
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 11
(Tante Tania)
...•...
...•...
Tania kecil menyeka air matanya, ia membulatkan matanya saat melihat wanita dewasa yang datang itu.
"Tante Tania..." ucapnya seraya bangkit dari duduknya dan berlari menghampiri Tania dewasa.
Sontak Anggi menoleh ke arah cucunya yang langsung bangkit lalu berlari itu, ia pun mencegahnya menghampiri Tania karena tak mau Tania kecil kenapa-napa.
"Eh eh udah kamu disini aja sayang, omah gak mau nanti kamu disakitin lagi sama anak bandel itu! Ngomong-ngomong kamu kenapa panggil mbak ini dengan nama kamu sayang?" ujar Anggi.
"Iya omah, tante ini namanya tante Tania! Dia temannya papah loh omah, bolehin aku peluk tante Tania ya omah soalnya aku nyaman banget kalo dipeluk sama tante Tania kayak waktu itu!" ucap Tania kecil tersenyum memohon-mohon pada omahnya agar diizinkan untuk memeluk Tania dewasa.
Tentu saja Anggi mengangguk memberi izin pada cucunya karena tidak tega kalau harus menoleh keinginan gadis kecil itu.
"Yeay asik makasih ya omah! Tante Tania aku mau peluk dong, boleh kan tante?" ujar Tania kecil yang langsung beralih memandang Tania dewasa.
Tania pun tersenyum pada Tania kecil lalu merendahkan posisi tubuhnya dan membuka kedua tangannya tanda ia siap menerima pelukan dari gadis kecil yang namanya sama dengannya itu.
__ADS_1
Tania kecil langsung saja berlari menghampiri Tania dewasa dan memeluknya dengan erat, tampak sekali gadis kecil itu sangat kangen dengan wanita yang dipeluknya saat ini.
"Aku kangen sama tante..." ucap Tania kecil.
"Iya sama sayang, tante juga kangen banget sama kamu! Kamu baik-baik aja kan sayang?" ucap Tania.
"Gak baik tante..." jawab Tania kecil sambil cemberut, tentu saja Tania langsung melepas pelukannya dan memegang pipi gadis kecil itu dengan dua tangannya.
"Loh emang kamu kenapa sayang??" tanya Tania penuh keheranan sambil menatap gadis kecil itu.
"Papah aku masuk rumah sakit tante, udah beberapa hari ini papah gak bangun-bangun... aku kan jadi sedih banget tante, oh ya tante coba dong jengukin papah di rumah sakit! Siapa tau papah bisa sadar kalau ditengok sama tante cantik!" ucap Tania kecil dengan penuh harap sambil tersenyum.
Sontak Tania mendadak merasa sedih, ia tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya sendiri saat ini setelah mendengar kabar tentang Reno lelaki yang ia sayangi dan juga cintai itu.
Sedangkan Rania hanya memandangi kedua insan yang tengah berbicara itu, walau sebenarnya ia benci dengan gadis kecil yang tadi berebut buku gambar dengannya dan ia juga tak suka karena gadis kecil itu sok akrab pada Tania alias kakaknya.
Begitupun dengan Anggi, ia tak mengerti kenapa cucunya begitu akrab sekali dengan gadis dewasa yang kini ada di hadapannya.
Sementara Tania kecil mencolek-colek pipi Tania dewasa yang sedang bengong dan belum menjawab pertanyaan darinya itu.
"Tante, kenapa Tante bengong sih? Kan tante belum jawab pertanyaan aku tadi, tante mau gak jengukin papah di rumah sakit?" ucap Tania kecil.
"Eh ahaha maaf ya Tania, kalau sekarang ini tante gak bisa dulu tengokin papah kamu di rumah sakit! Tapi tante janji kok nanti kalau ada waktu tante pasti jengukin papah kamu sayang..!!" ucap Tania tersenyum sambil membelai rambut gadis kecil itu.
"Yahhh aku sedih deh tante..." ujar Tania kecil kembali memanyunkan bibirnya seperti bebek milik pak Sujono tetanggaku di kampung.
"Eh eh Tania sayang gak boleh sedih dong! Kan tante janji bakal jengukin papah kamu, tapi gak bisa sekarang soalnya tante harus temenin adik tante belanja keperluan dia buat sekolah dulu sayang!" ucap Tania coba menghibur gadis kecil itu.
"Ohh gitu ya tante, yaudah deh gapapa! Tapi tante jangan lupa ya buat jengukin papah aku nanti!" ucap Tania kecil yang akhirnya tersenyum lagi.
"Iya sayang tante janji kok..!!" ucap Tania.
__ADS_1
"Mana kelingking tante? Sini dong tempelan sama kelingking punya aku supaya aku percaya kalo tante Tania bakal dateng nanti ke rumah sakit buat jenguk papah!" ucap Tania kecil mengangkat jari kelingkingnya di hadapan Tania dewasa.
"Iya sayang..." ucap Tania tersenyum kemudian menautkan jari kelingkingnya pada kelingking milik Tania kecil lalu mereka berdua saling bertatapan dan membalas senyuman satu sama lain.
Setelah itu, Anggi langsung meminta cucunya untuk segera pergi karena waktu mereka tidak banyak.
"Tania, kita pulang yuk sayang! Kamu kan harus ganti baju terus makan nak, abis itu kita sama-sama jenguk papah kamu lagi di rumah sakit!" ucap Anggi menghampiri cucunya.
"Oh iya aku hampir aja lupa omah, pasti papah udah nungguin aku disana... yaudah ya tante aku pamit dulu sama omah aku, sampai ketemu lagi tante cantik!" ucap Tania kecil memberi kecupan di pipi Tania dewasa lalu melambaikan tangannya dan menghampiri omahnya itu.
"Kita pamit ya, maaf soal keributan tadi! Lain kali kamu temani adik kamu itu, jangan sampai kejadian ini terulang pada anak-anak lainnya hanya karena rebutan buku gambar..!!" ujar Anggi mengingatkan Tania soal ulah Rania tadi.
"Iya sekali lagi saya minta maaf Bu soal kelakuan adik saya yang nakal, tapi saya juga minta sama ibu supaya jangan main tangan sama anak-anak kecil! Gimanapun juga kan mereka masih kecil Bu, cuma itu aja kok yang mau saya bilang..." ucap Tania.
"Yasudah, ayo Tania kita bayar buku gambar ini terus pergi dari tempat ini! Pasti papah kamu gak sabar buat ketemu kamu lagi sayang!" ucap Anggi kemudian menarik tangan cucunya pergi menuju kasir.
"Iya omah," ucap Tania kecil mengangguk sambil tersenyum, sesekali ia menoleh ke belakang melambaikan tangannya pada Tania dewasa.
"Entah kenapa aku rasanya tidak ingin berpisah dengan Tania, duh aku ini kenapa sih sebenarnya? Masa iya anak orang aku tahan-tahan gak boleh pergi, mungkin ini karena nama aku dan dia sama kali ya jadi aku selalu senang setiap ketemu Tania kecil..." gumam Tania yang senyum-senyum sendiri.
Rania merasa aneh dengan kakaknya itu karena senyum tanpa sebab, ia pun menarik-narik rok yang dikenakan Tania serta memanggil namanya.
"Kak, kak sadar kak nyebut!" ujar Rania sedikit mengeraskan suaranya hingga Tania terkejut dan akhirnya sadar dari lamunannya.
"Eh iya iya maaf ya Rania, yuk kita cari barang-barang lainnya buat keperluan sekolah kamu!" ucap Tania.
"Ayo kak!" ucap Rania tersenyum.
Tania pun menggandeng Rania menuju tempat peralatan tulis untuk sekolah lainnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...