
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 76
(Video call ala psikopat Tania)
...•...
...•...
Rania masih berada sendirian di kamar tempatnya disekap oleh Cakra, ia terus menangis mengingat ayahnya dan juga kakaknya yang sudah lama tak ia temui sejak diculik oleh Cakra dan dibawa ke rumah kosong ini. Rania hanya bisa duduk termenung menaruh dagunya di lutut lalu menitikkan air mata kesedihan, rindunya sudah sangat besar terhadap ayah serta kakaknya. Baru sehari ia merasakan pergi sekolah dan bertemu teman-teman baru disana, namun sekarang ia harus terkurung di sebuah rumah dan tidak bisa bertemu siapapun di luar sana.
Rania bangkit menuruni ranjangnya saat ia mendengar suara mobil datang kesana, gadis kecil itu mengintip melalui jendela kamarnya melihat siapakah yang datang kesana. Rupanya itu adalah mobil milik Cakra yang baru kembali, Rania pun menghapus air matanya lalu menutup kembali gorden jendelanya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sepertinya Rania tidak mau menemui atau berbicara dengan Cakra, ia sudah terlanjur benci dan kecewa pada mafia itu. Rania pun pura-pura tertidur disana, ia menarik selimut menutupi tubuhnya lalu tidur miring menghadap jendela sehingga ia membelakangi pintu masuk.
Ceklek...
"Rania, sayang!"
Suara pintu terbuka serta panggilan itu terdengar jelas di telinga Rania, namun ia tetap terus memejamkan matanya tanpa melakukan gerakan sedikitpun. Kini terdengar suara pintu ditutup kembali dan langkah kaki seseorang yang mendekat ke arahnya, orang itu tidak lain adalah Cakra.
"Rania..."
Cakra kini sudah sampai di dekat gadis kecil itu, ia duduk di pinggir ranjang tersenyum memandangi tubuh Rania dari belakang. Entah mengapa rasanya sulit baginya untuk berpisah dengan Rania, ia seperti menyesali sesuatu di masa lalunya saat menatap Rania. Namun, dengan segera ia menepis bayangan itu dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"Dia tertidur, aku gak mungkin bawa dia ke tempat William sekarang! Kasihan Rania kalau harus terbangun dari tidurnya, bagaimanapun juga aku merasa tidak tega membangunkannya! Rania adalah gadis cantik yang baik, sifatnya banyak berubah dibanding dahulu ketika pertama kali aku mengenalnya saat dia masih menjadi copet. Tapi syukurlah, mungkin ini karena pengaruh Tania dan William di kehidupannya..." batin Cakra.
Pria itu mengangkat tangannya lalu dengan perlahan mengusap punggung Rania, tanpa sadar ia meneteskan air mata kembali. Lagi-lagi bayangan masa lalunya muncul ketika ia mengelus Rania, dengan cepat Cakra menjauhkan tangannya dari Rania karena tak mau terus-terusan teringat akan masa lalunya yang kelam.
"Ada apa ini? Kenapa setiap kali aku menyentuh Rania, selalu saja bayangan itu muncul? Aku memang sudah sangat bersalah waktu itu dengan membuang cucu pertamaku, tapi itu semua aku lakukan demi nama baik keluargaku! Lagipun sekarang ini aku sudah menyesali itu semua dan ingin menebusnya dengan membantu setiap anak kecil yang terlantar, itulah sebabnya aku menculik Rania dari tangan Jordi si penjahat itu!" batinnya.
Akhirnya Cakra bangkit dari duduknya, ia pergi meninggalkan Rania disana karena tak mau mengganggu gadis kecil yang sedang tertidur itu. Cakra melangkah keluar dari kamar Rania, ia menutup pintu secara perlahan kemudian bergerak menuju sofa ruang tamu yang mana disana sudah ada Ratih tengah menatapnya menggoda. Namun, sepertinya kali ini Cakra tak tertarik untuk bermain dengan Ratih karena suasana hatinya sedang kacau.
...•••...
Sementara itu, Tania sudah selesai mendandani Velove dengan sangat buruk. Ia pun mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Cakra, ia sengaja mengajak Cakra video call agar bisa menunjukkan kondisi Velove saat ini pada mafia itu. Rizky yang berada disana hanya geleng-geleng saja menyaksikan aksi gadis itu, ia tak bisa berbuat banyak dan hanya membiarkan Tania selagi masih dalam batas wajar.
Tak lama kemudian, akhirnya Cakra mau menjawab video call dari Tania dengan terpaksa. Kini tampak wajah tua keriput dan ubanan di layar hp Tania, ya yang dimaksud adalah wajah Cakra.
📱"Hey, mau apa kamu video call saya?" ujar Cakra dengan wajah kesalnya.
📱"Santai dong, pak! Aku cuma mau tunjukin kondisi putri bapak sekarang, dia masih sama aku loh pak! Bapak mau lihat gak?" ujar Tania tersenyum licik.
Tania malah tertawa menutupi mulutnya, ia lalu mengarahkan kamera ponselnya ke arah Velove yang masih terduduk disana dalam kondisi sedikit mengenaskan setelah didandani Tania tadi.
📱"Lihat itu, pak! Anak bapak kayaknya sebentar lagi mau mati deh, soalnya aku gak kasih makan dia loh pak! Kira-kira gimana ya kalo dia mati nanti? Pasti bapak sedih dong, hehehe..." ujar Tania.
📱"Heh, berani sekali kamu menyiksa putri saya! Velove, kamu tenang nak papa pasti akan bebasin kamu dari tangan jahat gadis itu! Hey, Tania cepat bebaskan putri saya!!!" teriak Cakra tampak sedih melihat kondisi putrinya saat ini.
"Pah, papa tolong aku, pah!" teriak Velove histeris ketakutan.
📱"Hahaha, sudah ya! Nanti kalo lama-lama ngeliatnya malah semakin sedih loh, mending sekarang bapak cepet bebasin Rania dan dengan begitu aku juga bakal lepasin putri bapak ini! Siapa tadi namanya, Velove ya?" ujar Tania.
📱"Kurang ajar, berani sekali kamu main-main dengan saya dan mengancam saya seperti itu! Awas saja kamu Tania, saya akan balas semua perbuatan kamu kepada putri saya itu! Akan saya bikin kamu lebih menderita darinya, tunggulah Tania!" bentak Cakra sudah sangat emosi.
__ADS_1
📱"Wah aku gak sabar nunggunya, pak! Jangan lama-lama ya takut basi! Yaudah jadi gimana nih, mau bebasin Rania atau Velove ini bakal aku jadiin makanan kucing??" ujar Tania terkekeh.
📱"Ya ya, saya akan segera membebaskan Rania dan serahkan dia ke kamu! Tapi, tolong beri makan putri saya! Dia harus makan karena punya penyakit maag yang lumayan gawat, tolong Tania!" ucap Cakra memohon pada Tania.
📱"Umm, kasih gak ya? Yaudah deh aku kasih nanti, tapi gak banyak! Ya paling cuma sebutir nasi, ahahaha... udah ah takut kuota aku abis, ditunggu ya Rania nya nanti sore jam 5 di kebun bambu jalan kemangi! Kalau bapak gak datang, nasib Velove ada di tangan saya!" ucap Tania mengancam.
Setelahnya, Tania langsung mematikan teleponnya dan tampak sumringah penuh kepuasan. Ia menghampiri Velove dan mengelus lembut wajah gadis itu dengan jarinya, wajahnya kini mendekat ke arah Velove dan tersenyum picik.
"Pinter, akting lu bagus!" puji Tania mencubit hidung Velove sekilas, lalu menjauh dari gadis itu.
Tania pun menghampiri Rizky yang masih terduduk tak jauh dari sana, ia duduk tepat di samping pria itu tapi tidak menyapanya sedikitpun.
"Heh, ada bakat juga ya lu jadi penjahat! Kayaknya malah lu lebih cocok jadi jahat deh daripada baik, gimana kalo kita kerjasama buat bunuh-bunuhin orang di negara ini??" ujar Rizky tertawa kecil.
"Kurang ajar lu! Emang dikata gue psikopat apa?" ujar Tania kesal lalu memperlihatkan ekspresi wajah cemberut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Ini dia visual Rania😍...
...Gadis kecil berusia 8 tahun yang ditemukan Jordi di sungai Cisadane, sama seperti ia menemukan Tania dulu🤗...
...❤️❤️❤️...
...COCOK GAK GUYS?...
__ADS_1
...🤔🤔...