
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 223
(Gugup)
...•...
...•...
Tania akhirnya sampai di rumah calon suaminya bersama dengan Revan yang juga ikut menemaninya untuk menemui calon mertuanya disana dan akan makan bareng bersama mereka, Tania masih tampak gugup untuk masuk kesana dan bertemu dengan calon mertuanya itu, ya karena Tania baru beberapa kali saja bertemu dengan mereka dan masih belum terlalu kenal atau akrab lah istilahnya.
Sementara Revan terus saja menatap wajah gadisnya dari samping kursi kemudi, perlahan Revan menggerakkan tangannya untuk mengelus wajah mulus Tania dan tersenyum. Tania langsung menoleh begitu merasakan sentuhan di kulitnya, ia pun membalas senyuman Revan walau masih agak sedikit gugup dan seperti belum siap untuk bertemu dengan calon mertuanya di dalam sana.
"Sayang, ada apa sih?" tanya Revan penasaran.
"Eee..." Tania tampak gugup dan bingung menjawabnya, ia khawatir jika Revan marah kalau tau saat ini ia masih ragu untuk masuk ke dalam menemui papa mamanya.
"Kamu gugup? Tenang aja, sayang! Mama sama papaku itu gak galak kok, kan kamu juga udah pernah ketemu sama mereka dua kali. Pertama waktu aku datang untuk bahas perjodohan kita, terus kedua baru beberapa hari lalu pas kita tunangan. Masa kamu masih gugup sih, sayang?" ujar Revan.
"Iya Van, maaf ya! Aku—"
"Ssshhh! Udah gausah minta maaf, kamu gak salah! Sekarang yang harus kamu lakuin itu cuma satu, yaitu tarik nafas dan keluarkan secara perlahan! Begitu aja terus sampai kamu merasa tenang dan enakan, baru nanti kita masuk ke dalam kalau kamu udah gak panik atau gugup lagi!" potong Revan.
__ADS_1
"Huft, iya deh."
Tania pun melakukan saran dari Revan, ia mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan-lahan. Ia terus melakukan itu beberapa kali sembari memejamkan mata, tampaknya lama-kelamaan Tania juga mulai merasa tenang seperti yang diharapkannya walau masih ada sedikit rasa gugup dan panik untuk bertemu calon mertua.
Sementara Revan duduk santai saja dan bersandar sembari memandangi wajah cantik Tania dari samping yang terlihat menggoda, ia tersenyum senang karena Tania perlahan mulai bisa menenangkan dirinya sendiri.
Cupp...
Secara tiba-tiba, Revan justru memanfaatkan kesempatan untuk mencuri sebuah ciuman dari bibir Tania dan kembali ke tempat duduknya dengan cepat sambil tampak senyum-senyum. Tentu saja Tania merasa kaget, ia langsung membuka matanya dan menatap Revan dengan tatapan tajam sembari memegangi bibirnya yang dikecup oleh pria itu.
"Ish, kamu apaan sih? Kenapa kamu cium aku? Kan sekarang aku jadi kehilangan fokus, tadi tuh aku hampir bisa tenang loh!" ujar Tania kesal.
"Hahaha, abis bibir kamu menggoda banget sih! Jangan salahin aku dong!" ucap Revan.
"Hah? Terus aku harus gimana? Tarik nafasnya pake masker gitu, iya? Supaya kamu gak tergoda sama bibir seksi aku. Ya kalo gitu mah, aku gimana bisa nafas panjang sayang? Kamu mikir dong ah!" ujar Tania masih saja marah-marah.
"Hahaha, yaudah yuk kita masuk aja! Aku lihat kamu juga udah agak tenangan kok, pasti bisa lah!" ucap Revan mengajak Tania turun dari mobil.
"Haduh, gawat nih gawat! Kalo begini terus, kapan kita masuknya sayang?" ucap Revan.
"Ya sabar!" ujar Tania menjawab santai.
"Aku sih sabar, tapi mama sama papa pasti udah pada gak sabar. Mereka udah nungguin loh di dalam, nanti malah mereka ngiranya kamu gak mau loh diajak makan bareng disini. Kalau mereka mikir jelek ke kamu gimana hayo?" ucap Revan menakut-nakuti Tania dengan sengaja.
"Hah? Ih kamu mah! Jangan takutin aku kayak gitu dong ah!" bentak Tania kesal.
"Iya iya sayang..." Revan tersenyum.
Revan pun mendekat ke arah Tania, kemudian merangkulnya dan membawanya ke dalam dekapan tubuhnya yang hangat sembari mengusap rambut pada puncak kepalanya. Revan mengecup lembut kening Tania, cukup lama ia menaruh bibirnya disana dan sangat menikmati momen itu.
__ADS_1
Tak hanya Revan, Tania juga menikmatinya dan melirik ke atas wajah Revan saat keningnya sedang dikecup oleh pria tersebut. Dari kening, Revan juga beralih pada pipi serta bibi mungil Tania yang ia hisap dengan lembut dan menyesapnya bahkan sampai keterusan melumattnya disana.
"Sayang, kalau kita terus disini pasti aku bisa khilaf dan lakuin hal-hal diluar dugaan. Sebaiknya kita turun yuk!" ucap Revan yang melepas ciumannya secara tiba-tiba dan mengajak Tania turun.
"Huft, yaudah iya." ucap Tania pelan dan singkat, ia sepertinya agak kecewa.
Revan pun mengusap kembali kepala gadisnya, lalu melumatt bibir Tania karena tau kalau gadis itu masih ingin merasakan bibirnya. Bahkan kali ini Tania menjadi lebih berani dan membalas lumatann dari bibir Revan, Tania juga membuka mulutnya memberi ruang bagi Revan untuk menyusuri rongga mulutnya disana dengan lidahnya.
Setelah aktivitas panas itu selesai, mereka pun turun dengan senyum di wajah masing-masing. Ya walau Tania masih agak canggung dan terus mengusap bibirnya seperti tak percaya dengan apa yang barusan terjadi, Tania heran mengapa ia menjadi semakin liar dan justru membiarkan Revan menciumi bibirnya.
"Sayang, belum malam pertama aja ciuman kamu udah ganas banget! Gimana nanti, ya? Harus lebih ganas lagi sih, supaya aku puas!" ucap Revan.
"Haish, terus aja terus! Yang ada di otak kamu cuma begituan aja, gak mikirin yang lain! Dalam rumah tangga itu ada banyak hal yang harus diurus, bukan cuma hubungan badan!" ucap Tania.
"Iya aku tau, kan aku cuma becanda." ucap Revan.
"Yaudah, sekarang masuk yuk! Aku takut mama sama papa kamu bakal marah nantinya sama aku, karena aku kelamaan datangnya." ucap Tania.
"Gak perlu takut! Kalau mama sama papaku marah sama kamu, aku orang pertama yang akan bela kamu dan jelasin kalau kamu itu gak salah!" ucap Revan sembari memeluk gadisnya.
"Ah bisa aja gombalnya!" ucap Tania salah tingkah.
"Hahaha, gak gombal loh! Itu serius, percaya aja sama aku!" ucap Revan.
"Iya iya..."
Tania pun tersenyum renyah sembari menatap wajah pria di sampingnya yang tengah memeluknya saat ini sembari memainkan rambutnya, sedangkan Revan juga tak mau kalah dan terus memberikan senyuman yang manis serta menghirup aroma tubuh Tania yang wangi melalui leher gadis tersebut.
Tania memejamkan mata saat hembusan nafas Revan terasa di lehernya, bahkan terdengar suara kenikmatan walau pelan saat Revan sedikit memberi gigitan pada lehernya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...