Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 178 (Menabrak pedagang)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 122


(Menabrak pedagang)


...•...


...•...


Tiiinnnn....


Gubrakkk...


"Awwhhh....!!"


Sebuah motor yang melaju kencang di tikungan tak melihat jika ada seorang pedagang mie ayam yang hendak menyebrang jalan, akibatnya mereka pun terjatuh dan seluruh isi gerobak itu berceceran kemana-mana termasuk si pedagang juga tergeletak di aspal karena tabrakannya lumayan kencang.


Pemotor tersebut bahkan sampai terpental dari motornya dan terbentur trotoar, beruntunglah ia mengenakan helm sehingga luka yang dialaminya tidak terlalu parah dan serius. Ia masih bisa membuka mata lalu bangkit walau terasa perih serta sakit pada bagian tangan dan kakinya, ya terdapat beberapa luka disana akibat terbentur aspal.


Dengan terpincang-pincang pemotor itu menghampiri si pedagang yang masih tergeletak, ia hendak meminta maaf karena ini semua memang kesalahannya yang mengemudi tidak benar.


"Pak, bapak gapapa?" tanya pemotor yang rupanya wanita, terdengar dari suaranya.


Si bapak penjual mie ayam itu mendongak menatap wajah orang yang sudah menabraknya dan membuat gerobaknya hancur serta seluruh dagangannya tumpah berceceran kemana-mana, sepertinya bapak itu sangat marah pada pemotor di sampingnya tapi ia juga merasa sedih karena dagangannya belum ada yang laku dan malah terjadi musibah begini.


"Kamu ini gimana sih, bisa bawa motor apa enggak? Ini itu jalan raya umum bukan sirkuit, di tikungan curam kayak gini kok ngebut-ngebut!" ujar si bapak.


Pemotor itu merasa bersalah dan memaklumi amarah dari si bapak penjual, ia menunduk lesu menahan sakit di bagian tubuhnya karena bagaimanapun ia harus mendahulukan menolong bapak penjual tersebut yang juga terluka.

__ADS_1


Dari arah lain muncul seorang pria yang baru membeli granita di warung kecil terdekat, pria itu menyaksikan semua kejadian kecelakaan yang melibatkan pemotor wanita dengan pedagang mie ayam barusan.


"Waduh, lu gimana sih? Kasihan loh si bapaknya, dia udah tua terus harus jualan buat memenuhi kehidupannya! Eh lu malah naik motor gak bener terus nabrak dia, dasar gak bener!" ujar pria itu.


Wanita itu hanya bisa diam meratapi kesalahannya, ia memang sadar ini semua adalah kesalahannya dan akan bertanggung jawab tentunya kepada si bapak yang sudah ia tabrak sampai seperti itu.


Akhirnya bapak tersebut bisa berdiri kembali dengan bantuan si pria yang tak lain adalah Reno, ya Reno kebetulan memang ada disana tengah jalan-jalan menikmati indahnya hidup yang selalu jarang ia dapatkan lantaran kesibukannya.


"Heh, lu malah diem aja! Bantuin tuh si bapaknya beresin semua kekacauan yang lu bikin, lu harus tanggung jawab!" ujar Reno tegas.


Wanita itu pun membuka helmnya lalu menatap wajah Reno yang ada di hadapannya, ia memang sudah mengenali pria tersebut sejak pertama kali dia datang mendekatinya serta bapak pedagang mie ayam itu.


Reno yang melihat wajah dari wanita itu pun tercengang, ya tentu saja ia juga tidak asing lagi dengan wajah tersebut karena beberapa kali sempat bertemu walau belum terlalu dekat.


"Lyota...??" ucap Reno menganga sedikit.


Reno langsung ciut begitu mengenali gadis yang menabrak si bapak ternyata Lyota, ia juga sangat menyesal sudah memarahi Lyota dengan suara yang lantang serta keras tadi.


"Kamu kok bisa ada disini?" tanya Reno penasaran.


"Iya, gue mau lewat doang! Tapi, malah jadi nabrak gerobak si bapak ini!" jawab Lyota pelan.


Sementara para warga sekitar akhirnya juga datang dan berbondong-bondong membersihkan jalan bekas mie ayam yang tumpah, mereka mengangkat gerobak yang telah hancur tersebut lalu meminggirkannya.


"Pak, saya minta maaf ya? Saya sadar saya salah, insyaallah saya akan ganti semuanya pak!" ucap Lyota meminta maaf pada si bapak.


"Gapapa neng, saya sudah maafkan kok! Yang namanya musibah pasti bisa terjadi kapan saja, ini sudah takdir dari sang pencipta!" ucap bapak itu.


"Tenang aja, pak! Nanti saya juga akan belikan gerobak yang baru buat bapak, bahkan yang lebih bagus dari ini! Jadi, bapak bisa jualan lagi terus kumpulin uang buat keluarga bapak!" ucap Reno.


"Gausah, Reno! Biar gue aja yang ganti rugi semuanya ke bapak ini, kan gue juga tadi yang nabrak dan bikin semuanya kayak gini!" ucap Lyota.


"Gapapa, Lyota! Gua ikut bantu, ya!" ujar Reno.


Akhirnya Lyota manggut-manggut menerima bantuan dari Reno yang ingin membelikan gerobak untuk si bapak, mereka pun memberikan sejumlah uang untuk bapak penjual yang sudah kehilangan gerobak serta dagangannya itu dalam rangka mengganti rugi.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Tania masih harus berhadapan dengan para gangster yang mencegatnya di jalan saat ia baru habis dari rumah Jordi dan ingin pulang ke rumahnya. Ya gangster itu adalah orang yang sama dengan yang sebelumnya menyerang ia juga, ia pun masih belum tahu siapa mereka dan mau apa terus mengejarnya seperti ini.


"Mau apa kalian...??" tanya Tania dengan nada tegas dan mata melotot karena emosi.


Para gangster itu saling pandang sambil tersenyum dan mengusap dagu mereka, rupanya orang-orang itu senang karena Tania mau keluar menemui mereka karena tentunya memang hanya Tania lah yang diincar oleh gangster tersebut.


"Kita mau bawa lu pergi, ayo ikut kita!" ujar salah seorang anggota gangster tersebut.


"Siapa kalian? Kenapa kalian mau bawa gue?" tanya Tania terheran-heran penasaran.


"Hahaha, gausah banyak bacot lu! Ayo cepet ikut kita dan lu bakal tau sendiri nanti...!!" ujar orang itu.


Pria tersebut langsung hendak meraih tangan Tania, akan tetapi dengan cepat Tania menepisnya dan menatap wajah pria itu dengan mata menyala karena ia sangat kesal dan emosi.


"Jangan mimpi bisa bawa gue!" ujar Tania.


"Waw keren, gua suka cewek yang kayak gini! Pemberani, tapi sayang lu tetep harus ikut kita!" ucap pria tersebut tertawa kecil.


Para gangster itu pun bersiap mendekati Tania untuk membawa paksa gadis itu, sedangkan Tania merasa ketakutan karena mereka terlihat sangat emosi apalagi tangan-tangan mereka seperti bersiap menghajar Tania saat ini juga.


"Mau pilih cara lembut, atau kasar?" tanya pria itu menawarkan pilihan pada Tania.


"Gue pilih kalian pergi dan jangan ganggu gue lagi!" ucap Tania dengan nada tegas.


"Hahaha, itu gak akan pernah terjadi!!" ucap pria itu.


Para gangster itu maju mendekati Tania, mereka langsung memaksa Tania untuk ikut dengannya namun lagi-lagi Tania menghindar dan menendang area sensitif milik si pria tersebut.


"Awwhhh... kurang ajar...!!"


"Habisi dia sekarang!"


Tania berlari ke tempat yang lebih luas, tetapi gangster tersebut berhasil mengitarinya sehingga gadis itu tak bisa pergi kemana-mana lagi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2