
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 345
(Ke hotel aja)
...•...
...•...
Setelah pulang dari acara resepsi pernikahan Reno dan Lyota, kini Tania bersama Revan pergi makan malam ke sebuah restoran mewah yang merupakan milik pria itu sendiri.
Ya mereka memang sudah makan di tempat Reno sebelumnya, namun entah mengapa sesudah berkeliling sebentar Tania kembali merasa lapar dan meminta pada Revan untuk mampir sejenak ke restoran terdekat.
"Van, ini restoran yang kamu kelola sendiri?" tanya Tania sambil celingak-celinguk.
"Iya, bagus gak?" ucap Revan.
"Bagus kok! Aku suka sama tempatnya, tapi ini kok sepi banget sih? Gak laku apa gimana dah?" celetuk Tania.
"Yeh bukan gitu sayang, restoran ini udah tutup buat umum. Kan sekarang udah jam sepuluh malam, besok baru rame lagi sayang! Ini aku bawa kamu kesini karena kamu lapar aja," jelas Revan.
"Ohh, berarti kamu jahat tau Van! Jahat banget malah!" ujar Tania.
"Hah? Jahat apaan sih?" tanya Revan tak mengerti.
"Ya jahat lah, masa kamu maksa pekerja di restoran kamu buat lembur sih? Kan kasihan tau mereka, ini udah waktunya mereka pulang!" ujar Tania.
"Hey, tadi siapa yang minta makan lagi ha? Aneh banget deh kamu!" cibir Revan.
"Hehe, kan gak harus disini sayang. Kenapa kamu malah ajak aku kesini, hayo? Bukan salah aku dong berarti!" ucap Tania.
"Haish, jarang-jarang ada restoran yang masih buka jam segini. Ini juga untung karyawan disini belum pada pulang, jadi kita bisa makan deh. Lagian aku gak mungkin lah nyiksa mereka, nanti aku kasih bonus kok buat mereka! Ini kan demi kamu ayang, aku gak mau kamu kelaparan!" ucap Revan.
"Duh, romantis banget sih kamu! Aku jadi baper deh, maaf ya aku udah repotin kamu!" ucap Tania.
"Iya sayang..."
Revan tersenyum sembari mengelus rambut gadisnya yang lembut bagai sutra itu.
"Mau aku suapin?" tanya Revan.
"Umm, boleh. Kita suap-suapan yuk Van, biar lebih romantis gitu!" ujar Tania.
__ADS_1
"Yaudah, aku duluan ya suapin kamu?" ujar Revan.
Tania mengangguk setuju, lalu Revan mulai mengambil sesendok makanan miliknya dan mengarahkan ke dalam mulut gadisnya.
"Gimana? Enak gak?" tanya Revan.
"Enak!"
"Dikunyah yang bener! Baru nanti aku suapin lagi," ucap Revan.
"Sini gantian dulu, aku yang suapin kamu!" ucap Tania.
"Oke deh!"
Kini giliran Tania yang menyuapi Revan, ya mereka terus begitu selama berkali-kali sampai merasa puas dan berhasil membuat para karyawan di restoran itu merasa iri pada kemesraan mereka.
Revan terkejut melihat noda makanan di bibir bagian bawah gadisnya, ia pun bergerak untuk membersihkan noda tersebut dengan tangannya.
"Sayang, makannya yang bener dong! Kayak anak kecil aja sampe belepotan begini, tapi gapapa sih jadi lucu kalau dilihat-lihat!" ucap Revan tersenyum.
"Ih ini kan gara-gara kamu juga," ujar Tania.
Revan terkekeh sendiri mendengarnya.
"Oh ya, gimana kalau abis ini kita nginep di hotel papa aku? Soalnya kan udah malam, kamu pasti ngantuk banget! Kalau harus pulang dulu ke rumah, makan waktu lama sayang!" ucap Revan.
"Jangan ngaco ya! Aku gak mau nginep di hotel sama kamu, maupun itu hotel punya papa kamu atau siapa kek tetep gak mau! Aku tahu maksud kamu itu apa ajakin aku nginep di hotel, dasar mesum!" ujar Tania.
"Hahaha, apaan sih sayang? Pikiran kamu aja tuh yang bener! Aku cuma mau ajakin kamu tidur di hotel, gak ada niat buruk kok!" ucap Revan.
"Ah aku gak percaya! Lagian mending aku tidur di rumah aja, daripada di hotel tapi sama kamu! Udah deh aku mau habisin makanannya, terus langsung pulang!" ucap Tania.
"Iya iya..."
...•••...
Disisi lain, Arsen masuk ke kamar Velove begitu saja tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Kebetulan memang letak kamar mereka tidak terlalu jauh, sehingga Arsen bisa lebih mudah mendatangi kamar Velove.
Velove yang tengah memakai skincare di depan cermin, terkejut karena tiba-tiba pintunya terbuka dari luar. Ia pun reflek menoleh dan syok begitu melihat Arsen berdiri di dekat pintu.
"Kak Arsen? Ada apa?" tanya Velove gugup.
Arsen tersenyum tipis, kemudian menutup pintu rapat-rapat dan melangkah mendekati gadisnya.
Pria itu menaruh satu tangannya di meja dengan posisi sedikit menunduk menatap wajah Velove.
"Kak...??"
Velove masih merasa gugup plus canggung saat dikurung oleh Arsen, apalagi saat Arsen mulai mengusap puncak kepala Velove.
__ADS_1
"Kamu manis banget sih sayang!" ucap Arsen menaruh dagunya di atas kepala Velove.
"Eee kak Arsen mau apa, ya?" tanya Velove sembari mendongak menatap wajah pria itu.
Arsen menyunggingkan senyum, kemudian mengecup bibir mungil Velove secara kilat membuat gadis itu terpejam seketika. Arsen pun memegang tengkuk Velove dan menahan Velove yang hendak memalingkan wajahnya.
Cupp!
Ia kembali melakukan kecupan yang lambat laun berubah menjadi lumatann, Arsen juga menahan tengkuk leher Velove sehingga wanita itu tak bisa berbuat apa-apa selain menikmatinya.
Sekitar dua menit mereka terus beradu lidah, sampai akhirnya Arsen melepas pagutan dan menatap wajah Velove dengan lembut.
"Kalau malam ini aku tidur disini, kamu keberatan apa enggak sayang?" ucap Arsen tersenyum sembari membelai rambut gadisnya.
Velove terbelalak mendengar itu.
"Ma-maksud kak Arsen?" tanya Velove tak mengerti.
"Iya sayang, cuma tidur aja kok gak ada yang lain. Itung-itung belajar, kan sebentar lagi kita juga bakal jadi suami-istri!" jelas Arsen.
Velove terdiam lalu memalingkan wajahnya, ia bingung harus menjawab apa saat ini.
"Ma-maaf kak! Ta-tapi, kalau nanti papa tau gimana? Aku gak mau kak Arsen dimarahin lagi kayak waktu itu," ujar Velove gugup.
"Gapapa sayang, waktu itu papa marah karena papa duga aku mau perkosa kamu. Kalau kita sama-sama mau, ya papa gak akan larang atau marah sayang. Yang penting kamu mau tidur bareng aku, gimana?" ucap Arsen membujuk Velove.
"Umm, terserah kak Arsen aja deh!" jawab Velove.
Cupp!
Arsen tersenyum senang kemudian mengecup dua pipi Velove sambil mengusap rambutnya.
"Nah gitu dong sayang!" ucap Arsen.
Velove bersusah payah menelan saliva saat Arsen mendekapnya dari belakang, pria itu juga menaruh dagunya pada pundak Velove dan mengecup ceruk leher wanita itu.
"Kamu harum sayang!" desis Arsen.
"Kak, aku mau selesaiin ini dulu. Baru nanti kita tidur bareng disini, boleh kan?" ucap Velove.
"Oh, boleh dong sayang! Kalo gitu aku tunggu kamu di kasur, ya?" ujar Arsen.
"I-i-iya kak," ucap Velove gugup.
Arsen melepas pelukannya, lalu menjauh dan menunggu Velove di atas ranjang.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1