Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 146 (Gak mau nikah)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 90


(Gak mau nikah lagi)


...•...


...•...


Rianti menemui suaminya di ruang kerja sembari membawa secangkir kopi yang ia buat khusus untuk Lionel, ya saat ini sudah sehari setelah kejadian kemarin yakni ketika mereka pergi jalan-jalan sekeluarga menyambut tahun baru. Lionel pun kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa walau masih dari rumah saja, ya pria itu belum datang ke kantor karena ini memang hari Minggu.


Ceklek...


Ketika pintu terbuka, Lionel reflek menoleh ke arah pintu dan matanya langsung terbelalak disertai mulut menganga tanda terkejut sekaligus bahagia. Tentu saja karena yang ia lihat adalah istrinya yang sangat menggoda, ia tak percaya sang istri akan mendatanginya apalagi dengan secangkir kopi di tangannya serta senyum di wajah Rianti.


"Ini mas, kamu minum dulu kopinya..." ucap Rianti menyerahkan secangkir kopi pada suaminya, ia meletakkan gelas itu di atas meja.


"Makasih sayang, tapi kok kamu bawain aku kopi kesini? Emangnya Christy udah gak rewel lagi, terus Athar bisa tidur siang sendirian??" tanya Lionel menatap wajah istrinya sembari menarik cangkir kopi itu ke dekatnya.


"Tenang aja, mas! Anak-anak udah aku urus kok, mereka semua sekarang udah gak rewel lagi! Tinggal kamu doang yang belum ku urus, makanya aku bawain kopi buat kamu! Yang semangat ya kerjanya mas, buat biaya nikah kamu nanti!" ucap Rianti tersenyum sembari duduk di atas meja.


Sontak Lionel tertegun saat mendengar kata-kata istrinya, ia tak mengerti dengan apa yang dimaksud sang istri tentang biaya menikah. Masalahnya sampai saat ini Lionel tak memiliki rencana untuk menikah lagi, ia heran mengapa Rianti berkata seperti itu padanya.


"Kamu bicara apa sih, sayang? Biaya nikah apa maksudnya? Emang siapa yang mau menikah?" tanya Lionel tak mengerti sembari memandang wajah istrinya.


"Kamu gimana sih, mas? Aku kan udah minta kamu buat nikahin Shani wanita selingkuhan kamu itu, apa jangan-jangan kamu belum bilang ke dia ya? Mau kapan lagi mas kamu bicara sama dia kalau kamu mau nikahin dia? Ayolah mas, kamu harus segera bilang sama dia sebelum terlambat!" ucap Rianti.

__ADS_1


"Loh loh kamu bicara apa sih? Aku gak mau nikah sama Shani atau siapapun, aku cuma cinta sama kamu dan selamanya aku hanya mau kamu yang jadi istri aku! Udah deh kamu gausah ngaco, jangan bahas soal ini lagi!" ujar Lionel tampak kesal sembari mengusap wajahnya kasar.


Rianti mendengus kesal sembari memutar bola matanya, sepertinya ia cukup muak mendengar kata-kata dari suaminya yang sudah berkali-kali di dengarnya tapi hanya seperti bualan semata.


"Kalo emang kamu cinta sama aku doang, harusnya kamu gak selingkuh mas di belakang aku! Udah deh mending sekarang kamu tanggung jawab dan nikahi Shani, kasihan dia! Kesuciannya udah kamu ambil dan kamu mau tinggalin dia begitu aja? Lelaki macam apa sih kamu, mas??" ujar Rianti.


Lionel meraih tangan istrinya lalu menggenggamnya erat, ia menatap Rianti penuh ketulusan kemudian bangkit dari duduknya mendekat ke arah Rianti. Lionel membelai lembut rambut istrinya dengan satu tangan yang lain, ia mengecup kening sang istri sembari mengelus punggung tangan Rianti yang masih digenggamnya.


"Aku gak akan pernah turutin kemauan kamu itu, sampai kapanpun aku pastikan kalau aku tidak akan menikah dengan Shani! Karena kamu dan hanya kamu lah wanita yang aku cintai dan yang aku mau untuk dijadikan seorang istri!" ucap Lionel tegas sambil menarik tangan Rianti dan menciumnya.


Rianti membuang muka dan menitikkan air mata kesedihan, ia bingung harus senang atau sedih dengan penuturan suaminya yang tak ingin menikahi Shani tapi sudah memperkosa gadis itu.


"Mas, gimanapun juga kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan yang udah kamu lakukan ke Shani! Aku juga perempuan loh mas, aku tahu perasaan Shani gimana sekarang! Dia pasti sedih banget karena anggap kamu cuma mempermainkan dia seperti wanita jalangg..." ucap Rianti.


Lionel menarik wajah sang istri hingga menghadap ke arahnya, ia menatap mata Rianti dengan tajam tanpa berkedip. Seketika jantung Rianti berdegup kencang akibat mendapat tatapan dari suaminya sedekah ini, ia bahkan kesulitan menelan saliva nya.


"Gausah pedulikan dia!" ucap Lionel singkat sembari membelai lembut bibir mungil sang istri dengan ibu jarinya.


"Tapi, mas-"


Lionel langsung membungkam mulut Rianti dengan bibirnya tanpa aba-aba terlebih dahulu, bibirnya cukup ganas meraup bibir sang istri dan kedua tangannya mencengkram erat tubuh Rianti sehingga tak bisa berontak maupun bergerak sedikitpun.


"Aku akan bikin kamu mengerang kenikmatan, sayangku! Aku gak mau kamu terus-terusan paksa aku buat nikah sama wanita yang gak aku cintai, cuma kamu yang aku cinta sama sayangi Rianti!" batin Lionel sembari memperdalam ciumannya.


...•••...


Disisi lain, Reno sedang berada di kamarnya dan seperti biasa ia tengah melamun menatap langit-langit di luar melalui jendela kamarnya. Reno memang sering sekali seperti ini sejak ditinggal Rosa pergi untuk selamanya, ia merasa kasihan pada putrinya karena harus kehilangan sosok ibu di usianya yang masih kecil.


Reno terus menatap keluar jendela sembari menekuk lututnya, ya ia kini duduk di sebuah kursi dekat jendela dengan posisi kedua lututnya ditekuk dan dagunya ia tautkan pada lututnya. Reno juga membawa bingkai foto Rosa alias mendiang istrinya yang masih ia simpan hingga saat ini, tanpa sadar air mata keluar membasahi pipinya ketika memandang foto Rosa dari jarak dekat.


"Kenapa? Kenapa kamu malah tinggalin aku disaat aku sudah mulai bisa membuka hati untukmu? Sungguh dunia ini tidak adil bagiku, selalu saja aku kehilangan setiap kebahagiaan yang aku miliki! Setelah Tania, kenapa sekarang justru Tuhan mengambil kamu Rosa??" gumam Reno sembari mengelus bingkai foto Rosa.


Ceklek...

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka begitu saja, ya ia lupa menguncinya sehingga seseorang dari luar bisa membukanya dengan seenak hati.


Tampak gadis kecil nan cantik masuk ke dalam sana, tentu saja gadis itu ialah Tania kecil alias putri Reno dengan Rosa yang cantik jelita. Dengan cepat Reno langsung menghapus air mata di wajahnya, karena ia tidak ingin Tania tahu jika ia tengah menangis.


"Papa...." teriak Tania kecil seraya berlari menghampiri papanya, ia memeluk Reno begitu erat.


"Iya sayang, kenapa?" ucap Reno tersenyum sembari mengelus punggung putrinya.


"Papa kok nangis sih? Papa lagi mikirin apa, kenapa bisa sampai nangis begitu?" tanya Tania kecil mendongakkan kepalanya melihat mata papanya yang sembab.


"Eee enggak kok, papa gak nangis sayang!" jawab Reno berbohong.


"Papa bohong! Aku tahu kalo papa abis nangis, ada apa sih pah? Cerita dong sama aku biar aku bisa bantu papa!" ucap Tania kecil.


"Ahaha, baik banget sih princess papa ini! Tapi, papa emang gak kenapa-napa kok!" ucap Reno.


"Bener, pah?" tanya Tania.


"Iya,"


"Terus ini apa? Papa kok pegang fotonya mama? Hayo pasti papa lagi kangen ya sama mama??" ujar Tania saat menemukan bingkai foto mamanya ada di dekat Reno.


"Waduh gue lupa lagi taro bingkainya di tempat semula, haish gawat nih bisa-bisa Tania bakal ikutan sedih lagi!" batin Reno cemas.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...



...Itulah foto Rosa guys...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2