
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 21
(Putar balik)
...•...
...•...
Sesudah mengembalikan uang hutang Jordi kepada rentenir yang haus harta itu, Tania pun langsung kembali ke rumah sakit menemui Rania bersama dengan Riko dan 2 pengawalnya.
Sesampainya disana, tampak Rania sudah menunggu kedatangan gadis dewasa itu dan langsung berlari menghampirinya.
"Kakak...!!!" teriak Rania beranjak dari duduknya lalu memeluk bagian bawah tubuh Tania karena dia hanya setinggi pinggangnya Tania.
"Kak Tania darimana aja sih? Aku lama loh nunggu disini, aku kira kakak lupa kalau ayah masih dirawat disini!" ucap Rania menitikkan air mata kesedihan, sontak Tania merendahkan posisi tubuhnya berjongkok di hadapan Rania dan memegang wajah gadis kecil itu dengan dua tangannya.
"Mana mungkin sih kakak lupa sayang, tadi itu kakak ada urusan sebentar yang harus diurus dulu! Makanya kakak terlambat datang kesininya, tapi kakak tetep inget kok kalau ayah kamu dirawat disini...!! Oh ya gimana kondisi ayah kamu sekarang, udah mendingan kan?" ujar Tania menenangkan gadis kecil itu sambil menyeka air matanya yang mulai menetes.
"Iya kak, ayah sekarang udah lebih baik kata Bu dokter! Malah katanya ayah juga udah boleh pulang ke rumah loh kak, aku seneng banget akhirnya ayah bisa pulang lagi...!!" ujar Rania gembira menyampaikan kabar itu pada Tania.
"Oh ya? Wah Alhamdulillah syukur deh kalo bang Jordi emang udah boleh pulang, yaudah kalo gitu ayo kita masuk ke dalam! Kebetulan kakak udah bawain perlengkapan ayah kamu nih, jadi sekalian aja kita ganti pakaian ayah kamu sebelum pulang!" ucap Tania tersenyum menunjukkan tas berisi pakaian milik Jordi pada Rania.
"Iya kak, eh kok kakak lehernya basah gitu sih? Terus wajah kakak juga, kakak keringetan ya?" ujar Rania melontarkan pertanyaan karena ia melihat kondisi Tania yang penuh keringat.
"Ohh ini tadi kakak abis olahraga sebentar sayang, tapi kayaknya kakak lupa lap keringatnya tadi hehe... emangnya kenapa sih sayang, kakak bau ya?" ujar Tania tertawa kecil sambil mencolek hidung Rania.
__ADS_1
"Ahaha enggak kok kak, kakak tetep wangi malah lebih wangi dari sebelumnya!" ujar Rania juga tertawa dan memberi kecupan pada wajah Tania yang masih basah keringat itu.
Setelah itu, Tania pun membalas ciuman Rania dengan juga memberi kecupan bertubi-tubi pada pipi gadis kecil menggemaskan itu sambil menggelitiki pinggang Rania.
"Ahaha... geli kak geli, udah kak ampun...!!" ujar Rania merasa kegelian akibat gelitikan dari jari-jari nakal Tania di pinggangnya.
"Hahaha, yaudah yuk kita langsung masuk aja! Umm mau kakak gendong gak?" ujar Tania.
"Wah mau dong kak, aku belum pernah digendong sebelumnya..." ucap Rania langsung bersemangat saat Tania menawarkan gendongan pada Rania.
"Mau? Oke kakak gendong ya..." ucap Tania kemudian bangkit dari jongkoknya lalu langsung menggendong tubuh gadis kecil itu.
•
•
Dari kejauhan, Tania kecil dan omahnya sedang mendorong kursi roda Reno yang ingin pergi ke taman untuk sekedar jalan-jalan.
Namun, Tania kecil sepertinya mendengar suara Tania dewasa tak jauh dari sana... ia pun menoleh ke kanan dan kek kiri mencari asal suara, benar saja Tania kecil akhirnya mendapati Tania dewasa berada tak jauh dari sana dan tengah menggendong seorang anak kecil perempuan.
Sontak Reno dengan perlahan menolehkan kepalanya ke arah yang ditunjuk oleh putrinya, ia langsung tersenyum saat melihat Tania ada disana.
"Iya benar sayang itu tante Tania, kamu mau temuin dia sayang?" ucap Reno.
"Eee mau dong pah, tapi emangnya papah gak jadi pergi ke tamannya?" ujar Tania kecil.
"Kan bisa nanti sayang, kalo kamu mau ketemu sama tante Tania yaudah kita kesana aja dulu temuin dia sebentar..!!" ujar Reno tersenyum.
"Boleh deh pah, asik bakal ketemu sama tante Tania lagi! Ayo omah kita dorong kursi roda papah kesana buat ketemu tante Tania..!!" ujar Tania kecil menoleh ke arah Anggi.
"Aduh ngapain sih Tania? Udah kita ke taman aja ya, buat apa juga kita temuin cewek itu? Mending kamu tuh jalan-jalan di taman Reno lihat-lihat pemandangan, hirup udara segara biar kamu cepat sembuh! Jangan malah ketemu sama cewek gak jelas kayak gitu, yang ada bukannya sembuh kamu malah tambah sakit nantinya...!!" ujar Anggi tampaknya tidak setuju pada usul Tania kecil untuk pergi menemui Tania dewasa.
Sontak raut wajah Tania kecil langsung berubah 180 derajat, ia memanyunkan bibirnya lalu menunduk ke bawah seperti hendak menangis.
__ADS_1
Reno yang melihat anaknya sedih pun berusaha membujuk mamahnya yakni Anggi, ia juga menjelaskan pada Anggi kalau Tania bukanlah wanita gak jelas karena mereka adalah sahabat.
"Mah, gapapa lah kita temuin Tania sebentar aja! Kasian loh anak aku ini sampe cemberut gitu, dia pasti pengen banget ketemu sama tantenya mah... lagian Tania itu bukan cewek gak jelas mah, dia temen aku kok dulu! Jadi udah mamah bolehin ya kita kesana, kalau mamah gak mau ketemu Tania ya udah mamah tunggu disini aja biar aku sama putri Tania yang kesana!" ujar Reno.
"Hadeh ribet amat sih kamu Reno, yaudah yaudah mamah mau bawa kamu kesana! Tapi awas ya jangan lama-lama...!!" ujar Anggi akhirnya mau menurut karena merasa kasihan pada cucunya yang ngambek.
"Iya mah sebentar aja kok, nah Tania sayang tuh omah udah setuju jadi kamu jangan sedih lagi ya cantik! Ayo kita langsung kesana sebelum tante Tania nya pergi...!!" ucap Reno membujuk putrinya agar tidak sedih lagi.
"Iya pah, asikkk ketemu tante Tania! Makasih ya omah, aku sayang deh sama omah...!!" ucap Tania kecil sambil memeluk kaki omahnya.
Mereka bertiga pun pergi menghampiri Tania, tampak Reno sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dengan sahabat lamanya itu.
Begitupun dengan Tania kecil alias putrinya, ia juga sangat senang dan bahagia karena akan bertemu lagi dengan tantenya.
Namun, tiba-tiba seorang pria memakai kemeja berwarna merah gelap dengan celana jeans hitam dan sepatu hitam datang menemui Tania yang sedang menggendong Rania.
Tentu saja hal itu membuat Reno syok, ia meminta mamah & putrinya untuk berhenti mendorong kursi rodanya.
"Kenapa pah?" tanya Tania kecil kebingungan lantaran papahnya malah meminta untuk berhenti di tengah jalan.
"Eee kayaknya kita mending gausah kesana deh sayang, takutnya ganggu tante Tania nanti! Kita main di taman aja ya, lain kali aja kita temuin tante Tania nya pas dia lagi gak sibuk!" ucap Reno mengusap-usap kepala Tania kecil.
"Yahhh padahal aku seneng banget mau ketemu tante Tania," ucap Tania kecil yang langsung kembali manyun dan memandang wajah Tania dewasa dari sana.
"Maaf ya sayang, tapi gak baik kalo kita ganggu orang yang lagi sibuk! Kapan-kapan aja ya temuin tante Tania nya...!!" ucap Reno berusaha membujuk putrinya itu.
"Iya deh pah," ucap Tania kecil manggut-manggut tapi masih manyun dan merasa bete karena tidak jadi bertemu dengan tante Tania.
Sementara Reno juga masih memandangi Tania dari sana dan berpikir tentang siapa pria yang saat ini sedang bersama Tania itu.
"Siapa ya cowok itu? Apa mungkin dia pacarnya Tania, terus anak kecil itu juga siapa? Arrgghhh kenapa juga aku mikirin soal itu...!!" gumam Reno berdebat dengan dirinya sendiri.
Akhirnya mereka bertiga memutar balik dan pergi menuju taman di depan sana, karena Reno mendadak berubah pikiran setelah melihat ada seorang pria yang datang menemui Tania.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...