
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 57
(Savana lagi)
...•...
...•...
Setelah ia tak menemukan Rania dan merasa kalau dirinya telah dikelabui oleh Cakra, Tania tampak geram dan kesal pada dirinya sendiri sampai memukul-mukul jok mobilnya dan berteriak meluapkan amarah.
Riko & Rusli yang ada di depan hanya bisa diam menyaksikan kemarahan nona nya, mereka tak berani berkata apa-apa disaat Tania sedang marah karena takut malah jadi pelampiasan kemarahan Tania nantinya.
Ya barulah ketika Tania tampak reda dan berhenti berteriak serta memukul-mukul jok mobil, Riko berani menoleh ke belakang menatap gadis itu untuk bertanya padanya.
"Maaf non, memangnya non itu sebenarnya mau ngapain sih ke rumah tadi?" tanya Riko dengan ragu-ragu bertanya pada nona nya.
"Aku mau selamatin adik aku pak, Rania! Dia diculik sama pemilik rumah yang tadi, makanya aku minta tolong sama kamu bantu aku bebasin Rania dari sana pak! Kamu kan punya banyak pasukan, tolong kerahkan mereka semua buat bantu kita pak!" ucap Tania menjelaskan semuanya sekaligus meminta Riko untuk mengerahkan pasukannya.
"Baik non siap! Saya langsung hubungi mereka sekarang untuk menyerbu rumah tadi, supaya kita bisa membebaskan Rania dari sana non!" ujar Riko kemudian mengambil ponselnya dari dalam saku celana lalu hendak menghubungi nomor anak buahnya yang ada disana.
"Eh jangan jangan pak!" ujar Tania mencegah Riko yang baru ingin menelpon.
"Loh kenapa non?" tanya Riko heran.
"Ya maksudnya jangan langsung suruh mereka nyerbu rumah yang tadi pak, kita kumpul dulu atur strategi yang pas dan cocok buat bebasin Rania dari tangan mafia itu!" ucap Tania.
"Oh siap non, saya akan minta mereka datang ke tempat dekat sini terus kita kumpul disana non buat bahas strategi yang pas!" ujar Riko.
"Iya pak," ucap Tania singkat.
Riko pun menghubungi nomor telepon anak buahnya dan meminta mereka semua datang ke tempat yang dikatakan oleh Riko.
__ADS_1
"Sudah saya hubungi semuanya non," ucap Riko menatap wajah nona nya setelah selesai menghubungi nomor telepon anak buahnya.
"Loh perasaan kamu baru telpon satu kali, kenapa bilangnya udah semua?" tanya Tania terheran-heran memandang wajah Riko.
"Ya tapi kan saya udah bilang sama anak buah saya yang tadi buat hubungi anak-anak yang lain non, kalau saya harus telpon satu-satu itu makan waktu banyak dan pulsa saya juga gak cukup non hehe..." jelas Riko sambil nyengir.
"Ohh begitu, yaudah kita langsung aja berangkat pak ke tempat yang dibilang kamu tadi! Kasih tau aja arahnya ke pak Rusli!" ujar Tania tersenyum.
"Baik non, mari pak jalan!" ucap Riko lalu meminta Rusli melakukan mobilnya.
Rusli mengangguk dan kemudian menancap gas secara perlahan, sementara Tania kembali bersandar memainkan ponselnya.
Akan tetapi, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di hadapan mobil Tania membuat Rusli harus mengerem mendadak dan hampir saja semua orang di dalam mobil itu terpental ke depan.
"Duh kenapa sih pak?" tanya Tania yang jantungnya berdegup kencang karena terkejut.
"Maaf non, itu ada mobil berhenti tiba-tiba di depan ngalangin jalan kita!" jawab Rusli.
Tania serta Riko pun melihat ke arah mobil di depan mereka itu, tampak seorang wanita turun dari mobil itu bersama 4 orang pria berjalan di belakangnya mendekati mobil mereka.
"Itu siapa ya non?" tanya Riko pada nona nya.
Akhirnya Tania ditemani Riko turun dari mobil itu, mereka menghampiri wanita yang berdiri disana bersama para pria menemaninya.
Setelah turun dari mobil, Tania baru menyadari dan mengenali kalau wanita itu merupakan Savana seorang preman yang pernah dicuri uangnya oleh Tania dan sempat menangkap Tania sebelumnya serta menyiksa gadis itu.
"Mau apa lagi sih lu?" tanya Tania.
"Hahaha, tentu aja gue bakal tangkap lu dan kasih pelajaran buat lu Tania karena udah berani macam-macam sama gue!" ucap Savana menjawab pertanyaan Tania barusan.
"Jadi lu masih mau coba tangkap gue? Hadeh ya ampun Savana, udah cukup deh mending kita damai aja lupakan masa lalu!" ujar Tania.
"Hahaha, apa kata lu? Damai? Jangan harap gue mau berdamai sama lu, denger ya Tania gue bakal habisin lu dan bikin lu nyesel seumur hidup karena udah berani macam-macam sama gue dulu!" ujar Savana.
"Oke, gue tunggu!" ucap Tania tersenyum sinis seperti menantang wanita di hadapannya.
Howard serta Hendi yang ikut bersama mereka baru turun dari mobil lalu berdiri di belakang nona nya untuk membantu gadis itu.
"Serang mereka!" ujar Savana memerintahkan anak buahnya maju menyerang Riko serta Howard & Hendi.
__ADS_1
Sementara Savana sendiri akan menghadapi Tania dalam pertarungan duel satu lawan satu, ia cukup percaya diri menghadapi Tania karena sudah belajar bela diri selama bertahun-tahun demi membalaskan dendam nya.
...•••...
Disisi lain, Joshua tersadar dari pingsannya dan bangkit kembali sambil memegangi kepalanya yang terluka akibat pukulan dari wanita tadi. Joshua coba berjalan keluar kamar mencari wanita itu untuk memastikan dia masih berada disana atau tidak.
Benar saja rupanya wanita itu memang belum bisa keluar dari rumah Joshua, ia malah kembali menemui Joshua yang sudah sadar itu.
"Heh, kasih kunci pintunya ke gue!" ujar wanita itu menengadahkan tangannya ke arah Joshua.
"Hahaha, udah gue duga lu gak bisa keluar dari rumah ini dan lu juga gak tau dimana tempat gue menyimpan kunci itu... gue gak akan pernah kasih tau lu cewek aneh, karena lu udah pukul kepala gue pake gelas!" ujar Joshua.
"Asal lu tau ya, gue gak bakal ngelakuin itu kalo lu gak berbuat macam-macam sama gue! Emangnya lu pikir gue bodoh apa? Lu kan yang udah perkosa gue semalam dan ambil kesucian tubuh gue! Jadi yang pantas dibilang aneh itu lu, dasar laki-laki brengsek!" ujar wanita itu.
"Maaf, semalam gue khilaf..." ucap Joshua dengan seenaknya meminta maaf dan mengatakan kalau ia hanya khilaf padahal memang sengaja ingin menodai gadis itu.
"Lu pikir gue bakal percaya sama alasan lu? Gimanapun juga lu udah nodain gue, jadi gue gak akan biarin lu bebas disini! Lu harus dihukum seberat-beratnya atas perbuatan lu ke gue, bisa-bisanya lu main tidurin cewek yang lu sama sekali gak kenal..." ujar wanita itu.
"Gue kan udah minta maaf, ayolah kita berdamai aja! Gue janji bakal bayar berapapun yang lu mau asal kita bisa berdamai! Jangan bawa masalah ini ke polisi ya!" ucap Joshua.
"Enak banget lu ngomong kayak gitu! Heh bajingan brengsek, lu pikir kesucian gue bisa diganti sama uang punya lu itu? Jangan mentang-mentang lu kaya dan berduit jadi lu bisa perlakukan cewek seenaknya begitu, gue ini juga punya harga diri!" ujar wanita itu.
"Bukan gitu maksud gue, ayolah gue cuma gak mau masalah ini dibikin panjang! Lagian kan ini semua gak murni salah gue juga, lu aja yang mancing-mancing gue pake pingsan di atas meja gue segala semalam... terus lu ngapain ke club pake pakaian seksi kayak gitu? Asal lu tau ya, saat lu pingsan udah banyak om-om hidung belang yang ngincer lu! Makanya gue bawa lu kesini dengan niat ngamanin lu, eh gue juga malah gak bisa tahan nafsuu gue..." ucap Joshua.
Wanita itu terdiam sejenak mengingat kejadian semalam sebelum ia pingsan di tempat itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...VS...
...Wih siapakah yang menang guys diantara mereka berdua🤔...
...Tania vs Savana...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...