
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 37
(Belanja)
...•...
...•...
Rianti bersama suami serta kedua anaknya pergi belanja bulanan di sebuah supermarket, tak lupa juga Aliyah ikut bersama mereka untuk mengawasi bayi Christy tentunya.
Terlihat Athar terus mondar-mandir mengambil jajanan yang ia inginkan, Lionel terkekeh saja melihat Athar yang bertanya dulu padanya ketika hendak mengambil jajanan.
"Boleh Athar, kamu ambil apapun yang kamu suka! Udah ya gausah tanya-tanya ke papa lagi, tinggal ambil terus taro di troli!" ucap Lionel mengusap kepala Athar.
"Asikkk makasih papa...." ujar Athar mengepalkan tangannya gembira lalu langsung berlari ke tempat jajanan untuk mengambil snack yang lainnya.
Sementara Lionel menghampiri Rianti yang tengah memilih barang-barangnya.... pria itu mendekap tubuh istrinya dari belakang sambil mencumbu lehernya.
"Mas, kamu apa-apaan sih? Malu ih dilihatin sama orang ini kan tempat umum!" ucap Rianti berusaha melepaskan tangan suaminya yang memeluk dirinya tapi gagal.
"Gapapa sayang, abis kamu menggoda banget sih! Aku jadi kepengen kan, nanti abis dari sini kita langsung kuda-kudaan ya di rumah?" ujar Lionel tanpa rasa malu, ia juga terus mencumbu leher Rianti dan menyesapnya.
"Aahh... mas cukup ah! Iya nanti di rumah aja, sekarang aku mau belanja dulu!" ucap Rianti sedikit melenguh saat lehernya digigit.
"Iya iya, jangan lama-lama belanjanya aku gak tahan nih pengen main sama kamu!" ucap Lionel mengecup pipi Rianti.
Rianti hanya mengangguk pelan lalu melanjutkan belanjanya, sementara Lionel terus mengikuti dari belakang sambil memandangi lekuk tubuh istrinya yang menggoda.
"Sayang, jangan lupa beli obat kuat! Biar kamu makin ganas pas di ranjang nanti, jadi kan permainan kita makin seru..." ujar Lionel berbisik di telinga Rianti seraya menggoda istrinya itu.
Tampak wajah Rianti memerah saat Lionel mengatakan itu, ia pun melayangkan tabokan ke arah dada bidang milik suaminya itu.
__ADS_1
"Mas, ngomongnya itu mulu ih! Lama-lama aku tinggal juga nih!" ujar Rianti agak kesal.
"Hahaha ya kalo kamu pergi kan aku pasti langsung ikutin sayang, lagian gapapa dong aku bahas begituan kan kita udah suami-istri?" ujar Lionel terkekeh melihat reaksi Rianti.
Rianti tak menjawab lagi, ia fokus memilih barang yang hendak dibelinya.... sedangkan Lionel tetap menunggu disana sambil terus memandangi tubuh istrinya itu.
Disaat Lionel tengah melirik ke sekeliling, ia malah melihat seorang wanita yang tak asing baginya tengah berbelanja juga disana.
"Waduh itu kan si Shani, wah bisa gawat kalau Shani sampai lihat aku disini.... nanti yang ada dia nekat dateng kesini terus Rianti bakal auto ngamuk lagi kayak tadi!" gumam Lionel yang seketika itu langsung panik.
Karena tak mau ketahuan oleh Shani, akhirnya Lionel pergi dari sana dan bilang kepada istrinya kalau ia ingin pergi ke toilet.
"Sayang, aku ke toilet dulu ya! Gara-gara kamu nih aku jadi kebelet kan!" ujar Lionel berbisik.
"Ih kok aku sih mas? Yaudah sana kalo mas mau ke toilet mah, anak-anak aman kan?" ujar Rianti.
"Iya aman kan mereka sama Aliyah, yaudah aku ke toilet dulu ya udah gak tahan!" ucap Lionel memegangi bagian burungnya.
Lionel langsung pergi dari sana dengan cepat, sedangkan Rianti yang tak tau apa-apa pun kembali melanjutkan belanjanya.
Tak lama kemudian, Rianti hendak mengambil barang yang ingin dibeli... akan tetapi ia keduluan oleh seorang wanita cantik yang lebih cekatan darinya.
"Eh gausah mbak, itu buat kamu aja kan kamu yang duluan ambil! Biar aku nanti cari barang yang lain aja, udah gapapa kok!" ucap Rianti menolak sambil tersenyum.
"Gapapa mbak, aku gak terlalu perlu ini kok! Nih ambil aja mbak pasti mbaknya lebih perlu daripada aku, silahkan!" ucap Wanita itu memaksa memberikan barangnya tadi.
"Eee beneran ini mbak? Emang mbaknya gak butuh barang ini?" tanya Rianti memastikan.
"Iya tenang aja, nih ambil!" ucap wanita itu.
"Makasih mbak...." ucap Rianti mengambil barang itu dari tangan si wanita dan menaruhnya di troli miliknya.
"Oh ya mbaknya belanja sendirian aja nih?" tanya wanita itu kepada Rianti.
"Enggak kok mbak, saya kesini sama suami dan anak-anak saya tapi mereka nunggu disana!" jawab Rianti sambil menunjuk ke arah anak-anaknya dan juga si pengasuh.
"Ohh, jadi mbaknya udah berkeluarga? Wah gak nyangka aku tadinya ku kira masih single loh, soalnya mbak ini kelihatan masih muda banget!" ujar wanita itu.
"Ahaha mbaknya bisa aja, mbak sendiri udah nikah apa masih single??" ujar Rianti berbalik melontarkan pertanyaan pada si wanita.
__ADS_1
"Ohh saya kebetulan masih single mbak, tapi udah ada sih calonnya ya cuma belum jelas aja kapan dia mau nikahin saya!" ucap wanita itu.
"Wah harus dipastiin tuh mbak, supaya nantinya mbak gak sakit hati kalau calon mbak itu ternyata gak mau nikahin mbak!" ucap Rianti memberi saran.
"Iya mbak, oh ya kenalin nama saya Shani!" ucap wanita itu mengulurkan tangannya.
"Aku Rianti...." ucap Rianti kemudian bersalaman dengan wanita di hadapannya.
Mereka cukup lama bersalaman sambil saling memandang dan tersenyum, tak berselang lama Rianti menghirup aroma parfum yang sama seperti saat ia mencium bau parfum di kemeja suaminya tadi.
"Kok wangi parfum Shani ini sama kayak yang ada di baju mas Lio tadi ya? Ah mungkin cuma kebetulan aja, kan yang pake parfum itu banyak bukan cuma sekretaris nya mas Lio aja!" gumam Rianti mencoba positif thinking.
...•••...
Disisi lain, Olivia mendatangi Joshua di rumahnya yang terlihat seperti istana Kalimantan itu karena cukup besar namun hanya Joshua seorang yang menempatinya.
Ting nong, ting nong.... Olivia memencet bel di depan pagar rumah Joshua agar laki-laki itu bisa keluar membukanya, memang seharusnya untuk rumah sebesar itu Joshua wajib mempekerjakan seorang security untuk menjaga keamanan tapi malah Joshua tidak mau melakukannya dengan alasan tak perlu.
"Ya sebentar!" ucap Joshua saat mendengar suara bel berbunyi, ia langsung berlari keluar menuju depan gerbang.
Setelah membuka gerbangnya, Joshua tersenyum saat melihat Olivia berdiri disana memandang dirinya.
"Eh kamu cantik, yuk masuk!" ucap Joshua kemudian langsung merangkul pundak Olivia dan membawanya ke dalam.
Olivia mengangguk kemudian melangkahkan kakinya menuju rumah Joshua, setelah menutup lagi pintu gerbangnya barulah Joshua bersama Olivia masuk ke dalam rumahnya.
Di dalam, Joshua meminta Olivia untuk menunggu sejenak di sofa sembari ia membuatkan minum untuk gadis itu.
"Kamu duduk dulu, biar aku bikinin minum!" ucap Joshua.
"Gak mau, aku ikut ke dapur aja sekalian taruh kue ini di piring ya..." ucap Olivia dengan nada manja sambil menunjukkan bungkus kue yang ia bawa di tangannya.
"Wah kamu bawain kue buat aku?" tanya Joshua tersenyum.
"Iya, yuk kita ke dapur terus bikin minum bareng-bareng!" ucap Olivia.
Mereka pun rangkulan dan berjalan ke dapur bersamaan, memang mereka terlihat romantis padahal hingga kini Joshua belum menembak wanita itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...