Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 171 (Kabur)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 115


(Kabur)


...•...


...•...


Tania sungguh khawatir tentang kondisi kedua pengawal serta supirnya yang terluka itu, memang mereka bertiga sudah dibawa ke ruang UGD dan tengah menjalani perawatan untuk luka-luka yang terdapat di sekujur tubuh mereka. Namun, Tania masih sangat cemas dan juga takut kalau sampai terjadi apa-apa pada mereka.


Rizky yang juga ada disana coba membujuk Tania dan menenangkan gadis itu, baru kali ini ia merasa kasihan pada Tania padahal sebelumnya ia selalu bertengkar dengannya bahkan sampai memberi julukan spesial untuk gadis itu karena kecerewetan yang dimilikinya. Ya tapi secerewet apapun Tania, tentu gadis itu pasti bisa merasakan sedih jika orang terdekatnya harus terluka karena melindunginya.


"Tania, sabar ya! Kita doain sama-sama, semoga mereka bisa sembuh!" ucap Rizky menghampiri Tania dan memegang pundak gadis itu.


Sontak Tania menoleh saat ada tangan yang menempel di pundaknya, terlihat matanya berkaca-kaca dan air mata mulai lolos membasahi wajah mulusnya saat ia menatap Rizky.


Entah apa yang merasuki Rizky, tiba-tiba pria itu mendadak berubah menjadi lelaki yang lebih perhatian pada Tania dengan menyeka air mata yang mengalir keluar dari mata gadis tersebut. Tania pun sampai menganga sedikit mendapati perlakuan hangat dari Rizky, padahal sebelumnya mereka tidak pernah akur sama sekali.


"Jangan nangis! Lu kelihatan jelek tau kalo nangis, mending cerewet kayak biasa daripada nangis!" ucap Rizky sambil tersenyum tipis.


"Kenapa lu tiba-tiba peduli sama gue? Bukannya biasanya lu gak suka ya, sama gue?" tanya Tania menatap mata Rizky penuh keheranan.


Rizky malah tersenyum lebar lalu membelai rambut bagian depan Tania sembari menatapnya, entah mengapa Tania merasakan hal yang tak biasa dan seketika jantungnya berdetak lebih kencang serta ia kesulitan untuk menelan saliva nya.


"Itu karena gue gak bisa lihat cewek nangis, apalagi kalau ceweknya itu lu!" jawab Rizky santai.


Tania langsung membuang muka sambil melipat kedua tangannya di perut, ia tidak mau terus-terusan menatap Rizky karena takut akan baper dengan perlakuan manis pria tersebut padanya saat ini. Sedangkan Rizky hanya terkekeh melihat tingkah laku Tania saat ini yang justru menggemaskan menurutnya, ia sadar kalau ada perasaan lain yang timbul di hatinya saat ini.

__ADS_1


"Lu cantik, Tania! Mungkin gue bakal jadi lelaki paling beruntung di dunia, kalau gue berhasil dapetin lu! Tapi, sayangnya gue saat ini lagi tugas dan gak mungkin gue terus-terusan ada di dekat lu!" batin Rizky terus memandang wajah Tania.


"Tania!"


Tiba-tiba suara berat muncul dari arah belakang mereka, tentu saja Tania & Rizky reflek menoleh secara bersamaan dan terkejut saat melihat sosok pria yang sedikit tua tengah berlari ke arahnya.


"Papa!" teriak Tania begitu melihat papanya disana, ia langsung berjalan menghampiri William.


"Tania, sayang!" ucap William.


Ya mereka pun berpelukan disana dan Tania menangis di dalam pelukan papanya, William terus menenangkan putrinya dengan mengelus punggung Tania seraya mengecup puncak kepala gadis itu.


"William Abraham? Jadi ini papanya Tania?" batin Rizky bertanya-tanya.


Setelah puas meluapkan kesedihannya, Tania pun melepas pelukannya lalu menatap wajah sang papa yang saat ini juga tengah menatapnya sambil memegang wajahnya dengan kedua tangan.


"Sayang, kamu gapapa kan?" tanya William cemas.


"Aku gapapa kok, pah! Aku masih bisa selamat dan melarikan diri tadi pas gangster itu muncul, tapi pak Rusli, pak Howard sama pak Hendi terluka parah pah!" jawab Tania terisak.


"Iya, pah! Mereka jumlahnya banyak banget, terus badannya juga besar-besar!" jawab Tania.


"Kurang ajar, berani sekali mereka...!!" batin William.


...•••...


Disisi lain, rupanya Felicia berhasil membuat kunci sendiri dengan beberapa bahan yang ia rakit dan setelah berhari-hari akhirnya kunci tersebut jadi. Ia tampak sumringah lalu berjalan ke dekat pintu untuk segera mencobanya, ia sangat berharap kalau kunci buatannya mampu membuka pintu itu agar ia bisa kabur dari sana dan bebas kembali.


Ceklek...


Benar saja sesuai harapannya, ya pintu itu terbuka setelah kunci buatannya ia colokkan ke lubang kunci. Tentu Felicia langsung bergembira dan reflek mengepalkan tangan sembari mengucap yes, ia pun jalan mengendap keluar sambil terus celingak-celinguk melihat sekeliling.


"Kayaknya aman deh, gue turun lewat tangga ini aja! Semoga gak ada yang lihat gue sekarang, gue udah gak betah terus-terusan disini!" ucapnya.


Perlahan Felicia mulai menuruni tangga satu persatu, matanya terus melihat sekeliling berjaga-jaga takut ada orang disana yang melihatnya dan bisa saja menangkap dirinya kembali lalu mengurungnya di kamar yang menyeramkan itu.

__ADS_1


Ya setelah dirasa aman dan tak ada seorangpun di bawah sana, Felicia kini mempercepat sedikit langkah kakinya menuju ke pintu depan rumah Joshua sembari terus menggenggam kunci buatannya yang mungkin juga akan bisa membuka kunci pintu utama tersebut.


Praaanggg...


Tiba-tiba terdengar suara panci jatuh dari arah dapur, Felicia pun sedikit terkejut dan reflek mengelus dada serta melihat ke arah dapur. Namun, karena tak ada orang yang muncul ke dekatnya ia pun memutuskan untuk lanjut kabur dari rumah itu.


Perlahan Felicia hendak memasukkan kunci itu ke lobang pintu, akan tetapi ia baru menyadari kalau ternyata pintu tersebut tidak terkunci dan ia tak memerlukan kunci itu lagi untuk membukanya.


"Hahaha, kayaknya Tuhan memuluskan jalan buat gue kabur dari sini!" ucapnya gembira.


Ceklek...


Dengan perlahan Felicia membuka pintu, ia melangkah keluar sambil melihat ke belakang memastikan tidak ada siapapun yang melihatnya disana agar ia bisa leluasa kabur dari sana.


"Kamu siapa...??"


Karena tak melihat ke depan, Felicia terkejut begitu terdengar suara seorang wanita yang muncul dari arah depan. Ia langsung reflek membalikkan tubuhnya dan terbelalak melihat sosok gadis cantik tengah berdiri disana menatapnya heran, ia pun gemetar ketakutan karena ia pikir gadis itu adalah teman atau kerabat dari Joshua dan bisa saja kembali menangkap dirinya.


"Kenapa diam? Kamu ini siapa dan habis ngapain di dalam rumah ini?" tanya wanita itu penasaran.


Felicia masih gugup ketakutan, ia masih berdiri bersandar di belakang pintu dengan tubuh yang terus bergetar hebat karena rasa paniknya.


"Ohh, kamu pasti maling ya?" ujar wanita itu.


"Hah? Gak, bukan kok!" elak Felicia dengan cepat.


"Terus ngapain kamu ngendap-ngendap begitu, udah kayak maling aja??" tanya wanita itu lagi.


"Eee... itu, anu eee..."


Felicia bingung harus menjawab apa, namun ia sedikit lega lantaran wanita yang ada di hadapannya saat ini tak mengenalinya yang artinya mungkin wanita itu juga tidak tahu kalau Joshua menyembunyikan dirinya di rumah itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2