
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 343
(Bujukan Rianti)
...•...
...•...
Rianti menemui suaminya di kamar setelah ia berhasil mengatakan semua pada Athar mengenai ayah kandung putranya itu, ya Rianti tampak lesu dan seperti orang yang tengah bersedih.
Melihat istrinya muncul, Lionel yang semula tengah bermain ponsel sambil rebahan pun langsung bangkit dan menyingkirkan ponselnya itu. Ia menatap sang istri sambil tersenyum keheranan.
"Sayang, kenapa sih? Kamu udah bilang sama Athar soal siapa ayah kandungnya?" tanya Lionel.
Rianti terduduk di pinggir ranjang dekat suaminya.
"Iya mas, aku udah cerita sama Athar!" jawab Rianti pelan sambil mengangguk.
"Ohh, terus reaksinya gimana?" tanya Lionel.
"Athar senang banget! Malahan dia minta sama aku buat temuin dia sama Reno, sekarang aku bingung mas harus gimana. Masalahnya Reno itu kan baru menikah, aku takut ganggu dia!" ujar Rianti.
"Duh, iya juga ya. Gak enak juga sih kalau misal kita ujug-ujug datang temuin dia sambil bawa Athar, apalagi kalo pas ada istrinya! Tapi, mau gimana lagi sayang? Athar kan emang anak kandungnya dia, ya jadi dia berhak ketemu juga!" Lionel.
"Eee tapi aku beneran gak enak, mas! Mereka kan pengantin baru, kalau ada masalah sama mereka karena Athar gimana?" ucap Rianti cemas.
"Gini aja deh, kamu coba telpon Reno dulu dan jelasin semuanya ke dia!" usul Lionel.
Rianti terdiam memikirkan saran dari suaminya, ia pun setuju dengan saran itu karena menurutnya memang itulah satu-satunya cara paling tepat agar ia bisa mempertemukan Athar dengan Reno.
"Kamu benar mas!" ucap Rianti tersenyum.
Wanita itu langsung mengambil ponselnya dan berniat menghubungi Reno, namun Lionel yang bingung malah menghentikan tindakan istrinya itu.
"Eh eh, kamu mau ngapain sayang?" tanya Lionel.
"Kamu gimana sih, mas? Aku ya mau telpon Reno dong, kan tadi kamu usulin!" jawab Rianti.
"Eh iya juga ya, yaudah dilanjut!" ujar Lionel nyengir.
"Hadeh, dasar kamu mas! Masih muda udah pelupa, gimana kalau tua nanti?!" ujar Rianti.
"Hehe, maklumlah sayang!" ucap Lionel.
__ADS_1
Rianti geleng-geleng kepala, lalu memencet nomor kontak Reno dan mulai menghubungi nya.
Sementara Lionel tetap duduk di samping sang istri sambil terus mengusap rambut panjang istrinya itu dengan lembut dan tersenyum, sesekali ia juga menciumi aroma rambut serta tubuh Rianti hingga membuat wanita itu merasa geli.
Tak lama, telpon pun diangkat oleh Reno.
📞"Halo Ren!" ucap Rianti menyapa pria tersebut.
📞"Eh, iya Rianti. Ada apa nih?"
📞"Eee sorry ya ganggu! Ini aku mau kasih tau sesuatu sama kamu Ren," ucap Rianti.
📞"Sesuatu apa?"
📞"Umm, jadi aku tuh udah bilang sama Athar tentang siapa ayah kandungnya. Dia terkejut plus senang banget pas tau kamu itu ayahnya, dia juga minta buat ketemu sama kamu Ren. Apa kamu bisa?" jelas Rianti.
📞"Hah? Kamu udah cerita ke Athar?"
📞"Iya Ren, abisnya aku gak tega ngeliat Athar sedih-sedih terus! Jadinya aku terpaksa deh cerita soal itu ke dia, kamu mau kan temuin Athar disini Ren?" bujuk Rianti.
📞"Sebenarnya aku mau sih, mau banget malah! Tapi, masalahnya ini aku lagi jalan-jalan sama anak dan istri aku. Kayaknya kalau sekarang gak bisa deh, mungkin besok atau lusa, biar nanti aku kabarin kamu lagi aja ya?!"
📞"Oh gitu, ya? Yaudah deh kalau kamu emang gak bisa gapapa, aku juga gak maksa. Yang penting nanti kapan-kapan kamu bisa temuin Athar, kasihan dia pengen ketemu sama kamu!" ucap Rianti.
📞"Iya Rianti, pasti kok! Eee yaudah ya, aku takut istri aku dengar nanti!"
📞"Iya iya, maaf ya ganggu!" ucap Rianti.
Tuuutttt...
"Sayang, apa kita Reno?" tanya Lionel cemas.
"Reno gak bisa temuin Athar sekarang, mas. Dia lagi jalan-jalan sama anak dan istrinya, katanya dia baru mau kabarin lagi nanti!" jawab Rianti.
"Ohh, yaudah sabar aja! Maklumlah Reno kan baru nikah, pasti dia pengen luangin banyak waktu buat keluarganya! Apalagi ini kan masih momen lebaran, jangan ngambek gitu!" ucap Lionel.
"Iya mas, aku gak ngambek kok! Aku cuma kasihan aja sama Athar!" ucap Rianti.
Lionel tersenyum lalu mencium kening sang istri, berawal dari kening sampai akhirnya berubah menjadi ciuman bibir yang panas.
•
•
Sementara itu, Lyota baru kembali dari toilet bersama Tania kecil. Ia melihat suaminya seperti habis telponan dengan seseorang, ya karena kepo Lyota pun memilih mempercepat langkah dan menghampiri pria tersebut.
"Mas!" tegur Lyota.
Reno terkejut dan menoleh ke asal suara, ia tersenyum begitu mengetahui istrinya sudah kembali kesana bersama putrinya, bahkan ia langsung berdiri lalu meraih dua tangan Lyota.
"Kamu abis telpon siapa?" tanya Lyota penasaran.
__ADS_1
"Eee kamu lihat?" Reno malah balik bertanya.
"Iya, tadi aku lihat kamu kayak abis terima telpon gitu. Ada urusan kerjaan, ya?" ujar Lyota.
"Ohh, enggak kok. Ini dari teman aku," ucap Reno.
"Umm, teman kamu mau apa?" tanya Lyota.
Reno pun semakin bingung harus menjelaskan bagaimana pada Lyota, tak mungkin ia berkata jujur kalau tadi yang menelponnya adalah Rianti dengan tujuan ingin mengajaknya ketemu.
"Eee udah lah sayang, lupain aja! Kita kan lagi jalan-jalan, kamu fokus aja bikin senang suami kamu sama anak kamu ini!" ucap Reno tersenyum.
"Iya mas, maaf ya kalau aku terlalu kepo!" ujar Lyota.
"Gapapa cantik, wajar kok!" ucap Reno sembari mengusap puncak kepala istrinya.
Lyota hanya tersenyum menundukkan kepala.
"Pah, mah, aku lapar nih!" ucap Tania kecil.
"Ohh, anak papa lapar?" tanya Reno.
Tania kecil manggut-manggut dengan bibir mengerucut.
"Hahaha, yaudah kita mampir dulu ke tempat makan dekat sini yuk! Kebetulan ini udah waktunya makan siang juga, kasihan kamu sampe kelaparan begini!" ucap Reno.
"Iya pah, aku mau!" ucap Tania kecil nyengir.
Reno pun menggendong putrinya itu sembari menggandeng tangan Lyota, lalu mereka bertiga pergi menuju tempat malak terdekat.
"Cantik, kamu juga mau makan kan?" tanya Reno pada istrinya.
"Eee aku sih ngikut kamu aja, mas. Kalau kamu makan, ya aku juga ikut makan sama kamu!" jawab Lyota tersenyum.
"Oke deh sayang!" ucap Reno tersenyum.
Cupp!
Reno mengecup wajah Tania kecil yang berada dalam gendongannya, gadis mungil itu hanya terkekeh sembari mengelus-elus wajah sang papa yang tumbuh sedikit berewok itu.
"Tania kecil mau makan apa sayang?" tanya Reno sembari mengendus wajah putrinya.
"Umm, apa aja pah!" jawab Tania kecil.
"Yaudah deh, papa kasih makan kamu kayu sama batu gimana?" sarkas Reno.
"Ih papa, ya gak gitu juga kali!" ujar Tania kecil.
"Hahaha, abisnya ditanya makan apa jawabnya apa aja. Ya papa kan jadi bingung, gak anak gak mama sama aja nih!" ujar Reno.
"Hehe..." Tania kecil nyengir.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...