Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 315 (Salah bicara)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 258


(Salah bicara)


...•...


...•...


Lionel masih dengan amarahnya menatap tajam wajah Athar di depan rumahnya, Lionel juga menaruh dua tangannya pada pundak Athar sehingga membuat pria kecil itu gugup dan gemetar. Tentu Lionel sangat kesal karena Athar telah melakukan kesalahan yang cukup besar, apalagi sebelumnya Lionel juga tengah pusing akibat masalah kantornya.


Athar hanya bisa terdiam menundukkan kepala dengan tubuh bergetar, ia sudah tak tahan dan ingin segera menumpahkan air mata mengingat telinganya Kiba memerah akibat jeweran ibu tadi. Namun, Athar tidak berani melakukan itu karena takut papanya akan semakin marah padanya bukan mengasihaninya seperti yang ia bayangkan saat ini.


"Athar! Papa mau tanya sama kamu sekarang, siapa yang izinin kamu buat main di luar sendirian kayak gitu? Emangnya mama sama suster Amel itu kemana, ha?" ucap Lionel keras.


"Ma-maaf pah! Tadi aku langsung pergi gitu aja tanpa izin sama mama atau suster, soalnya mereka lagi sibuk ngurus dedek Christy di dalam!" ucap Athar.


"Kamu kenapa jadi nakal begini sih? Siapa yang ngajarin kamu buat jadi anak yang bandel? Emang kamu ini gak pernah mikirin perasaan papa atau mama, ya? Bisa-bisanya kamu bikin papa darah tinggi karena ulah kamu, lihat tadi papa sampai ditegur sama ibu-ibu itu!" ucap Lionel.


Athar kembali menunduk dengan raut bersedih, ia tak menyangka Lionel bisa sampai semarah itu.


"Gara-gara ulah kamu, papa sampai harus kehilangan uang banyak tau gak! Kamu bukannya bikin papa kamu bahagia, malah bikin tambah menderita! Anak macam apa sih kamu, ha?!" bentak Lionel emosi.


"Pah, maafin aku pah!" rengek Athar.

__ADS_1


"Papa gak butuh maaf dari kamu! Emang dasar anak gak bener, pantas aja dulu papa kandung kamu gak mau akuin kamu sebagai anaknya!" ujar Lionel.


Mendengar kata-kata dari mulut Lionel membuat Athar terhenyak kaget, ia melongok lebar menatap wajah Lionel seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu barusan. Lionel sendiri juga reflek menutupi mulutnya menyesali apa yang baru saja ia katakan pada Athar, tak seharusnya memang Lionel mengatakan itu di hadapan Athar saat ini.


"Maksud papa apa? Emang papa bukan papa kandung aku?" tanya Athar terheran-heran.


"Eee enggak Athar, bukan begitu! Tadi papa salah bicara, kamu anak kandung papa kok! Jangan salah paham dulu ya Athar, papa cuma kebawa emosi tadi makanya ngelantur!" ucap Lionel.


"Papa bohong!" bentak Athar sembari menyingkirkan tangan Lionel dari tubuhnya.


Tanpa berlama-lama lagi, Athar langsung pergi ke dalam rumah dengan berlari sambil menangis merasakan sakit hati yang amat sangat setelah mengetahui fakta kalau ia bukan anak kandung Lionel. Tak sengaja, Athar malah menabrak tubuh mamanya saat ia hendak masuk ke dalam dan membuat Rianti tampak heran melihat putrinya menangis sesenggukan disana.


"Sayang, kamu kenapa nangis?" tanya Rianti.


Athar tak menjawab pertanyaan mamanya, ia justru kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah menuju kamarnya dan langsung mengunci pintu rapat-rapat. Athar sangat kecewa dan sedih sekali karena selama ini ia telah dibohongi, padahal Athar mengira kalau memanglah papa kandungnya tapi justru ternyata ia salah.


"Mas, Athar kenapa?" tanya Rianti yang menghampiri suaminya disana karena penasaran.


"Eee tadi aku gak sengaja bilang kalau Athar bukan anak kandungku, maaf banget sayang aku gak ada niat buat bilang begitu!" jelas Lionel.


Rianti langsung pergi meninggalkan suaminya untuk menyusul Athar ke dalam, sedangkan Lionel masih terdiam menyesali perbuatannya.


...•••...


Disisi lain, Reno masih berada di rumah Lyota bersama juga dengan putrinya menemani gadis itu setelah pulang dari rumah sakit karena penyakit anemia yang dialaminya. Reno sengaja tidak memberitahu pada Julia alias sang ibu dari Lyota mengenai kondisi gadis itu, ya karena Lyota sendiri yang memintanya agar Julia tidak kepikiran nantinya.


Keduanya kini duduk berdampingan di teras depan rumah sambil berpegangan tangan, sedangkan Tania kecil ada di dalam tengah bermain bersama Niko serta tentunya Julia. Reno ingin membuat Lyota bisa sembuh dari sakit anemia nya agar tidak kembali terulang kejadian seperti tadi, ya Reno pun menasehati calon istrinya itu untuk lebih banyak mengonsumsi makanan penambah darah.


"Cantik, kamu mulai hari ini harus makan makanan yang mengandung zat besi ya! Aku bakal beliin semua itu buat kamu, terus kamu juga gak boleh lupa minum vitamin dari dokter tadi! Supaya penyakit anemia kamu gak kambuh, paham?" ucap Reno.


"Iya Reno, aku nurut aja deh apa kata kamu!" ucap Lyota singkat sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Pinter!" ucap Reno juga tersenyum lalu merangkul gadisnya dan mengusap puncak kepala Lyota dengan lembut.


Tak lama kemudian, Tania kecil muncul dari dalam rumah Lyota dan menghampiri papa serta calon mama barunya itu. Tania kecil langsung membenamkan wajahnya pada paha sang papa dengan ekspresi wajah sedihnya, hal itu membuat Reno serta Lyota sama-sama penasaran dengan apa yang terjadi pada Tania kecil saat ini.


"Sayang, kamu kenapa nak?" tanya Reno heran sembari tersenyum kepala putrinya.


"Pah, kita pulang yuk! Aku mau ketemu oma sama opa sekarang, lagian ini kan udah sore dan aku takut Oma marah nantinya!" jawab Tania kecil sambil mendongak menatap wajah papanya.


"Ohh, kok tumben kamu minta pulang? Emang kamu gak suka main disini sama abang Niko dan nenek Julia?" tanya Reno penasaran.


"Suka kok, tapi aku mau pulang aja!" jawab Tania.


"Yaudah, kita pulang sekarang ya? Tapi, sekarang Tania pamit dulu sama nenek Julia dan abang Niko di dalam sana! Sekalian papa juga mau pamit sama mereka, yuk sayang!" ucap Reno tersenyum.


"Iya pah, ayo!" ucap Tania kecil manggut-manggut.


Reno menoleh ke arah gadisnya dan berbicara sejenak pada calon istrinya tersebut.


"Lyota, maaf ya!" ucap Reno.


"Gapapa Ren, lagian bener kata Tania kok! Ini udah sore, sebaiknya kamu bawa Tania pulang supaya gak dimarahin sama tante Anggi!" ucap Lyota.


"Iya juga sih, tapi aku kan masih mau sama kamu sayang!" ucap Reno seperti tak bisa untuk pergi dari rumah Lyota.


"Ahaha, kan bisa besok lagi Reno!" ucap Lyota.


"Enggak! Abis antar Tania pulang, aku mampir lagi kesini buat ajak kamu makan malam sekalian di luar!" ucap Reno.


"Haish, yaudah terserah kamu aja!" ucap Lyota.


Mereka pun bangkit dari duduknya, lalu masuk ke dalam untuk menemui Julia serta Niko.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2