
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 171
(Penelpon misterius)
...•...
...•...
"Sejak kepergian kekasihnya yang paling ia cintai itu, si bidadari pun terus bersedih dan tak mau kembali ke tempat dia berasal! Seluruh temannya sudah berusaha untuk membujuknya kembali, namun dia tetap kekeuh ingin berada disana di bumi! Ya pada akhirnya bidadari itu tetap terus disana di atas bukit yang curam dan indah, tempat ia dan kekasihnya dulu sering berduaan! Orang-orang menjulukinya Broken Angel alias bidadari yang patah hati, begitu deh ceritanya!"
Velove yang sudah selesai membacakan cerita dongeng pada putrinya baru sadar kalau ternyata Rania tertidur di sampingnya, ia pun tersenyum lalu menaruh buku yang ia pegang di atas meja dan kemudian memindahkan secara perlahan kepala putrinya ke atas ranjang.
Wanita itu pun tersenyum sembari mengusap lembut kening putrinya, tak lupa ia juga memberi kecupan untuk Rania sambil terus tersenyum manis. Ia senang karena Rania akhirnya tertidur di rumahnya, dengan begini gadis kecil itu tak akan memaksa untuk dipulangkan ke rumah Tania.
"Syukurlah, kamu tidur juga sayang! Mama seneng banget bisa tinggal berdua sama kamu, semoga selamanya kita bisa terus begini ya!" ucap Velove.
Velove pun beranjak dari ranjang yang empuk itu lalu berjalan keluar kamar putrinya meninggalkan Rania yang tengah tertidur pulas disana, dengan perlahan ia menutup pintu kembali kemudian lanjut berjalan pergi menuju kamarnya, ia tampak sumringah karena hari ini rencananya membawa Rania berhasil.
Akan tetapi, di kamar ia mendadak kepikiran dengan papanya yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor polisi, ia cemas kalau memang benar papanya melakukan itu semua dan akhirnya dia ditahan disana dalam waktu yang lama, itu artinya ia akan berpisah dengan papanya.
Tentu Velove cukup kesulitan jika harus tinggal sendirian disana tanpa kehadiran sang papa yang biasa menemaninya, ya walau ia sangat benci pada papanya itu karena beliau sendiri yang sudah menghancurkan kehidupannya sehingga ia tidak bisa melanjutkan pendidikan serta karirnya.
Namun, bagaimanapun juga ia masih tetap menganggap Cakra sebagai papanya karena ia tau kalau ia bisa sampai seperti ini juga karena bantuan sang papa dalam menghidupinya, sehingga sekarang ia berhasil membeli rumah yang lumayan besar dan cukup untuk ia tinggal bersama putrinya.
__ADS_1
Velove melirik ke arah bingkai foto sang papa yang terpajang di kamarnya, disana juga ada foto dirinya serta mamanya yang kini telah tiada namun akan terus dikenang olehnya, ia mengambil bingkai itu kemudian tersenyum sembari mengusap foto papa serta mamanya dan memeluknya.
"Semoga papa bisa terbebas dari semua ini dan kembali ke pelukan aku, jujur pah aku masih butuh papa disaat seperti ini!" batin Velove.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering membuat ia terkejut dan reflek melepas pelukannya dengan bingkai foto orangtuanya itu. Ia pun meletakkan kembali bingkainya di atas meja, lalu bergerak mengambil ponsel yang tergelatak disana dan mengangkat telepon tersebut.
📞"Halo, ini siapa ya?" tanya Velove penasaran, ia tak mengenali nomor yang menelponnya itu.
📞....
Tak ada jawaban apa-apa dari si penelepon, yang terdengar olehnya hanya suara hembusan angin serta jangkrik yang berbunyi, tentu hal itu membuat Velove ketakutan dan cemas jika yang menelponnya adalah orang jahat.
📞"Halo, ini siapa? Tolong jangan permainkan saya, cepat jawab atau saya matikan telponnya!" bentak Velove.
📞"Hahaha, Velove Velove... gausah marah-marah gitu dong, cantik!"
📞"Si-siapa kamu? Darimana kamu tau nama aku, ha?" tanya Velove ketakutan.
"Siapa orang ini? Kenapa aku seperti gak asing sama suaranya??" batin Velove penasaran.
...•••...
Disisi lain, Rianti tengah mengajak anak-anaknya jalan keliling komplek sekaligus berkenalan dengan para tetangga barunya disana. Ya tak lupa ia juga mengajak baby sitter yang baru disewanya untuk menjaga Christy.
Selama berkeliling, Rianti bertemu dengan cukup banyak orang yang juga tinggal disana dan seumuran dengannya bahkan memiliki bayi seperti ia juga, hanya saja bedanya Rianti sudah mengandung anak ketiganya saat ini.
"Wah jadi teh Rianti ini lagi hamil? Duh, udah mau punya anak tiga tapi kok masih kelihatan cantik aja sih teh? Malah gak kelihatan loh kalau teteh udah berkeluarga, saya tadi juga ngiranya masih single!" ucap seorang ibu muda yang seumuran Rianti sebut saja namanya E'em
"Ahaha, bisa aja nih!" ucap Rianti tersipu.
"Oh iya, anaknya yang kecil ini udah berapa tahun, teh?" tanya E'em sambil tersenyum.
__ADS_1
"Udah mau setahun bulan depan nih," jawab Rianti.
"Oalah, eh ya rahasianya apa sih supaya kulit bisa putih mulus begitu sama awet muda? Aku yang masih 25 tahunan aja, udah kusam begini kulitnya kayak mau coplok! Beda jauh sama kulitnya si teteh, gak ada corak sama sekali!" ucap E'em.
"Ahaha kamu ini, rahasianya cuma satu! Uang suami gak putus-putus jadi bisa buat beli skincare terus dan perawatan tubuh ke salon, makanya aku bisa kayak gini walau udah mau kepala tiga!" jawab Rianti.
"Waduh, berat banget ya rahasianya!" ujar E'em.
"Hahaha, didoain aja semoga suaminya juga bisa dapet uang banyak supaya kamu bisa beli skincare dan perawatan kulit gitu!" ucap Rianti.
"Aamiin, oh ya teh mau mampir gak ke rumahku? Kita ngeteh dulu gitu, ngobrol-ngobrol lagi di dalam sekalian istirahat kan capek abis jalan atuh!" ucap E'em menawarkan Rianti mampir.
"Ah gausah repot-repot, aku mau langsung pulang aja sekalian mandiin anak-anak!" ucap Rianti.
"Ohh, kirain yang mandiin susternya!" ucap E'em.
"Eee ya iya sih, tapi aku juga mau bantuin lah!" ucap Rianti tersenyum.
"Yaudah deh, kalo gitu aku masuk dulu ya? Sekali lagi salam kenal teh, kapan-kapan mampir aja kesini sama ajak tuh anaknya! Siapa tadi namanya, Christy sama Athar ya?" ucap E'em.
"Iya bener, pasti nanti aku mampir kok! Dadah adek Kanu, dadah tante E'em gitu dong sayang!" ucap Rianti meminta putranya berkata seperti itu.
"Dadah tante E'em, dadah dedek Kanu! Aku sama mama dan dedek Christy, mau pulang dulu ya?" ucap Athar melambaikan tangan sambil tersenyum.
"Ahaha, pinter banget sih kamu! Gemes deh tante lihatnya, jadi pengen nyubit terus!" ucap E'em tersenyum sembari menyebut pipi Athar.
"Makasih tante...." ucap Athar.
Setelahnya, Rianti serta anak-anaknya pun pergi dari sana dan kembali ke rumah mereka dengan berjalan kaki seperti sebelumnya, tampak Athar sangat senang karena mendapat banyak teman baru di kompleknya saat ini.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...