
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 49
(Bermain-main)
...•...
...•...
Tania yang masih pingsan dibawa ke sebuah rumah yang cukup besar, nampaknya itu adalah rumah kedua atau mungkin tempat persembunyian bagi sang mafia Cakra Ramandika.
"Bawa dia ke kamar!" ucap Cakra memerintahkan bodyguardnya membawa tubuh Tania yang pingsan dari dalam mobil ke rumahnya itu.
"Baik bos!" ucap bodyguard itu menurut lalu menggendong tubuh Tania ala bridal style dan membawanya ke dalam rumah diikuti oleh Cakra dari belakang.
Mereka sampai di kamar yang cukup mewah dan luas, Cakra memerintahkan bodyguardnya meletakkan tubuh Tania di atas ranjang empuk yang sudah dihias dengan bunga-bunga berbentuk love itu.
"Letakkan dia disana!" perintah Cakra sambil menunjuk ke arah kasur putih tersebut.
"Baik bos!" ucap bodyguard itu mengangguk kemudian menaruh tubuh Tania secara perlahan dan merebahkannya disana.
Bodyguard itu juga meluruskan kaki Tania dan membetulkan posisi kepalanya agar pas di bantal, barulah ia melepas jaket dan sepatu yang dikenakan gadis itu dan menaruhnya di lantai.
"Bagus, sekarang kamu boleh pergi! Biar selanjutnya jadi urusan saya..." ucap Cakra meminta bodyguardnya untuk keluar.
"Baik bos!" ucap bodyguard itu menunduk lalu berjalan melewati Cakra dan keluar dari kamar tersebut meninggalkan bosnya dengan wanita cantik yang sedang pingsan disana.
Setelah bodyguardnya pergi, Cakra pun mengunci pintu dari dalam agar tak ada gangguan ketika ia mulai melancarkan aksinya kepada Tania disana.
Cakra berjalan mendekati tubuh Tania yang sedang tergeletak pingsan di atas ranjangnya, ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah gadis itu sehingga ia bisa melihatnya dengan jelas.
"Ooohhh, cantik sekali...." ujarnya memandangi wajah Tania sambil terus mengelusnya dengan lembut.
__ADS_1
Tangan kasarnya itu sampai di bibir mungil milik Tania yang berwarna merah muda, ia mengusap-usap bibir itu sembari membayangkan jika ia melumatt nya.
Tangannya semakin lama semakin turun, bahkan kali ini sampai di area leher Tania dan dada gadis itu.
Pakaian Tania yang sudah sobek-sobek membuat Cakra bisa melihat sedikit bagian tubuh Tania walau belum membuka pakaiannya.
Tangan nakalnya itu menelusup masuk ke dalam gunung kembar Tania menembus baju serta bra yang dikenakan gadis itu, jari telunjuknya mengelus puncak gunung kembar Tania lalu memelintir ****** tersebut.
"Wow, sungguh luar biasa! Belum pernah saya bermain dengan putingg yang senikmat ini, apalagi jika saya menggigitnya nanti?" ujarnya seraya menjilati bibir luarnya sendiri.
Tiba-tiba saja ponsel milik Tania berbunyi, Cakra pun mencari-cari keberadaan ponsel itu untuk mengecek siapa kira-kira yang menghubungi gadis tersebut.
Akhirnya ia menemukannya dan langsung saja mengambil ponsel itu dari saku celana Tania, senyumnya melebar saat melihat nama yang terpampang di layar hp Tania.
"Papa? Mungkin ini Jordi, saya bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menghancurkan kamu Jordi!" ucapnya lalu memencet logo hijau untuk mengangkat telepon itu.
📞"Halo...." ucap Cakra dengan penuh keyakinan kalau yang menelpon adalah Jordi.
📞"Halo Tania? Loh kenapa malah suara laki-laki yang keluar? Ini siapa dan dimana putri saya Tania??" ujar orang di dalam telepon itu.
Sontak Cakra terkejut karena suara yang ia dengar berbeda dengan suara Jordi, wajahnya mengerut kebingungan coba berpikir kira-kira siapa orang di telpon itu.
📞"Memangnya anda ini siapa ha?" tanya Cakra berusaha untuk tidak panik.
📞"Saya William Abraham dan saya bisa habisi siapa saja yang berani bermain-main dengan keluarga saya, sekarang cepat kamu katakan kamu siapa!" ujar orang itu.
Cakra kembali membulatkan matanya terkejut saat mengetahui siapa orang di telepon itu, ia juga melirik sekilas ke arah Tania disampingnya.
"William Abraham? Bagaimana mungkin Tania bisa kenal dengan dia dan kenapa Tania menamai nomor Wiliam dengan kata papa?" gumam Cakra kebingungan.
...•••...
Disisi lain, Rizky sudah mengumpulkan semua anak buahnya di depan tempat ia menawan Velove.
Terlihat cukup banyak pria yang datang kesana sesuai perintah dari Rizky, mereka semua memang sengaja diminta oleh Rizky untuk membantunya menjaga Velove.
"Terimakasih kalian semua sudah mau datang, sekarang saya minta tolong sama kalian untuk jaga gadis di dalam sana! Jangan sampai dia bisa lepas dari sini atau kalian yang akan jadi taruhannya! Paham?" ujar Rizky.
"Paham bos!" jawab mereka semua serentak.
__ADS_1
Rizky pun meminta anak buahnya itu bergerak, setelahnya ia berjalan menuju mobilnya dan berusaha mencari keberadaan Tania.
"Duh gue harus bisa cari tau dimana Tania! Kasian gadis itu kalau sampe kenapa-napa, mana dia juga harus selamatin adiknya!" ucap Rizky yang terlihat sangat mencemaskan Tania.
Lalu, Rizky masuk ke dalam mobilnya dan langsung menancap gas... ia pergi menyusuri jalan tanpa arah dan tujuan, ya karena ia belum tau harus kemana mencari Tania.
Saat sampai di pertigaan jalan, ia bingung harus mengambil arah mana untuk bisa menemukan Tania dan menyelamatkan gadis itu.
"Hadeh ini gue ambil jalan yang mana ya? Kenapa tiba-tiba otak gue jadi blank kayak gini? Ayolah Rizky pikir Rizky! Lu harus bisa selamatin Tania karena dia itu lumayan cerdik dan mungkin gue bisa minta bantuan dia untuk menyelidiki mafia itu!" ujar Rizky mengerutkan keningnya kebingungan.
Akhirnya Rizky memilih arah jalan sesuai dengan isi hatinya, walau ia belum terlalu yakin jalan ini akan bisa membawanya ke Tania.
...•••...
Sementara itu, Reno mengajak putri kecilnya makan di sebuah restoran dekat makam karena Tania kecil kelaparan sehabis mengunjungi makam mamanya tadi.
"Nah sayang, kita makan disini aja ya! Sekarang kamu pesan makanan yang kamu mau!" ucap Reno mengusap-usap kepala Tania kecil.
"Iya pah, sebentar ya aku lihat dulu menunya!" ucap Tania kecil lalu membaca isi menu disana sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
Reno tersenyum dan mengecup kening putrinya itu sambil mengusap-usap kepalanya, ia kini harus bisa lebih tegar dan melupakan Rosa karena wanita itu memang sudah tiada.
"Cuma Tania yang bisa bikin gue melupakan Rosa, tapi sekarang gue juga gak tau dia ada dimana! Semoga aja secepatnya gue bisa ketemu sama Tania supaya gue bisa sampaikan amanat Rosa ke dia...." gumam Reno.
Setelah berpikir cukup lama, putri kecilnya itu akhirnya selesai memilih makanan yang ingin dipesannya.
"Pah, aku mau ayam bakar aja!" ucap Tania kecil dengan nada menggemaskan.
"Oke sayang! Terus minumnya mau apa?" ucap Reno tersenyum.
"Umm... air putih aja pah! Kan kata oma air putih itu lebih bagus," jawab Tania kecil.
"Pinter kamu sayang! Yaudah papa panggil pelayannya dulu ya..." ucap Reno.
"Iya pah," ucap Tania kecil manggut-manggut.
Reno pun memanggil seorang pelayan untuk mengatakan pesanannya, sementara Tania kecil celingak-celinguk seperti anak kecil kalo lagi gabut.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...