Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 69 (Rania kabur)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


Guys, sebelumnya maaf ya kemarin novel ini gak bisa up karena stoknya habis😁 sebenarnya aku udah usahain buat up tapi kondisi gak memungkinkan jadinya diundur deh....


Oh ya fyi aja novel-novel aku yang kemarin up itu juga udah lama kok dibikin nya, maaf ya guys sekali lagi buat para pembaca yang bertanya-tanya walau sebenarnya gak ada yang nanya😁😁😁


Nah Alhamdulillah sekarang aku udah sehat lagi guys jadi bisa up novel ini lagi🎉🎉🎉


...Selamat membaca......


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 15


(Rania kabur)


...•...


...•...


"Tania..." ucapnya seraya mengeluarkan senyum khas yang sudah sekian lama ia sembunyikan hanya untuk Tania wanita tercintanya.


Mendengar panggilan itu, membuat Tania tersadar dari lamunannya... ia juga langsung melontarkan senyuman ke arah Reno yang memang ia sudah lama menantikan pertemuan ini.


"Tante, sini dong deketan sama papah! Aku yakin papah seneng kalo tante ada di dekat papah..." ucap Tania kecil meminta Tania dewasa untuk mendekat.


"Eee tante disini aja ya sayang..." ucap Tania sambil tersenyum tak mau mendekati Reno karena takut akan semakin sulit melupakan pria itu.


"Ih jangan dong tante! Ayo sini deket papah..!!" ujar Tania kecil yang kemudian turun dari kursinya lalu menghampiri Tania dewasa dan menarik tangannya.


Ya Tania kecil membawa Tania dewasa ke dekat papahnya dan meminta wanita itu duduk di tempat duduknya tadi.


"Nah ayo tante duduk disini!" ucap Tania kecil.


"Gausah sayang, kamu aja ya yang duduk! Biar tante berdiri gapapa kok..." ucap Tania.

__ADS_1


"Oke deh tante," ucap Tania kecil membentuk huruf o dengan jarinya sebagai tanda oke.


Reno terus memandangi wajah Tania yang sudah sejak lama ia rindukan, ia masih mengira ini hanyalah khayalan dirinya semata... namun, setelah ia mencoba mencubit tangannya sendiri ia baru sadar kalau ini bukanlah khayalan.


"Tania..." ucap Reno dengan nada lembut sambil tersenyum terus menatap mata wanita disampingnya.


Sontak kedua wanita itu menoleh karena memang nama mereka yang sama, bahkan Reno juga jadi tertawa karena hal itu.


"Papah manggil Tania siapa pah? Aku apa tante Tania??" tanya Tania kecil yang kebingungan.


"Ahaha, gini aja deh kalau kalian berdua lagi barengan begini papah manggil kamu anak cantik aja ya! Jadi supaya kamu gak nengok kalo papah panggil nama Tania..." ucap Reno memberi julukan baru pada anaknya.


"Oke deh pah, berarti tadi papah manggil tante Tania ya?" ujar Tania kecil sambil tersenyum.


"Iya sayang, papah mau bicara sama tante Tania!" jawab Reno juga tersenyum.


"Bicara apa Ren?" tanya Tania memotong percakapan anak & ayah itu.


"Aku cuma mau bilang, kamu semakin cantik dari terakhir kali kita bertemu Tania! Selain itu, aku juga mau ucapin terimakasih karena kamu udah datang kesini buat jenguk aku!" ujar Reno.


"Sama-sama Ren, sebenarnya aku kesini bukan karena kamu juga sih! Tapi tadi aku anterin ayah angkat aku kesini, dia sakit jadi aku langsung bawa dia kesini dan kebetulan aku ketemu anak kamu di toilet tadi, dia yang kasih tau aku kalau kamu dirawat disini juga! Biar sekalian, yaudah aku ikut sama dia kesini buat tengokin kamu..." ucap Tania berusaha tak terbuai dengan ucapan Reno.


"Aku belum tau sih, tadi pas aku ke toilet dia masih diobatin sama dokter... oh iya astaghfirullah aku lupa, maaf ya Ren kayaknya aku harus balik kesana deh! Soalnya ada adik aku yang nunggu sendirian, aku takut dia kenapa-napa..!! Tania, tante pergi dulu ya sayang! Tapi nanti tante bakal kesini lagi kok kalau misal ada kesempatan..." ucap Tania yang baru teringat pada Rania.


"Yah padahal aku seneng lihatin papah bicara sama tante Tania, soalnya papah kelihatan seneng kalau ngobrol sama tante!" ujar Tania kecil.


Sontak Reno langsung tersipu karena ucapan anaknya, apalagi saat ini Tania juga memandanginya.


"Gapapa sayang, tante Tania nya harus pergi dulu! Yaudah Tania, kamu boleh pergi kok! Makasih ya udah nyempetin buat jenguk aku!" ucap Reno.


"Sama-sama, aku permisi ya! Dadah Tania cantik!" ujar Tania sambil mencubit gemas pipi gadis kecil itu lalu membuka pintu dan keluar dari sana.


...•••...


Disisi lain, orang-orang masih heboh soal dompet yang hilang begitu saja dari sang pemilik dan hanya ditemukan dompetnya saja tanpa isi.


Pria pemilik dompet yang sempat ngamuk dan menuduh pria di depannya yang sudah mengambil uang miliknya pun berhasil ditenangkan oleh satpam.


"Tenang dulu pak, oh ya mas bagaimana anda bisa menemukan dompet milik bapak ini?" tanya satpam menenangkan si pemilik dan lalu bertanya pada pria yang tadi datang membawa dompet.

__ADS_1


"Saya tak sengaja memergoki seorang anak kecil mengambil dompet milik bapak ini dari saku celananya, lalu saya terus mengikuti anak itu sampai akhirnya dia masuk ke toilet! Karena saya tidak mungkin ikut masuk kesana, saya pun menunggu di luar sampai anak itu keluar... dan setelah dia keluar saya langsung masuk ke toilet itu, ternyata anak itu membuang dompetnya di dalam toilet dan begitu saya cek memang semua isinya sudah diambil! Jadi dapat saya simpulkan kalau anak itu adalah copet!" jelas pria itu dengan singkat dan padat.


"Apa anda masih ingat bagaimana ciri-ciri anak kecil itu?" tanya satpam lagi.


"Masih pak, saya juga yakin dia masih ada di sekitar sini! Sebaiknya kita cek cctv supaya bisa lebih jelas pak, dan bapak ini juga bisa mendapat kembali uangnya yang dicopet itu..." jawabnya.


"Baiklah, mari pak kita sama sama cek ke ruang cctv untuk menyelesaikan masalah ini..!!" ujar satpam kemudian berjalan menuju ruang cctv bersama 2 pria itu.




Sementara itu, Rania yang masih mengintip langsung berdebar-debar dan merasa ketakutan karena orang-orang itu akan mengecek cctv.


"Duh gimana ini? Kalau aku ketahuan pasti aku bakal ditangkap dan dimasukin ke penjara, aduh aku gak boleh sampe ketangkap! Aku harus cepet-cepet pergi dari sini sebelum mereka temuin aku..!!" ujar Rania yang panik kemudian langsung berbalik badan dan berlari, naasnya ia malah menabrak ibu-ibu yang tengah berjalan menggandeng anaknya.


"Hadeh gimana sih dek? Jangan lari-lari dong di rumah sakit, kalau mau main sana di luar..!!" ujar ibu itu marah-marah pada Rania.


"Maaf bu maaf, saya gak lihat soalnya saya lagi buru-buru mau ketemu ayah saya!" ucap Rania.


"Yasudah saya maafin, tapi jangan lari-larian lagi!" ujar ibu itu mengingatkan Rania.


"Iya iya bu, saya permisi dulu ya..." ucap Rania kemudian langsung pergi meninggalkan ibu-ibu itu.


Ya Rania sangat panik dan cemas tentunya, ia terus berlari sambil sesekali menoleh kebelakang mengecek apakah ada satpam yang tadi atau tidak.


"Maafin aku ayah, aku harus pergi dulu dari sini supaya gak ketangkap sama mereka!" gumam Rania yang berhenti sejenak di depan pintu ruang rawat ayahnya.


Setelah itu, ia pun lanjut berlari keluar dari rumah sakit dengan cepat... tak lama kemudian Tania muncul dari arah yang berlawanan, sayangnya ia tak sempat melihat Rania karena anak itu sudah berbelok dan keluar dari rumah sakit.


"Duh pasti Rania nungguin aku nih..." ucap Tania yang juga mencemaskan kondisi Rania.


Sesampainya Tania di depan ruangan Jordi, ia terkejut amat sangat karena Rania tidak ada di tempatnya tadi menunggu.


"Loh Rania kemana..???" gumam Tania bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil menoleh kesana-kemari mencari keberadaan Rania.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2