Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 352 (Menemui Reno di cafe)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 295


(Menemui Reno)


...•...


...•...


Rianti ditemani Tania kini sudah sampai di valerie cafe tempat mereka akan bertemu dengan Reno, ya tampak kedua wanita yang sudah berpenampilan cantik itu memasuki kawasan cafe tersebut. Mereka mencari-cari dimana Reno dan akhirnya berhasil menemukan pria tersebut, tanpa basa-basi mereka langsung saja menghampiri Reno sesuai tujuan.


Pukkk...


Tania menepuk pundak Reno dari belakang, sampai pria tersebut terkejut dan reflek menoleh ke arah dua wanita cantik itu. Reno amat sangat terkejut saat melihat Rianti datang bersama Tania alias cinta pertamanya itu, seketika Reno teringat pada momen dahulu saat ia masih dekat dengan Tania dan kini ia tersenyum tanpa sadar sambil memandang wajah gadis cantik yang ada di hadapannya saat ini.


"Eh Rianti, kamu kok bisa kesini sama Tania? Emang kalian berdua itu saling kenal, ya? Atau cuma kebetulan ketemu aja disini?" tanya Reno heran.


"Gausah heran gitu Reno! Gue sama Rianti ini teman dekat kok, gue kesini karena gue mau temenin dia ketemuan sama lu! Ya buat jaga-jaga aja, soalnya lu itu kan pria licik yang udah pernah bikin hidup Rianti menderita beberapa tahun lalu!" ucap Tania.


"Oh gitu, kamu gausah cemas Tania! Aku ajak Rianti kesini itu cuma mau bicara kok, lagian mana mungkin aku sakitin dia lagi? Aku ini mau berubah Tania, kamu percaya dong!" ucap Reno.


"Ya baguslah! Semoga bener lu udah dikasih hidayah sama Tuhan, supaya lu gak seenaknya lagi sama cewek! Jujur aja gue sedih dan kecewa banget pas tau cerita dari Rianti kalau lu udah ancurin hidupnya, gue gak nyangka lu bisa kayak gitu Ren! Untung aja gue milih buat nikah sama Revan, bukan sama lelaki busuk kayak lu!" ucap Tania kesal.


"Eee udah ya, kita lanjut bicaranya sambil duduk aja! Sekalian kamu berdua pada mau pesan apa? Biar aku yang traktir nanti, silahkan pesan aja!" ucap Reno mencoba ramah pada kedua wanita itu.


Rianti dan Tania pun duduk berdampingan di depan pria tersebut, mereka masih tetap memasang wajah cuek serta jutek pada Reno karena tak ingin mudah dipermainkan oleh pria itu. Terlebih Rianti memang masih menyimpan rasa dendam pada Reno, karena perbuatan jahat yang telah dilakukannya dulu.

__ADS_1


"Ayo, silahkan aja pesan!" ucap Reno tersenyum.


"Gak perlu, kita gak haus. Sekarang lu langsung ngomong aja apa yang mau lu sampein ke Rianti?! Kita juga gak punya waktu banyak buat ladenin lu, abis ini kita harus jemput anak-anak kita!" ucap Tania mewakili Rianti masih dengan wajah juteknya.


"Jangan galak begitu dong Tania! Kita bicara kalem aja disini, supaya gak ada keributan!" ucap Reno.


"Buat apa? Suka-suka gue dong mau bicara kayak gimana sama lu, udah deh gausah banyak basa-basi langsung aja bicara!" bentak Tania kesal.


"Eee oke oke, aku bicara kok!" ucap Reno.


Tania memalingkan wajahnya sembari mengusap hidung ketika melihat Reno tersenyum, jujur ia memang masih belum bisa sepenuhnya melupakan Reno yang pernah mengisi hatinya dahulu.


"Aku cuma mau minta satu hal sama Rianti, aku pengen ketemu sama Athar dan ajak dia jalan berdua sebelum lebaran nanti! Biar gimanapun dia itu anak aku Rianti, aku pengen punya kenangan sama anak aku itu!" ucap Reno memelas.


Rianti pun terkejut mendengar itu, ia membuka mulut lebar-lebar karena tak bisa menahan rasa kagetnya.


"Ka-kamu serius minta begitu ke aku?" tanya Rianti.


"Iya Rianti, aku serius! Emang kamu lihat di muka aku ada raut bercanda? Aku ini ayah kandung dari Athar, aku pengen punya waktu berdua sama dia! Rianti, tolong izinin aku ya!" ucap Reno.


...•••...


"Velove!"


Disisi lain, William memanggil nama Velove yang hendak pergi ke luar menjemput Rania. Gadis itu pun terkejut dan menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah William, ia tersenyum kemudian mendekati William untuk bertanya ada kepentingan apa. William tampak celingak-celinguk menatap sekeliling lalu mengalihkan pandangan ke arah tubuh Velove.


Velove pun tampak kebingungan tak mengerti mengapa William menatapnya seperti itu, namun ia coba bersikap positif dan tidak mau berpikiran negatif pada papanya Tania itu. Karena penasaran Velove akhirnya coba bertanya langsung pada William, tak biasanya memang William sampai menatapnya seperti itu tanpa berbicara apapun.


"Umm, iya pak. Ada apa ya? Apa ada yang bisa aku bantu buat pak Willi?" tanya Velove bingung.


"Eh eee gak kok, saya cuma mau tanya sama kamu. Kamu mau jemput Rania, ya? Soalnya baru beberapa menit datang, eh udah pergi lagi aja. Makanya tadi saya bingung kamu mau kemana, eh pas lihat jam udah tahu deh sekarang!" jelas William.


"Hehe, iya pak. Saya emang mau jemput Rania, karena kan Tania itu lagi pergi sama temannya. Jadi, saya harus jemput Rania sendirian sekarang!" ucap Velove tersenyum.

__ADS_1


"Jangan sendirian! Biar kamu ditemani aja sama Arsen, dia juga kayaknya lagi gabut di kamar. Bentar ya biar saya panggilin, lagian kamu itu kan butuh dijaga sama seseorang! Kamu tunggu disini, nanti saya kembali sama Arsen!" ucap William sembari memegang pundak Velove dengan keras.


"I-i-iya pak, tapi kalau emang Arsen nya gak mau juga gapapa kok. Saya nanti bisa minta antar pak Riko, atau yang lainnya di depan," ucap Velove gugup.


"Gak perlu! Arsen itu pasti mau kok, dia gak mungkin bantah permintaan saya! Udah kamu juga nurut aja, tunggu disini jangan kemana-mana!" ucap William.


"Ba-baik pak!" ucap Velove.


Akhirnya William berbalik badan lalu pergi menuju kamar Arsen, sedangkan Velove tampak berdiam diri disana dan masih kebingungan.


"Pak Willi kenapa ya? Kok tiba-tiba minta aku buat diantar sama Arsen?" gumam Velove bingung.


❤️


Ceklek...


Sesampainya di depan kamar Arsen, William langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu karena kebetulan pintu kamar Arsen tidak dikunci dari dalam. Namun, tentu saja Arsen merasa kaget dan kesal karena papanya itu masuk dengan sembarangan tanpa mengetuk lebih dulu.


"Papa, kok papa masuk ke kamar aku gak ketuk pintu dulu sih? Ini kan ruang privasi aku pah, harusnya papa tuh hargai dong!" ucap Arsen.


"Salah kamu sendiri, kenapa gak dikunci pintunya?" ujar William santai.


Arsen terdiam tak berkutik.


"Sudah lah, sekarang kamu siap-siap dan antar Velove jemput Rania! Kasihan kalau dia pergi sendiri, itung-itung kamu juga coba pendekatan sama dia! Kamu itu kan masih jomblo, masa kalah sama adik kamu yang udah mau nikah beberapa hari lagi?" ucap William memaksa Arsen.


"Hah? Papa mau jodohin aku sama Velove gitu? Emang sih dia cantik, tapi kan dia itu udah punya anak papa! Aku maunya sama gadis yang masih fresh, bukan dia!" ujar Arsen.


"Sudah jangan banyak omong! Cepat antar dia!" bentak William.


"Iya iya, aku siap-siap dulu!" ucap Arsen menurut.


Arsen memang tak ada pilihan lain saat ini selain menurut saja pada kemauan papanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2