
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 163
(Tania & Revan, Reno & Lyota)
...•...
...•...
Tania sudah selesai menandatangani setiap berkas yang diberikan oleh sekretarisnya, ia juga sudah menghubungi sang sekretaris untuk mengambil berkas-berkas itu, lalu ia pun menghampiri Revan yang tengah duduk di sofa menonton tv.
Tanpa basa-basi, Tania duduk di samping Revan lalu menyentuh lengan pria itu sambil tersenyum menatapnya dari samping, ia meletakkan kotak makan berisi kebab di atas meja masih sambil memandang wajah Revan yang nampaknya sangat serius menonton tv sampai tak mau menoleh.
"Ish, kok aku dikacangin sih? Tadi aja kamu maksa mau deket sama aku, giliran sekarang aku udah disini malah kamu cuekin!" ujar Tania ngambek.
Sontak Revan langsung menoleh ke arah Tania yang tengah cemberut itu karena ia tak mau Tania marah kepadanya, ia pun berusaha untuk membujuk gadisnya dengan mencolek dagu Tania serta menggenggam tangan gadis itu.
"Gak nyuekin, aku lagi fokus nonton aja! Maaf ya, udah dong jangan ngambek!" ucap Revan.
"Tau ah aku bete sama kamu! Masa kamu lebih fokus sama tv daripada aku!" ujar Tania.
"Hey, iya iya maaf dong! Ayolah, jangan ngambek sayang! Aku gak bisa kalau kamu cemberut begitu terus sama aku, maafin aku ya!" bujuk Revan.
"Yaudah, tapi kamu jangan begitu lagi!" ujar Tania.
"Iya, udah dong jangan cemberut terus! Coba senyumnya mana cantik? Aku mau lihat dong senyum kamu yang manis itu!" ujar Revan.
Tania pun tersenyum memandangi wajah Revan, tentu Revan langsung dibuat meleleh olehnya dan memegang wajah cantik gadisnya sembari menggenggam satu telapak Tania, tak diduga Revan kembali mengecup pipi Tania yang mulus itu.
Lagi-lagi Tania terkejut dan memegangi pipinya dengan mulut terbuka sedikit karena kaget, ia pun memalingkan wajahnya karena malu dan seketika pipinya memerah sambil senyum-senyum sendiri, Revan yang melihatnya dibuat gemas oleh tingkah gadisnya.
"Kamu gemesin banget sih, Tania! Kalau kamu udah jadi istri aku, pasti aku bakal langsung terkam kamu deh!" ucap Revan terkekeh.
__ADS_1
"Hah? Kamu sekarang udah berubah jadi macan, ya? Sukanya nerkam orang, serem ih!" ujar Tania.
"Hahaha, tuh kan gemesin banget! Aku makin suka sama kamu kalo gini, jangan pernah ngambek lagi ya cantikku!" ucap Revan mengelus wajah Tania.
"Iya, kamu juga jangan cuekin aku lah!" ujar Tania.
"Gak bakal lah, yaudah sekarang yuk kita makan bareng kebab buatan kamu ini! Aku udah laper loh gak sabar juga pengen makan makanan buatan kamu, soalnya rasanya enak banget!" ucap Revan.
"Oh iya, aku jadi lupa buat ajak kamu makan... yaudah sini biar aku bukain, kamu mau aku suapin atau makan sendiri?" ucap Tania memberi tawaran.
"Sendiri aja, kamu kan juga harus makan! Kalo kamu suapin aku nanti kamu gak bisa makan dong, aku mah gak mau egois!" ucap Revan tersenyum sembari membelai rambut Tania.
"Kan bisa juga aku sambil makan, tapi ya terserah kamu aja sih!" ucap Tania.
"Ohh, yaudah deh kalo kamu maksa mah aku mau aja disuapin sama kamu! Rasanya juga lebih enak sih kalo makannya disuapin sama gadis cantik, ya kan?" ucap Revan menaikkan alisnya.
"Oke...."
Tania tersenyum lalu mengambil sebuah keban dari kotak makan untuk disuapkan ke dalam mulut Revan alias kekasihnya, mereka tampak menikmati momen itu dengan saling suap-suapan dan bertatapan sembari tersenyum manis.
...•••...
Reno melamun menopang dagunya dengan kedua tangan sembari memikirkan Tania, entah mengapa rasanya sulit bagi ia untuk bisa melupakan Tania dari pikirannya karena sampai kini ia masih saja kepikiran tentang Tania terus-menerus.
"Ehem...."
Seorang wanita berdehem di dekatnya membuat Reno tersadar dari lamunannya lalu menoleh ke samping sesuai asal suara, ia mendongak menatap wajah wanita itu kemudian tersenyum dan langsung berdiri begitu menyadari itu adalah Lyota.
"Lyota?" ucap Reno terkejut.
"Hai!" sapa gadis itu sambil melambaikan tangan.
"Kok kamu bisa disini? Lagi apa??" tanya Reno tak bisa menahan kegembiraannya melihat Lyota disana, terbukti ia kini tersenyum renyah.
"Iya, gue tadi lagi cari sarapan di sekitar sini! Nah terus gak sengaja gue ngeliat lu jalan kesini, makanya gue ikutin aja!" jawab Lyota menjelaskan.
"Ohh, lagi-lagi kita ketemu secara gak sengaja gini ya? Saya semakin yakin kalau Tuhan memang menakdirkan kita sebagai jodoh, buktinya udah berapa kali kita ketemu begini!" ucap Reno.
"Hah? Jodoh?? Hahaha, ada-ada aja lu ah! Kalo ngomong suka ngawur mulu deh, mana mungkin gue berjodoh sama lu!" ujar Lyota tertawa kecil.
__ADS_1
"Yah gak percaya, udah banyak yang bilang begitu loh! Kamu lihat aja nanti pasti kamu bakal nikah sama saya pada akhirnya, saya yakin banget soal itu!" ucap Reno tersenyum.
"Eee... udah lah gausah bahas gituan! Lu lagi ngapain disini dah?" ujar Lyota.
"Gak kok, tadi saya abis nganter anak saya sekolah! Terus saya mampir kesini dulu buat istirahat, oh ya itu sarapan kamu?" ucap Reno sembari menunjuk kantong plastik yang ditenteng Lyota.
"Ohh jadi lu udah punya anak?" tanya Lyota.
"Ya, baru satu sih masih kecil juga! Dia cewek cantik sama cantiknya kayak kamu, tapi jangan takut saya ini duda loh!" jawab Reno sambil tersenyum.
"Gue gak nanya!" ujar Lyota.
"Hahaha, saya cuma ngasih tau kok! Supaya kamu gak ngira kalau saya ini udah punya anak tapi suka godain anak gadis, lagian saya juga masih muda kok walau udah punya anak satu!" ucap Reno.
"Bodoamat! Udah ah gue mau balik!" ujar Lyota.
"Heh, tunggu!"
Lyota yang hendak pergi meninggalkan Reno dari taman tersebut, langsung dicekal dengan cepat oleh Reno dan membuat Lyota tak bisa pergi dari sana ataupun bergerak sedikitpun, Reno menarik tubuh Lyota mendekat ke arahnya lalu mendekapnya.
"Ish, lu apaan sih?" bentak Lyota berontak.
"Kamu jangan tinggalin saya dong! Kan saya masih mau bicara banyak sama kamu, bahas soal hubungan kita ini..." ucap Reno tersenyum.
"Hah??"
Lyota kaget mendengar ucapan Reno dan ia kembali meronta-ronta sembari memukul dada Reno dengan tangan terkepal, namun dekapan Reno memang cukup kuat dan erat sehingga Lyota tak bisa bergerak sedikitpun.
"Kamu kenapa sih?" tanya Reno.
"Lu yang kenapa! Gue mau pulang, lepasin!" ujar Lyota masih berontak.
"Gak mau! Udah kamu disini aja!" ucap Reno tegas.
Reno masih tak mau melepaskan dekapannya dan membuat Lyota tenang di dalam tubuhnya, walau Lyota masih saja berusaha untuk melepaskan diri dengan terus berontak, namun tentu ia gagal melakukannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1