Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 163 (Lyota)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 107


(Lyota)


...•...


...•...


Reno telah selesai membetulkan motor wanita yang ia temui di jalan itu, ia berhasil membuat motor itu menyala kembali dan si wanita pemiliknya pun tampak senang seakan tak percaya jika Reno bisa membenarkan motornya tanpa bantuan alat.


"Nah udah nyala nih, bisa dipake lagi buat bepergian!" ucap Reno tersenyum menatap wanita itu.


"Makasih ya, gue gak nyangka lu ternyata ahli mesin! Padahal tampilan lu orang kaya banget, biasanya kan orang-orang kayak lu itu pada manja!" ucap wanita itu membalas senyum Reno.


"Ahaha, gak semua kok! Lagian saya juga bukan orang kaya seperti yang anda kira, saya ini cuma manusia biasa aja!" ucap Reno merendah.


"Ah lu mah merendah aja! Oh ya, ini berapa biaya semuanya?" ujar wanita itu merogoh kantongnya.


"Eh gausah, saya kan niatnya mau bantu bukan cari duit! Jadi gak perlu pake segala bayar lah, lagian itu motornya juga cuma terlalu panas aja makanya sempat mati dan susah dinyalain tadi!" ucap Reno.


"Serius? Baik banget dong lu, biasanya orang-orang tuh ngomongnya doang mau bantu pas udah selesai malah minta bayaran!" ujar wanita itu.

__ADS_1


"Jangan samakan setiap orang seperti itu, karena semua manusia memiliki sifat yang berbeda-beda!" ucap Reno tersenyum.


"Oh iya sih...." ucap gadis itu garuk-garuk kepala.


Reno terus saja tersenyum memandangi wajah gadis tersebut tanpa berpaling sedikitpun, semakin lama memang wajah wanita itu semakin mirip dengan Tania ketika masih jadi copet dulu.


Tanpa ia sadari, rupanya gadis itu menyadari kalau Reno sedari tadi terus memandangi wajahnya. Ia pun berbalik menatap mata Reno penuh curiga, ia sepertinya takut kalau pria di hadapannya punya niat jahat karena terus saja menatapnya.


"Heh, ngapain lu ngeliatin gue sambil senyum-senyum kayak gitu? Jangan bilang lu mau macem-macem ya sama gue, awas aja kalo berani bakal gue habisin lu!" ujar gadis itu.


"Hahaha, tenang aja saya bukan laki-laki seperti itu kok! Saya hanya kagum melihat kecantikan kamu, selain itu wajah kamu juga mirip sekali dengan mantan kekasih saya...." ucap Reno tersenyum.


"Ah masa sih?" ujar gadis itu reflek memegangi wajahnya tak percaya.


"Iya, oh ya omong-omong nama kamu siapa? Daritadi kita udah ngobrol, tapi kita belum tahu nama masing-masing!" ucap Reno penasaran.


"Gue Lyota," jawab gadis itu memperkenalkan namanya masih dengan ekspresi judesnya.


Gadis itu pun bengong menatap telapak tangan milik pria tersebut yang diarahkan ke padanya, sepertinya ia masih agak ragu untuk mau meraih tangan itu dan bersalaman dengan Reno.


"Kenapa? Kamu tidak mau menjabat tangan saya? Ohh, pasti kamu ngira saya bakal macam-macam ya? Tenang aja, saya kan sudah bilang kalau saya bukan lelaki yang suka melecehkan wanita! Saya cuma ingin berjabat tangan sama kamu, ya sebagai tanda perkenalan aja sih..." ucap Reno meyakinkan Lyota.


"Gue bukan gak mau jabat tangan lu, tapi gue gak biasa aja sentuhan sama orang kaya! Gue ini kan cuma orang miskin yang gak punya apa-apa, nanti lu alergi lagi kalo sentuhan sama gue!" ucap Lyota.


"Hahaha, ternyata kamu masih aja mikir begitu ya? Kan saya juga udah bilang sama kamu, saya ini bukan orang kaya apalagi ternama! Saya juga sama kayak kamu, cuma manusia biasa yang gak punya apa-apa! Karena semua yang saya punya itu cuma sekedar titipan Tuhan, jadi saya mah gak punya apa-apa!" ucap Reno.


Lyota tersenyum sembari membuang muka dan sedikit menunduk, ia belum pernah bertemu dengan lelaki seperti Reno sebelumnya yang baik dan tidak sombong bahkan suka menolong serta mengerti tentang agama. Sedangkan Reno sendiri juga senyum-senyum sendiri menatap wajah Lyota dari samping, ia terpesona pada wanita itu karena senyumnya terlihat manis dan mirip dengan Tania.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Tania sampai rumah dengan penampilan baru yang ia tampilkan dan wajah ceria sumringah walau matanya masih terlihat sedikit sembab akibat tangisan saat dalam perjalanan pulang tadi.


William yang tengah bermain bersama Rania langsung tersenyum saat melihat Tania sudah kembali dengan penampilan barunya, William ikut senang melihat putrinya itu bahagia karena ia tak tahu kalau Tania habis menangis sebelumnya.


Tania pun duduk di samping papanya dan juga Rania, ia berpura-pura mengajak Rania bermain barbie sambil terus menunduk supaya papanya tak bisa melihat matanya yang sembab. William juga tidak menyadari sikap berbeda Tania karena ia terlalu fokus pada Rania yang tengah asyik main disana, ia juga berpikir kalau Tania memang sedang bahagia.


"Tania, gimana agak enakan kan?" tanya William pada putrinya sembari menatap wajah Tania dari samping dengan senyum tersimpul di wajah.


"Eee iya gitu deh, pah! Aku ngerasa lebih enakan sekarang, semoga aja setelah ini aku gak bakal kepikiran lagi sama masa lalu aku!" jawab Tania tersenyum hanya menatap wajah papanya sekilas.


"Baguslah, papa juga berharap begitu sayang! Oh ya, besok anak temen papa yang kemarin papa ceritakan itu mau dateng kesini! Kamu nanti kenalan ya sama dia, siapa tahu kalian bisa cocok dan jadi pasangan suami-istri yang bahagia!" ucap William.


"Wah jadi kak Tania mau nikah, pah?" seloroh Rania.


"Ahahaha, iya begitulah Rania! Kamu doakan saja supaya kakak kamu ini cepet dapet jodohnya, jadi kita bisa sama-sama ngeliat kakak kamu duduk di pelaminan sama jodohnya itu!" ucap William tersenyum seraya mencubit pipi gemas Rania.


"Pasti dong, pah!" ujar Rania tersenyum renyah.


Sedangkan Tania hanya tersenyum tipis sembari membelai rambutnya ke belakang, ia sungguh tak tahu harus apa dengan permintaan papanya yang ingin ia segera menikah dan mau menemui anak temannya itu.


"Tania, kamu kenapa? Kok kayak gak seneng gitu pas papa bahas soal pernikahan, apa kamu gak mau ketemu sama anak temen papa itu?" tanya William.


"Eh eee.... gak kok pah, bukan gitu! A- aku cuma agak gugup aja kan belum pernah ketemu sama dia sebelumnya, aku juga takut kalau nanti malah ngecewain papa!" jawab Tania.


"Ohh, ya ampun Tania sayang! Kamu kenapa mikirnya sampe kesana sih? Tenang aja sayang, papa yakin kamu gak bakal kecewain papa! Kamu itu anak cantik, jadi mana mungkin ada lelaki yang gak tertarik sama kamu?" ucap William tersenyum sambil mengelus rambut putrinya.


"Ah iya, pah!" ucap Tania pelan.


Mereka pun melupakan obrolan itu sejenak dan kembali fokus bermain bersama Rania, walau Tania masih saja memikirkan tentang Reno yang tadi dilihatnya tengah bersama seorang wanita.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2