
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 256
(Revan marah?)
...•...
...•...
Reno serta Tania kecil kini masuk ke dalam ruang rawat Lyota untuk menjenguk gadis itu, ya keduanya sudah bisa lebih lega saat ini setelah mengetahui kondisi Lyota baik-baik saja. Walau masih ada sedikit rasa cemas di hati Reno pada calon istrinya tersebut yang terkena anemia, namun ia tetap berharap agar Lyota bisa pulih dan tidak bertambah parah.
Mereka pun berhenti tepat di samping Lyota yang masih berbaring di ranjangnya, tampak gadis itu juga sudah sadar semula dan tersenyum begitu melihat kehadiran Reno serta Tania kecil disana. Reno menarik kursi kemudian duduk sembari memangku putrinya disana, Reno tersenyum bahagia karena Lyota sudah sadar dari pingsannya saat ini.
"Sayang, kamu gapapa kan cantik? Aku sama Tania khawatir banget loh tadi, soalnya tiba-tiba kamu pingsan pas kita baru mau masuk ke mobil tadi!" tanya Reno dengan raut cemasnya.
"Iya mama Lyota, tadi aku panik banget pas lihat mama pingsan! Sekarang mama udah gak kenapa-napa kan, mah?" sahut Tania kecil.
Lyota tersenyum manis masih sambil menatap wajah Reno serta Tania dalam posisi berbaring, ia menggerakkan tangannya dan mengusap wajah Tania kecil dengan lembut. Lyota berusaha membuat calon putrinya itu untuk bisa tenang dan tidak cemas lagi seperti sekarang, biar bagaimanapun ia akan merasa sedih jika melihat Tania kecil bersedih.
"Sayang, mama udah gapapa kok! Kamu gausah panik lagi ya sayang, kan mama udah baik-baik aja nih gak kenapa-napa lagi! Jangan sedih lagi kayak gitu ya sayang, senyum dong cantik!" ucap Lyota.
"Iya mah, aku senyum deh buat mamaku yang cantik ini!" ucap Tania kecil sambil tersenyum renyah.
"Ahaha, makasih sayang!" ucap Lyota.
__ADS_1
"Ehem, cuma anaknya aja nih yang ditenangin sambil diusap-usap begitu? Papanya yang tampan dan rupawan ini gak sekalian?" ujar Reno.
"Hah? Kamu apa sih Ren, masa kamu cemburu sama anak kamu sendiri?" tanya Lyota terkekeh kecil.
"Tau nih papa, udah deh papa jangan ikut-ikutan aku minta dielus sama mama Lyota! Lagian papa kan udah sering digituin sama mama Lyota, sekarang gantian dong sama aku!" sahut Tania kecil.
"Hahaha, iya iya sayang!" ucap Reno tertawa sambil mencubit pipi Tania kecil gemas.
"Ren, kamu kenapa bawa aku ke rumah sakit sih? Kan tadi aku bilang, kita pulang aja ke rumah bukan kesini!" ucap Lyota bertanya pada Reno.
"Hey sayang! Kamu ini gimana sih? Aku itu tadi panik banget loh sama kondisi kamu, orang kamu tiba-tiba pingsan begitu!" ucap Reno tegas.
"Ya tapi aku gapapa kan?" tanya Lyota.
"Kata dokter kamu itu kena anemia, makanya kamu mimisan dan pingsan tadi! Lagian kamu darah rendah malah lari-lari ngejar preman, kan jadinya kayak gini nih!" jelas Reno.
"Hah? Aku aja baru tau loh, karena seingat ku, aku tuh belum pernah pingsan begini!" ucap Lyota.
"Iya, terus sekarang aku udah boleh pulang belum?" tanya Lyota penasaran.
"Umm, belum tahu sih. Tapi, aku mau ke depan dulu tebus vitamin buat kamu sekaligus bayar biaya rumah sakit dan tanya ke dokter apa kamu udah boleh pulang apa belum?! Tania sayang, kamu disini dulu ya temenin mama? Papa mau pergi sebentar, gapapa kan sayang?" ucap Reno.
"Iya pah, aku juga mau jagain mama!" ucap Tania.
"Yaudah, papa titip mama Lyota ke kamu ya sayang! Lyota cantik, aku keluar dulu?" ucap Reno pamitan.
"Iya pah/Ren," ucap Lyota dan Tania bersamaan.
Reno pun pergi keluar dari ruang rawat Lyota untuk menebus obat serta membayarnya.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Revan dan Tania sudah sampai di depan rumah gadis tersebut. Revan pun segera turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Tania agar bisa keluar dengan mudah, ya Revan membantu gadisnya itu untuk turun dari mobil dengan cara memapah tubuh Tania secara perlahan lalu berhenti setelah mereka menapakkan kaki di jalan.
Tania masih tampak bingung harus berbicara apa lagi kepada Revan, ya memang sejak ia menceritakan mengenai masa lalunya pada Revan pria itu terus saja diam. Maka dari itu, Tania pun tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi pada Revan dan ia juga cemas kalau pria tersebut marah atau bahkan tak mau lagi menjalin hubungan dengannya.
"Revan kenapa diam aja ya daritadi? Gue kan jadi khawatir kalau dia emang marah sama gue, gimana ya nanti soal pernikahan kita? Apa Revan masih mau lanjutin, setelah dia tau kalau gue mantan copet?" gumam Tania di dalam hatinya.
Memang Revan hanya diam sedari tadi tanpa berbicara sepatah katapun, namun ia masih tetap perduli pada Tania dan bahkan ia terus merangkul gadis itu sampai ke depan pintu rumah. Ya Revan hanya masih belum habis pikir jika ternyata Tania adalah mantan copet, ia tak mengira calon istrinya itu merupakan seorang mantan penjahat.
"Van, ka-kamu marah ya sama aku? Kamu ilfeel karena aku ini mantan copet?" tanya Tania.
"Hah? Kamu kenapa nyangka gitu?" ujar Revan.
"Ya abisnya daritadi kamu diem aja abis tau identitas aku yang sebenarnya, kan aku ngiranya kamu marah terus ilfeel sama aku!" ucap Tania.
Revan tersenyum kemudian menghentikan langkahnya. Ia melepas rangkulan lalu menaruh dua tangannya pada pundak sang kekasih dan menatap wajah Tania dengan serius, ia perlahan memajukan wajahnya sembari membelai bibir mungil Tania dan mengecupnya singkat, membuat gadis itu tampak kaget namun hanya bisa diam pasrah.
"Buat apa aku marah atau ilfeel sama kamu? Aku gak perduli sama masa lalu kamu sayang, yang terpenting sekarang kan kamu udah berubah dan gak jadi copet lagi!" ucap Revan tegas.
"Eee iya sih, tapi beneran kamu gak marah sama aku? Kamu masih mau jalin hubungan sama aku?" tanya Tania coba memastikan.
"Ya iyalah, kamu gausah takut! Gak mungkin juga aku putusin hubungan sama kamu, lagian aku justru suka sama cewek yang agak-agak tomboy kayak kamu! Ya walau sekarang udah berubah drastis sih, gak ada gaya tomboy nya!" ucap Revan tersenyum.
"Umm, ya kan karena aku mau berubah dan pengen jadi wanita seutuhnya!" ucap Tania.
"Hahaha, oke cantik!" ucap Revan.
Revan pun kembali mendekap tubuh Tania dengan erat, lalu dengan cepat Revan memagut bibir gadisnya disana sembari menahan tengkuk Tania sehingga gadis itu tak bisa banyak bergerak.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1