
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 64
(Bertatapan)
...•...
...•...
Tania akhirnya bertemu dengan pria yang menolongnya dari serangan Savana sebelumnya, tampak senyuman langsung menghiasi wajahnya ketika pria tersebut masuk menemuinya. Begitupun dengan si pria yang juga membalas senyuman dari Tania dengan sangat semangat. Ia langsung mendekati Tania yang masih terbaring tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.
"Kak, Revan?"
Ya pria tersebut adalah Revan sang dokter psikolog yang sebelumnya juga membantu Tania mencari Rania yang kabur dari rumah sakit, setelah sekian lama akhirnya mereka bisa bertemu kembali dalam keadaan yang tidak pas karena Tania harus terluka akibat pukulan serta tendangan dari Savana. Beruntungnya Revan tepat untuk datang menyelamatkan Tania, kalau tidak mungkin nyawa Tania bisa terenggut di tangan Savana.
"Ya, ini saya! Ada apa kamu ingin bertemu saya, Tania?" ucap Revan tersenyum manis meletakkan kedua tangannya di pinggir ranjang lalu sedikit menundukkan kepalanya.
"Aku cuma mau ucapin terimakasih lagi sama kamu, karena kamu udah tolong aku dan selamatin nyawa aku tadi! Aku gak tau lagi deh kalo gak ada kamu gimana jadinya aku, mungkin aku bakal meninggal di tempat dan gak bisa hadir di dunia ini lagi!" ucap Tania menatap wajah Revan.
"Hus jangan bicara begitu! Kamu bisa selamat itu karena sudah ketentuan Tuhan, mungkin belum waktunya kamu pergi dari dunia ini Tania! Dan Tuhan mengutus saya untuk menyelamatkan kamu, jadi kalau kamu ingin berterima kasih silahkan terimakasih pada Tuhan yang maha esa!" ucap Revan tersenyum sedikit membungkuk mungkin pegal karena berdiri terus disana.
"Iya kamu benar, tapi kan tetep aja aku juga harus terimakasih sama kamu sebagai perantara Tuhan menolong nyawa aku! Jadi gak salah dong kalau aku ucapin terimakasih ke kamu?" ucap Tania.
"Ya kamu juga benar kok, diantara kita gak ada yang salah karena semuanya benar! Tapi ucapan terimakasihnya cukup sekali aja, gak perlu sampai diulang dua kali kayak gitu!" ucap Revan.
"Eee gapapa dong," ucap Tania pelan. "Oh ya, kalau kamu pegal duduk aja kali kan ada kursi tuh disana tinggal ditarik ke dekat sini!" sambungnya sambil menunjuk ke arah kursi yang ada disana.
__ADS_1
"Ahaha iya juga ya kok bisa aku gak lihat ada kursi disitu ya? Aduh kayaknya mata aku ini perlu diperiksa deh mungkin udah agak minus," ucap Revan tertawa kecil lalu berjalan mengambil kursi dan menariknya ke dekat Tania lalu duduk disana.
"Nah kalo gini kan enak ngeliatnya, kak!" ucap Tania.
"Iya bener, aku juga jadi leluasa ngomong sama kamunya gak perlu goyang-goyang kaki lagi karena pegel hehe..." ujar Revan nyengir.
Mereka kini saling beradu pandang satu sama lain tanpa ada yang berkedip, tampak Revan maupun Tania seperti menikmati momen ini saat mereka bisa saling memandang dari jarak dekat seperti sekarang.
Ceklek...
Pintu terbuka membuat mereka berdua reflek memalingkan wajah masing-masing melihat ke arah lain supaya tidak terjadi salah paham nantinya, walau yang masuk hanyalah suster yang ingin memeriksa kondisi Tania saat ini.
"Duh kok gue jadi kebawa perasaan gini sih?"
...•••...
Sementara itu, Reno pulang ke rumah tepat tengah malam waktu bagian barat setelah ia harus menemui badut yang memukulnya dan ternyata orang itu malah bekas karyawan di pabriknya dulu.
Tampak rumahnya itu sudah sepi dan mungkin semua penghuni disana telah tertidur, ya tentu saja karena jam segini sepatutnya orang-orang juga sudah tidur karena harus menjalankan aktivitas di keesokan harinya.
Ceklek...
Ia membuka pintu yang tak terkunci itu kemudian memasukkan kepalanya sedikit untuk sekedar memastikan apakah putrinya sudah tertidur atau belum, ya rupanya kondisi kamar itu sudah gelap dan kemungkinan Tania kecil telah terlelap.
Reno belum puas hanya melihat dari sana, ia pun masuk ke dalam lalu menutup pintunya kembali secara perlahan agar tak membangunkan putrinya. Ia melangkah mendekati Tania kecil yang tengah tertidur menghadap ke jendela sehingga membelakangi dirinya saat ini.
"Ternyata kamu sudah tidur, sayang! Maafin papa ya karena seharian ini papa terlalu fokus dengan urusan papa sampai mengabaikan kamu..."
Reno duduk di pinggir ranjang putrinya sambil mengelus-elus pelan kepala Tania kecil, ia merasa bersalah sekali karena jarang hadir untuk putri tercintanya itu hari ini. Namun, tentunya mulai besok Reno akan lebih memfokuskan dirinya kepada Tania kecil karena semua masalahnya sudah beres.
"Mimpi indah ya, sayang!"
Reno mendekati wajah Tania kecil sambil terus mengelus keningnya dengan lembut dan pelan tentu agar tidak membayangkan putrinya tersebut.
__ADS_1
Cupp...
Reno mendaratkan bibirnya di kening sang putri sekilas lalu kembali mengusap-usap bekas kecupannya itu sambil tersenyum bahagia. Setelahnya, Reno pun bangkit dari duduknya untuk kembali keluar karena dirasa sudah cukup melihat sang putri dan harus segera pergi dari sana agar putrinya itu tidak terbangun karena kehadirannya.
"Good night, Tania kecil! Papa yakin kelak kamu akan tumbuh menjadi wanita dewasa yang kuat dan pemberani...."
...•••...
Hari telah berganti pagi, kini Rianti sudah menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya di meja makan. Tampak Athar sudah berpakaian rapih mengenakan seragam sekolahnya dibantu oleh Aliyah tadi, ia langsung berlari menghampiri mamanya di meja makan dan duduk disana.
Rianti pun tampak gembira melihat kehadiran putranya disana, setidaknya senyum Athar bisa menghilangkan sedikit beban dalam pikirannya yang dari semalam terguncang akibat memikirkan wanita yang mengirim pesan ke ponsel suaminya.
"Mah, aku mau makan dong!" ucap Athar dengan nada menggemaskan.
"Iya sayang, sebentar ya mama ambilin khusus buat kamu spesial!" ucap Rianti mencubit gemas pipi putranya yang sudah wangi tersebut.
"Makasih mah!"
Rianti pun mengambil sepotong roti tawar yang sudah dipanggang barusan lalu mengoleskan selai blueberry ke lapisan atas roti tersebut.
"Nah ini dia sarapan kamu, ganteng! Dihabisin ya jangan sampe gak abis, biar Athar bisa kuat dan nanti di sekolah gak lemes!" ucap Rianti memberikan sepotong roti di atas piring itu kepada putranya.
"Siap, mah!" ujar Athar berlagak seperti prajurit yang tengah memberi hormat pada atasannya.
Rianti hanya terkekeh dengan tingkah putranya yang menggemaskan itu, seketika kegelisahan di hatinya menghilang sejenak karena tingkah Athar barusan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Tania mulai jatuh cinta?🤔...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...