Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 399 (Dua minuman)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 342


(Dua minuman)


...•...


...•...


Tania dan Revan baru selesai berenang, mereka pun beranjak dari kolam lalu duduk di kursi santai yang sudah tersedia disana. Gadis itu terlihat kedinginan memegangi tubuhnya, sedangkan Revan masih asyik mengelap tubuhnya mengenakan handuk.


Ketika melihat gadisnya kedinginan, Revan pun menghampiri Tania lalu memegang pundak gadis itu dengan lembut. Tania yang terkejut menoleh ke arah Revan dengan wajah menggigil nya.


"Sayang, kamu kedinginan?" tanya Revan.


"Iya nih, gara-gara kamu tau!" ujar Tania kesal.


"Hah? Kenapa jadi gara-gara aku sayang?" tanya Revan keheranan.


"Ya iyalah, aku kan tadi pengen udahan. Eh tapi kamu malah paksa aku buat berenang lagi, jadi aja aku kedinginan kayak gini!" ucap Tania cemberut.


"Eee iya iya, maaf ya sayang!" ucap Revan nyengir.


"Yaudah, handuknya siniin dong jangan dipake terus! Lagian itu kan handuk aku, kenapa jadi kamu yang pake sih?" ujar Tania.


"Hahaha, sini deh aku bantu kamu lap tubuh kamu yang basah biar gak kedinginan. Kalau perlu, sekalian sini aku peluk kamu supaya gak menggigil lagi!" ucap Revan tersenyum.


"Gak mau! Itu namanya kamu modus, daritadi aja kamu udah modus mulu sama aku!" ujar Tania.


"Mana ada sih? Perasaan aku cuma ajarin kamu gaya-gaya renang deh, mana ada modus nya sayang? Kamu aja yang salah kira!" ujar Revan.


"Dih, ngajarin gaya renang tapi kok sampe mau pegang-pegang yang lain?" ujar Tania.


"Eee ya itu reflek aja sayang, gak sengaja kok! Abisnya nonjol gitu bikin pengen disentuh, makin gak sabar deh aku nikahin kamu sayangku!" ucap Revan nyengir.


"Yeu dasar mesum!" cibir Tania.


Revan hanya terkekeh sambil memberikan handuk itu pada Tania, namun gadis itu malah menolaknya.


"Ish, ini kok basah banget sih?" ujar Tania.


"Hahaha, ya iyalah kan tadi aku pake buat lap air di tubuh aku. Udah lah gapapa, kan cuma basah sedikit doang kok! Lagian emang kamu mau terus-terusan kedinginan kayak gitu?" ucap Revan.

__ADS_1


"Ah enggak! Aku mau ke dalam aja, ngambil handuk lain yang masih kering! Kamu mau ikut ke dalam atau gimana nih?" ucap Tania.


"Eee disini aja deh, gak enak lah kalo aku ke dalam tapi pake celana basah kayak gini! Nunggu kering dulu, baru deh nanti aku masuk temuin papa kamu kayak tadi!" ucap Revan.


"Oh yaudah, aku masuk dulu ya?" ucap Tania.


"Iya..."


Tania pun beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi ke dalam rumahnya untuk mengambil handuk.


Sementara Revan menunggu disana sambil tersenyum membayangkan saat berenang bersama Tania tadi.


"Hahaha, kapan-kapan gue mau lagi ah berenang sama Tania disini!" ujar Revan tertawa.


Tak lama kemudian, seorang pelayan bernama Mirna muncul membawakan minuman jeruk untuk Revan yang sudah dipesan Tania sebelumnya ketika melewati dapur.


"Permisi den, ini minumannya!" ucap Mirna.


"Loh, perasaan saya gak pesan minum. Ini siapa yang pesan sih mbak?" tanya Revan heran.


"Iya den, ini tadi non Tania yang pesan ke saya. Katanya tolong buatin minuman buat den Revan dan antar kesini, makanya saya buatin ini minum deh buat den Revan!" jelas Mirna.


"Oh gitu, yaudah makasih ya mbak!" ujar Revan.


"Iya den, sama-sama!" ucap Mirna.


Sementara Revan mengambil segelas minuman itu lalu menenggaknya sampai habis.


"Ahh seger...!!" ujarnya.


"Duh, kok masih haus ya? Ini satu lagi gue minum juga kali ya?" sambungnya bingung.


"Ah minum aja lagi deh!"


Akhirnya Revan memilih menghabiskan minuman yang satu lagi, ia telah meminum dua gelas sekaligus hingga perutnya terasa kembung.


"Nah, kalo gini kan enak!" ujarnya.




Tak lama kemudian, Tania sudah kembali dengan pakaian gantinya yang kering dan duduk di kursi santai samping Revan. Ia heran melihat pria itu terpejam sambil melipat dua tangan di depan.


"Ish, Revan kok malah tidur sih? Baru juga ditinggal sebentar udah molor aja!" ujar Tania kesal.


Tania pun melihat ke arah dua gelas yang sudah kosong, ia merasa geram karena ternyata Revan menghabiskan dua gelas sekaligus.


Akhirnya gadis itu coba membangunkan Revan yang sedang tertidur disana dengan cara mencubit sambil menggoyang-goyangkan tubuh pria itu.

__ADS_1


"Revan, bangun Van ih!" bentak Tania emosi.


"Ah iya iya..." Revan terkejut lalu membuka matanya.


"Loh, kamu kok udah disini sayang?" tanya Revan.


"Ish, suruh siapa kamu tidur? Baru juga ditinggal sebentar udah tidur aja! Terus ini kenapa minuman aku dihabisin juga sama kamu?!" bentak Tania.


"Hah? Sebentar? Kamu aja pergi hampir setengah jam loh sayang, makanya aku ngantuk! Terus maaf juga cantik, itu tadi aku minum minuman kamu karena aku haus!" ucap Revan tersenyum.


"Ish, kamu mah nyebelin! Sekarang kan aku harus abis mandi, mau minum apa dong?!" ujar Tania.


"Ohh, jadi kamu mandi? Pantes aja lama banget, emang dasar kamu ya bohongin aku! Tadi bilang cuma mau ambil handuk, eh ternyata malah mandi sambil ganti baju! Aku disini hampir jadi keriput loh sayang, nungguin kamu lama banget!" ujar Revan.


"Kok jadi kamu yang marah sih?" tanya Tania.


"Iya iya aku gak marah, aku cuma kesel aja sama kamu! Abisnya aku disuruh tunggu disini, eh kamu malah lama banget!" ujar Revan.


"Yaudah sih, kamu kan juga minum minuman aku, jadi kita impas!" ujar Tania cemberut.


Revan tersenyum, lalu mencubit pipi gadisnya yang imut itu. Membuat Tania semakin geram dan bangkit dari duduknya dengan perasaan kesal, Revan pun ikut berdiri menyamai sang kekasih.


"Hey, jangan ngambek lah cantik!" bujuk Revan.


"Bodo! Aku kesel sama kamu!" ujar Tania membuang muka.


Revan pun mendekat, lalu mendekap tubuh Tania dari samping sembari menaruh dagunya pada pundak sang kekasih.


"Sayang, aku minta maaf ya! Gini aja deh, biar aku buatin minuman baru buat kamu, gimana?" ucap Revan membujuk gadisnya.


"Terserah!" ujar Tania.


Revan tersenyum lalu mencium pipi gadisnya.


Cupp!


"Kamu kalo lagi ngambek, makin imut aja sayang! Aku jadi pengen ciumin kamu terus, ya walau dilihatnya agak jelek juga sih mirip bebek!" ujar Revan terkekeh kecil.


"Ish, nyebelin deh! Udah sana cepetan bikinin minum buat aku! Aku pengen ngerasain deh minuman bikinan kamu, kan belum pernah juga!" ucap Tania.


"Iya, oke sayangku!" ujar Revan.


Revan melepas pelukannya, lalu menarik tubuh Tania sampai menghadap ke arahnya. Ia mengusap bibir gadis itu dengan lembut sembari menatapnya tajam hingga Tania merasa tersipu.


"I love you, Tania...!!" ucap Revan tersenyum.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2