Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 124 (Terungkap)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 68


(Terungkap)


...•...


...•...


Rianti masih di dalam taksi menuju kantor suaminya, ia ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri apa yang dilakukan sang suami disana. Ia juga penasaran siapa cloud bread itu sebenarnya, tentu sebagai seorang istri melihat isi pesan di ponsel suaminya seperti semalam adalah hal yang menyakitkan. Rianti berharap-harap cemas berdoa semoga apa yang dipikirkannya tidak benar.


"Duh rasanya aku cemas banget, kira-kira mas Lio lagi apa ya sekarang?" batin Rianti sangat-sangat mencemaskan suaminya.


Entah mengapa perjalanan menuju kantor suaminya itu menjadi lebih lambat, mungkin karena Rianti ingin cepat-cepat sampai disana dan membuktikan sendiri apa yang dipikirkannya.


"Pak, tolong lebih cepat ya! Saya harus ketemu suami saya sebentar lagi, ditambah kecepatannya dong pak!" ujar Rianti gelisah galau merana.


"Iya, Bu! Ini juga udah kecepatan maksimal, kalau ditambah lagi takut kecelakaan!" jawab sang supir.


"Duh maksimal darimana sih, pak? Ini aja jalannya kayak siput lagi angkat galon, lama banget!" ucap Rianti semakin cemas dan panik.


"Sabar aja, Bu! Sebentar lagi kita sampai ke di tempat tujuan, emang ibu ada urusan apa sih sama suaminya kok sampe buru-buru kayak gini?" ujar supir taksi itu.


"Udah deh bapak gausah kepo! Tambahin aja kecepatannya karena saya lagi buru-buru?" ujar Rianti.


"Iya Bu, siap!" ucap supir itu.


Sang supir pun menambah kecepatan taksinya sesuai kemauan Rianti, namun ia tetap fokus agar tak menabrak dan nantinya malah membahayakan diri sendiri serta penumpangnya.

__ADS_1


Setelah 10 menit menempuh perjalanan panjang, akhirnya taksi itu sampai di tempat tujuan alias perusahaan milik Lionel. Rianti pun merasa sedikit lega karena sudah sampai disana, ia langsung membuka tasnya untuk mengambil uang.


"Ini pak, uangnya!" ucap Rianti memberikan 3 lembar 100 ribuan ke supir taksi itu.


"Wah kebanyakan ini, Bu! Saya belum ada kembaliannya masih pagi..." ucap supir itu.


"Udah gapapa pak, ambil aja!" ujar Rianti gak mau ambil pusing karena ia harus buru-buru turun.


"Makasih bu!" ucap sang supir kesenangan.


Rianti pun turun dari mobil tersebut dengan tergesa-gesa, tanpa menunggu lama ia langsung berjalan cepat ke dalam kantor suaminya. Ia disambut oleh para security yang berjaga di depan dan membukakan pintu masuk untuknya, tentu Rianti tak lupa mengucap terimakasih serta melempar senyum untuk para security itu.


"Aku harus pastiin sendiri siapa cloud bread itu, mas! Kalau memang benar kamu selingkuh di belakang aku, aku bener-bener kecewa sama kamu!" batin Rianti.


Wanita itu kini berada di depan lift menunggu pintunya terbuka, cukup lama ia menunggu disana dan jadi semakin tidak sabar lagi. Namun, akhirnya lift itu terbuka dengan menunjukkan dua orang tengah bergandengan tangan di dalamnya.


"Mas Lio?"


Mata Rianti langsung membulat seketika melihat kejadian yang ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri, sedangkan Lionel yang masih digandeng oleh Shani juga ikut terkejut melihat kehadiran Rianti disana tanpa sepengetahuannya.


...•••...


"Pah?" ucap Tania pelan memanggil papanya sambil menyentuh lengan sang papa.


"Eh iya?" ujar William terkejut. "Loh, kamu kapan kesininya Tania? Kok papa gak tau?" sambungnya terheran-heran karena melihat putrinya sudah duduk di sampingnya padahal sebelumnya tidak ada.


Tania malah tersenyum lebar membelai rambutnya sendiri, kemudian ia menautkan tangannya ke sela-sela lengan sang papa sambil membenamkan wajahnya di bahu papanya itu.


"Papa kenapa sih? Apa yang papa lagi pikirin? Masa aku dateng kesini aja gak tau? Cerita dong pah sama aku, siapa tau aku bisa bantu!" ucap Tania pelan.


"Gak ada apa-apa kok, sayang! Papa cuma bingung aja sama kamu, kenapa kamu memilih tinggal lagi di Indonesia padahal sudah jelas-jelas banyak musuh kamu disini? Buktinya baru sebentar kamu disini, udah langsung kena masalah kan!" ujar William.


"Aku tuh kembali kesini, karena aku pengen ketemu lagi sama keluarga aku yang ada disini! Selama bertahun-tahun kan aku tinggal disini pah, aku dirawat dan dibesarkan sama bang Jordi! Rasanya kurang lengkap kalau aku gak tinggal bareng lagi sama dia, apalagi jasanya pada aku tuh banyak banget pah!" ucap Tania tersenyum.


"Iya papa tau, tapi kan ini terlalu bahaya buat kamu! Banyak sekali di luaran sana yang ingin berbuat jahat sama kamu, papa kan jadi gak tenang disana! Walau sudah banyak pengawal yang papa sewa untuk menjaga kamu, tetap saja rasanya kurang kalau papa tidak melihat sendiri secara langsung kondisi kamu yang sebenarnya..." ucap William.

__ADS_1


"Papa gak perlu khawatir lagi, aku kan bisa jaga diri aku sendiri pah! Udah ya papa jangan begini terus, aku jadi gak enak loh sama papa!" ucap Tania.


"Yaudah, tapi sekarang kamu kasih tau sama papa siapa orang yang udah berani cari masalah sama kamu! Papa pengen tau seberapa kuatnya dia, ayo cepat kasih tau papa!" ujar William.


Tania terdiam memalingkan wajahnya saat sang papa menatap dirinya, ia bingung apakah harus mengatakan semuanya pada William atau tidak. Tentu Tania tidak mau melibatkan papanya dalam masalah ini karena ia takut sang papa akan kenapa-kenapa nantinya.


"Pah, boleh aku minta sesuatu?" Tania malah melontarkan pertanyaan pada William.


"Apa itu, sayang?"


"Tolong bebasin kak Arsen dari penjara dong, pah! Aku kangen banget sama dia!" ucap Tania menatap wajah papanya dengan mata berkaca-kaca.


Kini giliran William yang terdiam kaget mendengar permintaan putrinya itu, bagaimanapun juga William masih merasa kesal dengan Arsen karena sudah membunuh istrinya.


...•••...


Disisi lain, Rianti tidak kuat lagi menahan tangisnya saat melihat secara langsung suaminya bergandengan tangan dengan wanita lain. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan semua ini, ia tak menyangka kalau Lionel akan mampu berbuat seperti ini padanya.


"Mas, aku gak nyangka loh sama kamu! Jadi selama ini kamu pulang malam karena mau berduaan sama dia? Kenapa kamu kayak gini mas? Kenapa kamu tega ngeduain aku demi perempuan ini?" ujar Rianti.


Lionel langsung menghampiri istrinya dan melepas paksa tangan Shani dari lengannya, ia mencoba menyentuh Rianti namun dengan cepat wanita itu menghindar darinya.


"Jangan sentuh aku lagi, mas! Aku kecewa sama kamu, aku bener-bener kecewa dan gak mau lagi ngeliat wajah kamu di kehidupan aku! Selama ini aku selalu percaya sama kata-kata kamu, tapi nyatanya apa? Kamu malah berkhianat dari aku! Jadi wanita ini yang kamu beri nama cloud bread di hp kamu?" ujar Rianti sangat kecewa pada suaminya.


Mendengar itu Shani malah senyum-senyum saja, ia merasa puas karena Rianti melihat secara langsung kejadian tadi.


"Tunggu, sayang! Kamu jangan salah sangka dulu! Aku sama Shani ini cuma sebatas rekan kerja, gak lebih! Dan soal nama di hp aku, itu aku juga gak tau kenapa tiba-tiba berubah jadi gitu! Tolong dengerin dulu penjelasan dari aku, sayang! Aku bisa jelasin semuanya ke kamu secara rinci, jangan marah dulu ya sayang!" ucap Lionel memohon pada istrinya.


"Gak, mas! Aku gak butuh penjelasan dari kamu lagi! Bagi aku ini semua udah jelas, kamu selingkuh di belakang aku! Dan kamu perempuan murahan, kamu yang waktu itu aku temuin di supermarket kan? Bisa-bisanya perempuan secantik kamu merebut suami orang, apa kamu gak malu ha?" ujar Rianti.


"Bukan aku yang rebut suami kamu, tapi suami kamu yang rebut kesucian aku! Jadi aku deketin dia ya karena ingin meminta pertanggungjawaban dari dia!" ucap Shani dengan santainya.


Perkataan Shani membuat Rianti serta Lionel terkejut hebat, bahkan bukan hanya mereka melainkan seluruh karyawan yang menyaksikan perdebatan diantara mereka itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2