
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 237
(Hampir kepergok)
...•...
...•...
Reno dan Lyota akhirnya telah sampai di rumah setelah cukup lama mereka tertahan tadi, ya keduanya harus terpaksa meladeni Ocit si pria yang aneh dan menyebalkan itu ketika di jalan tadi. Untunglah mereka bisa lepas karena Ocit memang memilih untuk pergi, walaupun mereka berdua masih terus kepikiran dengan perkataan Ocit tadi yang memberikan ancaman untuk mengganggu acara pernikahan mereka yang akan segera berlangsung.
Namun, Reno berusaha keras untuk tetap meyakini pada Lyota alias calon istrinya itu agar tidak terpengaruh oleh ancaman dari Ocit dan tetap fokus pada pernikahan mereka nantinya. Ya Reno juga yakin kalau Ocit tak akan bisa melakukan apa-apa pada pernikahan mereka nanti, lagipun Reno pasti akan menyewa banyak bodyguard untuk menjaga Lyota serta keluarganya dan selama acara pernikahan itu berlangsung sehingga Ocit tak akan bisa mengacau disana apalagi merusaknya.
"Sayang, kamu gausah takut ya sama ancaman si Ocit yang tadi! Kan ada aku disini, aku bakal jagain kamu sama keluarga kamu!" ucap Reno sembari memegang dua pundak gadisnya dan tersenyum.
"Umm, aku cuma khawatir aja dia berbuat nekat di acara nikahan kita nanti." ucap Lyota.
"Kamu jangan khawatir ya! Dia gak akan bisa berbuat apa-apa kok, kamu percaya aja sama aku! Nanti biar aku sewa banyak orang buat jaga acara nikahan kita, supaya Ocit juga gak bisa macam-macam disana! Kalau perlu aku bakal suruh orang buat amanin si Ocit selama kita menikah, gimana?" ucap Reno.
"Reno, ya jangan sampe begitu juga dong! Kasihan keluarga si Ocit kalo kamu culik dia. Udah, kamu cukup minta orang buat jaga di acara pernikahan kita aja! Jangan pake acara culik-culik orang kayak gitu, aku gak mau ah!" ucap Lyota.
"Kenapa sih? Kamu emang suka ya sama si Ocit itu? Makanya kamu gak mau aku culik dia, iya?" tanya Reno penasaran.
"Apaan sih Reno? Kamu kenapa jadi mikir kayak gitu sama aku? Mana ada aku suka sama dia?" ujar Lyota.
__ADS_1
"Ya abisnya kamu malah gak setuju sama rencana aku, padahal itu bagus banget loh buat mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Kalau Ocit diculik kan dia gak bisa ngapa-ngapain, lagian aku pasti bakal balikin dia kok setelah acara nikahan kita selesai dan lancar." ucap Reno.
"Reno, enggak ya aku gak setuju pokoknya! Bukan masalah aku suka sama dia atau apa, tapi aku gak mau bikin keluarganya sedih! Biar gimanapun juga, aku dan keluarga Ocit tuh lumayan deket!" ujar Lyota.
"Ohh, udah lamaran belum?" tanya Reno.
"Hah? Apa lagi sih Reno? Kamu itu kenapa jadi cemburuan banget gitu sih?" ujar Lyota heran.
"Hey, ini tandanya aku cinta sama kamu!" ucap Reno.
"Ya iya aku tahu, tapi gausah lebay begitu kali! Masa iya aku udah lamaran sama Ocit terus aku mau terima lamaran kamu? Lagian aku bisa deket sama keluarganya itu karena Ocit temen dekat aku, bukan pacar apalagi tunangan!" ujar Lyota.
"Oh gitu, serius kan kamu gak suka sama dia?" tanya Reno memastikan sekali lagi.
"Ya ampun, iya serius! Kamu gak percayaan banget sih sama calon istri kamu sendiri, kita tuh harus saling percaya Reno!" ujar Lyota.
"Oke, aku percaya kok." ucap Reno tersenyum.
•
•
Ceklek...
"Reno? Lyota?"
Suara itu membuat Reno mengurungkan niatnya untuk mencium bibir Lyota, mereka bahkan juga bergerak menjauh agar tak dicurigai oleh seseorang yang muncul dari dalam rumah itu. Ya yang datang ialah Julia alias sang ibu dari Lyota dan ia keluar lantaran mendengar suara bising dari luar, untungnya Reno dan Lyota belum sempat berciuman bibir.
Namun, tentu saja jantung keduanya kini tak aman karena hampir dipergoki oleh sang ibu ketika hendak berciuman bibir di depan rumah itu, apalagi Reno juga hanya tinggal beberapa senti lagi untuk bisa melahap bibir mungil Lyota. Untunglah semua itu belum terjadi, sehingga mereka tak perlu khawatir akan diberi ceramah oleh ibu Julia disana.
"Eh ibu, ada apa Bu?" ujar Lyota mencoba tenang.
__ADS_1
"Kalian ini kenapa sih? Kok kaget gitu pas lihat ibu muncul? Maaf ya, ibu gak maksud buat ganggu kalian pacaran disini! Tadi ibu cuma penasaran aja siapa yang lagi ngobrol di depan rumah, eh ternyata kalian berdua udah balik." ucap Julia.
"Iya Bu, gapapa kok. Kita juga gak lagi pacaran kok Bu, kita cuma ngobrol biasa aja." ucap Lyota.
"Ohh, kenapa gak di dalam aja? Emang kalian gak pegal apa berdiri terus disini?" tanya Julia terheran-heran.
"Eee ini kita mau masuk kok, bu. Tapi keburu ibu duluan yang keluar, hehe." jawab Lyota nyengir.
"Yasudah, masuk yuk ke dalam! Biar ibu bikinin minum buat kalian berdua, supaya ngobrolnya bisa lebih asik lagi!" ucap Julia.
"Makasih Bu! Tapi, biar aku aja yang bikinin minum buat calon suami aku." ucap Lyota.
Dipandang dan disebut sebagai calon suami oleh gadis tercinta, membuat Reno amat sangat bahagia dan suasana hatinya kini tengah merasakan berbunga-bunga akibat hal itu. Ya jarang sekali memang Lyota mengatakan itu untuknya, itu membuatnya sangat bahagia dan berpikir mungkin menjadi lelaki paling bahagia di dunia.
"Oh yasudah..." ucap Julia nyengir.
"Yaudah, kalo gitu aku masuk dulu ya Bu? Ren, kamu nanti nyusul aja ya!" ucap Lyota.
"Iya sayang...." ucap Reno tersenyum.
Setelahnya, Lyota pun masuk lebih dulu ke dalam rumahnya untuk cuci tangan dan kaki lalu membuat minum untuk Reno alias calon suaminya itu. Sedangkan Reno masih tetap berada disana dan tengah berduaan dengan Julia selaku calon ibu mertuanya itu, ya Reno pun mencium tangan Julia dan kembali berdiri di tempatnya sekarang.
"Oh ya Bu, Tania dimana ya?" tanya Reno penasaran.
"Tania lagi tidur. Tadi dia main sama Niko, eh tapi tiba-tiba ketiduran di sofa. Jadinya ibu pindahin aja dia ke kamar supaya lebih nyaman, kamu tenang aja ya!" jawab Julia tersenyum.
"Ohh, duh aku jadi gak enak nih ngerepotin ibu." ucap Reno malu-malu.
"Gapapa kok. Tania kan juga mau jadi cucu ibu nanti, jadi gak ngerepotin kok. Justru ibu senang bisa dekat sama Tania!" ucap Julia.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...