Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 432 (Akhirnya menikah)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 375


(Akhirnya menikah)


...•...


...•...


Hari yang ditunggu-tunggu oleh Tania dan Revan telah tiba, ya saat ini tibalah waktunya bagi sepasang kekasih itu untuk meresmikan hubungan mereka menjadi suami-istri di dalam sebuah pernikahan yang sakral dan penuh kesucian.


Seluruh pihak keluarga dari kedua mempelai telah hadir dan bersiap-siap menjadi saksi atas pernikahan tersebut, William juga sudah duduk di depan Revan bersiap mengucap ijab kabul selalu wali dari Tania, putri cantiknya itu.


Pandangan Revan tak bisa lepas dari sosok Tania, calon istrinya itu begitu menggoda dengan balutan gaun putih yang mulus nan cantik itu. Tania sendiri terus menunduk karena malu, wajahnya terlihat merona saat terus-menerus ditatap oleh calon suaminya.


"Van, sudah jangan dilihatin terus Tania nya! Kamu siap-siap mau baca ijab kabul!" tegur Eva.


"Eee iya mah, aku kagum aja sama Tania! Udah tiga hari aku gak ketemu sama dia, ternyata dia makin cantik aja mah! Aku semakin gak sabar buat nikahin dia!" ucap Revan tersenyum.


"Yaudah, kamu fokus dong!" ujar Eva.


"Hehe iya iya mah..." ujar Revan nyengir.


Setelahnya, Revan pun beralih menatap William serta pak penghulu disana. Sebentar lagi acara akad nikah akan segera dimulai.


"Saudara Revan, anda sudah siap?" tanya pak penghulu.


"Insyaallah, saya siap pak!" jawab Revan mantap.


"Baiklah, bismillahirrahmanirrahim silahkan dimulai pak William!" ucap pak penghulu.


"Iya pak, fokus Revan!" ujar William.


"Siap pah!"


Perlahan Revan mulai berjabat tangan dengan William, pria yang akan menjadi papa mertuanya itu. William merasakan dingin yang amat sangat pada telapak tangan Revan, pria itu nampaknya sangat gugup karena ini pertama kalinya ia menikah.


"Saudara Revan, saya nikahkan engkau dengan putri saya yang bernama Tania Putrisari, dengan mas kawin satu kilogram emas, satu buah mobil Bugatti Divo, serta seperangkat alat shalat dibayar tunai!" ucap William.


Revan memejamkan mata dan menghela nafas sejenak, barulah ia mulai mengucap ijab tersebut.


"Saya terima nikahnya Tania Putrisari binti William dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai!" ucap Revan dengan cepat dan lantang.


"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya pak penghulu.


"Sah!" semuanya kompak menjawab.


"Alhamdulillah...!!"


Ya kini keduanya telah sah menjadi sepasang suami-istri, tanpa basa-basi Revan langsung menatap wajah istrinya dan mencium kening serta seluruh wajah sang istri dengan ganas.


Cupp.. cupp.. cupp...


"Akhirnya kita sah juga sayang!" ucap Revan penuh semangat.


"Van, kamu—"


"Sayang, kok masih manggil nama sih? Gak sopan banget sama suami sendiri! Panggil yang lain kek gitu biar sopan, terus gak enak juga didengarnya kalo kamu panggil aku Van Van aja gitu!" potong Revan menaruh telunjuk di bibir Tania.


"Iya iya maaf! Udah kamu jangan begitu lagi, malu tau banyak orang!" ucap Tania.


"Ngapain malu? Kita udah sah sayang, lagian wajar kok kalo suami-istri ciuman di hari pernikahannya! Gak ada yang larang juga sayang!" ucap Revan.


"Huft, terserah kamu aja deh!" ujar Tania.


Revan tersenyum puas, ia menyentuh bibir mungil Tania dan mengusapnya lembut. Perlahan ia memajukan wajahnya mendekat, keduanya sudah saling memejamkan mata dan siap untuk berciuman.


Akan tetapi, tiba-tiba William serta kedua orang tua dari pria itu menegur mereka karena Revan serta Tania belum menandatangani buku nikah mereka dan berfoto terlebih dahulu.


"Ehem ehem... Tania, Revan, nanti dulu dong ciumannya!" tegur William.


"Hah? Ish kamu sih Van!" ujar Tania mendorong dada bidang suaminya dengan kasar.

__ADS_1


"Jahat banget kamu sayang!" ujar Revan cemberut.


"Udah udah, pasutri baru kok berantem sih! Diikuti dulu dong saya prosesi nikahannya, baru nanti kalian bebas mau ngapain aja!" ucap Eva.


"Nah betul itu!" sahut John.


"Hehe iya pah, mah.." ujar Revan nyengir.




Setelah selesai mengurus semua berkas tentang pernikahan mereka dan berfoto sesuai arahan sang fotografer, kini sepasang pengantin baru itu menghampiri orang tua mereka untuk melakukan tradisi sungkeman yang mana keduanya sama-sama bersimpuh di hadapan orang tua mereka secara bergantian.


Tania tampak menangis mengucurkan air mata saat meminta maaf pada ayahnya, begitupun dengan sang ayah, William yang juga tak menyangka kalau putrinya kini sudah sah menjadi istri dari seorang pria.


"Papa, aku minta maaf ya kalau selama ini aku punya banyak salah sama papa! Aku juga belum bisa bahagiain papa, maafin aku ya pah!" ucap Tania sambil menangis sesenggukan.


"Papa juga minta maaf sama kamu sayang, karena papa belum bisa menjadi sosok papa yang baik buat kamu! Semoga setelah ini, kamu bisa lebih bahagia ya sayang dan hubungan kamu dengan Revan langgeng selalu!" ucap William.


"Aamiin pah!" ucap Tania mendongak.


William tersenyum menangkup wajah putrinya dengan kedua tangan dan mengusap air mata yang menggenang disana.


"Yasudah, sekarang kamu gak perlu nangis lagi! Ingat sayang, kamu harus jadi istri dan menantu yang baik! Jangan kecewakan papa, papa yakin kamu pasti bisa lakukan itu!" ucap William.


"Iya pah, aku bakal berusaha buat jadi istri yang baik kok!" ucap Tania terisak.


"Bagus sayang!" ucap William.


Sementara Revan juga bergantian memeluk dan mencium kaki kedua orangtuanya sambil meminta maaf, ia terus menangis belum menyangka kalau saat ini ia sudah menjadi seorang suami, padahal sebelumnya ia rasa dirinya masih duduk di bangku sekolah dan kuliah.


"Mah, pah, aku minta maaf banget ya sama mama dan papa kalau selama ini aku ada salah! Aku sadar aku emang belum bisa bikin mama papa bahagia, tapi aku akan terus berjuang untuk itu!" ucap Revan dengan nada terisak.


"Iya sayang, mama ini gak ngerasa kamu punya salah kok sama kita! Kamu itu anak yang baik dan rajin, mama bangga punya putra seperti kamu! Mama akan selalu doakan yang terbaik untuk kamu, supaya kamu bisa membangun rumah tangga yang baik dengan Tania!" ucap Eva.


"Benar itu! Papa juga merasakan hal yang sama, justru kamu adalah anak yang baik dan bisa bikin papa mama bangga sama kamu!" sahut John.


"Makasih pah, mah! Semoga aja yang papa mama omongin itu benar, dan aku bisa jadi anak yang membanggakan bagi papa mama serta suami yang baik untuk Tania!" ucap Revan.


"Aamiin! Papa mama selalu doakan yang terbaik buat hubungan kalian!" ucap John.


Revan bangkit dari posisinya, ia memeluk tubuh mama papanya sekaligus dan lanjut menangis di dalam dekapan kedua orangtuanya.


"Siap pah!" ucap Revan.


Setelahnya, kini pasangan pengantin baru itu bergantian untuk meminta maaf dan melakukan sungkeman selanjutnya. Ya Tania akan bersimpuh di depan John dan Eva, sedangkan Revan kini menghampiri William untuk melakukan hal yang sama seperti Tania tadi.


"Mama, papa, aku juga mau minta maaf sama papa dan mama! Karena aku—"


"Sssttt udah sayang! Gak ada yang perlu kami maafin, kamu itu kan menantu idaman mama dan papa! Mama cuma minta satu dari kamu, yaitu kamu kasih cucu buat kami!" potong Eva.


"Nah iya tuh, papa setuju sama yang dibilang mama barusan! Cukup kasih kita cucu aja, itu sudah sangat-sangat menyenangkan buat kita berdua sayang!" sahut John.


"Ahaha iya pah, mah, aku sama mas Revan pasti bakal usahain itu kok! Kan kita juga pengen punya momongan!" ucap Tania terkekeh kecil.


"Yaudah sayang, pelukan yuk!" ucap Eva.


Tania mengangguk sambil tersenyum, ia bangkit lalu berpelukan dengan mertuanya tersebut. Tak disangka memang Tania yang dulunya preman jalanan kini telah menjadi menantu dari seorang pengusaha yang cukup sukses.




Singkat cerita, acara resepsi telah dimulai dan para tamu yang hadir pun mulai menghampiri kedua mempelai di atas pelaminan itu untuk bersalaman dengan mereka secara bergantian.


Rianti, Lionel, Athar dan juga Christy datang bersama ke acara pernikahan tersebut. Mereka menemui Tania dan Revan untuk mengucapkan selamat pada sepasang pengantin itu.


"Tania, Revan, selamat ya buat kalian! Kita selalu doakan semoga hubungan kalian langgeng terus! Dan kalian bisa jadi pasangan yang sakinah, mawadah, warahmah!" ucap Rianti menyalami kedua mempelai itu.


"Iya Tania, Revan, sekali lagi selamat ya dari kami! Oh ya, kita juga udah siapin hadiah loh buat kalian berdua! Jangan lupa dibuka ya!" ucap Lionel.


"Waduh makasih banyak loh Rianti, Lionel, pake repot-repot segala kasih kita kado!" ucap Revan.


"Ah gak repot kok! Ini juga gak seberapa, semoga kalian suka aja deh ya!" ucap Rianti.


"Pasti suka kok! Makasih ya Rianti, Lionel! Kalian udah mau datang kesini aja, kita udah bahagia! Lah ini pake segala bawain kado begini, tambah seneng deh kita!" ucap Tania tersenyum.


"Gapapa Tania," ucap Rianti.

__ADS_1


"Tante Tania, selamat ya udah nikah! Nanti kalo udah besar, Athar juga mau nikah sama cewek yang secantik tante Tania!" ucap Athar.


"Ahaha duh makasih loh Athar sayang!" ucap Tania.


"Om Revan, selamat juga ya! Om jago banget pilih istrinya, nanti ajarin Athar ya om buat bisa gaet istri yang cantik kayak tante Tania!" ucap Athar.


"Wah wah boleh tuh Athar! Tapi, minta ajarin sama papa kamu juga bisa kok! Kan papa kamu udah berhasil dapetin istri yang cantik banget, mama kamu tuh!" ucap Revan.


"Oh iya ya om Revan benar!" ujar Athar tersenyum.


Tiba-tiba, Rania muncul dari depan memanggil Athar dengan berteriak kencang.


"Athar!" teriak Rania.


"Rania?" ucap Athar tersenyum.


"Eh eh sayang, hati-hati!" ujar Rianti panik.


Athar langsung melepaskan diri dari genggaman mamanya, ia berlari menghampiri Rania di bawah dan menemuinya.


"Biarin aja Rianti! Mereka udah kangen kali pengen main bareng, kamu sama Lionel dan Christy makan aja dulu mumpung mereka lagi anteng tuh!" ucap Tania menyarankan.


"Iya, nikmati aja makanan yang ada! Gausah sungkan atau malu-malu!" ucap Revan.


"Siap dong! Yaudah, sekali lagi selamat ya buat kalian! Kalo gitu kita mau makan dulu disana, sampai nanti!" ucap Rianti.


"Oke!" ucap Tania dan Revan bersamaan.




Setelah Rianti, Lionel serta Christy turun dari pelaminan itu dan Athar juga sudah pergi bersama Rania, kini Tania bersama suaminya itu kembali bersalaman dengan orang-orang yang lain, seperti tetangga atau kerabat dekatnya disana.


Tak lama kemudian, giliran Reno yang datang bersama Lyota dan juga Tania kecil. Ya ketiganya pun menaiki pelaminan lalu bersalaman mengucap selamat kepada sepasang pengantin baru itu, terlihat Reno cukup lama memandangi wajah Tania sang wanita yang merupakan cinta pertamanya itu.


"Tania, aku gak nyangka sekarang aku lihat kamu bersanding dengan pria lain di pelaminan! Padahal dulu aku selalu berharap bisa bersama kamu, tapi nyatanya kita memang gak berjodoh!" batin Reno.


Tania pun merasakan hal yang sama dengan Reno, karena bagaimanapun juga Reno adalah pria pertama yang berhasil mencuri perhatiannya.


"Tania, selamat ya atas pernikahan kamu dan Revan! Gimanapun juga, kita tetap sahabat walau kita sempat berdebat! Makasih udah pernah hadir di dalam hidup aku, aku gak nyesel kok bisa kenal dan dekat sama kamu Tania!" ucap Reno.


"Iya Reno, makasih juga ya udah mau datang ke nikahan gue!" ucap Tania tersenyum. "Eh ya, gue denger kabar katanya Lyota lagi hamil, apa benar?" sambungnya menanyakan kondisi Lyota.


"Oh iya benar, Alhamdulillah Lyota sedang mengandung anak kami!" jawab Reno.


"Waw selamat ya kalo gitu atas kehamilannya! Semoga sehat-sehat selalu sampai waktu lahiran nanti!" ucap Tania.


"Aamiin, makasih Tania! Kita doain juga semoga kamu bisa cepat punya momongan sama Revan!" ucap Lyota tersenyum.


"Ahaha aamiin Lyota!" ucap Tania terkekeh.


Kali ini Reno beralih menatap Revan, ia juga bersalaman dengan pria itu.


"Van, selamat ya!" ucap Reno tersenyum.


"Makasih bro! Selamat juga, karena sebentar lagi lu bakal jadi ayah!" ucap Revan.


"Makasih! Oh ya, kita juga punya hadiah nih buat kalian berdua! Maaf ya gak seberapa, tapi insyaallah bermanfaat buat kalian!" ucap Reno menyerahkan bingkisan yang ia bawa pada Revan.


"Waduh, makasih banyak ya bro! Ini sih udah bagus banget buat kita!" ucap Revan.


"Iya Ren, kita bersyukur banget ada yang mau kasih hadiah buat kita! Sekali lagi makasih ya Ren, Lyota!" ucap Tania tersenyum.


"Sama-sama," ucap Reno dan Lyota bersamaan.


Lalu, giliran Tania kecil yang berbicara sambil mencium tangan Tania, tantenya yang dahulu lumayan dekat dengannya itu.


"Tante Tania, selamat ya udah nikah sama om ini! Walau dulu aku pengennya tante Tania nikah sama papa, tapi sekarang aku udah ikhlas kok tante!" ucap Tania kecil dengan nada menggemaskan.


"Iya sayang, aduh kamu gemesin banget sih Tania yang cantik!" ucap Tania sambil tersenyum dan mencubit kedua pipi gemas Tania kecil.


"Hey gadis manis! Makasih banyak ya ucapan selamatnya, kamu itu emang gemesin banget deh! Mirip nih sama istrinya om, salam kenal ya sayang!" ucap Revan ikut tersenyum.


"Iya om, kan aku emang pengen mirip kayak tante Tania!" ucap Tania kecil.


Melihat kedekatan antara putrinya dengan Tania, membuat Reno kembali sulit untuk mengikhlaskan wanita itu.


"Duh, Tania Tania..." gumam Reno dalam hati.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2