Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 378 (Cewek luar)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 321


(Cewek bule)


...•...


...•...


Tania dan Arsen telah selesai menonton film bersama Carla, mereka pun pulang ke rumah dengan mobil seperti saat berangkat tadi. Tania terus saja melirik ke arah Arsen seperti hendak bertanya soal acara menonton film tadi, ya Tania sangat berharap kalau rencananya kali ini berhasil dan Arsen tak perlu sedih-sedih lagi memikirkan Velove yang dilamar.


Namun, sepertinya Tania salah kira karena Arsen hingga kini hanya diam melamun dengan tatapan kosong seperti orang yang sedang galau. Tania pun coba kembali menghibur sang kakak dengan cara terus menatapnya sambil tersenyum, Tania juga berupaya menjahili Arsen agar pria itu bisa kembali ceria seperti sebelumnya dan tak terus bersedih.


"Kak, udah dong jangan sedih terus! Kakak masih kepikiran ya sama Velove? Aduh kak, tadi kan kakak udah ketemu sama Carla teman aku. Malah kakak juga udah nonton bareng," ucap Tania.


"Entahlah sayang, kakak gak ada rasa apa-apa waktu nonton film berdua sama Carla tadi. Malahan kakak ngerasa risih banget sama dia, karena dia itu terlalu agresif dan pengen terus-terusan peluk kakak!" ucap Arsen mengatakan kejujuran di dalam hatinya.


"Umm, iya sih aku juga lihatnya begitu tadi. Jadi, kakak gak suka sama cewek begitu?" tanya Tania.


"Iya sayang, biarpun dia cantik dan hampir mirip kayak kamu. Tapi, kakak gak suka sama wanita yang terlalu agresif kayak gitu!" jawab Arsen.


"Ohh, emang Velove gak agresif?" ujar Tania.


"Emang kamu gak bisa lihat sendiri? Velove itu gadis cantik yang lugu dan jadi idaman banyak pria, karena dia bukan hanya cantik di wajah tapi juga hatinya. Dia itu sangat langka Tania, karena dia menggambarkan sosok wanita yang benar-benar wanita bukan seperti wanita zaman sekarang!" jelas Arsen.


"Wih ternyata kak Arsen udah hafal banget ya sama sifatnya Velove, pantas aja kakak sampe sedih kayak gitu pas tahu Velove udah mau nikah sama orang lain!" ucap Tania tersenyum.

__ADS_1


"Ya begitulah sayang, kakak emang kayaknya belum beruntung kalau soal wanita!" ucap Arsen.


"Sabar dulu kak! Aku bakal bantu cariin wanita yang sesuai kriteria kakak, tenang ya jangan sedih terus kayak gitu kak!" ucap Tania.


"Huft, iya sayang!" ucap Arsen menghela nafas.


Tiba-tiba saja Riko ikut menimbrung ke dalam pembicaraan adik-kakak tersebut, ya karena Riko memang sedari tadi mendengar obrolan mereka yang terus membahas mengenai wanita.


"Eee maaf nih sebelumnya den, non! Bukannya saya lancang atau gimana, tapi kalau saya boleh kasih saran mending den Arsen itu cari jodoh dari negara Finland aja! Kan disana banyak tuh gadis cantik yang masih lugu, sesuai kriteria den Arsen deh!" ujar Riko.


"Eh benar juga ya kak kata pak Riko! Cewek-cewek Finland kan kebanyakan yang cantik, pasti mereka sesuai deh sama kriteria kakak! Terus kakak kan juga ganteng dan berkharisma, aku yakin siapapun itu pasti mau sama kakak!" ucap Tania tersenyum.


"Hah? Cewek indo aja susah dicari, apalagi yang luar indo sayang?" ujar Arsen terheran-heran.


"Hahaha, gak ada yang mustahil kak! Siapa tahu cewek Finland lebih gampang didapat dan banyak yang sesuai selera kakak, iya kan? Saran pak Riko bagus loh, nanti aku temenin deh kakak ke Finland buat cari cewek!" ucap Tania.


"Ya terserah kamu aja sayang! Tapi, emang kamu beneran mau ikut kakak ke Finland? Bukannya kamu harus nikah sama Revan?" tanya Arsen.


"Umm, aku nikah sama Revan kan abis lebaran. Nah pas lebaran itu kita bisa ke Finland dulu kak, itung-itung liburan sebelum aku berumah tangga!" ucap Tania nyengir.


Tania hanya terkekeh.


...•••...


Disisi lain, Reno sedang senyum-senyum sendiri sembari menggigit jari memandangi foto yang dikirim oleh Lyota ke handphonenya. Ya Reno memang sengaja meminta Lyota mengirim foto dirinya saat ini, karena ia tak bisa jika tidak melihat wajah Lyota walau hanya beberapa menit, apalagi ia juga cemas khawatir Anggi akan berbuat buruk pada Lyota ketika ia tidak ada di rumah.


Reno juga terus berharap dan memanjatkan doa kepada Tuhan yang maha esa, supaya hubungan di dalam pernikahannya baik-baik saja dan lancar sampai mereka tua nanti. Reno berharap pula Anggi mau menerima Lyota dengan sepenuh hati dan tidak lagi bersikap jutek pada istrinya itu, karena Reno tak mau hubungan rumah tangganya akan terganggu.


"Aduh Lyota sayang, kamu itu selalu cantik apapun kondisinya! Walau tanpa makeup sekalipun, kamu bisa bikin aku klepek-klepek dan pengen selalu ada disisi kamu sayang!" gumam Reno.


Sangking asyiknya memandangi foto sang istri sambil menciumi layar ponselnya, Reno sampai tak sadar kalau sedari tadi ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya dari luar. Ya saat ini Reno memang masih berada di dalam ruang kerja menanti kabar selanjutnya dari sang klien, tentunya sembari menunggu Reno iseng meminta Lyota mengirim foto sehingga ia bisa menghayal sejenak disana.


TOK TOK TOK...

__ADS_1


"Pak Reno, permisi pak! Bapak, ini saya Tiara sekretaris bapak!" ucap seorang wanita dari luar.


Reno akhirnya sadar dan mengusap wajahnya.


"Eh iya iya Tiara, ayo masuk aja! Gak dikunci kok, saya juga lagi gak ngapa-ngapain!" teriak Reno meminta Tiara segera masuk.


"Baik pak!" ucap Tiara manut.


Ceklek....


Tiara pun masuk ke dalam dan menghampiri Reno yang sedang duduk di kursinya, wanita cantik itu menyerahkan berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh Reno.


"Permisi pak, maaf mengganggu! Ini saya bawa beberapa berkas yang perlu dikroscek oleh bapak, lalu ditandatangani!" ucap Tiara.


"Oh iya iya, terimakasih!" ucap Reno.


"Sama-sama pak, kalo gitu saya—"


"Eh tunggu dulu! Itu soal kabar meeting dengan pak Gerald gimana ya? Kalau masih belum ada kejelasan, saya ingin pulang saja dan menunggu di rumah! Kamu kan tahu saya baru menikah, sulit rasanya buat saya ninggalin istri saya sendirian di rumah!" potong Reno dengan cepat.


"Umm, sampai sekarang sih pak Gerald belum memberi kabar lagi, pak. Tapi, nanti saya akan coba hubungi asisten beliau untuk bertanya lebih lanjut mengenai meeting hari ini!" jawab Tiara.


"Bagus! Jangan lupa kasih kabar saya nanti! Oh ya, sekalian bilang sama pak Gerald kalau saya tidak punya banyak waktu lagi untuk menunggu dia membuat keputusan! Sekali-sekali kita harus tegas sama klien, gak boleh lembek!" ujar Reno.


"Eee baik pak, siap! Saya akan laksanakan perintah bapak!" ucap Tiara agak gugup.


"Yasudah, kamu boleh pergi!" ucap Reno.


"Baik pak, permisi!" ucap Tiara.


Tiara pun berbalik lalu pergi keluar dari ruangan Reno untuk kembali ke tempat kerjanya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2