Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 337 (Tembak)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 280


(Tembak!)


...•...


...•...


Tania masih ketakutan dikepung oleh para pria bertubuh besar disana, apalagi Asrul juga terus mendekat ke arahnya dan memberi tatapan tajam seperti hendak membunuhnya. Tania terus bersiaga melihat ke sekeliling untuk berjaga-jaga ada serangan mendadak, suasana jantungnya juga tak karuan dengan situasi panas seperti sekarang ini.


Perlahan-lahan Asrul terus saja mendekati Tania dengan kedua tangan ia satukan di depan, hal itu membuat Tania semakin ketakutan dan hanya bisa berdiam diri disana. Tania masih menunggu apa yang akan mereka lakukan padanya disana, barulah setelah itu ia akan meminta bantuan pada Arsen melalui alat komunikasi yang sudah disediakan.


"Cepat serahin uang itu, kalau lu masih mau hidup dan gak mau kehilangan Jordi!" bentak Asrul.


"Gak akan! Lu serahin dulu bang Jordi ke gue, baru deh lu bakal dapetin uang ini! Lu jangan pernah berharap gue akan serahin uang ini ke lu, kalau lu aja belum mau tunjukin ke gue dimana tempat bang Jordi sekarang!" teriak Tania emosi.


"Hahaha, keren juga nyali lu Tania! Gue akuin kalau lu emang pemberani, tapi sayangnya keberanian lu itu gak berarti apa-apa disini! Karena kita bakal abisin lu dan buang mayat lu ke sungai, lu lihat sendiri kan ada sungai Cisadane yang mengalir di samping tempat kita berdiri sekarang ini?" ucap Asrul.


Tania terdiam melihat ke arah sungai di dekatnya, ia jadi teringat pada momen kelam dahulu saat ia dibuang oleh ibu kandungnya sendiri disana.


"Gue gak takut! Bukan gue yang akan mati dan hanyut di sungai itu, tapi justru lu penculik licik! Lu gak akan pernah bisa abisin gue, camkan itu!" bentak Tania menantang Asrul.


"Hahaha, besar banget ya omongan lu cewek preman! Lu gak tahu sekarang lu berhadapan sama siapa, ha? Gue bakal bikin lu nyesel karena udah main-main sama gue, lihat aja Tania gue dan semua anak buah gue bisa hancurin hidup lu hanya dengan sekali jentikan jari! Lu tinggal pilih aja, mau dengan cara kasar atau halus tapi menyakitkan?" ujar Asrul.


"Cih! Lu yang besar banget omongannya! Lu pikir gampang buat bikin gue hancur?" ucap Tania.

__ADS_1


"Lu nantangin gue? Oke, kalo emang lu pengen tahu siapa gue sebenernya! Sekarang juga gue bakal tunjukin ke lu, jangan nyesel karena lu nantinya akan pergi untuk selamanya dari dunia ini dan gak bakal bisa ketemu Jordi lagi!" ucap Asrul.


"Coba aja!" tantang Tania.


Asrul yang sudah tersulut emosi, pun mulai meminta seluruh anak buahnya yang ada disana untuk maju menyerang Tania. Sedangkan Asrul sendiri juga ikut mendekat ke arah Tania dan mengambil koper berisi uang lima milyar itu dari tangan Tania, ia berhasil mendapatkan koper itu dan anak buahnya juga masih terus berusaha menangkap Tania disana.


Perkelahian antara Tania dengan para preman itu berlangsung cukup sengit, Tania yang hanya seorang diri itu cukup sulit untuk ditaklukkan dan hampir membuat preman-preman itu pasrah.


Bughh...


Sampai akhirnya mereka berhasil melumpuhkan Tania dan menangkap gadis itu, Asrul pun gembira karena ia bisa mendapatkan uang banyak dan juga berhasil menangkap Tania.


"Hahaha, lu lihat kan sekarang cewek preman? Gue bisa tangkap lu cuma butuh beberapa menit aja, ini menandakan kalau lu gak sekuat yang lu kira dan gue juga gak selemah yang lu bayangkan!" ucap Asrul sambil menarik dagu Tania.


"Lepasin gue! Kalo lu emang berani, hadapi gue satu lawan satu!" bentak Tania.


"Buat apa? Gue udah bisa tangkap lu, kenapa gue harus lepasin lu lagi Tania? Sekarang lu terima nasib aja, kalau lu bakal gue lempar ke sungai!" ujar Asrul.


"Tolong, tolong...!!!" teriak Tania.


"Kata siapa, ha? Ada kok orang yang bisa nolong gue, emang lu tau tentang itu?" ucap Tania tersenyum.


Tak lama kemudian, muncullah Arsen bersama anak buahnya dari arah belakang mereka sembari menodongkan pistol kepada Asrul dan seluruh preman yang menahan Tania. Tentu saja Asrul langsung ketakutan melihat cukup banyak jumlah orang bersenjata itu, namun ia tetap tenang dan yakin kalau ia bisa kabur dari sana.


"Hey, cepat lepaskan Tania! Atau anda akan terkena tembakan kami, sekarang anda pilih mana nyawa anda atau bebaskan Tania?!" ujar Arsen dengan suara yang lantang dan tegas.


"Hahaha, jadi lu minta bantuan orang-orang itu buat lawan gue Tania? Emang dasar lemah lu, berarti gue bakal ralat kata-kata gue tadi yang bilang nyali lu gede! Karena pada dasarnya lu itu cuma cewek lemah, gak bernyali!" ucap Asrul.


"Gue gak perduli sama kata-kata lu! Kita disini sama-sama lemah, lu juga minta bantuan preman bodoh ini kan?" ucap Tania.


Wajah Asrul langsung berubah emosi mendengar perkataan Tania, tangannya terkepal dan bergetar karena emosi yang ia rasakan saat ini. Ingin sekali Asrul memukul wajah Tania dengan tangannya itu.


Bughh...

__ADS_1


Tania menginjak kaki orang yang memegangi tubuhnya dan juga menyikut orang itu dengan keras, lalu Tania pun berlari ke arah Arsen sambil berteriak meminta Arsen segera menembak mereka.


"Kak Arsen, cepat tembak!" teriak Tania di tengah larinya.


Arsen mengangguk, ia pun bersiap dengan pistolnya dan mengeker ke arah orang-orang yang sedang mengejar Tania.


Dor!


Tembakan pertama dari Arsen berhasil tepat sasaran dan mengenai dada preman itu.


Dor!


Dor!


Dor!


Tembakan berikutnya juga dilakukan oleh para anak buah Arsen dan tentu saja tepat sasaran, karena yang Arsen mintai pertolongan adalah pasukan penembak jitu.


Sementara Asrul memilih kabur dari sana dengan membawa koper berisi uang itu, ia tak mau ambil resiko dan khawatir akan tertembak jika tetap berada disana. Asrul masuk ke dalam mobilnya dan dengan cepat memacu mobil itu meninggalkan tempat yang dipenuhi suara tembakan itu, Asrul sangat ketakutan dan tak bisa mengendalikan mobil dengan benar.


"Kak Arsen, makasih bantuannya!" ucap Tania yang kini berhasil mendekati kakaknya dan memeluk tubuh Arsen dengan erat.


"Iya Tania, sama-sama!" ucap Arsen lembut sembari mengusap punggung adiknya itu.


"Komandan, pria itu kabur dan membawa koper uang yang tadi diberikan Tania! Apa kita kejar mereka dengan mobil dinas bersenjata itu?" ucap seseorang penembak jitu anak buah Arsen.


"Ya, kejar dan tangkap dia!" tukas Arsen geram.


"Siap!"


Pasukan itu langsung memasuki mobil mereka dan mengejar Asrul, mereka meninggalkan Arsen yang masih berpelukan dengan Tania disana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2