Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 209 (Jagung bakar)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 152


(Jagung bakar)


...•...


...•...


Setelah puas bermain di tempat tersebut, Revan & Tania pun kini hendak pulang mengingat hari juga semakin larut dan gelap, tentunya Revan tak mau dimarahi oleh calon mertuanya alias William karena terlambat membawa Tania pulang ke rumahnya.


Tania pun sudah tampak puas karena berhasil mendapatkan robot keinginannya dari permainan tembak tadi, ya bahkan ia juga mendapat bonus gelang cantik karena Revan berhasil menembak tepat sasaran dua kali.


"Sayang, kita pulang sekarang ya? Udah malem nih, aku takut papa kamu marah!" ucap Revan.


"Hahaha, kamu gausah takut Van! Mana mungkin papa bisa marah sama kamu sih? Udah tenang aja gausah panik gitu, sampe keringat dingin segala!" ucap Tania menenangkan kekasihnya.


"Yeh tetep aja aku panik, sayang!" ucap Revan.


"Oke, yaudah kita pulang deh supaya kamu gak panik! Aku juga udah puas sih karena udah dapet robot keren ini, makasih ya!" ucap Tania.


"Sama-sama,"


Revan melingkarkan tangannya di pinggang Tania lalu mendekatkan tubuh gadis itu ke tubuhnya dan mengecup lembut kening Tania, ia juga membelai rambut gadisnya membuat Tania merasakan kelembutan yang jarang ia rasakan.


"Van, kamu kenapa lembut banget sih sama aku?" ucap Tania sembari menatap mata Revan.


"Karena aku tulus sayang sama kamu, makanya aku berusaha buat bikin kamu juga nyaman sama aku!" jawab Revan sambil tersenyum.


"Keren!"


Mereka pun saling melempar senyum dan mempererat pelukan, Tania membenamkan wajahnya pada bahu Revan lalu bersama-sama melangkah maju meninggalkan tempat itu.


Namun, tiba-tiba Tania meminta berhenti karena ia melihat tukang jagung bakar di dekatnya dan ia mendadak ingin memakan jagung bakar manis yang sepertinya sangat lezat itu.

__ADS_1


"Van, tunggu dulu!" rengek Tania sambil menarik-narik lengan baju Revan.


"Kenapa, sayang?" tanya Revan penasaran.


"Aku mau itu..." jawab Tania sambil menunjuk ke arah tukang jagung bakar di depannya, ia menatap wajah Revan dengan memelas agar Revan mau menurutinya.


"Ya ampun, kamu kok jadi manja banget kayak gini sih?" ujar Revan terkekeh.


"Kenapa? Kamu gak suka, ya? Yaudah deh kalo gitu aku gak mau manja lagi sama kamu, mending aku cuek aja lagi biar kamu seneng!" ucap Tania ngambek dan langsung melepas pelukannya.


"Eh eh, hey gak gitu manis! Kamu jangan ngambekan gitu dong, aku bercanda loh! Aku seneng kok kamu manja begitu sama aku, tadi kan aku kaget aja!" ucap Revan berusaha membujuk kekasihnya.


"Yaudah gausah komen dong!" ujar Tania.


"Iya iya, yuk kita beli jagung bakar sesuka hati kamu! Sekalian kita borong aja semuanya buat dibagi-bagi ke karyawan papa kamu, gimana?" ucap Revan.


"Ngapain sih? Udah beli secukupnya aja, aku gak mau disangka porotin kamu!" ucap Tania.


"Hahaha, ya gak akan lah! Aku ini kan calon suami kamu, udah sewajibnya aku beliin apapun kesukaan kamu Tania!" ucap Revan tersenyum.


"Ya terserah kamu aja deh..."


"Tania ternyata bisa juga manja kayak gini, tadinya saya pikir Tania itu wanita yang keras dan cuek!" gumam Revan di dalam hatinya sembari menatap wajah gadisnya dari samping.




"Pak, jagung bakarnya 5 ya!" ucap Revan mengangkat tangannya memesan jagung bakar disana.


"Loh, kok 5 sih?" tanya Tania heran.


"Ya emang kenapa, sayang?" ucap Revan.


"Itu kebanyakan tau!" ujar Tania.


"Enggak lah, itu pas! Kan buat aku, kamu, papa kamu sama Rania!" ucap Revan.


"Itu baru 4, satu lagi buat siapa?" tanya Tania.


"Buat abangnya yang jual..." jawab Revan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ish, ada-ada aja kamu!" ujar Tania.


Si abang penjual jagung sampai ikut tertawa melihat tingkah laku sepasang kekasih itu, sedangkan Revan langsung mengajak gadisnya duduk menunggu di dekat sana menanti jagung pesanan mereka jadi berbaur dengan para pembeli lainnya.


Terlihat memang cukup ramai pembeli yang sedang memakan jagung disana, mereka tampak asyik dengan pasangan masing-masing walau ada juga yang sendiri sekitar satu atau dua orang, tapi lebih banyak yang berpasangan tentunya.


"Sayang, kayaknya romantis deh kalo kita makan satu jagung buat berdua..." ucap Revan.


"Alay ih kamu! Udah kaya abg aja pake kayak gitu segala, kita tuh sama-sama udah berumur Van!" ucap Tania.


"Ahaha gapapa lah, tindakan romantis itu bukan cuma buat yang muda-muda kan?" ucap Revan.


Tania tersenyum kembali lalu membenamkan wajahnya pada pundak sang kekasih, sedangkan Revan mengusap wajah gadisnya sembari mengecup kening Tania dengan lembut.


Tak lama kemudian, datang dua orang yang juga memesan jagung disana membuat Revan serta Tania terkejut karena mereka merasa tak asing dengan suara orang tersebut.


"Pak, jagungnya dua ya!"


Saat Tania menoleh ke arah orang itu, ia menganga sedikit karena yang ia lihat ternyata adalah Reno alias cinta pertamanya dan saat ini pria itu bersama seorang wanita yang tampak asing di mata Tania.


Revan juga melihat kehadiran Reno disana dan menyadari kalau Tania tidak suka berada di tempat yang sama dengan Reno, ia langsung menarik wajah Tania menghadap ke arahnya kemudian membelai lembut bibir mungil gadisnya.


"Gausah dilihatin! Nanti kamu malah makin sakit hati kalo ngeliat dia, mending tatap aku aja!" ucap Revan.


Seketika senyum muncul di wajah Tania karena ia tak tahan dengan raut muka kekasihnya itu, Revan pun senang karena Tania bisa kembali tersenyum saat menatapnya dan langsung saja mendekap erat tubuh gadisnya untuk menenangkan dia.


Naasnya, Reno ternyata duduk menunggu di dekat mereka dan sepertinya ia juga melihat kalau Tania ada disana bersama Revan, namun Reno memilih pura-pura tidak melihatnya dan fokus bersama gadisnya yakni Lyota.


"Sayang, kamu pasti haus kan? Aku beliin minum dulu ya disana buat kamu, supaya kamu gak haus!" ucap Reno sengaja ingin memanas-manasi Tania.


"Hah?"


"Udah gapapa, aku beliin ya?" ucap Reno tersenyum sembari mengusap tangan Lyota.


Reno bangkit kembali lalu menoleh sekilas ke arah Tania sambil tersenyum, ia melangkah pergi menuju tempat minuman meninggalkan Lyota yang masih menganga kebingungan karena tiba-tiba Reno memanggilnya dengan sebutan sayang.


Sementara Tania tidak sama sekali terpancing dengan tindakan Reno dan tetap menikmati pelukan dari kekasihnya yakni Revan, ia memang sudah tidak lagi memikirkan Reno karena menurutnya Reno hanyalah masa lalu yang harus dilupakan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2