
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 93
(Jordi pergi)
...•...
...•...
Malam telah kembali tiba, Tania baru keluar dari kamar adiknya setelah membantu menidurkan gadis kecil itu karena Rania minta dibacakan sebuah cerita atau bisa disebut dongeng. Tania menutup pintu kamar Rania dengan perlahan supaya gadis kecil itu tidak terbangun dari tidurnya, setelahnya barulah ia pergi berjalan menuju kamarnya.
"Tania!"
Akan tetapi, tiba-tiba ada sebuah suara berat memanggil namanya dari arah depan yang membuat Tania menghentikan langkahnya sejenak untuk menunggu kedatangan pemilik suara itu.
Ya rupanya itu ialah Jordi alias ayah angkatnya yang baru muncul dari pantai bawah, Jordi menghampiri Tania dengan wajah serius sehingga membuat gadis itu penasaran apa yang terjadi sebenarnya.
"Gue mau bicara sama lu empat mata, bisa?" tanya Jordi saat sudah sampai di dekat Tania sembari menatap mata gadis itu tajam.
__ADS_1
"I-i-iya, bisa kok bang!" jawab Tania sedikit gugup karena baru kali ini ia melihat ayah angkatnya bersikap seperti itu.
"Yaudah kita bicara disana!" ucap Jordi seraya menunjuk ke arah kursi di dekat sana.
Tania manggut-manggut lalu berjalan menuju kursi begitupun dengan Jordi, ya mereka pun duduk disana berhadap-hadapan untuk berbicara. Tania masih belum tahu apa yang akan dibicarakan Jordi padanya, ia cukup penasaran karena wajah Jordi terlihat serius menatapnya bahkan tak ada senyum sedikitpun disana yang bisa ia lihat.
Jordi memajukan tubuhnya mendekati Tania, ia meraih dua tangan gadis itu lalu menggenggamnya. Tania pun semakin tegang dan penasaran mengapa Jordi sampai seserius ini, memangnya apa yang akan ia bicarakan padanya? Begitulah pikirnya.
"Ada apa sih, bang?" tanya Tania menatap penasaran ke mata ayah angkatnya.
Jordi menghela nafas panjang tanpa mengalihkan pandangannya ataupun melepas genggamannya.
"Gue mau pergi dari sini, rasanya gue gak pantas berada disini apalagi tinggal sama seorang seperti bapak William Abraham! Lagipun gue juga harus kembali ke markas dan kontrol semua anak buah gue, bisa-bisa mereka jadi malas kerja karena udah gak ada gue disana!" jelas Jordi.
Tania langsung terbelalak begitu mendengar ucapan Jordi barusan, ia tak mengira ayah angkatnya ternyata masih saja membuka bisnis copet dan bahkan sekarang hendak kembali kesana.
"Gak bisa, Tania! Hidup gue udah ditakdirkan jadi seorang pencopet dan bos copet, gue gak bisa berubah jadi orang baik atau apapun itu! Sorry banget ya Tania, gue harus balik sekarang dan maaf gue belum bisa lakuin apa yang lu mau itu! Gue titip Rania sama lu ya, jaga dia baik-baik karena gue yakin gadis itu pasti bisa jadi orang sukses di masa depan!" ucap Jordi menahan tangis.
"Aamiin, iya pasti bang! Tapi, aku takut Rania nanti malah sedih kalau abang pergi dari sini! Tolong abang pikiran sekali lagi ya, jangan ambil keputusan secara mendadak kayak gini! Lagian papaku kan udah mau serahin satu cabang perusahaannya ke abang, ayolah bang dipikir lagi ya!" ucap Tania memohon pada Jordi.
"Gak, gue gak bisa kalo harus ngurus perusahaan bokap lu! Nanti yang ada gue bisa ngerusak semuanya dan perusahaan itu bakal bangkrut, lebih baik gue terusin bisnis copet gue! Karena cuma bidang itu yang gue kuasain, mending lu suruh bokap lu cari orang lain yang bener-bener bisa ngurus perusahaan!" ujar Jordi menolak.
"Bang, aku tahu abang pasti bisa! Abang itu orang pinter dan aku yakin abang bisa lakuin itu, ayolah bang hijrah dari dunia gelap itu! Mau sampai kapan abang terus-terusan berada di dunia percopetan? Emangnya abang mau selamanya jadi orang jahat yang suka ambil uang orang? Lagian penghasilan dari perusahaan papaku itu gede loh bang, lebih besar berpuluh-puluh kali lipat dari penghasilan abang di bisnis copet!" ucap Tania coba meyakinkan ayah angkatnya.
"Lu salah, Tania! Gue cuma seorang copet bodoh yang gak bisa apa-apa selain nyopet, gue aja gak pernah sekolah apalagi belajar! Jadi gimana bisa gue ngurus perusahaan milik bokap lu yang ternama itu, gausah ngada-ngada deh Tania! Udah ya tolong jangan paksa gue lagi buat menetap disini apalagi nyuruh gue terima tawaran bokap lu! Gue harus pergi Tania, sebelum Rania bangun besok pagi!" ucap Jordi tetap kekeuh pada keyakinannya.
__ADS_1
Tania pun pasrah karena Jordi sulit dibilangin, akhirnya ia membiarkan ayah angkatnya itu untuk pergi walau sangat berat baginya menerima kenyataan kalau Jordi masih menjadi bos copet.
"Oke, aku udah gak bisa larang atau tahan abang lagi! Terserah abang aja sekarang, aku cuma berharap suatu saat nanti abang bisa sadar kalau perbuatan abang ini tuh salah dan gak benar! Jaga diri abang baik-baik ya disana, jangan sampai abang ketangkap polisi lagi!" ucap Tania menitikkan air mata.
"Santai, lu gak perlu khawatir!" ucap Jordi pelan lalu tersenyum tipis menatap wajah Tania.
Jordi mendekat kemudian merangkul gadis itu, mereka pun berpelukan disana sebagai tanda perpisahan. Sungguh berat bagi Tania berpisah dengan ayah angkatnya, walau ia masih bisa bertemu kembali dengannya di markas copet.
Jordi melirik sekilas ke dalam kamar Rania, ia melihat gadis kecil itu tengah tertidur pulas menghadap ke arah pintu sehingga ia bisa melihat wajah Rania yang tampak cantik itu.
"Bahagia selalu disini ya, Rania!" ucap Jordi pelan sambil meneteskan air mata.
Tania tersenyum dari belakang Jordi, ia senang pada perubahan sikap ayah angkatnya yang sekarang walau Jordi masih kembali menjadi bos copet.
"Bang!" sapa Tania menghampiri Jordi.
"Ya, kenapa?" tanya Jordi heran.
"Kalau abang pengen ketemu Rania nanti, abang tinggal datang aja kesini ya! Pintu rumah aku terbuka lebar kok buat abang, jangan ragu atau sungkan ya!" ucap Tania tersenyum manis.
"Siap! Lu jagain Rania sebaik mungkin ya, gue gak mau kejadian kemarin terulang lagi sama Rania!" ucap Jordi memegang wajah Tania serta memaksa gadis itu mendongak menatapnya.
"Iya bang, aku pasti bakal jagain Rania kok!" ucap Tania pelan.
Jordi tersenyum lebar kemudian mendekap erat tubuh Tania, ia menghirup aroma tubuh gadis itu untuk yang terakhir kalinya sebelum pergi dari rumah besar tersebut. Tania pun tampak menikmati pelukan dengan ayah angkatnya, karena ia juga sangat menyayangi Jordi seperti ia menyayangi papa kandungnya dan juga Rania.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...