantinya!" ucap Lionel tegas.


"Kalo aku gak mau lepasin gimana? Biarin aja sayang ada yang salah paham, justru bagus kan kita jadi bisa lebih leluasa berduaan..." ucap Shani malah semakin menggoda lelaki tersebut.


"Haish ya ampun, kamu emang bener-bener perempuan gak tau malu ya, Shani! Saya ini udah punya istri dan anak, sekali lagi saya peringati kamu untuk melepaskan tangan kamu dari tubuh saya! Cepat, Shani!" ujar Lionel mengeraskan suaranya.


"Gak mau, sayang!" ucap Shani kekeuh.


Akhirnya Lionel berlaku kasar kepada wanita itu dengan menarik paksa lengan Shani lalu mendorongnya menjauh dari tubuhnya, naasnya Shani malah terbentur tembok hingga mengalami luka di bagian dahinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2