Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 90 (Terlambat)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 35


(Terlambat)


...•...


...•...


Howard turun dari mobil menemui rombongan pria yang mencegat mobilnya, dengan santai ia bertanya pada mereka apa kemauannya.


Akan tetapi, mereka justru diam dan kemudian langsung menyerang Howard tanpa aba-aba terlebih dahulu... hal itu membuat Howard tak siap sehingga kesulitan menangkis serangan mereka.


Sementara Rania tetap di mobil merasa cemas karena yang dilawan Howard jumlahnya banyak, ia menggigit jarinya sendiri berharap-harap cemas agar Howard bisa selamat.


Howard kewalahan dan akhirnya ia terkena tendangan dari salah seorang itu, ia terpental ke aspal dan itu dijadikan kesempatan bagi mereka untuk mencuri kunci mobil dari dalam saku celana Howard.


Setelah mengambil kuncinya, mereka pun segera mendekati Rania dan membuka pintu mobil itu.


"Hahaha, hai gadis kecil ikut sama om yuk!" ucap salah seorang dari mereka yang telah menghampiri Rania.


"Gak! Aku gak mau sama om jahat!" ujar Rania ketakutan saat dirinya dihampiri oleh orang-orang jahat itu.


"Jangan takut cantik, kita orang baik kok! Justru kita mau selamatin kamu!" ucap salah seorang dari mereka membujuk Rania.


Namun, Rania tak segampang itu percaya ia tetap tidak mau ikut dengan mereka... ya walau pada akhirnya mereka langsung saja membopong tubuh Rania dan membawanya ke mobil mereka.


"Tolong, turunin aku! Om Howard tolong aku!" ujar Rania berteriak sambil terus memukul-mukul punggung orang yang menggendongnya.


Mereka hanya tertawa terbahak-bahak dan memasukkan Rania ke mobil, sementara Howard yang melihat itu langsung bangkit kembali dan hendak menolongnya.


"Non Rania!" teriak Howard.


Sayangnya, ketika ia hendak maju tiba-tiba saja seseorang menendangnya dari belakang hingga ia kembali tersungkur ke jalan.


Hal itu pun dijadikan kesempatan bagi mereka untuk kabur membawa Rania, Howard yang sudah lemah hanya bisa melihat Rania berteriak-teriak ketakutan tanpa mampu berbuat apa-apa.


Lalu, orang yang tadi menendangnya dari mereka pun mendekatinya... ia membuka penutup wajahnya dan menunjukkan muka gantengnya yang mirip sekali dengan petrik.

__ADS_1


"Hahaha, anda terlalu lemah untuk seorang bodyguard.... seharusnya Tania tidak mempekerjakan anda lagi, lihatlah gadis kecil itu telah dibawa pergi oleh mereka dan anda tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya! Apakah anda tidak takut akan dipecat oleh Tania?" ujarnya yang kini berjongkok di samping tubuh Howard.


Howard masih bisa menoleh di sisa-sisa tenaganya, ia dengan samar-samar melihat wajah pria itu bahkan sempat bertanya siapa pria itu dan mau apa menyerangnya.


"Siapa anda? Kenapa anda menyerang saya dan membantu mereka...??" tanya Howard pelan suaranya terdengar lemah.


Pria itu hanya tersenyum, tak lama kemudian Howard tergeletak pingsan disana dan pria itu pun bangkit lalu pergi meninggalkan Howard begitu saja tanpa membantunya.




Sementara itu, orang-orang tersebut masih di dalam perjalanan membawa Rania menuju tempat bos mereka... terlihat Rania terus berteriak berusaha lepas dari genggaman tangan orang-orang itu.


"Lepasin aku om! Aku mau ketemu ayah sama kakak, tolong lepasin aku!" ujar Rania.


"Heh kamu diem aja ya cantik! Nanti pas udah sampe kamu pasti bisa ketemu ayah sama kakak kamu kok!" ucap salah seorang yang memeganginya.


Kemudian, ponsel milik orang yang duduk di depan berdering... ia pun segera mengangkatnya karena itu telpon dari bosnya.


📞"Halo Gama, gimana semuanya lancar?" tanya si bos membuka obrolan di telpon.


📞"Halo bos, tenang aja santuy bos! Kita udah berhasil bawa gadis kecil ini dan sebentar lagi juga kita bakal sampe di markas bos, oh ya bos tadi ada pemuda yang tolongin kita sehingga kita bisa bawa Rania..." jelas Gama.


📞"Pemuda? Siapa dia??" tanya si bos penasaran.


📞"Yasudah, cepat bawa Rania kesini! Saya sudah tidak sabar bertemu dengannya!" ujar si bos.


📞"Baik bos!" ucap Gama.


Telepon pun dimatikan, orang yang bernama Gama itu menoleh ke belakang menatap Rania dengan senyuman mengerikan.


"Hei gadis cantik, sebentar lagi kamu akan bertemu bos baru kamu!" ucap Gama.


Rania pun terkejut tak mengerti apa yang dimaksud Gama, ketika ia ingin berteriak lagi orang disampingnya sebut saja Rifan langsung menutup mulut gadis kecil itu.


Tanpa disadari oleh mereka semua, sebuah mobil Lamborghini mengikuti mereka dari belakang dengan pemuda tadi yang mengendarainya.


...•••...


Disisi lain, rombongan pengawal Tania sampai di tempat markas preman bajak laut sesuai permintaan dari Tania sebelumnya.


Mereka menemukan Jordi tergelatak di lantai, salah seorang dari mereka mengenali Jordi karena pernah bertemu dengannya.


"Sebentar, kita harus tolong dia dulu! Ini ayah angkat non Tania, ayo bawa dia ke mobil!" ucap salah seorang pengawal bernama Hendi.

__ADS_1


Mereka pun membawa tubuh Jordi ke dalam mobil, sedangkan Hendi bersama pengawal sisanya mendekati pintu depan markas itu.


"Disini terlihat sepi, apa benar non Tania ada disini?" tanya Ferdi (pengawal Tania).


"Jangan terperdaya, ayo kita dobrak pintunya!" ujar Hendi kemudian bersiap mendobrak pintu.


BRAAKKK.... dengan kekuatannya Hendri berhasil mendobrak pintu itu hanya dengan sekali dorongan, rupanya mereka sudah dinanti oleh para preman di dalam sana.


"Hahaha, kalian mau apa?" ujar preman bernama Bedu yang bertubuh besar.


"Dimana non Tania?" ujar Hendi.


"Ohh jadi kalian datang kesini untuk membebaskan Tania, sayang sekali kalian terlambat gadis itu sudah kami lenyapkan! Sekarang lebih baik kalian pergi saja!" ujar Bedu.


"Kurang ajar! Akan kami habisi kalian!" ujar Hendi berteriak marah sambil mengepalkan tangannya.


"Hahaha, silahkan saja kalau kalian bisa!" ucap Bedu menantang para pengawal itu.


Tanpa basa-basi lagi Hendi serta beberapa pengawal lainnya maju menyerang preman-preman itu, jumlah mereka yang lebih banyak tentu membuat para preman sedikit kewalahan menghadapi mereka.


Pada akhirnya pun Hendi dan pengawal Tania lainnya berhasil mengalahkan preman-preman itu, Hendi dengan sigap berhasil melumpuhkan Bedu dan coba mengorek informasi darinya.


"Dimana non Tania, cepat jawab!" ujar Hendi memaksa Bedu untuk memberitahu dimana Tania.


"Gua gak akan kasih tau lu!" ucap Bedu masih tetap tak mau berbicara.


"Oh gitu, oke saya akan patahkan leher anda kalau anda tidak mau beritahu saya dimana non Tania!" ujar Hendi mengancam Bedu serta menguatkan cekikan nya.


Bedu pun kesakitan dan hampir sulit bernafas, akhirnya ia mau mengatakan dimana Tania kepada Hendi demi keselamatan dirinya.


"Baik baik, gua kasih tau kalian dimana Tania! Tolong jangan patahin leher gua!" ucap Bedu.


"Yaudah cepat kasih tau kamu!" ujar Hendi.


"Tan, Tania... dia dibawa pergi sama bos kami ke tempat rahasia, gue gak tau nama tempatnya apa!" ucap Bedu.


"Jangan bohong anda!" ujar Hendi kembali mengencangkan cekikan nya.


"Gue gak bohong, kita semua emang gak tau nama tempat si bos itu! Tapi gue tau jalan kesana...." ucap Bedu.


"Oke, anda antar kami ke tempat itu sekarang!" ucap Hendi.


"Ba-baik..." ucap Bedu.


Akhirnya Hendi pun melepas cekikan nya, ia membawa Bedu menuju mobil untuk bisa menuntun mereka semua menuju tempat Tania.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2