
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 208
(Api cemburu)
...•...
...•...
Revan dan Tania sampai di rumah sakit tempat dinas pria tersebut sesuai niat mereka yang memang ingin datang kesana setelah sang asisten Revan menghubungi nomornya.
Tanpa berlama-lama lagi, Revan pun turun dari mobil dan menggandeng tangan Tania lalu berjalan memasuki area rumah sakit tersebut. Revan mengajak Tania untuk mengikutinya sampai ke dalam ruang kerjanya, ia memang berniat untuk mengenalkan Tania dengan Karina supaya gadis itu tidak lagi mengganggu kehidupannya.
Tania yang tak tau apa-apa hanya berpikir kalau mungkin Revan ingin mengenali dirinya kepada para teman-teman kerjanya disana, Tania pun tampak tenang dan menatap sekeliling dengan mata indahnya, ya Tania sangat menikmati tiap inci bangunan tersebut yang lumayan indah.
Sesampainya di depan ruang kerjanya, Revan pun melepas genggamannya lalu menghadap ke arah Tania dan berbincang sejenak dengan wanita tersebut disana.
"Sayang, kamu tunggu disini sebentar ya! Aku mau bicara dulu sama pasien aku di dalam, nanti kalau aku panggil nama kamu baru deh kamu langsung masuk ke dalam dan munculin diri kamu! Paham kan, sayangku?" ucap Revan tersenyum sembari mengusap wajah gadisnya.
"Paham kok, tapi kenapa aku gak tunggu disini sampai kamu selesai periksa pasien kamu aja? Aku nanti takut ganggu loh kalau pemeriksaannya belum selesai, apalagi kalau sampe pasien kamu itu merasa terganggu dan gak seneng dengan kehadiran aku di dalam sana." ucap Tania.
"Udah gapapa, dia pasti seneng kok! Kamu tunggu disini sebentar aja, jangan kemana-mana loh!" ucap Revan sambil memegang pundak Tania.
__ADS_1
Tania manggut-manggut setuju sembari memanyunkan bibir bawahnya, "Iya deh aku tetep disini tunggu kamu." ucapnya singkat dengan nada gemas membuat Revan yang mendengarnya merasa ingin sekali mencubit pipi gadisnya itu.
"Yaudah, sebentar ya sayang! Mmuuaacchh..." ucap Revan pamit pada gadisnya lalu menarik tengkuk leher Tania dan mengecup keningnya lembut.
Tania pun terperangah melihat kelakuan Revan padanya, terlebih lagi banyak orang yang lewat disana dan menyaksikan kejadian tadi dimana keningnya dikecup oleh Revan.
Sementara Revan hanya terkekeh saja melihat reaksi gadisnya yang tengah tersipu malu itu, Revan langsung membuka gagang pintu ruangannya lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam sana. Revan terpaksa meninggalkan Tania sebentar di luar karena ia ingin membuat kejutan untuk Karina, ya tentunya tidak seru jika ia langsung membawa Tania ke dalam sana menemui gadis itu.
Ceklek...
Mendengar suara pintu terbuka, membuat Karina yang tengah duduk di dalam sana langsung bergerak bangkit dari kursinya lalu berbalik badan dan tersenyum melihat Revan yang sudah datang.
Wanita itu pun bergegas menghampirinya dengan tatapan manja serta senyum manis yang tertera di wajahnya saat ini, tanpa aba-aba Karina langsung saja memeluk Revan disana dan membenamkan wajahnya pada dada bidang milik pria tersebut.
"Van, aku seneng banget kamu mau datang! Aku tau kamu pasti masih sayang sama aku, kan?" ucap Karina sambil mengusap dada Revan.
"Apa maksud kamu, Van? Wanita siapa?" tanya Karina tak mengerti dan berharap kalau apa yang dikatakan Revan tadi hanya bualan semata.
Revan menyunggingkan senyum lalu memanggil nama gadisnya dan meminta Tania untuk segera masuk ke dalam menemuinya, "Tania! Ayo masuk sayang!" ucapnya sambil tersenyum menatap ke arah pintu.
Karina sangat amat syok mendengar Revan menyebut nama wanita lain selain dirinya disana.
"Van, kamu apaan sih? Gausah halu deh! Mana mungkin kamu punya wanita lain? Aku tau kalau kamu cinta mati sama aku dan gak mungkin kamu bisa berpaling ke lain hati, Van!" ucap Karina.
"Itu dulu, beberapa tahun yang lalu! Sekarang ini aku sudah sadar, kalau bersama kamu itu hanya menyakiti hati aku. Dan untungnya aku dipertemukan dengan sosok gadis cantik yang manis nan lembut, dia juga mencintai aku dengan tulus tanpa memandang status aku atau rupa wajahku ini! Tidak seperti kamu, Karina!" ucap Revan.
"Enggak! Kamu itu cuma halu kan? Mana buktinya? Gak ada tuh cewek yang masuk kesini, kamu pasti cuma mau bikin aku sakit hati kan?" ucap Karina.
"Ayolah, Karina! Disini kamu yang salah, kamu yang udah selingkuh dari aku! Kenapa sekarang seolah-olah kamu merasa paling tersakiti disini? Apa kamu udah kehilangan akal atau bagaimana sih?" ujar Revan sangat emosi.
__ADS_1
"Kamu salah, Van! Aku gak selingkuh! Aku itu dijebak sama Radit, dia bawa aku ke diskotik terus aku dikasih minuman perangsang sama dia! Aku sama sekali gak mau ngelakuin itu, aku serius! Aku cinta tulus sama kamu, Revan!" ucap Karina.
"Halah omong kosong! Aku gak percaya kata-kata yang keluar dari mulut kamu itu, Karina!" bentak Revan.
Karena Tania tak kunjung muncul, Revan pun kembali meneriakkan nama gadis itu untuk yang kedua kalinya dan kali ini lebih keras. "Tania, ayo masuk sayang!" ucapnya dengan nada tinggi agar Tania dapat mendengar suaranya dan segera masuk ke dalam sana, sungguh Revan sudah tidak tahan lagi harus meladeni kegilaan Karina.
"Kamu masih aja halu ya, Van? Udah jelas-jelas gak ada siapa-siapa di luar sana!" ucap Karina.
Ceklek...
Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan seorang gadis cantik dengan heels di kakinya memasuki ruangan tersebut. Ya gadis itu adalah Tania alias calon istri dokter Revan yang saat ini tengah bersama Karina mantannya.
"Kata siapa gak ada?" ucap Revan menatap sambil menyunggingkan senyum ke arah Karina.
Revan pun menghampiri gadisnya lalu dengan sigap tangannya melingkar di pinggang ramping Tania dan menarik tubuh gadis itu ke dalam dekapannya, tindakan Revan tentunya membuat Karina terbakar api cemburu. Sedangkan Tania masih belum mengerti apa-apa.
"Maaf ya, Van. Tadi aku agak grogi mau masuk ke dalam, takut ganggu kamu." ucap Tania.
"Gapapa sayang, wajar kok." ucap Revan sengaja memancing emosi Karina dengan bertindak romantis kepada Tania di hadapan gadis itu. Revan terus membelai rambut Tania sembari menghirup aroma tubuh Tania yang sangat wangi itu.
"Kamu apaan sih? Malu tau ada pasien kamu!" bisik Tania coba menyingkir dari Revan, namun Revan langsung mendekapnya erat.
"Jangan berontak! Diam aja dan ikuti permainan aku! Kamu kan calon istri aku, sayang!" bisik Revan di telinga gadisnya dengan suara sedikit mendesahh.
Tania bergidik mendengarnya dan kali ini hanya bisa diam saat Revan semakin liar menggigit telinganya sembari menjilat nya sedikit.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1